
"Nggak jadi deh aku mau tidur aja," ujar Cika.
"Kok gak jadi, dengerin aku dulu mau bicara sama kamu," ujar Rangga.
"Iya mau ngomong apa sayang," ujar Cika.
"Malam ini kamu harus begadang ya, temenin aku," ujar Rangga.
"Tapi aku gak biasa begadang," ujar Cika.
"Pokoknya kamu udah harus belajar begadang bareng aku titik gak pake koma," ujar Rangga.
Tanpa aba-aba Rangga langsung mengukung Cika di bawahnya ia sudah tidak bisa menahan nafsunya dan terjadilah hubungan suami istri di antara Rangga dan Cika.
Pagi menyapa mentari telah terbit dan menyinari bumi, di sebuah ruangan terdapat dua pasangan insan yang baru menyatukan cinta mereka gitu katanya, masih terlelap tidur di dalam selimut.
Rangga telah lebih dulu bangun di banding kan Cika. Sedari tadi, ia melihat setiap inci wajah Cika, mengamatinya lalu tersenyum.
Cantik, itulah kata yang Rangga lontarkan kepada Cika, ia sangat berterima kasih kepada Tuhan karena telah memberikan wanita yang baik dan bisa menjadi istri yang baik nantinya.
Di saat Cika mengerjapkan matanya, dia mengumpulkan seluruh kesadarannya, ia teringat akan malam panjang yang ia lalui bersama Rangga, Cika menghadap ke arah Rangga dan dia mengamati wajah pria yang ada di hadapannya.
Cupp.
Cika mencium bibir Rangga sekilas, lalu tersenyum-senyum sendiri setelah itu.
Tanpa Cika sadari Rangga hanya berpura -pura tidur saja ia sangat senang karena telah di beri penyemangat pagi untuk dirinya.
Cika bangkit dari tempat tidur dan berniat ingin ke kamar mandi membersihkan badannya yang lengket, tapi saat Cika bangkit dan mau berjalan tiba-tiba.
Ahh awhh ahh.
Cika kesakitan di bagian ************ dan daerah **** * nya ia merasa perih di bagian itu.
Rangga langsung bangkit dari tidurnya dan langsung mendekati Cika ia memeluk Cika dari belakang tanpa pakaian.
"Ehh kamu udah bangun?" tanya Cika.
"Aku udah lama bangunnya sayang," ujar Rangga.
"Jadi kamu..." ujar Cika menggantungkan ucapannya.
"Iya aku tau kok kamu cium aku tadi, kalo mau cium jangan diam-diam sayang, jadinya kan aku gak bisa nikmati kiss morning dari kamu," ujar Rangga.
"Ihh udah ah aku mau mandi," ujar Cika. Ia ingin beranjak dari tempat duduknya tapi ia masih merasakan perih di bagian bawahnya.
"Sini sayang aku bantu, maaf ya udah bikin kamu jadi gini," ujar Rangga.
"Iya gak papa kok, nanti bakalan biasa juga," ujar Cika tersenyum ia tidak mau jika Rangga kecewa jika dia mengungkapkan isi hatinya.
Rangga menggendong Cika menuju kamar mandi, ia mengambil selimut untuk menutupi tubuh Cika.
Sesampainya di dalam kamar mandi Cika minta di turunkan.
"Rangga udah sampe sini aja kamu keluar gih aku mau mandi," ujar Cika.
__ADS_1
"Aku mau mandi bareng sama kamu sayang" ujar Rangga.
"Tapi..." ucapan Cika di potong oleh Rangga.
"Gak ada penolakan ya aku gak bakalan macam-macam sama kamu kita mandi biasa aja ya," ujar Rangga.
"Hmm iya," jawab Cika.
Mereka mandi berdua tanpa ada permainan. Rangga menepati omongannya jika tidak ada macam-macam, Rangga juga tidak tega melihat Cika, ia tau jika Cika sangat tidak enak badan dan ia juga tau jika di area sensitif Cika sangat perih jika baru pertama bermain tapi, Cika bisa menutupi rasa sakitnya dengan senyuman.
Setelah acara mandi bersama, Rangga dan Cika telah memakai baju santai mereka hari ini akan berjalan menuju taman, Cika ingin sekali melihat bunga di sana.
"Sayang," panggil Cika.
"Iya kenapa hmm," jawab Rangga.
"Kita nanti ke taman ya," ajak Cika.
"Taman di rumah kita kan ada, ngapain harus ke sana" ujar Rangga.
"Iya gak papa aku lagi mau aja ke sana, mau ya" ujar Cika.
"Iya nanti sore ya kita ke sana," ujar Rangga.
"Oke, biar gak panas juga kalo dah sore," ujar Cika.
"Kita ke bawah yuk pasti Mama sama Papa udah nungguin kita untuk sarapan," ajak Rangga.
"Astagfirullah, aku lupa lagi mau bantuin Mama di dapur, kamu sih ajak aku bergadang semalam," ujar Cika cemberut.
"Ahh sakitt, dihh baru kemarin nikah udah kekerasan rumah tangga aja," ujar Cika tambah kesal.
Tanpa di sengaja ucapan Cika di dengar oleh mama Vania yang sengaja ingin memanggil mereka berdua untuk sarapan pagi bersama, karena telah lama sedari tadi mama Vania dan papa Dika menunggu.
"Cika sayang buka pintunya kamu kenapa di dalam," ujar mama Vania mengedor pintu kamar.
"Aku gak papa kok Ma," jawab cika dari dalam.
Cika berjalan menuju pintu kamarnya
Ceklek.
"Sayang kamu gak di apa-apain kan sama Rangga, mana yang sakit, kamu di apain sama dia," ujar mama Vania sambil memeriksa seluruh tubuh Cika.
"Aku gak papa kok Ma, Rangga gak ngapa-ngapain aku," ujar cika
"Tadi Mama dengar kamu bilang kekerasan dalam rumah tangga," ujar mama Vania.
"Rangga kamu apain menantu Mama ha!" ujar mama Vania kepada Rangga.
"Aku gak apa-apain Cika Ma serius deh," ujar Rangga membentuk huruf V dari jarinya.
"Aku kerjain deh Rangga," batin Cika.
"Ma" ujar Vika dengan nada sedih.
__ADS_1
"Iya sayang kenapa, kok sedih," ujar mama Vania memeluk Cika.
"Ma aku tadi di cubit sama Rangga," ujar Cika dengan tangis yang di buat-buat
Mendengar Cika berkata seperti itu, Rangga kaget dan dia langsung memelototkan matanya ke arah Cika.
"Rangga," panggil mama Vania.
"Ahh iya Ma," jawab Rangga.
"Ahhh sakit Ma sakit aduhh udah dong Ma sakit inin" ujar Rangga. Meminta ampun kepada mama Vania karena ia di jewer sama mamanya sendiri di depan istrinya.
"Kamu ngapain cubit istri kamu ha!"ujar mama Vania kesal.
"Aku gak cubit dia Ma, serius," ujar Rangga terus terang.
"Gak boleh bohong, sekarang minta maaf sama Cika!" perintah mama Vania.
"Tapi beneran Ma aku gak cubit Cika," ujar Rangga.
"Yaudah sekarang minta maaf atau kamu gak boleh tidur sama Cika selama satu bulan," ancam mama Vania.
Mendengar ancaman mamanya Rangga kaget dan dia langsung meminta maaf kepada Cika.
"Ishh si Mama aku kan suaminya masa iya satu bulan gak tidur sama-sama, tersiksa junior aku Ma."
"Cika sayang, istri Rangga maafkanlah suami mu ini yang telah mencubitmu," ujar Rangga meminta maaf dengan senyum yang di paksakan.
"Awas aja kamu sayang, sekarang kamu menang karena ada Mama tapi lihat aja nanti," batin Rangga menunjukkan senyum devilnya.
"Ma Rangga gak ikhlas minta maafnya," adu Cika kepada mama Vania.
"Ya Tuhan sayang kenapa kau selalu mempersulit diriku," gerutu Rangga.
"Rangga yang ikhlas minta maafnya!" perintah mama Vania.
"Iya Ma" jawab Rangga lesu.
"Sayang aku minta maaf ya," ujar Rangga dengan mimik wajah yang di buat sesedih mungkin.
"Hmm Iya aku maafin kamu," jawab Cika tersenyum senang. Ia senang karena telah berhasil mengerjai suaminya di pagi ini.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.
SalamManis♡.
__ADS_1