Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 103


__ADS_3

Indah berjalan menaiki tangga menuju kamarnya, ia saat ini ingin sekali meminta maaf kepada Rangga masalah yang di mobil. Sungguh tidak ada niatan di dalam hati Indah untuk mendekati apa lagi genit-genit dengan pria lain.


Sesampainya di dalam kamar, Indah tidak melihat keberadaan Rangga, ia mencari-cari Rangga di ruang ganti dan di dalam kamar mandi, namun hasilnya nihil.


"Kemana Dia," gumam Indah.


Indah meletakkan tas yang dia bawa, lalu keluar kamar kembali, Indah mencari ingin mencari Rangga, saat ini Indah berjalan menuju taman belakang rumah. Mungkin saja ada Rangga di sana.


Sesampainya di sana, seperti yang awal. Rangga tidak ada di taman, Indah berjalan menuju kolam, tempat santai yang berada di dekat taman bahkan sampai tempat GYM. Namun hasilnya tetap sama, ia tidak menemukan keberadaan Rangga.


Tempat terakhir yang akan Indah tuju adalah ruang musik, bisa jadi Rangga ada di sana. Untuk menuju ruang musik itu cukup jauh dari tempat GYM.


Perlu waktu beberapa menit untuk sampai kesana, maklumlah rumah orang kaya, jadi harus sabar saat menuju dari satu tempat ke tempat yang lainnya.


Di depan ruangan musik, saat Indah mebuka pintu, terdengar suara orang sedang bernyanyi.


Iya kenal dengan suara tersebut, suara itu adalah suara Rangga. Indah hanya diam berdiri di depan pintu sambil menikmati lagu yang di bawakan oleh Rangga.


Setelah beberapa menit Rangga bernyanyi, ia baru sadar jika ada Indah di sini.


"Sayang," panggil Indah sambil berjalan mendekati Rangga.


Rangga hanya diam, ia bingung mau membalas atau mendiamkan saja panggilan dari istrinya ini.


"Sayang," panggil Indah sekali lagi.


"Iya kenapa," jawab Rangga cuek.


"Maafin aku," ucap Indah.


"Minta maaf untuk apa," ucap Rangga.


"Minta maaf masalah yang di mobil tadi," ucap Indah.


"Udah gak usah di bahas lagi," ucap Rangga, kali ini ia tidak tega milihat istrinya.


"Iya maafin aku tapi ya," jawab Indah.


"Iya sayang," balas Rangga.


"Sayang, pertanyaan aku di mobil belum kamu jawab loh," ucap Indah.


"Sini kita duduk di sofa." ajak Rangga.


Indah hanya mengikuti apa yang di katakan Rangga, mereka duduk di sofa saling berhadapan.


"Sekarang kita sudah duduk," ucap Indah.


"Kamu siap mau flash back," ujar Rangga.


"Aku udah siap," jawab Indah.


"Kita akan kembali ke masa lalu aku yang sangat pahit," ucap Rangga.


"Aku siap untuk itu," jawab Indah.

__ADS_1


"Baiklah, kita akan kembali menyelami masa saat itu," ucap Rangga.


Flash back.


Lima tahun yang lalu, dimana semuanya masih baik-baik saja, Rangga adalah pria yang sering menyendiri, ia tidak mau membuka diri atau curhat kepada orang lain, Rangga juga di sekolah sendiri, tidak punya sahabat apa lagi teman.


Saat itu Mama dan Papa khawatir dengan Rangga yang sangat tertutup orangnya, saat itu juga Mama Vania mempunyai teman semasa dia SMA dulu, dan temannya Mama memiliki anak perempuan yang seumuran dengan Rangga.


Di dalam mall.


"Vania," ucap seorang wanita yang datang dari arah berlawanan.


"Iya saya, maaf siapa," ujar Vania.


"Aku Lira, temen SMA kamu dulu," jawab Wanita tersebut sambil menyebutkan namanya.


Vania terdiam sejenak, ia sedang mengingat nama yang baru saja diucapkan wanita tadi.


"Lira, Lira," gumam Vania.


"Lira yang dulu sering makan selalu nambah, dan yang lebih parahnya lagi gak bisa diam saat upacara," cerocos Vania.


"Masya Allah, kamu cuma inget yang buruk aja tentang aku ya," jawab Lira.


"Hehe, tapi benerkan itu kamu," ucap Vania.


"Iya Vania benar itu aku Lira yang imut-imut dulu," ucap Lira.


"Wah gak nyangka kita bisa ketemu di sini, balas Vania.


"Iya gak nyangka banget, eh ayo kita cari cafe atau resto untuk ngobrol-ngobrol aja," ucap Lira.


Keduanya berjalan bersama mencari cafe yang berada di pusat keramaian, setelah menemukannya mereka berdua duduk dan memesan minuman.


"Kamu apa kabar?" tanya Lira.


"Alahamdulilah aku baik kok, kalau kamu gimana?" tanya balik Vania.


"Alhamdulillah aku juga baik," jawab Lira.


"Oh iya ngomong-ngomong kamu tinggal dimana?" tanya Vania.


"Aku tinggal di perumahana elite Permata Indah," jawab Lira.


"Kamu serius tinggal di kawasan itu," ujar Vania.


"Iya, kenapa," tanya Lira.


"Berarti rumah kita nggak jauhan," ucap Vania.


"Rumah kamu di sana juga," ucap Lira.


"Rumah aku di Perumahan Griya Tirta," jawab Vania.


"Berarti benar dong gak jauhan kalau gitu," ucap Lira.

__ADS_1


"Iya, eh iya bagaimana hubungan kamu dengan Lison?" tanya Vania.


"Alhamdulillah hubungan kami sekarang sudah sah," jawab Lira.


"Alhandulillah," jawab Vania.


"Eh iya aku dengar kabar kamu udah nikah ya," ucap Lira.


"Iya dan alhamdulillahnya kami telah di beri kepercayaan sama Tuhan," jawab Vania.


"Alahmdulillah, anak kamu cowok apa cewek," tanya Lira.


"Anak aku cowok, sekarang dia masih SMA kelas dua," jawab Vania.


"Berarti sama dong kayak anak aku, tapi anak aku cewek dan SMA kelas dua juga," ucap Lira.


"Wah boleh berarti sekali-kali di kenalin anak kita berdua," ujar Vania.


Entah kenapa terlintas di pikiran Vania untuk memperkenalkan Rangga denan anak dari temannya ini.


"Boleh banget," jawab Lira.


"Bagaimana nanti kita adakan makan malam di rumah aku, nanti kamu ajak ya anak kamu," ucap Lira.


"Boleh, nanti aku beritahu juga sama suami aku," jawab Vania.


"Iya nanti aku kasih tahu kewat Wa aja ya," ucap Lira.


"Kamu punya nomor whats app aku," ucap Vania.


"Punyalah, aku masih simpan nomor kamu," ujar Lira.


"Hehe," ujar Vania cengengesan.


Kedua teman ini melanjutkan ceritanya, mereka mengingat masa-masa saat SMA, mulai dari yang sedih sampai bahagia.


Setelah asik berbincang-bincang, keduanya pun berpisah di tempat, Vania berjalan keluar dari mall untuk pulang, sedangkan Lira masih ingin mencari tas yang akan dia beli.


Dua minggu setelah pertemuan antara Mama Vania dan teman lamanaya Lira, malam ini di kediaman Lira, mengadakan makan malam bersama keluarga Luis, sesuai apa yang di bicarakan saat itu.


Mereka ingin memperkenalkan Rangga dengan anaknya teman Mama Vania.


"Mungkin dengan cara ini Rangga bisa lebih terbuka, walaupun bukan dengan orang tuanya," batin Mama Vania.


Mama Vania memiliki ide untuk mendekatkan Rangga dengan anak perempuan temannya. Ia juga sudah memberi tahu hal ini kepada Tuan Dika.


Dan Tuan Dika meneyetujui usulan istrinya ini.


Rangga dan kedua orang tuanya pergi menuju kawasan perumahan Permata Indah, dimana di sana adalah tempat yang akan mereka datangi.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.

__ADS_1


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.


__ADS_2