Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 54


__ADS_3

Mereka berdua telah sampai di depan rumah dan langsung menuju dalam rumah untuk menemui orang tua Rangga.


Sesampainya di meja makan.


"Akhirnya sampai juga calon pengantin," goda Mama Vania.


"Ihh mama jangan gitu," ujar Rangga.


Sedangkan Cika telah menunduk, dan dapat di pastikan jika muka Cika telah merah seperti udang rebus.


"Ayo sini duduk kita sarapan," ajak Mama Vania.


"Iya Ma," jawab Cika.


Mereka semua makan, dan aturan di rumah Luis jika makan tidak ada boleh yang mengobrol.


Setelah sarapan pagi, Cika izin ke kamar untuk meembersihkan badannya.


"Pa, Ma Cika kekamar dulu ya mau bersih-bersih, gerah banget soalnya," ujar Cika.


"Oh ya sudah, nanti kalau udah selesai ke sini lagi ya, ada yang mau Mama sama Papa bicarain," ujar Mama Vania.


"Iya Ma, Cika ke atas dulu ya," ujar Cika.


"Iya sayang," jawab Mama Vania.


Cika beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar yang terletak di lantai atas.


Selang beberapa menit Cika pergi, Rangga juga izin mau ke kamarnya.


"Ma Rangga ke kamar dulu ya, mau mandi," ujar Rangga.


"Oh yaudah sana, nanti kalo dah selesai ke sini lagi ada yang mau Mama sama Papa bicarain," ujar Mama Vania.


"Iya ma," jawab Rangga.


Rangga beranjak dari tempat duduknya dan langsung menuju kamar yang berada di lantai 2 sama dengan kamar Cika.


Cika di dalam kamar langsung mengambil handuk dan memilih merendamkan tubuhnya di buthup, setelah puas merendam tubuh, Cika berjalan menuju shower untuk membersihkam dirinya, beberapa menit kemudia Cika telah selesai mandi dan dia telah memakai kimono, ia takut jika Rangga ada di dalam kamarnya waktu kemarin, yang hanya menggunakan handuk saja.


Cika mengambil pakaian ganti untuk ia pakai setelah mandi, ia berjalan menuju ruang ganti yang telah di siapkan di samping kamar mandi.


Setelah mengganti pakaian, Cika merapikan rambutnya dan bersiap-siap untuk ke bawah menemui orang tua Rangga.


Cika turun ke bawah dan menemui oramg tua Rangga.


"Kamu udah selesai Nak," ujar Mama Vania.


"Iya udah Ma," jawab Cika.

__ADS_1


"Kata Mama tadi ada yang mau di omongin sama aku," ujar Cika.


"Iya nanti kita tunggu Rangga dulu ya, nanti kalian yang akan menjalaninya," ujar Mama Vania.


"Hm iya Ma," jawab Cika.


Cika berpikir jika yang di maksud Mama vania adalah pernikahan. "Apa harus secepat ini untuk menikah," batin Cika berpikir.


"Tapi kok kenapa ya aku gak ada perasaan apa-apa sama Rangga, setidaknya jika aku lupa ingatan, soal perasaan terhadap orang yang kita sayang gak akan hilang," batin Cika.


Setelah lama menunggu, akhirnya Rangga turun dan langsung duduk di samping Cika.


"Akhirnya datang juga yang di tunggu," ujar Cika


"Eh emang kamu nungguin aku?" tanya Rangga.


"Nggak, siapa juga yang nungguin kamu GR banget sih," jawab Cika sewot.


"Tadi katanya " Akhirnya yang di tunggu datang juga" apa iya kamu gak nungguin aku," ujar Rangga.


"Iya enggak," jawab Cika.


"Oh yaudah kalo enggak Ma," ujar Rangga.


"Sudah debatnya, apa mau Mama panggilin moderator, sekalian pasal-pasal biar bisa saling menjatuhkan, atau mau di adain lomba debat satu rumah, sekalian bawa pengacara supaya resmi," ujar Mama Vania. Yang bosan melihat perdebatan antara anak dan calon menantunya.


"Hehe nggak usah Ma, Rangga duluan Ma yang gak peka," ujar Cika menyalahkan Rangga.


"Yang nungguin kamu siapa?" tanya Cika.


"Kamu," jawab Rangga.


"Atas dasar apa aku nunggu kamu?" tanya balik Cika.


"Ya gak taulah, kan kamu yang tau," ujar Rangga.


"Teruss debat terus, Mama tungguin sampe maghrib," ujar Mama Vania yang tidak habis pikir akan tingkah laku Rangga dan Cika.


"Hehe maaf Ma," ujar Cika cengengesan.


"Aku juga Ma minta maaf," ujar Rangga.


Sedangkan tuan Dika hanya menjadi penonton cerita antara anak, calon menantu, dan istrinya.


"Yaudah Ma sekarang kan udah ada Rangga katanya Mama mau bicara," ujar Cika.


"Oke kalian berdua diem, jangan debat dulu!" peringat Mama Vania.


"Iya ma," jawab Cika.

__ADS_1


"Iya Ma," jawab Rangga.


"Oke jadi Mama mau bicara serius sama kalian, Mama mau kalian menikah besok, dan Mama tidak menerima penolakan dari kalian untuk semuanya sudah Mama dan Papa persiapkan. Kamu Rangga ajak Cika ke butiq langganan kita buat ambil baju pengantin kalian," ujar Mama Vania.


"Ma apa gak ke cepetan?" tanya Cika.


Ia bingung kenapa harus secepat ini untuk menikah, kenapa ada perasaan yang mengganjal di hati. "Mengapa serasanya aku tidak senang dengan berita ini," batin Cika.


"Nggak sayang, pokoknya kalian siapkan diri, besok akan kita mulai acara pernikahannya dan yang hadir hanya keluarga kita aja, jadi kalian tidak perlu khawatir," jelas Mama Vania.


"Hmm iya Ma," jawab Cika lesu.


Rangga tidak berkomentar dia hanya diam, dia sendiri bingung kenapa hatinya senang sekali jika mau menikah dengan Cika, padahal Cika adalah orang baru dalam hidupnya, dan dengan semudah itu bisa mengubah sifat dingin yang Rangga miliki.


"Oke Rangga kamu nanti sore temenin Cika buat ambil baju pengantin kalian, pilih lah menurut kalian suka," ujar Mama Vania.


"Hm iya Ma nanti Rangga temenin," ujar Rangga tersenyum.


"Oke sekarang Cika ikut Mama ke salon, Mama akan ajak Cika ke tempat perawatan untuk pengantin," ajak Mama Vania.


"Yaudah Ma, aku siap-siap dulu ya," ujar Cika lesu dia tidak habis pikir jika calon mertuanya begitu semangat untuk menikahkan dirinya dengan anak nya.


"Iya sayang," jawab Mama Vania tersenyum.


Cika naik ke atas dan langsung menuju kamarnya.


"Pa," panggil Rangga.


"Iya kenapa," jawab Papa Dika.


"Pa apa gak terlalu cepat untuk nikah?" tanya Rangga bingung, segitu antusias nya Mama dan Papa buat nikahin aku.


"Nggak kok ini udah yang tepat, dan kamu Rangga belajarlah mencintai Cika jangan pernah buat di sedih atau sampai meneteskan air maata, jika itu terjadi kamu berurusan sama Papa," ujar Tuan Dika tegas.


"Iya Pa, Rangga akan bertanggung jawab dan akan menjaga Cika dengan baik," ujar Rangga.


"Papa pegang janji kamu," jawab Tuan Dika.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.


Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2