Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 78


__ADS_3

Rangga mengambil remote kontrol yang ada di dalam laci meja tempat ia bekerja.


Rangga membuka Lemari yang isinya berkas berkas menjadi sebuah kamar yang sangat lengkap seperti kamar di rumah.


Cika kagum akan kamar yang di buat Rangga, dia begitu senang.


"Ini kamarmu?" tanya Cika.


"Iya, kamar ini aku gunakan untuk istirahat, jika aku tidak pulang ke rumah," jawab Rangga.


"Jadi, selama kamu bekerja. Kamu tidak pulang akan tidur di sini?" tanya Cika.


"Iya, istirahatlah. Nanti akan aku bangunkan jika kita pulang," ujar Rangga.


"Baiklah, selamat belerja," ujar Cika.


Cika masuk ke dalam kamar yabg berada di dalam ruang kerja Rangga, sedangkan. Rangga melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.


Waktu sudah menunjukkan pukul 16:00 WIB, saatnya waktu pulang, Rangga berjalan menuju kamar dimana tempat Cika tertidur.


"Sayang," panggil Rangga.


"Hmm," jawab Cika.


"Bangun, kita mau pulang. Udah sore," ujar Rangga.


"Sebentar lagi sayang," jawab Cika. Masih dengan mata tertutup.


"Apa mau kita tidur di sini?" tanya Rangga.


"Hmm, tidak. Ayo kita pulang," jawab Cika bangkit dari tidurnya. Cika masih merasakan kantuk yang menyerangnya. Ia mengumpulkan seluruh kesadarannya.


"Ayo pulang," ajak Cika.


"Tapi, kelihatannya kamu masih mengantuk. Tidurlah! malam ini kita menginap saja di sini," ujar Rangga.


"Tidak, lebih baik kita pulang, nanti bisa aku lanjutkan tidur di mobil," jawab Cika.


"Baiklah, ayo," ajak Rangga.


Cika dan Rangga berjalan keluar dari ruangan, di dalam gedung. Hanya masih tersisa beberapa karyawan yang masih ada.


"Sayang," panggil Cika.


"Iya, kenapa?" tanya Rangga.


"Mereka kenapa belum pulang?" tanya Cika.


"Sebentar lagi mereka pulang, hanya tinggal membereskan beberapa dokumen-dokumen saja," jawab Rangga.


"Hmm iya," jawab Cika.


Cika dan Rangga masuk ke dalam mobil, mereka telah di jemput Mang Ujang tepat waktu.


"Silahkan Tuan," ujar Mang Ujang. Sambil membukakan pintu mobil.


"Terima kasih pak," ujar Rangga.


Rangga dan Cika telah berada di dalam Mobil, Cika melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda.

__ADS_1


Selama perjalanan pulang, Cika tertidur di pangkuan Rangga.


"Kamu cantik," gumam Rangga.


"Pak, jangan terlalu cepat. pelan-pelan saja, saya takut mengganggu Cika untuk tidur," ujar Rangga.


"Baik Tuan," jawab Mang ujang.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan, Cika dan Rangga telah sampai di rumah.


"Sayang, bangun. Kita udah sampai," ujar Rangga.


"Hmm, udah sampai ya?" tanya Cika.


"Iya, ayo turun nanti di kamar aja lanjut tidurnya," ujar Rangga.


"Iya," jawab Cika.


Cika dan Rangga berjalan masuk ke dalam rumah. Ternyata Mama dan Papa belum juga pulang.


"Mama sama Papa belum pulang juga?" tanya Cika.


"Iya, mungkin lagi banyak urusan," jawab Rangga.


"Yaudah yuk ke kamar," ajak Rangga.


Cika hanya membalas dengan anggukan kepala, mereka berdua berjalan menuju kamar. Sesampainya di kamar, Cika langsung merebahkan diringmya di ranjang. Entah kenapa dia sangat memgantuk.


"Kamu gak mau mandi dulu sayang?" tanya Rangga.


"Nanti aja, aku masih mau lanjut tidur, gak tau kenapa kok aku ngantuk banget," ujar Cika.


"Iya," jawab Cika. Setelah itu Cika telag tidur menuju alam mimpinya.


"Mungkin dia kelelahan, ya sudah aku mau mandi," batin Rangga.


Rangga menuju kamar mandi dan melaksanakan ritualnya.


Pagi Hari tiba, hari ini adalah hari dimana Rangga akan pergi ke luar negri, untuk mengurus bisnis yang ada di sana.


Rangga dan Cika akan menetap di sana dalam waktu yang tidak di tentukan.


"Sayang, bangun," ujar Rangga membangunkan Cika.


"Hmm, iya," jawab Cika.


"Kamu mandi gih, terus siap-siap. Kita akan ke bandara 5 jam lagi," ujar Rangga.


"Apa! ke bandara? mau kemana kita?" tanya Cika kaget.


"Kita akan ke Paris, untuk mengurus bisnis Papa di sana," ujar Rangga.


"Kenapa mendadak?" tanya Cika.


"Papa bilang, perusahaan kita di sana sangat genting, para investor banyak yang ingin menarik saham mereka," jelas Rangga.


"Pakaian kita bagaimana, aku belum siap semuanya," ujar Cika.


"Tenanglah, semua sudah siap, kita hanya tinggal berangkat saja," ujar Rangga.

__ADS_1


"Baiklah, aku mandi dulu," ujar Cika.


Cika turun dari ranjang menuju kamar mandi, ia terlebih dahulu mengambil pakaian yang akan dia guakan saat perjalanan nanti.


"Maafkan aku, aku terpaksa berbohong," batin Rangga.


Rangga mendapatkan pesan dari Papa Dika bahwa setiap penjuru di awasi oleh mata-mata dari keluarga Alexa. Tuan Dika khawatir dengan itu. Makannya di langsung memberi tahu Rangga, untuk cepat-cepat keluar negri.


Di tempat lain, Tuan Dimas telah mengetahui di mana keberadaan putrinya. Dan dia juga sudah mengetahui dimana Veli berada.


"Bagaimana Tuan Dimas, apa mereka merencanakan sesuatu?" tanya Tuan Kenz.


"Iya, mereka berencana untuk ke luar negri," jawab Tuan Dimas.


"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" tanya Tuan Marquez.


"Kita biarkan saja, ikuti permainan dari keluarga Luis," ujar Tuan Dimas.


"Bagaimana dengan kondisi Indah dan Veli, apa mereka berdua baik-baik saja?" tanya Tuan Kenz.


"Seperti yang Anda lihat, mereka baik-baik saja," jawab Tuan Dimas.


Tanpa di sadari keluarga Alexa telah mengetahui semua yang di rencanakan keluarga Luis. Awalnya Dimas marah akan kejadian ini, tapi di saat dia melihat veli. Dimas membiarkan itu.


"Kalian sabar Nak! Papa akan bantu kalian untuk keluar dari permainan mereka," batin Dimas.


Cika telah selesai mandi, sekarang Cika tengah memakai baju yang akan dia gunakan untuk pergi ke bandara.


"Sayang," panggil Rangga. Sambil memeluk pinggang ramping Cika.


"Iya, kenapa hmm?" tanya Cika.


"Maaf jika aku memberi tahu kamu secara mendadak, aku tidak tega membangunkan kamu," ujar Rangga.


"Sudahlah Kamu tidak salah, seharusnya akulah yang salah. Karena semalam telah mengabaikan kewajibanku sebagai istri," jawab Cika.


"Itu tidak masalah, aku juga lihat. Kelelahan wajahmu?" ujar Rangga.


"Iya," jawab Cika.


Cika berjalan menuju meja rias, di sana dia akan memake Up dirinya.


"Kamu bisa sayang menggunakan make uo?" tanya Rangga.


"Aku juga gak tau," jawab Cika.


"Yasudah pakailah bedak bayi dan liptin yang pernah kamu pakai," ujar Rangga.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman teman.


SalamManis♡.

__ADS_1


__ADS_2