Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 85


__ADS_3

Dika mendekat ke arah Dimas dan Kenz, ia ingin sekali memberi semangat kepada Kenz saat ini, bagaimana pun Dika juga akan seperti ini jika Rangga yang mengalaminya.


"Tuan Kenz, kau harus semangat jangan seperti ini, di dalam sana dokter sedang berjuang untuk menyembuhkan Veli," ujar Dika.


"Terima kasih," ucap Tuan Kenz.


Rangga yang melihat itu sangat sedih, kali ini hatinya tersentuh melihat seorang ayah yang sedang terpuruk.


"Pengorbanan seorang sangatlah besar," batin Rangga.


"Tuan Dimas, bagaimana aku memberi tahu keadaan Veli kepada mamanya," ujar Tuan Kenz.


"Masalah itu, biarkan Lina yang akan memeberi tahu. Nanti aku akan menghubungi Lina dan juga Indah," jawa Tuan Dimas.


"Baiklah, terima kasih," jawab Tuan Kenz.


Dimas mengambil benda pipih yang berada di sakunya, ia langsung mencari nama kontak My wife, setelah menemukannya Dimas langsung menghubungi nomor tersebut.


Panggilan tersambung.


"Assalamualaikum," salam Dimas.


"Waalaikumusalam, Mas bagaimana dengan Veli, apa dia telah di temukan?" jawab Lina langsung memberi pertanyaan kepada suaminya.


"Iya, Velu sudah ditemukan dan sekarang berada si rumah sakit, ia koma karena obat bius yang di berikan Lisa kepadanya sangat bangak, sekarang kamu hubungi Via, beritahu kabar ini kepadanya," ucap Dimas menjelaskan.


"Apa Via belum di beritahu masalah ini," ujar Lina.


"Belum, Kenz tidak berani untuk mengatakannya, ku mohon kamu yang memeberi tahu ini," jawab Dimas.


"Baiklah, apa Indah boleh di ajak kesana?" tanya Lina.


"Silahkan, jika keadaan Indah memungkinkan," jawab Dimas.


"Baiklah, kalian berada di rumah sakit mana?" tanya Lina lagi.


"Nanti aku share tempatnya," jawab Dimas.


"Iya," ujar Lina.


"Kalau begitu aku tutup dulu panggilannya, kalian hati-hati kesini. Assalamualaikum," salam Dimas.


"Iya, Waalaikumusalam," jawab Lina.


Panggialan terputus.


"Tuan Kenz, aku sudah memberi tahu Lina tentang ini, sekarang dia akan kesini bersama istrimu," ujar Dimas.


"Baiklah terima kasih," jawab Tuan Kenz. Itulah kata yang bisa ia lontarlan, Tuan Kenz tidak tahu cara bagaimana untuk membalas prilaku baik dari Dimas, terutaman dia ingin sangat berterima kasih kepada Vania dan Dika beserta anaknya. Jika tidak ada mereka tidak tahu bagaimana nasib Veli kedepannya.


"Ma," panggil Rangga.


"Iya sayang kenapa," jawab Mama Vania.


"Apa aku bisa pulang," ujar Rangga.


"Kamu kenapa?" tanya Mama Vania.

__ADS_1


"Aku gak kenapa-kenapa Ma," jawab Rangga.


Mama Vania heran, dengan sikap yang di tunjukkan Rangga saat ini. Apa ada masalah yang di alami Rangga.


"Baiklah jika kamu mau pulang, bawa aja mobil itu sampai di rumah nanti suruh sopir untuk menjemput kami," ucap Mama Vania.


"Baik Ma," jawab Rangga.


Rangga berjalan keluar dari rumah sakit, ia langsung menaiki mobil.


"Apa aku salah mengambil langkah ini," batin Rangga.


Rangga sangat khawatir dengan Cika, ia tidak mau jika Cika kembali lagi kepada Veli. Saat ini ia ingin menenangkan diri dengan semua yang telah terjadi hari ini.


Di tempat lain, tepatnya di kediaman Alexa. Lina bergegas mendekati Indah, ia ingin memberi tahu tentang keadaan Veli kepada Indah.


"Indah sayang," panggil Ibu Lina.


"Iya kenapa Bu," jawab Indah.


"Sayang, Veli sudah di temukan. Apa kamu mau ikut menjenguknya," ujar Ibu Lina.


"Apa dia dalam keadaan baik-baik saja," tanya Indah.


"Kamu ikut Ibu dulu ya, nanti kita juga ajak Mama Via ke sana," ujar Ibu Lina.


"Baiklah, Indah ikut," jawab Indah.


"Ayo sekarang kita berangkat," ajak Ibu Lina.


"Baik Bu," jawab Indah.


Di bawah sudah ada sopir yang yang telah siap mengantar mereka, Indah dan Ibu Lina langsung saja masuk kedalam mobil.


"Pak kita ke rumah Tuan Kenz terlebih dahulu ya," ujar Nyonya Lina.


"Baik Nya," jawab Pak supir.


Mobil berjalan menuju kediaman Kenz, sepanjang jalan Indah hanya diam, Ibu Lina memperhatikannya.


Lina juga sangat mengetahui apa yang menjadi beban pikiran Indah, untuk itu ia hanya bisa diam. Untuk saat ini Lina hanya membiarkan saja.


Indah bingung bagaimana dengan dirinya saat ini, di satu sisi Veli masih sah sebagai suaminya dan di sisi lain tanpa Indah ingat ia telah menikah dengan Rangga dalam keadaan amesia.


"Apa yang harus aku lakukan nanti," batin Indah.


Perjalanan menuju kediaman Kenz tidak perlu memakan waktu yang lama, Indah dan Ibu Lina telah sampai.


"Ayo sayang kita turun," ajak Ibu Lina.


"Iya Bu," jawab Indah.


Pak sopir telah membukakan pintu untuk majikannya.


Indah dan ibu Lina berjalan menuju pintu utama, di sana sudah ada Nyonya Via menunggu.


"Lina," panggip Via. ia langsung berjalan menghampiri Lina dan Indah.

__ADS_1


"Ayo sekarang saja kita ke rumah sakit, aku sangat khawatir dengan keadaan Veli saat ini," ujar Nyonya Via.


"Baiklah," jawab Lina


Indah hanya diam, pikirannya kalut saat ini. Sikap apa yang harus dia tunjukkan saat berada di sana nanti.


Nyonya Via belum menyadari jika ada menantunya, dia sangat khawatir dengan keadaan Veli.


Saat telah berada di dalam mobil, Indah duduk di kursi bagian depan, saat itu pula Nyonya Via baru sadar dengan hadirnya Indah.


"Lina apa itu Indah?" tanya Nyonya Via.


"Iya dia Indah," jawab Lina.


Nyonya Via keluar dari mobil, ia langsung menbuka pintu mobil depan dan mambawa Indah keluar.


"Indah," ucap Nyonya Via.


"Iya Ma," jawab Indah menunduk.


"Ini benaran kamu sayang," ujar Nyonya Via sekali lagi.


"Iya Ma, ini Indah," jawab Indah.


Tanpa aba-aba Nyonya Via langsung memeluk Indah, ia begitu rindu akan sosok menantu yang selama ini menghilang karena perilaku anaknya.


Lina hanya bisa melihat, ia juga sangat tahu bagaimana rasa sayang Via terhadap Indah.


"Sayang kamu baik-baik aja kan," ujar Mama Via.


"Iya Ma, Indah baik-baik aja," jawab Indah.


"Alhamdulillah," jawab Nyonya Vania.


"Ayo sekarang kita ke rumah sakit," ajak Nyonya Lina.


"Baiklah," jawab Indah.


Mereka hampir lupa akan tujuan untuk menemjenguk Veli, Indah dan Mama Via langsung masuk kembali ke dalam mobil.


"Pak kita ke arah ini," ujar Nyonya Lina menunjukkan tempat yang akan mereka datang.


"Baik Nya," jawab Pak supir.


Indah, Mama Via dan Ibu Lina hanya diam di dalam mobil, mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.


Saat ini Indah masih sangat bingung dengan statusnya, ia tidak menyangka jika kejadian ini akan dia alami, Indah kira penderitaan yang ia alami selama masa kecil sudah cukup, tapi kenyataan yang ia terima saat ini begitu sakit.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman teman.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2