
Indah, Devin, dan Mawar telah mengendarai kendaraanya masing-masing, dan mereka berpisah di pertiga jalan.
Indah jalan lurus menuju rumahnya, Mawar belok ke kananan sedangkan, Devin belok ke kiri menuju rumahnya.
"Indah gua balik duluan," panggil Mawar di balik kaca mobil.
"Oke, hati hati," jawab Indah.
Indah, Mawar dan Devin telah berpisah, dan mereka berjalan menuju rumahnya masing-masing.
Indah telah sampai di rumahnya, dan dia langsung memarkirkan mobilnya di dalam bagasi, setelah memarkirkan mobil indah berjalan masuk kerumahnya.
"Assalamualaikum," salam Indah.
"Waalaikumusalam wr.wb," jawab Ibu
"Eh, udah pulang sayang?" tanya Ibu Indah.
"Belum Bu, Indah pulang," jawab Indah.
"Ini apa?" tanya Ibu bingung.
"Ini cuma bayangan Indah aja, lah iya lah Bu Indah udah pulang," jawab Indah cengengesan.
"Kamu ini ada ada aja," jawab Ibu Indah tersenyum.
"Iya bu," jawab Indah.
"Indah ke kamar dulu ya Bu," kata Indah.
"Oh yaudah, sana bersih-bersih," jawab Ibu Indah.
Indah pun menaiki tangga, dan langsung masuk ke kamarnya, malam ini dia akan bilang, bahwa dia akan mengatakan menerima perjodohan. Toh mungkin ini adalah keputusan yang tepat, dan cara berterima kasih kepada orang tuanya karena telah dengan sukarela merawatnya dari kecil.
Indah memasuki kamarnya, dan langsung menuju kamar mandi, untuk membersihkan badannya yang sudah lengket.
Lima belas menit kemudian, Indah telah selesai melakukan ritualnya, dan ia sekarang sedang mempersiapkan, bahan untuk ujian kenaikan kelasnya nanti.
Di meja belajar, Indah tengah belajar pelajaran produktif jurusannya. Menurutnya, jika pelajaran produktif besar atau melebih KKM, maka dapat di pastikan dia akan naik ke kelas yang lebih tinggi lagi.
Malam hari pun tiba dimana saatnya akan berlangsung makan malam, Indah dan Yudha turun bersamaan untuk menuju meja makan.
"Kak," panggil Yudha sambil menuruni anak tangga.
"Ya kenapa Yud," jawab Indah, sambil berjalan menuruni anak tangga.
"Gimana sekolahnya?" tanya Yudha.
"Aman terkendali," jawab Indah tersenyum.
"Kamu sendiri gimana?" tanya balik Indah.
"Aku ma, biasa-biasa aja Kak," jawab Yudha.
"Hmm okelah," kata Indah.
__ADS_1
Indah dan Yudha berjalan, bersama menuju meja makan, sesampainya di sana.
"Eh, Tumben anak Ibu bareng turunnya," kata Ibu.
"Iya dong bu," jawab Indah.
"Hehe iyalah Bu, kan satu arah kita kesini jadi gak sengaja bisa bareng turunnya," jawab Yudha.
"Oh gitu ya," jawab Ibu.
"Ayah mana bu?" tanya Indah.
"Masih lagi di ruang kerjanya, katanya tadi ada email penting," jelas Ibu.
"Oh iya udah, kita tunggu Ayah aja," jawab Indah.
"Iya sayang," kata ibu.
Lima belas menit kemudian, Ayah telah sampai di meja makan. dan langsung bergabung bersama.
"Maaf ya lama nunggunya," kata Ayah meminta maaf.
"Iya gak papa kok Yah,"jawab Indah.
"Yaudah yuk makan, pasti udah pada laper semua," kata Ayah.
"Tau aja Ayah, kalo Indah udah laper banget," kata Indah cengengesan.
"Yaudah yuk makan," ajak Ibu Indah.
"Ayah, Ibu," panggil Indah.
"Iya kenapa nak," jawab Ayah.
Jadi gini yah,(Indah menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya dengan perlahan) Indah akan menerima perjodohan yang Ayah katakan pada hari itu," kata Indah dengan cepat.
"Kamu yakin sayang?" tanya Ibu Indah.
"Iya Bu, Indah sangat yakin," jawab Indah.
"Alhamdulilah, baiklah kalo gitu, nanti akan kita adakan pertemuan keluarga antara kamu dan calon suamimu," jawab Ayah Indah bersemangat.
"Iya Yah," jawab Indah tersenyum, meskipun hatinya sedih, karena harus berpisah dengan orang tuanya.
"Terima kasih, ya sayang karena telah menerima perjodohan ini , Ayah pastikan dia tidak akan menyakiti kamu, jika sudah menjadi suami sah kamu," kata Ayah Indah.
"Iya Ayah Indah yakin, pilihan Ayah adalah pilihan yang terbaik, dan juga itu demi kebahagiaan Indah," jawab Indah.
"Sayang kesini dekat sama Ibu," panggil Ibu.
"Iya bu, kenapa," jawab Indah, berjalan mendekati tempat duduk ibunya.
"Nak, nanti jika kamu sudah menjadi seorang istri, sayangilah dia seperti kamu menyayangi keluargamu, jangan pernah membantah apa perintahnya, patuhilah dan cintailah dia, karena suatu rumah tangga akan langgeng, jika keduanya bisa saling percaya dan saling mencintai," kata Ibu Indah, sedih karena dia akan melepaskan putri yang sangat dia sayangi.
"Iya Bu, Indah akan dengar, dan Indah akan laksanakan, semua apa yang Ibu sarankan untuk Indah," jawab Indah sendu.
__ADS_1
"Yudha pun sedih, karena Kakak yang dia sayangi akan menjadi seorang istri, ia tidak rela jika nanti kakaknya menangis, hanya gara-gara suaminya tidak menghargai atau tidak mencintai kakaknya," batin Yudha.
"Indah Kamu jangan sedih ya, calon suami kamu baik orangnya, dan dia juga akan tanggung jawab dengan apa yang ia lakukan terhadao kamu, percayalah sama Ayah," kata Ayah meyakinkan Indah.
"Iya, Indah percaya kok, kalo pilihan Ayah itu yang terbaik," jawab Indah.
Setelah perbincangan panjang, mereka mulai membubarkan diri untuk memasuki kamarnya masing-masing, untuk tidur karena hari sudah larut malam, mereka sampai lupa jika besok harus melaksanakan aktivitas seperti biasa.
Indah berjalan menuju ranjangnya, dan ia bersiap-siap untuk tidur.
Pagi pun menyapa, hari ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi seorang Indah, karena hanya tinggal beberapa bulan lagi dia akan meninggalkan kedua orang tuanya, Adiknya dan semua yang ada di dalam rumah ini.
Pagi ini, Indah tidak mengikuti sarapan pagi karena, ia akan mampir ke toko buku dulu, takutnya telat datang ke sekolahnya.
"Pagi Bu, Yah," sapa Indah tergesa-gesa.
"Pagi sayang, kenapa buru buru banget?" tanya Ibu.
"Indah berangkat dulu ya, Bu takut telat," kata Indah.
"ehh, gak sarapan dulu Ndah," panggil Ibu Indah.
"Nggak Bu, nanti Indah di kantin sekolah aja sarapannya," jawab Indah.
"Yaudah hati-hati di jalan," kata Ibu Indah.
"Iya Bu, Assalamualaikum wr.wb," kata Indah.
"Iya sayang. Waalaikumusalam wr.wb," jawab Ibu Indah
Indah langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan standart, ia akan pergi ke sebuah toko barang bekas, dia ingin membeli buku, yang iya butuhkan untuk ujian yang akan berlangsung minggu depan.
Sesampainya di toko buku tersebut, Indah langsung memarkirkan mobilnya dan turun, Indah memasuki toko buku tersebut, ia mencari-cari buku yang ia inginkan, tanpa di sengaja ia bertemu dengan Kakak kelas yang sudah dua kali ia tabrak.
"Kak," panggil Indah.
Kak veli menoleh ke arah sumber suara.
"Ya," jawab Kak Veli.
"Kakak beli buku juga?" tanya Indah.
"Ya," jawab Kak Veli.
"Dihh Iya, Iya, Iya, aja dari tadi, gua tampol juga tuh mulut, gak bisa ngomong lebihan dikit apa," umpat Indah kesal.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
__ADS_1
SalamManis♡.