Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 132


__ADS_3

"Pertemuan yang tidak disengaja terkadang membawa kebaikan, namun bagaimana halnya jika pertemuan tersebut membawa malapetaka bagi kita".


Mereka berdua masuk kedalam restoran dan langsung mencari tempat duduk.


"Mau makan apa?" tanya Mawar sambil melihat menu yang sudah disediakan.


"Samain aja," jawab Indah yang masih fokus menatap hpnya.


"Permisi," ujar Mawar sambil mengangkat tangan memanggil pelayan.


Pelayan menghampiri Mawar sambil membawa buku catatan pesanan.


"Pesan ini dan ini, minumnya Orange juice," ujar Mawar sambil menunjukkan makanan yang akan ia dan Indah pesan.


"Baik, silahkan tunggu sebentar," jawab pelayan dengan senyum ramah. Dan dibalas anggukan oleh Mawar.


"Asik banget liat Hpnya, sampai-sampai lupa sama Gue," celetuk Mawar yang melihat Indah masih setia dengan Hp nya.


"Heheh suami Gue lagi istirahat juga, makanya dia bisa pegang Hp," jawab Indah.


"Ah gitu," jawab Mawar, yang mengeluarkan Hp nya untuk melihat media sosialnya.


Setelah menunggu beberapa lama, makanan yang mereka pesan telah sampai, Mawar dan Indah meletakkan Handphonya didalam tas mereka.


Keduanya makan siang bersama, karena mereka akan menghadapi ujian kenaikan kelas, jadi waktu hangout sangatlah berharga.


Dari kejauhan, tampak seseorang memperhatikan gadis remaja yang sedang senang makan siang bersama, mereka menyeringai dengan senang.


"Mungkinkan mereka menemukan emas yang baru saja merka gali?".


Kedua pria tersebut semakin yakin jika mereka adalah orang yang harus dicari menurut poto yang mereka dapat dari bos nya.


"Bagaimana," tanya seseorang dengan berbadan besar.


"Kita lihat dulu, mereka akan pergi kemana, jangan sampai lepas jika mereka telah keluar dari sini," jawab temannya yang memiliki ukuran tubuh yang sama.


Mawar dan Indah masih asik makan dan mereka tidak menyadari jika ada yang memperhatikan mereka.


Setelah makan Indah permisi untuk ke kamar kecil.


Selang beberapa menit, Indah tak kunjung datang.


Mawar khawatir mungkin terjadi sesuatu disana. Akhirnya Mawar memutuskam untuk menemui Indah.


"Indah, Indahhh, Ndahh," teriak Mawar memanggil temannya.


Tapi tidak ada terdengar jawaban.


"Indahh," panggilnya lagi.


"Ohh hummmm... Mmmm."


"Cepat Bawa mereka!" perintahnya.

__ADS_1


Keduanya membawa tubuh gadis yang pingsan tersebut menuju mobil.


Dilain negara, Rangga terlihat gelisa. Selama meeting dirinya tidak fokus dengan materi yang akan ia presentasilan kepada para klien.


"Ada apa, kenapa aku gelisah?" tanya dirinya sendiri.


"Semoga Indah baik-baik saja," gumamnya lagi.


Memang benar, jika seseorang sudah memiliki ikatan, perasaan satu sama lain akan tersampaikan, entah itu perasaan senang atau sedih.


Mobil tersebut berhenti di rumah yang sangat besar, dan berada di dalam hutan.


Indah dan Mawar dibawa masuk dalam keadaan pingsan, mereka berdua diikat.


"Cepag telepon bos," perintah seseorang kepada temannya yang berjaga.


"Baik," jawabnya, langsung keluar dan menelepon bos besar mereka.


"Halo Bos, mereka sudah kami tangkap," ujarnya.


"Kerja bagus, ingat jangan sakiti wanita yang memakai kalung berbentuk Mawar, jika itu terjadi kalian semua yang saya bunuh," Ancamnya.


"Baik Bos," jawabnya patuh.


"Saya akan segera kesana," jawabnya langsung menutup telepon.


Senyum menyeringai membentang dibibirnya, rencana yang telah ia buat berhasil dengan lancar.


Dilain tempat Indah dan Mawar masih belum sadarkan diri karena pengaruh obat bius.


"Hai cantik, pasti suamimu akan senang jika dia tau kamu ada bersama aku," ujarnya sambil mengelus rambut Indah dengan senyum devilnya.


Mawar sadar lebih dulu, tidak ada yang bisa dirinya lihat, hanya gelap yang ada.


Indah masih dalam kondisi pingsan, karena bius yang diberikan kepada Indah sangat banyak.


"Tolong," batin Mawar.


"Bos dia sudah sadar," ucap salah satu bodyguard yang bertugas menjaga mereka.


Ia langsung bergegas menuju ruangan tempat dimana Indah dan Mawar di sekap.


"Kamu sudah sadar sayang," ucapnya dengan suara lantang dan tawa keras.


Hati Mawar tertegun mendengar pemilik suara, yang sangat familiar ditelinganya.


"Kenapa? Jangan takut. Kamu akan baik-baik saja disini," ujarnya sambil mengelus rambut Mawar.


Mawar menangis mengetahui siapa lelaki yang telah menyulik mereka, dirinya menolak untuk percaya siapa yang dia kenal, namun jika melihat kenyataan itu adalah orang yang paling dirinya sayangi.


"Cepat bawa dia keruangan selanjutnya," perintah Tuan mereka.


"Baik Bos," jawab serentak bodyguard yang akan membawa Mawar.

__ADS_1


Mawar hanya diam, dirinya sama sekali tidak memberontak saat dibawa oleh orang suruhan Papanya.


Yaps ia adalah Ayah dari Mawar, pembisnis yang sangat dikenal dengan kecurangannya. Namun, hanya keluarga saja yang mengetahui kelicikan seorang Ayah Mawar.


Mawar masih tidak percaya jika dirinya adalah anak dari pembisnis itu.


"Bahkan Papa tidak mengenali anaknya sendiri," batin Mawar menangis.


Mawar adalah anak yang sangat patuh dan sangat sayang kepada Papanya, namun terjadi satu hal persilishan antara dirinya dan Ayahnya, membuat mereka jauh.


"Dudukkan dia disana!" perintah Papa Mawar.


"Baik Bos," jawab Mereka.


Mawar tidak bergeming, dia hanya diam. Mawar sudah tau apa yang akan dilakukan Papa nya jika sudah menyekap seseorang dan membawanya ketempat ini. Mereka semua berakhir memgenaskan.


"Bagaimana dengan suamimu? Apa perjalanan bisnisnya berjalan lancar? Pasti iyakan, karena saingannya tidak terlalu kuat." ujarnya dengan nada merendahkan.


Hening, tidak ada jawaban dari Mawar.


"Heii, apa kamu tidak bisa mendengarkan ku, Hahaha. Atau kamu sudah siap untuk bertemu dengan orang-orang yang pernah saya mainkan disini," ujarnya sekali lagi dengan tawa yang keras.


Mawar hanya menagis dalam dian, dia sudah pasrah dengan ini, mungkin ini adalah jalan yang terbaik untuk menyelamatkan nyawa Indah, jika Indah selamat mungkin dia tidak akan merasa malu.


Jujur Mawar sangat sedih jika yang berada diposisinya saat ini adalah Indah, bukan dirinya.


Mungkin dia akan mengutuk dirinya sendiri karena perbuatan Papanya.


"Kamu tidak mau mengucapkan salam perpisahan atau kata-kata terakhir sebelum kamu pergi," ujarnya lagi dengan nada yang sangat senang.


Masih tetap hening.


"Oke baiklah, mungkin kamu sudah tidak sabar," lanjutnya.


"Segera bunuh dia, dia salah satu kelemahan bisnis mereka," ujarnya kepada anak buah yang bertugas untuk membunuh.


"Baik Bos," jawabnya patuh.


Orang tersebut telah mengangkat benda temba yang akan dirinya gunakan untuk membunuh seseorang. Dia sendiri telah dilatih untuk mencari tempat dimana saat menembak korban bisa meninggal dalam hitungan menit.


Duarr ..., duar ..., duar ...


Terdengar tiga kali suara tembakan yang diluncurkan, sebelum itu terdengar suara teriakan Mawar.


"Mawar sayang Papa," teriak Mawar saat peluru ketiga menghantam tubuhnya.


Tawa yang terlihat bahagia, berubah menjadi wajah yang serius. Ia sangat tau suara yang selalu memanggil dirinya Papa yang terbaik.


"Mawar," teriakknya menghampiri anak yang telah dia bunuh.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya

__ADS_1


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


__ADS_2