
"Aku mau ajak kamu keliling rumah, nanti kan bakalan jadi nyonya muda Luis jadi kamu harus tau tempat tempat favorit aku," ujar Rangga.
"Yaudah kalo gitu kita jalan sekarang," ajak Cika.
"Ayo," jawab Rangga.
Rangga dan Cika berjalan keluar kamar dan langsung menuju ke bawah, karena Rangga akan mengajaknya keliling mension yang sangat besar, ia akan memulainya dari bawah sampai nanti ke rootoff.
Rangga mengajak cika ke taman belakang rumah di sana telah tersedia tempat duduk, ayunan, taman kecil dan ada juga rumput yang sengaja di tanam untuk menambah kesan asrinya
"Wah bagus banget," ujar Cika.
"Kamu suka?" tanya Rangga.
"Suka, bunganya banyak banget ini mama ya rajin tanam bunganya" ujar Cika.
"Iya, Mama paling suka banget sama tanaman," jawab Rangga.
"Yaudah yuk kita kesana." ajak Rangga.
Cika mengikuti kemana arah ia mengajaknya, di sana terdapat kolam berenang yang sangat luas, di lengkapi dengan tempat bersantai dan masih ada lagi.
""Kamu bisa berenang gak?" tanya Rangga.
"Bisalah," jawab Cika.
"Berenang yuk," ajak Rangga.
"Nggak ah masih males," tolak Cika.
""Hmm yaudah gak papa, tapi lain kali harus berenang bareng aku dan aku gak nerima penolakan lagi," ujar Rangga.
"Iya, iya, bawel banget sih," jawab Cika.
"Bawel-bawel gini juga calon suami kamu," ujar Rangga dengan bangganya.
"Maaf saya tidak mengenal anda," ujar Cika pergi meninggalkan Rangga yang mematung mendengar perkataan Cika.
"Eh mau kemana tunggu," panggil Rangga lari menyusul Cika.
Cika berjalan menuju ruangan tengah dia cape untuk berkeliling rumah sebesar ini, mungkin kalo seharian baru bisa sudah kelilingnya.
"Kamu kenapa?" tanya Rangga.
"Aku gak papa kok, cuma cape sedikit aja," ujar Cika.
"Sini aku pijitin," kata Rangga.
__ADS_1
"Eh nggak usah Ngga, nanti malah ngerepotin kamu lagi," tolak Cika.
"Di repotin kamu itu beruntung," jawab Rangga tersenyum.
"Basi," balas Cika cuek.
"Kalau baasi jangan di makan lagi, harusnya di buang," jawab Rangga yang telah memijat kaki Cika.
"Aduh pelan-pelan dong sakit," kata Cika kesakitan.
""Udah pelan kok, kaki kamu aja yang kecil," balas Rangga.
"Ih bukan kaki aku yang kecil, tapi tangan kamu yang gedean," balas Cika tak mau kalah.
""Iya aku yang ngalah aja dah," ujar Rangga.
"Gitu dong harus ngalah sama cewek," balas Cika senang.
Cika menikmati pijatan Rangga, merasa pegal di kakinya sudah hilang.
""Udah aku gak pegel lagi kok, makasih ya," ujar Cika.
"Iya sama-sama" balas Rangga.
Cika dan Rangga bersenda gurau, mereka layaknya seperti sudah kenal lama, dan tidak ada kata canggung di antara mereka berdua, semuanya seperti berjalan dan mengalur begitu saja.
Pagi pun tiba, mentari bersinar dengan hangatnya, di kediaman keluarga Luis seorang gadis telah lebih dahulu bangun, dia langsung menuju keluar rumah untuk melakukan joging di pagi hari, melihat Cika sudah siap dengan pakaian jogingnya, Rangga yang awal mula niatnya hanya kehausan, dan mengambil minum di dapur lalu kembali tidur, kini dia mengikuti Cika pergi joging.
"Eh kamu mau kemana?" tanya Rangga.
"Mau ke musholah?" jawab Cika ngasal.
""Mana ada orang ke mushola gini pakaiannya," ujar Rangga.
"Lah terus gua pakaian apa ini namanya?" tanya Cika seolah-olah tidak tahu.
"Kamu pakaian untuk joging ini mah," jawab Rangga.
""Itu udah tau, masih mau nanya lagi," ujar Cika dengan muka cueknya.
"Gak ada yang mau aku tanya lagi, dan kamu tunggu disini jangan kemana-mana, tunggu aja sebentar," ujar Rangga.
Dengan terpaksa Cika menunggu di tempat yang sama, tanpa ada pergerakan sedikit pun, ia menunggu Rangga yang entah mau apa.
Setelah mengatakan tunggu kepada Cika, Rangga masuk ke kamarnya dan secepat kilat mengganti pakaian menjadi pakaian joging.
Sepuluh menit sudah, lama Cika menunggu dan akhirnya Rangga pun datang.
__ADS_1
"Hehe maaf ya lama," ujar Rangga meminta maaf.
"Kamu sih nanti keburu panas buat jogingnya," jawab cika kesal.
"Yaudah ayo kita joging sekarang," ajak Rangga.
Tanpa membalas ucapan Rangga, cika terlebih dahulu jalan, maklum ya hari libur jadi untuk sementara pekerjaan seorang ceo atau presdir tidak terlalu banyak.
"Bi nanti jika Mama tanya kami ada di mana, jawab aja ya kami lagi joging," ujar Rangga kepada pelayan yang melintas.
"Baik Tuan muda" jawab Pelayan patuh.
Setelah mengatakan hal tersebut, Cika dan Rangga langsung keluar dari perkarangan rumah Luis dan mereka sudah lari-lari mengelilingi jalan.
Merasa capek, Cika duduk di bangku taman yang telah disediakan. "Ternyata di dekat rumahnya ada taman kecil," batin Cika.
Rangga menghampiri Cika dan duduk di sampingnya.
"Kamu haus gak?" tanya Rangga.
"Haus dikit hehe," jawab Cika nyengir.
"Yaudah aku beli minum dulu ya," ujar Rangga.
"Hmm yaudah hati-hati ya," balas Cika.
Rangga berjalan menuju toko yang menjual minuman dingin, dia senang jika bisa di repotkan oleh Cika. "Apa bener aku udah jatuh cinta sama gadis itu, tapi kenapa bisa secepat ini, bahkan aku nyaman jika bersamanya," batin Rangga befikir.
Sesampainya didepan toko.
"Mang beli botol aquanya dua," pinta Rangga.
"baik Den," jawab bapak-bapak yang di pastikan pemilik roko tersebut.
Bapak tersebut mengambilkan aqua yang botolan, dan itu langsung ia berikan kepada Rangga.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.
__ADS_1
SalamManis♡.