Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 49


__ADS_3

"Nanti kalo belum di bolehin, jangan sedih ya, pasti nanti kamu pulang" kata Rangga mengusap rambut Cika.


"Iya," jawab Cika.


"Yaudah aku mau ke ruangan dokter Dafa dulu, kamu di sini aja jangan kemana mana!" peringat Rangga.


"Iya sayang," jawab Cika.


Cup ...,


Rangga mencium pucuk kepala Cika.


Rangga keluar menuju ruangan dokter Dafa, lain halnya di kediaman Luis, Nyonya Vania sangat heboh, dengan telpon yang dia terima barusan dari Rangga.


"Pa, Papa," panggil Mama.


"Iya ada apa Ma, teriak teriak,"ujar Tuan Dika.


"Pa tau nggak, kalo Rangga tadi telpon Mama terus," ujar nyonya Vania menggantung ucapannya.


"Terus apa Ma, jangan di gantung dong sakit tau nggak perasaan di gantung," ujar Tuan Dika bercanda.


"Ih si Papa, Mama serius," jawab Ibu Vania.


"Papa juga udah serius sama Mama, buktinya, udah ada Rangga bukti ke seriusan Papa," kata Tuan Dika.


"Papa malah becanda, gak jadi cerita deh," ujar Mama merajuk.


"Ih si Mama malah ngambek, gak malu apa sama cicak," kata Tuan Dika.


"Papa ihh ngeselin banget," ujar Ibu Vania mencubit pinggang suaminya.


Tuan Dika tertawa melihatnya, tidak ada rasa sakit pun cubitan dari istrinya ini, dia senang bisa melihat istrinya seheboh ini lagi. Jika menyangkut anaknya.


"Hahha, udah Ma sakit, oke deh Papa dengerin Mama mau ngomong apa," ujar Tuan Dika tertawa.


"Hmm iya, jadi gini Pa, tadi Rangga telpon Mama, terus dia bicaranya gak dingin lagi Pa, malahan kayaknya lagi seneng banget dia," ujar Nyonya Vania.


"Emang dia bilang apa sama Mama?" tanya Tuan Dika.


"Rangga tadi telpon bilang, mau izin sama kita buat ajak Cika pulang, katanya Cika bosen sama bau bau rumah sakit, terus Mama suruh aja si Rangga bilang sama dokter Dafa. Buat minta izin boleh apa nggak Cika nya pulang," ujar Nyonya Vania panjang lebar.


"Ha, Mama serius," kata Tuan Dika terkejut, setau dia Rangga tidak akan mau meminta izin, apa lagi menuruti perkataan orang yang baru dia kenal.


"Iya Pa, Mama serius," jawab Nyonga Vania.

__ADS_1


"Berarti perempuan itu membawa pengaruh besar Ma sama Rangga, Papa akan percepat pernikahan mereka berdua, biar Rangga berubah menjadi seperti dulu lagi," ujar Tuan Dimas senang.


"Iya Pa, Mama juga gak sabar, jika nanti Cika sama Rangga menikah, pastinya mereka akan romantis kayaknya," ujar Nyonya Vania.


"Hmm iya sayang," jawab Tuan Dimas mengelus pipi istrinya.


"Tapi Pa, nanti gimana. Jika ada orang yang mengenali Cika mama takut," ujar Nyonya Vania.


"Tenang aja ya, nanti kita ganti semua identitas Cika, supaya tidak ada yang bisa mengenalinya," ujar Tuan Dika.


"Hmm iya Pa, makasih ya," ucap Nyonya Vania.


"Iya sayang, sama-sama," jawab Tuan Dimas.


Di lain tempat, keluarga Alexa dan keluarga Kenz masih sibuk, mencari keberadaan anak dan menantunya, mereka bekerja sama mencari keberadaan Indah.


Ibu Lina tidak berhentinya menangis, dia sangat terpuruk saat kepergian Indah.


Kak Veli pun, sudah tidak ada kabar lagi dia juga ikut menghilang, tidak ada yang tau keberadaannya, sekarang hanya ada Tuan Kenz dan Tuan Dimas. Mereka bekerja sama mencara putra dan putri mereka.


Mereka curiga, jika ada orang yang bermain dengan mereka.


"Tuan Dimas apa tidak aneh, jika Indah dan Veli bisa hilang bersamaan di waktu yang berbeda" ujar Tuan Kenz.


"Saya juga sependapat dengan Anda Tuan, apakah ada orang yang ingin bermain main dengan kita," balas Tuan Dimas.


"Baik mari kita atur semua, jangan sampai ada yang meleset atau yang tidak teliti dalam suatu hal," balas Tuan Dimas.


Rangga pergi menuju ruangan dokter Dafa, dokter yang merawat Cika, sesampainya di sana. Ia masuk dan mendapati dokter Dafa tengah memainkan ponselnya.


"Selamat siang dokter," salam Tuan Rangga.


"Selamat siang Tuan ada yang bisa saya bantu?" tanya dokter Dafa.


"Begini, saya di sini mau minta izin, untuk membawa pulang pasien yang bernama Cika, apakah dia sudah boleh pulang?" tanya Tuan Rangga.


"Mari ikut saya, saya akan periksa terlebih dahulu. Jika keadaannya memungkinkan untuk pulang silahkan, tapi jika kondisinya belum stabil, maaf Tuan saya belum bisa memperbolehkannya untuk pulang," jelas dokter Dafa.


"Baiklah," jawab Tuan Rangga.


"Mari kita ke ruangan pasien sekarang." ajak dokter Dafa.


Rangga hanya menganggukan kepala tanda iya.


Mereka berdua berjalan, menuju ruangan Cika di rawat. Di sana Cika lagi duduk sambil menunggu kabar. Apakah dia boleh pulang atau belum.

__ADS_1


"Selamat siang Nona Cika," sapa dokter Dafa.


"Selamat siang Dok," balas Cika.


"Mari saya periksa terlebih dahulu, Anda mau pulangkan?" tanya dokter Dafa.


"Iya Dok, silahkan," jawab Cika.


Dokter Dafa memeriksa Cika dengan teliti, ia juga sempat mengambil darah Cika, untuk di tes apakah sudah baik atau belum.


Setelah mendapatkan hasil periksa, dan kondisi tubuh Cika sudah lebih baik, maka dia di perbolehkan untuk pulang.


"Baiklah Nona. Anda sudah boleh untuk pulang, jaga kesehatannya, banyak-banyak minum air putih," saran dokter Dafa.


"Baik Dok, terima kasih," ucap Cika.


"Jika begitu saya permisi Tuan," ujar Dokter kepada Rangga.


"Iya, terima kasih Dok," balas Tuan Rangga dengan ekspresi datarnya.


Dokter Dafa keluar dari ruangan rawat Cika, menuju pasien lainnya, Rangga langsung menelepon Mama dan Papanya, untuk memberi tahu. Jika Cika sudah di perbolehkan untuk pulang.


Sambungan telepon.


"Assalamualaikum Ma," ujar Rangga.


"Waalaikumsaalam Nak, gimana Cika udah boleh pulang belum?" tanya Mama.


"Iya Ma, udah boleh pulang, sekarang ini lagi beres-beres buat pulang, Mama jadi kesini kan" ujar Rangga.


"Iya, Mama dan Papa akan segera ke sana," ujar Mama.


"Iya Ma," ujar Rangga.


Sambungan terputus.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.

__ADS_1


Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.


SalamManis♡.


__ADS_2