Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 37


__ADS_3

Keluarga Kenz hanya menyaksikan, ucapan terima kasih Indah, bagaimana tidak mereka juga sedih, jika anaknya akan pergi meninggalkan orang tunya hanya untuk mengabdi kepada seseorang.


"Baiklah tuan Dimas, untuk itu marga Alexa dari Indah resmi kita ganti menjadi Kenz," ujar Tuan Marquez.


"Iya Tuan sudah seharusnya," jawab Tuan Dimas.


"Iya Tuan, sudah seharusnya," jawab Tuan Dimas.


Setelah ucapan selamat tinggal, dan pamit kepada orang tuanya.


Indah sekarang telah di bawa oleh suaminya menuju rumahnya sebelum itu Indah ingin ke kamarnya dulu, kamar yang ia tempati hanya beberapa bulan saja.


"Kak Indah ke kamar dulu ya, Kakak mau ikut," kata Indah.


"Yaudah ayolah kesana," jawab Kak Veli.


Indah dan Kak Veli nenaiki tangga menuju kamar Indah, sesampainya di sana.


"Ayo kak masuk," ajak Indah.


"Iya sayang," jawab Kak Veli.


Indah masuk dan dia langsung menuju ranjangnya, dimana disanalah tempat ia berkeluh kesah, menangis dan tertawa.


"Kak," panggil Indah.


"Iya sayang," jawab Kak Veli mengelus pipi Indah.


"Terima kasih," ujar Indah.


"Iya sama sama," jawab Kak Veli.


Jarak antara Indah dan Kak Veli sangatlah dekat, sehingga hembusan nafas satu sama lain mengenai wajah masing masing, tidak tau siapa yang memulai terlebih dahulu Indah dan Kak Veli telah melakukan ciuman yang cukup lama.


"Emhh ... Kak,".


"Kak emhh,".


Indah berusaha melepaskan ciuman mereka, ia tidak ingin nanti kebablasan


karena mereka masih memiliki batasan.


Indah dengan sekuat tenaga mendorong tubuh Kak Veli, agar menjauh darinya, dan usahanya tidak sia-sia. Indah berhasil lepas dari ciuman yang di dasari nafsu.


"Hoh hoh hoh, kak maaf aku takut nanti lewat batas, Ayah belum membolehkan kita untuk berhubungan suami istri, maaf," ujar Indah tertunduk dengan nafas yang tidak beraturan.


Kak Veli pun mendekat ke arah Indah, ia merasa bersalah, karena telah mengikuti nafsunya, sehingga telah membuat Indah sedih di hari pertama pernikahan mereka.


"Indah sayang, angkat kepalamu," pinta Kak Veli.


Indah pun mengangkat kepalanya, dengan berlinang air mata, ia tau salah karena tidak menjalankan dan melaksakan kewajibannya sebagai seorang istri.


"Hei kenapa kamu nangis," kata Kak Veli sambil menghapus air mata Indah.

__ADS_1


"Aku minta maaf, karena tidak bisa menjalankan kewajibanku sebagai istri," ujar Indah menangis.


Melihat itu, kak Veli tambah merasa bersalah, karena telah membuat indah menangis karena dan dia langsung memeluk Indah.


"Hei sayang, kamu tidak salah seharusnya aku yang salah karena telah mengikuti nafsuku, maafkan aku yang belum bisa mengendalikan nafsuku maaf," ujar Kak Veli.


Indah masih diam, dan masih menangis.


"Sudahlah, kamu tidak salah sayang," ujar Kak Veli, mencium seluruh bagian muka Indah tanpa tersisa dan itu di lakukan berkali kali.


"Kak sudahlah, ah geli kak berhentilah, iya-iya aku tidak lagi menangis," ujar Indah tertawa ia merasa geli oleh ciuman yang di lakukan Kak Veli.


"Nah gitu dong," kata Kak Veli tersenyum.


"Sayang masih ingat sama janji kamu," kata Kak Veli.


"Janji? yang mana kak," tanya Indah pura pura tidak tahu.


"Apa kau lupa atau pura-pura lupa," ujar Kak Veli menunjukkan senyum yang tidak tau artinya.


"Kayak judul lagu aja, pura-pura lupa," jawab Indah cengengesan.


"****** masih ingat lagi Kak Veli sama janji itu, haduhh masa iya tiap pagi dan saat mau tidur harus peluk sama cium, bisa bisa ni bibir aku sama badan aku remuk lagi, kan badan Kak Veli segitu besarnya, lah badan aku ini hadehh," batin Indah pasrah.


"Emang ada judul lagu pura pura lupa?" tanya Kak Veli.


"Ada kok Kak, Kakak aja yang kudet," ejek Indah.


"Penyanyinya Mahen yang bawa, kudet Kakak gak tau suamiku ini pinter kudet ya" kata indah sambil menoyor kepala Kak Veli


Dan tangan satunya menempel di dada Kak Veli.


"Sayang," ujar Kak Veli, dengan nafas yang tidak beraturan karena menahan nafsu.


"Iya kak kenapa," jawab Indah bingung.


"Kamu jangan godain aku terus, nanti aku kebablasan," kata Kak Veli.


"Hah aku gak ngegodain Kakak," jawab Indah bingung.


"Kamu tahu kelemahan nafsu Kakak dimana," tanya Kak Veli.


"Ngga kak," kata Indah.


Kak Veli mengambil tangan Indah yang berada di dada.


"Di sini di tempat tangan kamu tempel, di sana Kakak lemah, jadi jangan membangunkan junior Veli ya sayang," ujar Kak Veli.


"Mendengar itu Indah langsung menarik tangannya, tapi dia masih bingung junior Veli siapa," batin Indah berpikir.


"Junior Veli siapa Kak?" tanya Indah bingung.


"Astagfirullah ini istri gua polos bener ya, masa gak tau gimana nanti kalo mau main sama dia kalo itu aja gak tau, nanti jika waktu itu tiba aku akan ajarin kamu masalah masalah yang begitu," batin Kak Veli.

__ADS_1


"Kamu mau liat sayang hmm," kata Kak Veli menggoda Indah.


"Iya kak mau, emang Kakak ada juniornya gitu," ujar Indah.


"Wah, wah bisa bangun ni punya ku kalo gitu," batin Kak Veli bingung.


"Yakin nih gak bakalan nyesel," ujar Kak Veli dengan senyum sumringah.


"Iyalah Kak masa aku bohong sih," kata Indah kesal.


"Oke," jawab Kak Veli.


Kak Veli pun langsung membuka resleting celananya.


"Eh, eh, eh, Kak mau ngapain buka celana," kata Indah bingung.


"Kata kamu mau liat junior Veli?" tanya Kak Veli dengam senyum yang tidak bisa di artikan.


"Loh kok buka celana," ujar Indah tambah bingung.


"Apa jangan jangan junior kecil kak veli itu punyanya kak veli," batin Indah berpikir.


"Hah kalau memang iya, aku gak mau liatnya," batin Indah bergidik ngeri.


"Heheh ngga kak gak mau liat aku," ujar Indah.


"Katanya tadi mau liat hmm," ujar Kak Veli menahan tawanya, ia lucu melihat pipi istrinya ini memerah karena malu.


"Iya kak beneran aku gak mau liat" kata Indah.


"Oke gak papa, suatu saat nanti, kamu juga pasti. Dan akan sangat di pastikan melihatnya dan memainkannya," kata Kak Veli.


"Hehe, iya kak," kata Indah.


"Yaudah ayo kita ke bawah sekarang, nanti keburu malam banget," ajak Kak Veli.


"Iya Kak," jawab Indah patuh.


Indah dan Kak Veli keluar dari kamar, dan langsung menuju kebawah menemui orang tua mereka, dan Indah siap. Untuk di bawa oleh Kak Veli bersamanya di rumah keluarga Kenz.


Sepanjang menuju ke bawah, Kak Veli tidak melepaskan pelukannya di pinggang Indah, sekarang Kak Veli telah posesif kepada Indah, dia tidak ingin kehilangannya walau hanya sebentar.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.

__ADS_1


__ADS_2