Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 111


__ADS_3

Setelah perbincangan tadi, Indah dan Rangga hanya diam. Indah masih memikirkan tentang kedua sahabatnya.


Setelah beberapa menit menuju ke sekolah, Indah dan Rangga telah sampai.


"Sayang aku sekolah dulu ya, kamu semangat kerjanya," ujar Indah.


"Iya sayang, kamu juga yang rajin ya belajarnya, awas jangan genit-genit sama anak cowo," peringat Rangga kepada Indah.


"Iya sayang, aku gak akan genit-genit kok," jawab Indat tersenyum.


"Aku pamit dulu. Assalamualaikum," ucap Indah lalu mencium tangan Rangga.


"Waalaikumusalam wr.wb," jawab Rangga lalu mencium kening Indah.


Indah keluar dari mobilnya, ia berjalan menuju kelasnya.


Sepanjang jalan banyak juga yang menatap Indah heran, mereka semua tahu jika Indah itu sudah pergi keluar negri.


"Eh itu si Indah masih sekolah di sini," ucap salah satu siswi yang melihat Indah.


"Bukannya Indah itu udah pindah ya," balasnya.


"Nggak tau juga, jangan gosipin Indahlah, nanti kita kena lagi sama bapaknya yang super galak itu ," jawab temannya.


"Iya bener kamu,".


Sesampainya di depan kelas Indah, ia masuk ke dalam kelas. Banyak siswa yang menatap heran ke arah Indah.


"Eh itu si Indah masih sekolah disini ya," ujar salah satu temannya.


"Iya, bukannya diakan lagi di luar negri," jawab teman sebangkunya.


Indah duduk di kursi yang biasa menjadi tempat duduknya.


"Mawar dimana ya," gumam Indah.


"Davin juga dimana, apa mereka belum sampai," gumamnya lagi.


"Santi," panggil Indah kepada salah satu temannya.


"Iya apa," jawab Santi.


"Mawar sama Davin kemana ya, mereka belum datang kah?" tanya Indah.


"Mawar sama Davin, mereka berdua udah pidah Indah," jawab Santi.


Indah kaget dengan jawaban dari Santi bahwa Mawar dan Davin telah pindah.


"Apa mereka sudah lama pindah," ucap Indah menanyakan.


"Iya, semenjak kamu pergi keluar negri, Davin dan Mawar pindah," jawab mawar.


"Baiklah, terima kasih informasinya," ucap Indah kembali ke kursinya.


Indah sedih dengan berita bahwa Mawar dan Davin sudah tidak bersekolah disini.


"Kenapa kalian nggak beri kabar sama aku kalau mau pindah," batin Indah.


Indah berlari keluar, ia ingin menenangkan dirinya, semua siswa di kelas heran melihat Indah yang lari dengan tiba-tiba.

__ADS_1


Indah pergi menuju rootof, disana adalah tempat yang nyaman untuk Indah mengeluarkan seluruh sesak di dadanya.


"Aku benci, aku benci...!" teriak Indah.


"Kenapa semua ini terjadi Tuhan...," teriak Indah, ia ingin sekali menyalahkan takdir.


"Kenapa? kenapa takdir mempermainkan aku seperti ini," ucap Indah menangis.


"Aku benci takdir ku," ucapnya menangis.


"Kak Veli aku rindu," gumam Indah mengingat almarhum Veli.


"Mawar kamu dimana, aku rindu," ucap Indah, ia runtuh di lantai, menangis sejadi-jadinya.


"Coba saja saat itu aku gak hilang ingatan, mungkin semuanya nggak akan seperti ini," gumamnya.


Indah turun dari rotoof, ia berjalan menuju toilet untuk membersihkan sisa air matanya, pulang sekolah nanti ia ingin menanyakan kepada Ayah dan Ibu, kemana Mawar dan Davin pindah.


Setelahnya Indah berjalan menuju kelas.


Hari mulai sore, jam pelajaran di sekolah pun telah selesai, di depan gerbang Indah menunggu Rangga, Indah telah menelpon Rangga untuk menjemputnya.


"Rangga kemana ya, kok belum sampai juga," gumam Indah.


Saat Indah sedang menunggu Rangga, seorang pria menghampirinya.


"Indah," panggil pria tersebut.


"Iya," jawab Indah.


"Ada apa ya?" tanya Indah.


"Oh iya kenalin aku Vino," ujar Pria tersebut memperkenalkan dirinya.


"Iya aku udah tau kok," ujar Vino.


"Kamu lagi nungguin siapa?" tanya Vino basa basi.


"Aku lagi nunggu temen aku," jawab Indah berbohong.


"Kamu mau nggak bareng sama aku aja," tawar Vino mengajak Indah pulang bersama.


"Maaf ya, aku tadi udah janjian sama temen aku, jadi gak enak kalau aku ninggalin dia," tolak Indah secara halus kepada Vino.


"Oh iya, masih lama temen kamunya?" tanya Vino.


"Bentar lagi sampai kok," jawab Indah.


Vino Satria, Pria dengan perawakan tinggi, hidung mancung, mempunyai kharisma yang bisa membuat siapa kaum hawa jatuh cinta kepadanga.


Vino anak tunggal dari keluarga Satria Darmawangsa, keluarga yang memilki banyak resto dan cafe yang berada di jakarta maupun di luar kota.


Vino telah lama sekali menyukai Indah, dari saat Indah belum mempunyai apa-apa.


Entah kenapa saat melihat Indah, Vino terbayang akan teman kecilnya.


Di depan gerbang, mobil Rangga telah berhenti, Indah melihat mobil suaminya telah sampai langsung pamit kepada Vino.


"Vin, aku duluan ya, udah ada temen aku," ucap Indah.

__ADS_1


"Iya, kamu hati-hati ya," jawab Vino sambil melambaikan tangan kepada Indah.


Indah jalan menuju mobil Rangga, sesampainya di sana Indah telah membuka pintu mobil.


"Sayang," ucap Indah.


"Tadi siapa?" tanya Rangga dengan nada dingin.


"Aku juga nggak tau siapa, dia tiba-tiba datang dan langsung dekat ke aku," jawab Indah.


"Kamu yakin dia bukan siapa-siapa kamu," ucap Rangga meyakinkan.


"Iya sayang yakin, aku aja nggak kenal sama dia," jawab Indah sambil tersenyum.


Rangga langsung melajukan mobilnya menuju rumah, hari ini mereka akan beres-beres untuk pindah ke apartemen yang di berikan Mama Vania.


Di dalam mobil Indah ingin mengajak Rangga untuk ke rumahnya.


"Sayang," ujar Indah.


"Iya kenapa," jawab Rangga masih fokus menyetir.


"Nanti kita ke rumah Ibu dan Ayah ya, ada yang mau aku tanyain sama mereka," ucap Indah meminta Rangga.


"Boleh, nanti jam berapa mau kesana," jawab Rangga.


"Setelah kita pindah ke apartemen, beres-beres baru kita kesana," ujar Indah menjelaskan.


"Oke nanti kita ke sana ya," jawab Rangga.


Perjalanan menuju rumah telah sampai, Rangga dan Indah turun dari mobil, lalu berjalan masuk ke rumah.


"Aku ke kamar duluan ya," ucap Indah meninggalkan Rangga.


"Iya sayang, aku mau ke ruang kerja Papa dulu," balas Rangga. Lalu berjalan menuju ruang kerja Papa Dika.


Indah masuk ke dalam kamar, lalu mengeluarkan hand phonenya. Indah mencari kontak mawar dan Davin.


"Semoga aja kontak mereka masih aktif," gumam Indah.


Indah menemukan kontak Mawar, ia langsung meneleponnya.


"Angkat dong," ujar Indah.


Di ruang kerja Papa Dika, Rangga mencari berkas untuk surat apartemen mereka nanti, di saat Rangga mencari berkas tersebut. Rangga menemukan beberapa berkas yang tidak pernah sama sekali ia lihat.


"Berkas apa ini, kenapa aku tidak pernah melihatnya," ucap Rangga.


Rangga langsung membuka berkas tersebut, ternyata isinya ada beberapa poto dan surat.


"Poto siapa ini," ucapnya bingung.


Rangga menemukan poto seorang anak kecil yang saat itu sedang bahagia dengan teman laki-lakinya.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.

__ADS_1


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.


__ADS_2