Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 96


__ADS_3

Malam ini Indah dan Rangga bak seorang pangeran dan putri raja, walau hanya menggunakan pakaian biasa menurut mereka, namun itulah yang menambah kesan cantik dan tampan keduanya.


Rangga sengaja telah menyewa salah satu restoran, malam ini ia berencana untuk menyatakan perasaannya kepada Indah, sesuai janji yang pernah Rangga buat saat mau pernikahannya.


Falsh back.


Indah pernah bertanya kepada Rangga, saat di dalam mobil.


"Apa kamu bahagia bisa menikah dengan?" tanya Indah.


Flash back off.


Pertanyaan itulah yang selalu terngiang-ngiang di pikiran Rangga, dan malam ini akan ia jawab.


Rangga sudah meminta pelayan di sana untuk mendekorasi tempat tersebut seromantia mungkin, malam ini akan menjadi malam yang spesial untuk Indah.


Rangga dan Indah sampai di bawah, ternyata sudah ada Ayah Dimas dan Ibu Lina sedang duduk bersantai.


"Sayang," panggil Ibu Lina memanggil Indah.


"Iya Bu," jawab Indah.


"Kalian sudah siap mau berangkat," ucap Ibu Lina.


"Iya Bu, kami izin pergi dulu ya," ujar Indah.


"Hati-hati di jalan kalian berdua, jangan pulang terlalu malam ingat itu," peringat Ibu Lina.


"Iya Bu, siap," jawab Indah.


"Kami pergi dulu Bu, Assalamualaikum," salam Rangga.


"Iya Nak, hati-hati ya, kamu jagain Indah," ucap Ibu Lina.


"Rangga Ayah percaya kalau kamu bisa jagain Indah," ucap Ayah Dimas.


"Baik Yah," jawab Rangga.


Indah dan Rangga keluar dari rumah menuju bagasi mobil, malam ini Rangga membawa mobil Indah, mobil yang biasa Indah gunakan untuk ke sekolah dulu.


Seperti biasanya juga, Rangga selalu membukakan pintu mobil untuk Indah masuk, Indah dengan senang menerima perlakuan manis dari Rangga. Ia ingin perlahan-lahan untuk membuka hati buat Rangga.


"Kamu sudah siap," ucap Rangga.


"Siap sayang, semuanya sudah terpasang dengan rapi," ujar Indah. Ia tidak akan lupa apa pertanyaan yang akan di tanyakan Rangga kepadanya.


"Ku kira kamu sudah lupa apa yang biasa aku tanya kan," ujar Rangga sambil mengacak-acak rambut Indah.


"Mana bisa aku lupa pertanyaan itu sayang, rambut aku kenapa kau acak-acak, jadi jelek kan," ujar Indah dengan wajah cemberut.


"Wajah kamu jangan begitu sayang, nanti kamu bilang lagi aku KDRT gara-gara cubit pipi kamu," ucap Rangga.

__ADS_1


"Habisnya kamu sih, masa rambut aku udah di tata rapi-rapi gini malah kamu acak-acak," ucap Indah.


"Hehe, maaf sayang," ujar Rangga cengengesan.


"Ayo kita jalan, masa dari tadi debat mulu gak capek apa sayang hmm," ujar Indah.


"Kalau debat sama kamu aku sanggup lama-lama sayang," balas Rangga.


"Iya sudah ayo kita jalan!" perintah Indah.


"Seperti biasanya sayang," ujar Rangga sambil mendekatkan wajahnya ke arah Indah.


"Iya aku paham," jawab Indah. Lalu mencium pipi kanan dan pipi kiri Rangga.


"Sudah sayang, sekarang kita jalan ya nanti keburu malam banget," ujar Indah.


"Siap mom," ucap Rangga memanggil Indah dengan sebutan ibu.


"Oke Dad," jawab Indah tidak mau kalah dengan Rangga.


"Bisa aja kamu jawabnya," ucap Rangga.


"Indah gitu," jawab Indah sambil tersenyum.


Rangga telah menyalakan mesin mobil dan telah melajukan mobilnya keluar dari kediaman Alexa.


Sepanjang jalan menuju restoran yang telah di sewa oleh Rangga, tidak ada pembicaraan di antara keduanya, hanya ada keheningan.


Rangga juga hanya fokus menyetir dan Indah sibuk melihat ke arah luar jendela.


"Sialhkan Tuan Putri," ucap Rangga sambil membungkukkan badannya bak seorang pelayan yang menyambut kedatangan putri mereka.


Indah hanya membalas dengan senyuman, ia juga sangat senang dengan perlakuan yang Rangga berika terhadapnya.


"Sudah siap," ucap Rangga.


"Siap," jawab Indah.


"Kita jalan sekarang," jawab Rangga.


Indah hanya tersenyum, Rangga dan Indah berjalan masuk ke dalam sambil bergandengan.


Saat masuk ke dalam, Indah heran kenapa tidak ada banyak pengunjung di restoran ini.


"Sayang," panggil Indah berbisik.


"Iya," jawab Rangga


"Apa kita tidak salah datang ke restoran ini, kenapa sepi sekali," ucap Indah.


"Nanti kamu lihat saja ya," ujar Rangga. Ia sudah bisa menebak jika Indah akan heran dengan restoran yang mereka datangi.

__ADS_1


Rangga mengajak Indah menuju tempat out door, dimana tempat tersebut sudah di dekorasi seindah dan semegah mungkin.


Di sana sudah ada satu meja dan dua kursi yang di desain sangat Indah, di meja juga sudah ada sebuket bunga dan satu kotak cincin.


"Sayang," ucap Indah.


"Iya sayang," jawab Rangga.


"Apa kita tidak salah tempat," tanya Indah.


"Tidak sayang, mari kita duduk di sana," ujar Rangga.


Indah hanya bisa mengikuti langkah kaki Rangga, Indah duduk di kursi yang berdapan dengan Rangga.


"Maksudnya apa ini," ucap Indah yang masih dalam mode bingung.


"Kamu ingat saat kita akan menikah," ujar Rangga.


"Iya aku ingat, memangnya kenapa," ujar Indah.


"Apa kamu ingat kamu pernah bertanya kepadaku," ucap Rangga.


"Pertanyaan yang mana?" tanya Indah kembali.


"Apa kamu bahagia bisa menikah denganku," ucap Rangga mengulang pertanyaan yang pernah Indah tanyakan.


Indah diam, ingatannya kembali berputar, ia dirinya ingat saat di dalam mobil memberi pertanyaan itu kepada Rangga.


"Apa ini jawabannya," batin Indah.


"Iya aku ingat," jawab Indah.


"Malam ini aku ingin menjawab pertanyaan kamu yang sempat tertunda," ujar Rangga.


"Lalu?" tanya Indah.


"Mungkin aku bukanlah lelaki yang romantis, yang bisa membuat wanitanya bahagia dengan perlakuan manisnya, namun aku harap malam ini akan menjadi malam yang indah. Dulu aku pernah sakit hati karena seorang wanita, dan sejak itulah aku benci yang namanya menjalin kisah-kasih, namun sejak datangnya dirimu di dalam hidupku, semua itu berubah seakan-akan Tuhan merestui hubungan kita, malam ini aku sangat bahagia bahkan lebih bahagia dari apa yang pernah aku dapatkan. Aku bahagia bisa menikah denganmu dan aku harap kamu adalah wanita terakhir dalam hidupku, jadilah seperti bintang di dekatku, walau dengan keberadaannya tidak di anggap, namun banyak yang menykainya, tetaplah berada di sampingku sampai tuhan memanggil untuk pulang. I Love You," ujar Rangga panjang lebar, entah dari mana ia mendapatkan kalimat tersebut, namun itu keluar dari mulutnya sangat tulus.


Indah menangis dengan apa yang di ungkapkan Rangga, walau pertemuan mereka sangat singkat, dan itu yang membuat mereka bersatu.


"Maafkan aku tidak bisa seperti laki-laki lain yang bisa membuat kata yang romantis," ujar Rangga lalu mendekat ke arah Indah.


"Terima kasih atas jawabanya," ujar Indah dengan tersenyum.


Rangga mencium bibir Indah sekilas, ia sangat lega karena telah menjawab apa yang mengganjal di dalam hatinya.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.

__ADS_1


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.


__ADS_2