Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 121


__ADS_3

"Bagaimana kalau nanti kita ke Bandung," usul Rangga.


"Tapi bagaimana dengan Ayah dan Ibu," ucap Indah.


"Iya kita ajak mereka," jawab Rangga.


"Nanti kita bicarakan lagi ya, soalnya nanti juga akan ada acara makan malam untuk membahas masalah pindahan kita," ujar Indah.


"Aku yakin kita tidak akan di beri izin sayang, soalnya kamu belum lulus dari sekolah," ujar Rangga memelas.


"Kamu yang sabar ya, aku kan udah bilang semuanya butuh proses," ujar Indah menggenggam tangan suaminya.


"Iya sayang, terima kasih ya," ujar Rangga. lalu membelai rambut Indah.


"Alahamdulilah ketemu juga akhirnya," ujar Indah berteriak senang.


"Ketemu apa sayang," ujar Rangga kaget mendengar teriakan Indah.


"Hehe, nggak ada apa-apa sayang," jawab Indah cengengesan, ia lupa kalau di kamarnya ada suaminya.


"Kamu dapat apa sayang, seneng banget kayaknya, sampai teriak-teriak," ujar Rangga yang penasaran dengan istrinya.


"Aku dari tadi cari makalah sayang, untuk materi nanti," ujar Indah menunjukkan deretan giginya.


"Terus udah ketemu," ucap Rangga bertanya.


"Udah sayang," jawab Indah tersenyun manis.


"Alahmdulillah, ya sudah ayo kita ke ruang kerja Ayah," ajak Rangga.


"Ya sudah, kita jalan sekarang," jawab Indah.


Indah keluar dari kamarnya menuju ruang kerja kedua orang tuanya, sesampainya di sana Indah langsung membuka pintu ruang kerja orang tuanya.


"Assalamualaikum Ibu, Ayah," salam Indah.


"Waalaikumusalam wr.wb," jawab Ayah dan Ibu Indah.


"Sayang," ujar Ibu Lina lalu memeluk Indah.


"Ibu Indah kangen," ujar Indah membalas pelukan ibunya.


"Kamu udah lama sayang," ujar Ibu Lina.


"Lumayan Bu," jawab Indah, lalu berjalan mendekati Ayahnya.


"Ayah," panggip Indah lalu menyalimi tangan Ayahnya.


"Iya sayang," jawab Ayah Dimas.


Indah kembali berjalan menuju sofa, "Ibu, udah lama pulang," ujar Indah.


"Baru aja Nak," jawab Ibu Lina.


"Kalian tumben ke sini," ujar Ibu Lina.


"Iya Bu, Indah ambil beberapa makalah yang ada di kamar," jawab Indah.


"Bagaimana, apa kalian sudah kasih tau sama mertuamu Nak untuk acara makan malam nanti," ucap Ibu Lina.

__ADS_1


"Astaga, Indag belum kasig tahu sama Mama," ujar Indah sambil menepuk jidatnya.


"Indah kamu ini, gimana bisa lupa. Malam ini kan pertemuannya," balas Ibu Lina sedikit kesal.


"Hehe, Indah lupa Bu, maaf. Ya sudah Indah sama Rangga pamit pulang dulu ya," ujar Indah berpamitan.


"Ya sudah kalian hati-hati ya," jawab Ibu Lina memperingatkan.


"Iya Bu, Assalamualaikum," salam Indah dan Rangga


"Iya Nak, waalaikumsalam wr.wb," jawab Ibu Lina.


Indah dan Rangga pamit pulang, mereka mengendari mobil untuk pulang ke rumah Luis.


Sesampainya di rumah, Indah langsung bergegas masuk tanpa menghiraukan Rangga.


"Assalamualaikum," salam Indah saat masuk ke dalam rumah.


"Waalaikumsalam Nak, ada apa," jawab Mama Vania panik.


"Ma," ujar Indah dengan nafas ngos-ngoshan.


"Sini duduk dulu," ajak Mama Vania laku duduk di sofa tamu.


"Ada apa Nak, kayak ngos-ngoshan banget," ujar Mama Vania bingung.


"Hehe, Ma malam ini kita di undang makan malam di rumah Ayah," ujar Indah cengengesan.


"Kenapa mendadak sekali Nak," balas Mama Vania.


"Kemarin Indah lupa kasih tahu sama Mama," ujar Indah menggaruk tenggkuknya yang tidak gatal.


"Aku di sini Ma," saut Rangga yang tiba-tiba muncul dari pinty depan.


"Sini Nak," ujar Mama Vania.


"Kalian kenapa nggak bilang sama Mama kalau nanti malam besan mengajak makan malam," ujar Mama Vania.


"Heheh, lupa Ma, habisnya semalam kan ada tamu bisnis Papa, jadi lupa kasih tahunya," jelas Rangga.


"Lain kali jangan samapi lupa Nak, Mama jadi nggak enak kalau nanti kita datang terlambat ke sanaa," ujar Mama Vania.


"Iya Ma," balas Indah.


"Ya sudah Mama mau telpon Papa kalian dulu," ujar Mama Vania lalu bangkit dari tempat duduknya.


"Iya Ma, kami pamit ke kamar dulu ya Ma," ucap Rangga.


"Iya Nak," balas Mama Vania.


Sesampainya di kamar, Indah langsung mandi, begitu juga dengan Rangga, Rangga mandi di kamar mandi sebelah.


Selesai mandi, Indah lebih dulu menyiapkan pakaian yang akan di pakai olehnya dan Rangga nanti.


Setelah semuanya siap, Indah duduk di meja belajarnya, ia ingin menyalin beberapa bab untuk materi belajarnya nanti.


Rangga hanya memainkan ponselnya menunggu malam, ia juga melihat beberapa anak perusahaan mereka yang ada di luar kota.


Malam pun tiba, Indah dan Rangga telah siap dengan pakaian mereka masing-masing, mereka berdua turun ke bawah lalu duduk di sofa tamu, sembari menunggu Mama Vania dan Papa Dika keluar dari kamar.

__ADS_1


Lima belas menit waktu telah berjalan, Mama Vania dan Papa Dika telah siap untuk berangkat, ke duanya menggunakan mobil masing-masing, tentunya dengan pasangan mereka masing-masing.


Perjalanan menuju kediaman Alexa memakan waktu tiga puluh menit, sesampainya di sana, gerbang di buka oleh satpam yang di tugaskan berjaga di pos.


Rangga dan Papa Dika memarkirkan mobilnya, setelah parkir keduanya turun bersama.


"Ayo Ma," ujar Indah.


"Iya sayang," jawab Mama Vania tersenyum.


Indah dan yang lainnya berjalan menuju pintu utama, Indah menekan bel yang telah di sediakan disana.


Salah satu pelayah yang bekerja di sana membukakan pintu utama, mereka langsung di ajak menuju ruang makan, di sana sudah ada Nyonya Lina dan Tuan Dimas yang menuggu kehadiran besan mereka.


"Selamat malam besan," salam Tuan Dimas lalu menjabat tangan Tuan Dika.


"Malam juga besan," jawab Tuan dika membalas jabatan tangan.


"Maaf menunggu lama," ujar Nyonya Vania.


"Tidak apa," jawab Nyonya Lina tersenyum


"Mari kita makan bersama, pasti kalian sudah lapar juga," ajak Ibu Lina.


"Baik Bu," jawab Indah.


Semuanya makan malam bersama, seperti biasanya Indah mengambilkan makan untuk sang suami.


Setelah makan malam bersama, Indah izin ke kamar mandi. "Semuanya Indah permisi dulu ya," ujar Indah.


"Mau kemana sayang," balas Rangga.


"Aku mau ke kamar mandi dulu ya," jawab Indah.


"Mau aku temenin nggak," ujar Rangga menggoda Indah.


"Boleh, kalau Ayah izinin," ujar Indah, lalu melirik sang Ayah.


"Heheh, nggak kok aku bercanda aja, Yah," ujar Rangga cengengesan.


Semuanya berjalan ke ruang tamu, di sana juga telah di siapkan cemilan dan minuman untuk mereka mengobrol nanti.


"Apa kabarnya, Jeng," ujar Jeng Lina.


"Alhamdulilah kami baik-baik saja," jawab Jeng Vania.


"Kabar Jeng Lina dan Tuan Dimas, bagaimana?" tanya balik Jeng Vania.


"Seperti yang kalian lihat, kita juga baik-baik saja," jawab Jeng Lina.


Indah kembali dari kamar mandi menuju ruang tamu, sesampainya di sana ia langsung duduk di samping Rangga.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2