Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 44


__ADS_3

Sesampainya di sana Indah dan Kak Veli duduk di kursi bagian pojok, karena di sana bisa melihat pemandangan, yang bisa di lihat dari jendela, karena resto yang mereka kunjungin ada terdapat di lantai tiga.


"Kak duduk di sana aja yuk," ajak Indah.


"Ayo," jawab Kak Veli.


Mereka berdua duduk, dan telah memesan makanannya, selagi menunggu. Datanglah wanita sexi yang menghampiri meja Ondah dan Kak Veli.


"Velito ya," ujarnya menyebut nama Kak Veli.


"Iya saya, Anda siapa?" tanya Kak Veli. Yang tidak tahu, siapa wanita di hadapannya.


"Aku lisa, teman kecil kamu," ujar Lisa.


"Lisa," pikir Kak Veli.


"Oh Lisa, anaknya Tante Diana ya," ujar Kak Veli.


"Iya, inget juga kamu," kata Lisa.


Lisa langsung memeluk Kak Veli, tanpa menghiraukan sekitar. Begitu juga sebaliknya, Kak Beli membalas pelukan Lisa. Dia tidak menyadari, jika di depanya ada istri yang melihat pemandangan, bisa di bilang sangat menyakitkan, Indah yang melihatnya hanya acuh, dan dia tau jika semua perkataan Kak Veli, hanyalah ucapan manis yang akan suatu saat, tidak ada rasa lagi.


Setelah beberapa menit berikutnya, Kak Veli dan Lisa melepaskan pelukannya


"Aku boleh duduk?" tanya Lisa.


"Oh boleh silahkan," jawab Kak Veli tersenyum.


"Kamu udah pulang dari luar negri, kapan sampenya?" tanya Kak Veli.


"Iya udah, dua hari yang lalu, karena Papa udah pindah tugas lagi ke indonesia. Jadi aku ikut ke sini," jawab Lisa.


"Kamu makin cantik aja," puji Kak Veli kepada Lisa.


"Ah kamu bisa aja, kamu juga tambah ganteng," puji balik Lisa.


"Aku mah, dari dulu udag ganteng kali," ujar Kak Veli tersenyum.


"Percaya sekali diri Anda Tuan," ujar Lisa dengan gaya, seperti orang yang baru kenal.


"Seharusnya itu," jawab Kak Veli tertawa.


Mereka berdua tidak menyadari, jika ada seseorang yang melihat percakapan mereka yang bisa di bilang sangat bahagia, seperti seseorang yang mereka suka pergi, dan kembali lagi untuk menjemput seseorang tersebut.


"Oh iya kamu sama siapa ke sini?" tanya Lisa.


"Hampir lupa, oh iya kenalin ini Indah ...," sebelum menyelesaikan bicaranya. Ucapan Kak Veli terlebih dahulu di potong Indah.


"Temennya Kak Veli," ujar Indah memotong ucapan Kak Veli.


"Indah Putri, temennya Kak Veli," ujar Indah menjulurkan tangannya tanda perkenalan.


"Lisa mandini" jawab Lisa membalas jabatan tangan Indah.


"Oh iya kamu tadi bilang Veli Kakak, berarti kamu adik kelasnya?" tanya lisa.


"Iya kak," jawab Indah tersenyum.

__ADS_1


"Oh iya, kalian satu sekolah?" tanya lisa lagi.


"Iya kak kami satu sekolah," jawab Indah.


"Oh iya kakak udah pesen belum," tanya Indah.


"Udah kok," jawab Lisa.


"Oh iya Kak," jawab Indah.


Veli kaget mendengar pengakuan Indah bahwa dia temennya bukan istrinya. "Apa aku ada salah," batin Kak Veli bertanya.


"Oh ya Vel, aku juga akan sekolah di SMK Kentana Alexa, kata Papa sekolahan di sana bagus," ujar Lisa.


"Serius, berarti nanti kita satu sekolah dong," ujar Kak Veli.


"Bener kamu, sekolah di sana juga?" tanya Lisa.


"Iya," jawab Kak Veli senang.


"Berarti nanti, kalo udah masuk sekolah. Kamu harus ajak aku jalan, keliling sekolah. Dan kamu harus ajak aku makan di tempat yang menurut kamu enak, aku tidak menerima penolakan pokoknya harus," ujar Lisa.


"Siap tuan putri," jawab Kak Veli.


Indah yang mendengar jawaban dari Kak Veli merasa sakit hatinya, ia tidak menyangka jika Kak veli bisa berubah begitu cepatnya.


Kak veli juga tidak memikirkan perasaan Indah, dia lupa jika statusnya sekarang telah menjadi suami, dia lupa dengan Indah.


Indah yang tidak tahan melihat pemandangan di depannya, dia pamit izin ke toilet.


"Kak aku izin ke toilet bentar ya." pamit Indah yang senyum di paksa.


Indah beranjak dari tempat duduknya, dan dia bukannya pergi ke toilet, melainkan pergi entah kemana, ia ingin mengeluarkan semua rasa yang ia pendam sejak tadi.


Melihat itu Kak Veli tidak ambil pusing, mungkin Indah lagi tidak baik mood nya.


Indah pergi entah kemana, dia akan mencari tempat untuk menenangkan dirinya. "Semua lelaki itu sama, gak ada yang beda," pikir Indah.


Kak Beli dan Lisa masih setia mengobrol berdua, mereka tidak ada yang sungkan. Bahkan tertawa lepas mereka tidak malu, kak Veli lupa, jika Indah sudah lebih dari satu jam tidak datang, saking asiknya bicara sama Lisa bahkan dia lupa statusnya sekarang.


"Lis kamu di sini tinggal dimana?" tanya Kak Veli.


"Oh aku di perumah permata permai," jawab Lisa.


"Di sana, berarti gak jauh dong sama rumah aku," ujar Kak Veli.


"Really?" tanya Lisa.


"Ya, nanti main ya ke rumah, pasti Mama rindu juga sama kamu," ajak Kak Veli.


"Oke siap, aku juga udah kangen sama tante Via," ujar Lisa.


"Oke mau pulang belum?" tanya Kak Veli.


"Hmm boleh aku juga mau istirahat," ujar Lisa.


Yaudah Ayo barangan sama aku" ajak kak veli

__ADS_1


"Oke," jawab lisa.


Kak Veli berjalan beriringan bersama Lisa, banyak orang yang memuji mereka.


"Eh liat, serasi banget ya mereka,"


"Yang cowok ganteng, yang cewek cantik cocok banget,".


""Itu bukan cowok yang di supermarket tadi ya,"


"Eh iya bener,"


"Wah pantes rela korban harga diri, orang pacarnya bening gitu"


Kak Veli dan Lisa menuju parkiran yang ada di hotel, mereka berdua menaiki mobil yang di bawa oleh Kak Veli dan langsung pulang menuju rumah.


Di sepanjang jalan, Kak Veli dan Lisa bercerita pengalaman mereka dari yang paling sedih sampai yang memalukan, mereka berdua tertawa lepas seperti pasangan bahagia, kak veli lupa. Jika ia telah menyakiti hati seorang indah.


Bahkan di saat sekarang, dia tidak mengingat dimana bahkan tidak tahu keberadaan Indah, mungkin sekarang Kak Veli tertawa lepas, namun liatlah nanti jika dia akan kena amukan dari keluarga Alexa. Karena telah menyakiti anak gadisnya.


Sesampainya di depan rumah kak Veli, kak Veli turun dan membukakan pintu mobil untuk Lisa.


"Silahkan," ujar Kak Beli sambil membungkukkan badannnya.


"Terima kasih," jawab Lisa.


"Mari masuk," ajak ak Veli


"Ayo" ujar Lisa.


kak Veli dan Lisa berjalan memasuki mension keluarga Kenz, di ruang tamu sudah berkumpul kedua keluarga besar, yaitu Om Dimas dan Tante Lina, datang berkunjung untuk menemui anak mereka.


Sesampainya di ruang tamu, Kak Veli, melihat mertuanya, duduk bersama orang tuanya.


"Ma, lihat siapa yang datang," ujar Kak Veli.


"Emang siapa nak," jawab Mama.


"Tada," kata Kak Veli.


"Lisa," kata tante Via


"Iymya Tante," jawab Lisa.


"Kamu apa kabar sayang?" tanya tante Via memeluk Lisa dan menciumnya.


"Aku baik Tante," jawab Lisa.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2