Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 53


__ADS_3

Rangga berjalan menuju toko yang menjual minuman dingin, dia senang jika bisa di repotkan oleh Cika. "Apa bener aku udah jatuh cinta sama gadis itu, tapi kenapa bisa secepat ini, bahkan aku nyaman jika bersamanya," batin Rangga befikir.


Sesampainya didepan toko.


"Mang beli botol aquanya dua," pinta Rangga.


"baik Den," jawab bapak-bapak yang di pastikan pemilik roko tersebut.


Bapak tersebut mengambilkan aqua yang botolan, dan itu langsung ia berikan kepada Rangga.


"Ini Den aquanya," ujar Mamang.


"Berapa mang?" tanya Rangga.


"Rp 10.000 Den," jawab mamang.


"Nih Mang uangnya, terima kasih," ujar Rangga.


"Iya sama-sama," balas Mamang.


Rangga pergi dari toko tersebut menuju tempat Cika menunggu, sesampainya di sana.


"Nih air minumnya," ujar Rangga sambil menyodorkan aqua.


"Iya, terima kasih," ujar Cika.


"Iyaa sama-sama," balas Rangga.


Rangga dan Cika meminum minuman yang telah di beli tadi, setelah merasa haus telah reda Cika mengajak Rangga pulang, karena hari sudah siang. "Pasti mama udah nungguin di rumah untuk makan bersama," batin Cika.


"Rangga pulang yuk, udah siang," ujar Cika.


"Yaudah ayo." ajak Rangga.


Cika dan Rangga berjalan pulang, karena tidak jauh dari tempat mereka istirahat. mereka hanya perlu berjalan kaki beberapa menit saja untuk sampai di rumah, sepanjang perjalanan Cika dan Rangga berbicara masalah pekerjaan


"Rangga," panggil Cika.


"Iya kenapa," jawab Rangga.


"Kamu di perusahaan emang kerja apa?" tanya Cika.


"Aku di sana, jadi presdir sayang," balas Rangga tersenyum.


"Ha, serius kamu?" tanya Cika tidak percaya.


"Iya aku serius, aku di sana ngelanjutin perusahaan papa, apa kamu mau ikut nanti kesana, sambil lihat-lihat pemandangan," ujar Rangga.

__ADS_1


"Hmm mau banget kalo banyak


pemandangannya, pasti seru deh," ujar Cika. Yang telah membayangkan betapa bagusnya pemandangan di sana.


"Hmm iya udah nanti aku ajak kamu ke sana kalo udah jadwal masuk kantor ya," ujar Rangga.


"Oke siap sayang," jawab Cika cengengesan.


"Biisa aja kamu," ujar Rangga.


"Heheh," balas Cika.


"Eh iya kan kamu pacar aku, pasti kamu tau kan makanan favorit aku, tempat-tempat yang sering kita kunjungi, apa aja yang aku suka dan gak suka, dan satu lagi mama bilang aku anak yatim piatu, apa itu benar?" tanya Cika kepada Rangga.


Mendengar Cika bertanya hal itu. Sontak saja membuat Rangga kaget, bagaimana tidak kaget, dia saja tidak tahu dari mana asal-usul Cika dan dia mana tau jika dia anak yatim piatu atau nggak, mama juga ngasih tau aku dia aja udah ada di rumah sakit. "Aduh gimana nih jawabnya," batin Rangga berpikir.


"Rangga, Ngga kamu lagi mikirin apa sih?" tanya Cika kesal.


"Maaf ya, aku lagi mikirin metting untuk perusahaan yang ada di luar negri, katanya perusahaan di sana mengalami masalah yang harus aku selesaikan, pihak di sana tidak ada yang bisa jika bukan saya," ujar Rangga mencari alasan agar tidak membuat Cika curiga.


"Ha serius, keluarga kamu ada perusahaan di luar negri juga, kata kamu tadi ada masalah, boleh aku tau masalah apa itu," ujar Cika.


"Menurut laporan yang saya dapat dari sekretaris saya, banyak para investor yang tidak menginvestasikan dananya ke perusahaan, mereka ragu untuk menginvestasikannya, karena perusahaan di sana tidak ada embel-embel nama Luis, hanya berdiri saja dengan nama yang aku buat," jelas Rangga panjang lebar.


"Hmm jadi, gimana cara nya agar mereka mau menginvestasikan sahamnya ke perusahaan di sana?" tanya Cika.


Mendengar penjelasan Rangga. Cika kagum, bagaimana seorang anak orang kaya yang tidak mau memakai nama marga orang tuanya demi hidup mandiri. "Emang sih setiap orang punya jalan pemikiran masing-masing, dan aku kagum akan ke rendahan Rangga, yang tidak membanggakan dirinya atas nama marga keluarganya," batin Cika senang.


"Jadi nanti kamu akan ke sana untuk mengurus perusahaan?" tanya Cika sedih.


"Iya harus ke sana," jawab Rangga.


"berapa lama?" tanya Cika.


"Tergantung para investornya, kita tidak bisa memaksa seseorang untuk menginvestasikan sahamnya, tapi setidaknya kita telah berusaha untuk mengajak mereka untuk bekerja sama," jelas Rangga.


"Tapi, nanti jika kamu pergi ke luar negri akan sepi dong, nanti siapa lagi yang mau ganggu aku, siapa lagi yang mau nemenin aku joging, siapa lagi nanti yang mau pijitin aku," ujar Cika dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Cika sedih karena Rangga akan pergi


meninggalkannya.


"Kamu jangan sedih sayang, nanti aku bawain oleh-oleh khas dari sana," ujar Rangga.


Tess.


Air mata Cika menetes tanpa meminta izin pada yang punya. Cika menangis, tidak tau kenapa dia sangat sedih jika Rangga akan pergi meninggalkannya.

__ADS_1


Rangga memeluk Vika di tengah jalan, dan Cika membalas pelukan Rangga.


"Udah jangan sedih, nanti pasti bisa ketemu lagi, aku janji bakal pulang dan kita langsung menikah seperti rencana mama dan papa," jelas Rangga.


"Hmm kamu janji ya bakalan balik lagi untuk aku," tanya Cika dengan suara sesegukan.


Cika masih menangis di dada bidang Rangga, entah mengapa tempat itu sangat nyaman sekali.


"Iya aku janji sayang?" ujar Rangga.


"Udah ah jangan nangis, nanti tambah jelek lagi," ujar Rangga.


Mendengar Rangga berbicara seperti itu, dengan cepat Cika melepaskan pelukannya.


"Ihh biarin, jelek-jelek gini juga kamu cinta," ujar Cika.


"Iya kalah terus aku ma kalo mau debat sama kamu," kata Rangga mengalah.


"Itu tau, yaudah ayo jalan lagi, dari tadi gak nyampe nyampe perasaan," ujar Rangga


"Kamu sih yang ngajak aku ngobrol, terus jadi pelankan jalannya," ujar Cika yang tidak mau di salahkan


"Iya udah ayo kita pulang, pasti mama udah nungguin buat ajak kita sarapan," ujar Rangga.


"Iya sayang," balas Cika tersenyum.


Mereka berdua telah sampai di depan rumah dan langsung menuju dalam rumah untuk menemui orang tua Rangga.


Sesampainya di meja makan.


"Akhirnya sampai juga calon pengantin," goda Mama Vania.


"Ihh mama jangan gitu," ujar Rangga.


Sedangkan Cika telah menunduk, dan dapat di pastikan jika muka Cika telah merah seperti udang rebus.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.


Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2