Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 120


__ADS_3

Guru yang akan memberikan ulangan nanti bisa di bilang killer, karena setiap dia yang mengawas ujian, tidak ada yang boleh nyontek apa lagi menyiapkan jawabannya.


Suara bel masuk berbunyi, semua murid berjalan menuju kelas mereka masing-masing. Di dalam kelas Indah tengah mengatur nafasnya, ia harap bisa menyelesaikan ulangannya nanti.


Terdengar suara hentakan sepatu, itu sudah di pastikan guru yang akan masuk hari ini.


"Selamat pagi anak-anak," sapa guru yang bername tag Siregar.


"Selamat pagi, Pak," jawab semua murid serentak.


"Baiklah, silahkan masukkan semua yang ada di meja ke dalam tas kalian, lalu letakkan tas kalian di depan, paham," ujar Pak Siregar memberitahu.


"Paham Pak," jawab semua murid.


Semuanya melettakkan tas di depan kelas, setelah semuanya telah selesai. Pak Siregar mengeluarkan kertas ulangannya.


"Kerjakan semuanya dengan teliti, jangan ada yang menyontek atau menyiapkan jawaban, jika itu terjadi kalian semua tidak ada nilai," ujar Pak Siregar dengan nada serius.


"Baik Pak," jawab semua murid.


"Bapak kasih waktu sembilan puluh menit untuk menjawab soal, setelahnya lima belas menit untuk mengumpulkan jawaban kalian," jelas Pak Siregar.


"Baik Pak," jawab mereka sekali lagi.


Semua siswa dan siswi sibuk membaca soal yang di berikan, di dalam kelas tidak ada yang bersuara, hening tercipta. Indah kelihatannya lancar menjawab soal yang di berikan.


"Semuanya jam sudah berakhir, silahkan kumpul tugas kalian," ujar Pak Siregar memberitahu.


Satu persatu siswa maupun siswi mengumpulkan kertas ulangan mereka masing-masing, begitu juga Indah, ia juga telah mengumpulkan hasil jawabannya.


"Terima kasih semuanya, sampai jumpa minggu depan, selamat siang," ujar Pak Siregar lalu keluar dari kelas.


Semuanya menarik nafas lega, mereka semua tahu jika Pak Siregar sudah pergi itu artinya pelajaran yang membuat jantung mereka sport jantung.


Bel istirahat berbunyi, semua siswa dan siswi keluar dari kelas mereka masing-masing, mereka pergi menuju tempat favorit mereka.


Indah yang biasanya duduk bersama Mawar dan Davin, kini hanya duduk sendiri di meja makan yang biasa mereka tempati.


Bel pulang telah berbunyi, Indah telah selesai memberi tahu Rangga untuk menjemputnya.


Indah telah sampai di rumah, hari ini ia akan pergi ke rumah orang tuanya untuk mengambil beberapa makalah yang pernah dia buat dulu.


"Sayang, kamu temenin aku ya ke ruma Ayah," ujar Indah kepada Rangga.


"Iya sayang," jawab Rangga tersenyum.


"Kalau begitu aku siap-siap dulu ya," ujar Indah lalu beranjak dari ranjang.


"Oke sayang," jawab Rangga lalu kembali fokus melihat ponselnya.


Lima belas menit berikutnya, Indah telah selesai bersiap-siap untuk ke rumah orang tuanya.


"Sayang ayo kita pergi," ajak Indah.


"Kamu udah siap," ujar Rangga.

__ADS_1


"Iya, udah kok," jawab Indah.


"Kiss dulu, baru kita pergi," ujar Rangga mendekatkan wajahnya.


"Manja," ucap Indah sambil tersenyum.


"Sama istri sendiri juga nggak kenapa-kenapa," jawab Rangga mengacak rambut Indah.


Indah mencium Rangga di seluruh bagian wajahnya tanpa tertinggal, ia juga senang jika Rangga bermanja dengannya.


"Udah sayang, semuanya juga udah di cium," ujar Indah.


"Terima kasih sayang," jawab Rangga lalu mencium bibir Indah sekilas.


"Iya sama-sama," jawab Indah.


"Ya sudah, ayo kita jalan sekarang," ujar Indah.


"Iya sayang," jawab Rangga memeluk pinggang Indah posesif.


Rangga menjalanakan mobilnya keluar dari


perkarangan rumahnya, sebelum menuju rumah mertunya, Rangga dan Indah mampir terlebih dahulu ke indomart untuk membeli beberapa makanan ringan.


Setelah membelinya, Rangga dan Indah menjalankan kembali mobilnya menuju kediaman Alexa.


Sesampainya di sana, Indah dan Rangga langsung berjalan masuk ke dalam rumah, jam segini biasanya Ayah dan Ibu berada di ruang kerja.


Indah dan Rangga berjalan menaiki tangga menuju kamar Indah. Indah berhenti sejenak di lantai dua, lalu melihat kamar yang pernah di huni oleh Yudha.


"Sayang," ujar Rangga memanggil Indah.


"Kenapa berhenti," ucap Rangga bertanya.


"Nggak kenapa-kenapa kok, cuma mau lihat kamar Yudha aja," jawab Indah.


"Kamu rindu Dia," ujar Rangga.


"Hm iya, aku udah lama banget nggak lihat dia dan aku juga pengen banget jenguk dia ke Bandung," ujar Indah sendu.


"Nanti kita ke sana ya, ajak Ibu sama Ayah juga," ujar Rangga memberi semangat Indah. Rangga melihat dari mata Indah kalau dia ingin menangis saat melihat kamar yang pernah di huni oleh Yudha.


"Ya sudah ayo jalan lagi, katanya mau ambil makalah," ujar Rangga mengajak Indah.


"Iya sayang," jawab Indah lalu melanjutkan jalan mereka menaiki tangga lagi, untuk sampai di kamar Indah.


Sesampainya Indah di kamarnya, ia langsung membuka lemari yang khusus untuk makalah dan juga khusus di buat untuk tugas-tugas lainnya.


"Sayang," panggil Rangga.


"Iya kenapa," jawab Indah yang masih sibuk mencari makalah.


"Bagaimana kalau nanti kita ke Bandung," usul Rangga.


"Tapi bagaimana dengan Ayah dan Ibu," ucap Indah.

__ADS_1


"Iya kita ajak mereka," jawab Rangga.


"Nanti kita bicarakan lagi ya, soalnya nanti juga akan ada acara makan malam untuk membahas masalah pindahan kita," ujar Indah.


"Aku yakin kita tidak akan di beri izin sayang, soalnya kamu belum lulus dari sekolah," ujar Rangga memelas.


"Kamu yang sabar ya, aku kan udah bilang semuanya butuh proses," ujar Indah menggenggam tangan suaminya.


"Iya sayang, terima kasih ya," ujar Rangga. lalu membelai rambut Indah.


"Alahamdulilah ketemu juga akhirnya," ujar Indah berteriak senang.


"Ketemu apa sayang," ujar Rangga kaget mendengar teriakan Indah.


"Hehe, nggak ada apa-apa sayang," jawab Indah cengengesan, ia lupa kalau di kamarnya ada suaminya.


"Kamu dapat apa sayang, seneng banget kayaknya, sampai teriak-teriak," ujar Rangga yang penasaran dengan istrinya.


"Aku dari tadi cari makalah sayang, untuk materi nanti," ujar Indah menunjukkan deretan giginya.


"Terus udah ketemu," ucap Rangga bertanya.


"Udah sayang," jawab Indah tersenyun manis.


"Alahmdulillah, ya sudah ayo kita ke ruang kerja Ayah," ajak Rangga.


"Ya sudah, kita jalan sekarang," jawab Indah.


Indah keluar dari kamarnya menuju ruang kerja kedua orang tuanya, sesampainya di sana Indah langsung membuka pintu ruang kerja orang tuanya.


"Assalamualaikum Ibu, Ayah," salam Indah.


"Waalaikumusalam wr.wb," jawab Ayah dan Ibu Indah.


"Sayang," ujar Ibu Lina lalu memeluk Indah.


"Ibu Indah kangen," ujar Indah membalas pelukan ibunya.


"Kamu udah lama sayang," ujar Ibu Lina.


"Lumayan Bu," jawab Indah, lalu berjalan mendekati Ayahnya.


"Ayah," panggip Indah lalu menyalimi tangan Ayahnya.


"Iya sayang," jawab Ayah Dimas.


Indah kembali berjalan menuju sofa, "Ibu, udah lama pulang," ujar Indah.


"Baru aja Nak," jawab Ibu Lina.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.

__ADS_1


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.


__ADS_2