Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 89


__ADS_3

"Untuk itu, tidak ada yang menannyakan keberadaan kamu, bahkan Mawar, teman yang dekat sekali sama kamu dia tidak menanyakan kamu, Nak. Untuk sekolah kamu itu semua sudah Ayah urus, Ayah memberu keterangan kamu berada di luar negri selama waktu yang tidak di tentukan," jelas Ayah Dimas yang menjawab pertanyaan Anaknya.


"Sungguh Mawar tidak menanyakan aku Yah," ucap Indah meyakinkan apa yang telah ia dengar dari Ayahnya.


"Iya Nak, Mawar sama sekali tidak pernah datang ke rumah selama kamu menghilang," jawab Ayah Dimas.


"Oh baiklah Yah, Indah senang jika tidak ada yang mencurigai tentang hilangnya aku," ucap Indah.


"Itu sudah menjadi urusan Ayah Nak, Ayah juga tidak mau sebenarnya hal ini terjadi, tapi mau bagaimana lagi, ini sudah takdir dari Tuhan," jelas Dimas.


"Iya Ayah," jawab Indah.


Setelah perbincangan singkat tersebut, tidak ada hal yang di perbincangan, Indah sibuk dengan pikirannya masing-masing, Nyonya Lina jua sibuk dengan hand pone nya, serta Tuan Dimas fokus menyetir mobil.


Perjalanan hampir satu jam, mereja belum sampai juga di kediaman keluarga Kenz. Kedua keluarga tersebut terjebak macet di jalan, jadi mereka harus menunggu selama beberapa menit, dan hal itu yang membuat para pengendara bosan jika terjebak macet.


Indah dan yang lainnya telah sampai di kediaman Tuan Kenz, ternyata di sana pemakaman Veli telah selesai, sekarang hanya tinggal beberapa kerabat dari keluarga Kenz yang masih ada.


Tuan Dimas dan Tuan Dika beserta keluarga masing-masing turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam.


Di dalam, suasana sangat sedih. Nyonya Via masih saja menangis, matanya sudah bengkak. Tuan Kenz hanya menenangkannya saja, menurutnya wajar jika seorang Ibu menangis karena kepergain anaknya, apa lagi anak semata wayang.


"Assalamualaikum," salam Tuan Dimas.


"Waalaikumusalam wr.wb," jawab semua yang berada di ruang tamu.


Tuan Dimas dan yang lainnya berjalan masuk, mereka langsung saja mendekati Tuan Kenz.


Indah hanya diam saat bertemu dengan Rangga, begitu juga Rangga, seakan-akan tidak mengenali siapa Indah.


"Tuan Kenz kalian yang sabar, mungkin ini sudah takdir Tuhan," ucap Tuan Dimas.


"Iya Tuan, mungkin ini adalah pilihan yang terbaik untuk Veli," timpal Tuan Dika.


Nyonya Vania dan Nyonya Lina membawa Nyonya Via menuju kamar, mereka sangat tahu untuk saat itu Nyonya Via masih dalam keadaan terpukul.


Indah mengikuti kemana orang tuanya, ia mengikuti setiap langka Lina menuju kamar. Sesampainya di kamar, Nyonya Via di ajak menuju ranjang.


"Via," ucap Lina.

__ADS_1


Nyonya Via hanya diam, ia masih memikirkan kejadian hari ini atas kehilangan anak semata wayangnya.


"Via," ujar Vania.


"Mama," ujar Indah.


Saat Indah yang memanggilnya, barulah Nyonya Via merespon.


"Iya sayang," jawab Mama Via.


Nyonya Vania dan Nyonya Lina kaget saat Indah yang memanggilnya, begitu cepat respon yang di berikan oleh Nyonya Via.


"Mama sayang sama Indah gak," ucap Indah.


"Mama sayang banget sama kamu Nak," jawab Nyonya Via. Yang masih saja menangis.


"Kalau Mama sayang sama Indah, Indah mohon Mama berhenti menangis," ucap Indah. Sekuat tenaga Indah untuk menahan tangisnya, bagaimana pun Kak Veli adalah orang pertama yang membuat Indah merasa nyaman saat di dekatnya.


"Iya sayang Mama gak bakalan nangis lagi," ucap Mama Via.


"Mama, maafin Indah ya selama ini," ujar Indah.


"Maaf untuk apa sayang, kamu gak salah," timpal Mama Via.


"Kamu gak salah sayang," jawab Mama Via.


"Ini benar kata kamu, mungkin Tuhan lebih sayang sama Veli makanya Tuhan mengambil dia duluan," ujar Mama Via, ia tak kuasa menahan tangisnya lagi.


Nyonya Vania dan Nyonya Lina hanya bisa menyimak perbincangan antara Indah dan Nyonya Via. Mereka tahu bagaimana dulu kedekatan antara Indah dan Mama Via.


Indah tidak bisa menahan tangisnya lagi, ia berlari keluar dari kamar, ia berjalan menuju taman yang berada di belakang rumah, dimana taman tersebut adalah tempat pertama kali Indah dan Kak Veli berjalan bersama.


Sesampainya di sana Indah terduduk di atas rerumputan Indah menangis sejadi-jadinya, ia tidak bisa menahan kristal yang siap meluncur dari matanya.


"Kak Veli, kenapa rasa ini sama saat aku akan di jodohkan bersamamu," ucap Indah.


"Kak Veli, aku sayang sama kamu, rasanya sesak sekali saat mendengar berita jika kamu sudah pergi dari dunia ini," teriak Indah.


"Saat itu di atas gedung, aku yang tengah sedih ada kamu yang menemani aku, ada kamu yang memberi aku semangat untuk menerima perjodogan saat ini, tapi sekarang, kamu pergi meninggalkan aku," ucap Indah sendu.

__ADS_1


"Kak Veli, hiks ..., hiks ..., aku sayang kamu, ujar Indah sambil menangis.


Tanpa Indag sadari, semua yang ia ucapkan di dengar oleh seseorang, siapa lagi jika bukan Rangga. Rangga mengikuti Indah dari belakang, ia begitu penasaran saat melihat Indah berlari keluar.


"*Apa masih ada ruang di hati kamu untuk aku," batin Rangga.


"Selama ini apa tidak ada rasa," ucap Rangga membatin.


"Aku sayang sama kamu Indah," batin Rangga*.


Rangga berjalan mendekati Indah, ia membuang egonya untuk menjauh dari Indah, biar bagaimana pun Indah masih tetap menjadi istri sah nya.


"Indah," panggil Rangga.


Indah menoleh ke arah sumber suara, saat Indah mengangkat kepalanya, ia melilhat Rangga dan dengan cepat Indah berdiri langsung memeluk Rangga.


Rangga kaget saat Indah memeluknya, baru kali ini ia melihat seorang wanita yang begitu sedih.


Rangga membalas pelukan dari Indah, ia hanya bisa memberikan ketenangan saat ini, di pelukan Rangga, Indah menangis tersedu-sedu, Indah nyaman berada di pelukan tersebut.


Rangga hanya bisa diam, ia tahu bagaimana perasaan yang di rasakan Indah saat ini, kehilangan orang yang sangat di cintai itu sangat sulit.


"Kamu yang sabar ya," ucap Rangga sambil mengelus rambut Indah.


"Kamu tidak boleh begini, nanti Veli sangat sedih melihat perempuan yang sangat ia cintai menagis begini," ucap Rangga sekali lagi.


"Tapi kenapa rasanya sangat sakit sekali," jawab Indah dengan tersendat-sendat.


"Karena rasa cinta dan sayang kamu sangat besar kepada Veli," timpal Rangga.


Indah hanya diam, ia nyaman saat ini berada di pelukan Rangga.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.

__ADS_1


Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman teman.


SalamManis♡.


__ADS_2