Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 106


__ADS_3

Keyla yang melihat senyuman Rangga langsung merah pipinya.


"Kalau tiap hari lihat senyumnya, bisa-bisa diabetes aku," batin Keyla.


"Terus kenapa kalau bicara itu dikit banget," ucap Keyla.


"Gak papa," jawab Rangga.


"Tuh kumat lagi dinginnya," guman Keyla, yang masih bisa di dengar oleh Rangga.


"Kamu tadi bilang apa," ucap Rangga.


"Gak bilang apa-apa kok," ucap Keyla.


"Aku denger ya," ucap Rangga.


"Yaudah makanya jangan dingin jadi orang, biar ada temen jangan sendiri-sendiri terus," ucap Keyla.


"Nanti aku biasaain deh," jawab Rangga.


"Harus itu, boleh kita bicara sedikit sama orang tapi lihat juga kondisinya, kita ini masih perlu orang lain juga Rangga," ucap Keyla.


"Iya Keyla," jawab Rangga.


Ada rasa bahagia di hati Keyla bisa berbicara dengan Rangga, memang benar yang di gosipin oleh sekolah kalau Rangga itu cuek dan dingin, tapi Keyla memiliki niat untuk mengubah sifat dingin Rangga.


Perbincangan lanjut mereka berdua bercanda, saat perlahan-lahan Rangga sudah bisa berbicara lebih banyak, ia mulai merasa nyaman dengan Keyla.


Tanpa mereka sadari, kedua orang tua Rangga dan Keyla melihat kedekatan anak mereka, Nyonya Vania lebih yakin ingin mendekatkan Rangga dengan Keyla.


Malam semakin larut, Rangga dan kedua orang tuanya pamit pulang.


"Lira, nanti kita akan main ke sini lagi," ucap Vania.


"Iya Van, nanti kami juga akan mampir ke rumah kalian," jawab Lira.


"Kamu juga Nak Keyla, sering-sering ya main ke rumah Tante," ujar tante Vania.


"Iya Tan siap, nanti Key akan main kerumah Tante," jawab Keyla.


"Ya sudah kami permisi. Assalamualaikum," salamnya.


"Waalaikumusalam wr.wb," jawab Lira sekeluarga.


Mobil keluarga Luis telah meninggalkan perkarangan dan melaju menuju kediamannya.


Pagi hari, hari ini Rangga menjemput Keyla. Sesuai perbincangan malam itu, Rangga menepati janjinya untuk menjemput Keyla dan berangkat bersama ke sekolah.


Setelah sampai di depan rumah Keyla, Rangga langsung menyalakan klaksonnya.


Keyla yang melihat mobil Rangga dari kamar atasnya langsung turun kebawah untuk menemui Rangga.


Sesampainya di bawah, Keyla langsung menghampiri Rangga, tapi sebelum itu ia sudah pamit terlebih dahulu kepada orang tuanya dan Keyla juga sudah minta izin untuk berangkat bareng Rangga dan orang tua Keyla menyetujui.


"Ayo kita jalan sekarang," ucap Keyla yang hanya di balas anggukan oleh Rangga.

__ADS_1


Rangga dan Keyla sudah berada di dalam mobil, Rangga telah melajukan mobilnya membelah jalan raya pagi ini.


Di mobil hanya diam saja, mungkin masih merasa canggung untuk keduanya memulai percakapan. Rangga hanya fokus mengendarai mobilnya, begitu juga Keyla ia fokus dengan hand phonenya.


Sesampainya di sekolah, Rangga memarkirkan mobilnya di tempat parkiran khusus siswa, setelah memarkirkan mobilnya Rangga dan Keyla keluar dari dalam mobil tersebut.


Banyak para siswa dan siswi yang kaget melihat Keyla dan Rangga berangkat bersama, mereka tahu jika selama ini Rangga tidak pernah bergaul dengan orang lain apa lagi dengan wanita.


"Beruntung banget si Keyla bisa berangkat bareng Rangga," ujar salah satu siswi yang melihat mereka.


"Sejal kapan Keyla bisa dekat sama Rangga?" tanya siswa yang melihatnya.


Rangga dan Keyla tahu jika mereka sedang di perbincangkan, Rangga hanya bersikap cuek, ia tidak terlalu perduli. Sebab itulah Rangga di juluki laki-laki dingin dan cuek.


Rangga dan Keyla berpisah, mereka berjalan masuk menuju kelasnya masing-masing.


Jam pelajaran di mulai, seluruh siswa dan siswi SMA Garuda memulai pelajaran masing-masing.


Bel istirahat berbunyi, Rangga keluar dari kelas tanpa sengaja Rangga dan Keyla berpapasan, Keyla terlebih dahulu menyapa Rangga.


"Rangga," panggil Keyla.


"Ya," jawab Rangga.


"Ke kantin bareng yuk." ajak Keyla.


"Boleh," jawab Rangga.


Sesampainya di kantin, banyak sekali pasang mata yang melihat kedekatan Rangga dan Keyla, mereka juga kaget dengan kedatangan Rangga ke kantin, mereka tahu jika Rangga anak yang sukar sekali ke kantin.


"Rangga mau pesan apa?" tanya Keyla.


"Samain aja kayak kamu," jawab Rangga.


"Oke," jawab Keyla.


Keyla berjalan menuju ibu kantin, ia memesan mie ayam dua porsi dan es teh manis dua.


Setelah memesan makanan, Keyla kembali menuju tempat duduk dimana Rangga berada.


"Sudah aku pesan ya, tinggal kita tunggu," ucap Keyla.


"Oh oke," jawab Rangga.


Setelah menunggu beberapa menit, pesanan Rangga dan Keyla sampai.


"Ini Non, Den pesanannya," ucap Ibu kantin.


"Iya Bu, terima kasih," jawab Keyla.


"Kalau begitu Ibu permisi dulu ya," pamit Ibu kantin.


"Iya Bu," jawab Keyla.


Rangga dan Keyla memakan makanan yang telah di pesan.

__ADS_1


"Aku mau bayar dulu ya," ucap Keyla.


"Eh biar aku aja," cegah Rangga.


"Udah biar aku aja," jawab Keyla.


Rangga langsung berjalan menuju tempat pembayaran, setelah membayar ia kembali menuju tempat duduknya bersama Keyla.


"Aku mau ke perpustakaan, mau ikut gak?" tanya Rangga.


"Boleh, aku ikut," jawab Keyla.


"Yaudah ayo sekarang, nanti keburu masuk lagi," ucap Rangga.


"Iya ayo," jawab Keyla.


Keyla dan Rangga berjalan menuju perpustakaan. Setelah sampai, Rangga meminjam salah satu buku yang ada di perpustakaan dan mereka keluar.


Bel masuk berbunyi menandakan kelas akan di mulai kembali, setelah menunggu waktu yang lama.


Bel pulang berbunyi, semua siswa dan siswi SMA Garuda berhamburan keluar kelas menuju parkiran.


Rangga dan Keyla seperti tadi pagi mereka pulang bersama.


Singkat cerita Rangga dan Keyla semakin hari semakin dekat sampai mereka lulus dan saat memasuki jenjang perguruan tinggi Rangga dan Keyla memutuskan untuk berpacaran.


Selama pacaran hubungan Rangga dan Keyla baik-bail saja, tidak ada satu hal pun yang mereka tutup-tutupi, selalu aja mereka akan bercerita jika ada keluh kesah.


Waktu berjalan, jenjang kuliah pun hampir selesai Rangga dan Keyla lulus dengan nilai yang sangat memuaskan, saat itu Rangga telah di beri kesempatan untuk menjadi CEO di perusahaan Papanya dan Keyla meneruskan salah satu butiq yang Mamanya pegang.


Semakin hari pula kedekatan antara dua keluarga ini semakin erat, mereka telah memutuskan untuk menikahkan Rangga dan Keyla.


Namun, saat satu hari sebelum menikah, kesalahan terbesar yang di lakukan oleh Keyla yang membuat Rangga terdiam.


Satu hari sebelum menikah.


"Key, kamu kan mau menikah," ucap salah satu teman Keyla.


"Iya kenapa," jawab Keyla.


"Marilah kita bersenang-senang," ujarnya.


"Maksud kamu apa," ucap Keyla yang tidak mengerti kemana arah bicara temannya ini.


"Ayo kita bersenang-senag di club, mumpung kamu belum menikah, nanti setelah menikah mana bisa kamu akan bersenang-senang saat masih gadis," ujar teman Keyla yang bernama Kiara.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.

__ADS_1


__ADS_2