Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 21


__ADS_3

"Boleh Kakak peluk kamu lagi?" tanya Kak Veli.


Indah hanya menganggukan kepala tanda boleh.


Tanpa ada aba-aba kak veli memeluk Indah. Dan Indah pun membalas pelukan Kak Veli.


"Mungkin, ini yang terakhir Kakak peluk kamu Ndah, karena Kakak di jodohkan, dengan orang yang Kakak tidak tau siapa dia, jika nanti Kakak sudah menikah, semua akan berubah, tidak ada lagi canda tawa yang menghiburmu," batin Kak Veli sedih, karena ia akan di jodohkam oleh ke dua orang tuanya.


Setelah lama berpelukan, mereka berdua melepasnya, Kak Veli tersenyum ke arah Indah.


"Udah, jangan sedih-sedih lagi nanti cantiknya hilang," kata Kak Veli.


"Iya Kak, nggak sedih kok udah ceria lagi, biar cantiknya gak hilang," jawab Indah dengan PD nya.


"Dih, PD sekali Anda," jawab Kak Veli


"Iyalah, kan Indah cewek, wajar kalo cantik," jawab Indah tidak mau kalah.


"Iya, iya dah perempuan selalu benar," kata Veli mengalah.


"Itu tempe Kak," jawab Indah.


"Tahu kali Ndah, bukan tempe," Kak Veli membenarkan kata Indah.


"Yang bicara tempe siapa?" tanya Indah.


"Ya kamulah," jawab Kak Veli.


"Terus aku, cowok apa cewek?" tanya Indah lagi.


"Ceweklah, masa iya cowok," jawab Kak Veli yang belum ngeh.


"Itu tau cewek, jadi cewek gak pernah salah," jawab Indah dengan bangganya.


"Iya, iya cewek selalu benar," jawab Kak Veli cemberut.


"Hahahah, gak usah di monyong-monyogin kak bibirnya," kata Indah sambil tertawa.


Kak Veli senang, melihat Indah tertawa. Walau hanya dengan cara yang sederhana.


"Iya Markonah," jawab Kak Veli mengejek nama Indah.


"Dih kak, nama aku udah bagus-bagus Indah, di ganti Markonah," jawab Indah dengan cemberut.


"Ihh gemes banget pipinya," kata Kak Veli mencubit pipi Indah gemas.


"Aduhh sakit Kak, merah nanti pipinya," jawab Indah tambah cemberut.


"Hahahah lucu banget sih Ndah, mukanya pengen di cubit terus," jawab Kak Veli mencubit pipi Indah gemas.


"Kakak sakit!" rengek Indah manja.

__ADS_1


"Hahaha, Iya udah gak lagi nih," kata Kak Veli, melepaskan cubitannya sambil tertawa.


"Tuhkan, merah pipi Indah" kata Indah.


"Makanya, senyum dong," ujar Kak Veli.


Indah pun tersenyum dengan manisnya, siapa pun yang melihatnya akan meleleh, dan terkena penyakit diabetes saking manisnya. lebay lu Thor.


Tanpa mereka sadari sepasang mata melihat kemesraan Indah dan Kak Veli, "Ternyata, di diemin nih bocah tambah ngelunjak ya," batin Wanita ular.


"Awas aja, permainan akan kita mulai Indah," senyum devil terlihat dari wajah Wanita ular.


Setelah itu, Indah dan Kak Veli turun ke bawah, dan mereka akan masuk ke kelas masing-masing.


Kak Veli mengantarkan Indah ke kelasnya, sesampainya di depan kelas Indah.


"Makasih Kak, udah hibur Indah" kata Indah sambil tersenyum.


"Iya sama-sama, masuk sana gih belajar yang rajin ya," ucap Kak Veli, sambil mengacak rambun Indah.


"Kakak, kan jadi kusut rambut aku," rengek Indah.


"Masih cantik ko Ndah," jawab Kak Veli cengengesan.


"Mana ada cantik, kek nek lampir iya," jawab Indah cemberut.


Sedangkan, siswa di kelas Indah termasuk Devin dan Mawar sangat cemburu melihat kedekatan Indah dan Kak Veli, sedikit informasi. Mawar telah lama suka dengan Kak Veli, semenjak dia masuk ke SMK dan sampai sekarng masih memendam perasaannya.


"Emang berani," jawab Indah menantang.


Cup ...,


Tanpa aba-aba, Kak Veli langsung mencium bibir Indah dan si empunya membulatkan mata sempurna, setelah beberapa menit berikutnya, ciuman di lepas oleh Kak Veli.


"Kakak," kata Indah, menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Salah sendiri, Kakak di tantangan," jawab Kak Veli dengan bangganya.


"Ihh, Kak ini tempet umum gimana kalo ada guru yang liat, liat tuh temen Indah di kelas, bisa pingsan jamaah mereka Kak, liat idolanya udah nyium anak gadis orang," kata Indah kesal dengan perbuatan Kak Veli, yang tidak tau tempat.


"Biarin dah, toh mereka yang pingsan, bukan urusan Kakak juga," kata Kak Veli, dengan PD nya.


"PD banget, jadi cowok," jawab Indah sewot.


Devin dan Mawar, sangat kesal melihat adegan mesra yang di pertontonkan Indah dan Kak Veli, Devin terlihat kilatan amarah yang besar, begitu juga dengan Mawar, dia akan memberi Indah pelajaran, karena telah meerebut orang yang dia cintai, sejak saat itulah hubungan persahabatan mereka renggang.


"Udah sana Kak, masuk ke kelas jangan di sini mulu," usir Indah ke Kak Veli.


"Ceritanya ngusir ni," jawab Kak Veli.


"Iya kenapa? gak seneng," jawab Indah menantang.

__ADS_1


"Oke fine, aku ke kelas, tapi ingat ini, Kak Veli mendekatkan bibirnya ke telinga Indah dan membisikan sesuatu, jangan rindu Kakak ya nantinya," ujar Kak Veli di telinga Indah.


"Ihhh siapa juga yang rindu, gak bakalan Indah rindu," jawab Indah dengan santainya.


"Awas aja kamu rindu, gak bakalan Kakak temuin lagi kamu," kata Kak Veli.


"Iya iya, udah sana ke kelas, nanti keburu masuk lagi gurunya," kata Indah.


"Iya dahh." jawab Kak Veli pergi sambil melambaikan tangan.


"Iya Kak, dah," jawab Indah membalas lambaian tangan.


Setelah kepergian Kak Veli, Indah berjalan menuju bangku tempat dia duduk.


"Mawar," panggil Indah.


Sedangkan yang di panggil hanya diam, dan gak mau menjawab panggilan, dari teman yang udah nikung temannya sendiri.


"Mawar, War," panggil Indah lagi. Tapi masih tetap tidak di hiraukan Mawar.


"Devin itu mawar kenapa?" tanya Indah kepada Devin.


Devin pun hanya diam, dan tidak bergeming saat Indah bertanya.


Indah sedih karena, kedua teman yang ia sayang mendiaminya hari ini.


Indah pun diam dan dia tidak tau harus berbuat apa, teman yang ia anggap saudara telah menjauhinya.


Pelajaran telah di mulai semua siswa telah mengikuti pelajaran seperti biasa.


Jam istirahat pun telah tiba,


Indah menghampiri Mawar, dengan niat ingin mengajaknya ke kantin.


"Mawar ke kantin yuk," ajak Indah.


"Lo gak usah kenal gua lagi, gak usah ikut campur urusan gua lagi, gak usah sapa-sapa gua lagi, dan satu lagi anggap aja pertemanan kita selama ini tidak ada, dan kita tidak pernah kenal sebelumnya," kata Mawar ketus kepada Indah, dan ia meninggalkan Indah sendiri.


Indah terpukul dengan perkataan sahabatnya, yang menganggap, bahwa secara tidak langsung mereka tidak lagi berteman.


Indah mencari-cari mawar ke seluruh tempat, dan tidak lama Indah telah menemukan Mawar, di belakang sekolah.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2