
Cika yang mendengar karyawan menggosipkannya ia hanya cuek bebek toh kenyataannya buka begitu, ia adalah istri dari seorang Rangga dan menantu kesayangan keluarga Luis.
Cika memasuki lift khusus presdir, dan ternyata benar di dalam lift sudah ada peringatan tidak boleh ada yang menggunakan lift ini kecuali keluarga dari presdir, lalu kenapa dia di suruh oleh resepsionis untuk memasuki lif ini, kan semua karyawan di sini tidak ada yang tahu jika dirinya istri dari bos mereka.
flasback
"Hallo, selamat siang sekretaris Ria," salam resepsionis yang bername tag Kharisma.
"Hallo siang juga, ada apa?" tanya sekretaris Ria.
"Di bawah ada perempuan yang ingin bertemu dengan bos dan dia bertanya di mana ruangan presdir kita, lalu bagai mana ini?" tanya Kharisma.
"Sebentar saya tanya bos dulu," ujar Ria.
"Iya tanyakanlah," ujar Karisma.
Falsh back of
Itulah mengapa Cika di suruh untuk menggunaka lift yang di khusus kan untuk presdir.
Cika telah sampai di lantai 30 itu adalah lantai teratas, bisa di bayangkan jika lantai yang Cika injak sangat tinggi, Cika keluar dari lift dan di sana telah ada sekretaris yang tengah bekerja.
"Permisi mbak," ujar Cika.
"Iya maaf siapa ya?" tanya Sekretaris Ria.
"Saya Cika, apa Rangganya ada di dalam?" tanya Cika.
"Apa wanita ini yang ingin bertemu dengan presdir," batin sekretaris Ria.
"Oh tidak, apa dia mau meminta sumbangan atau dia ah tidak tidak," batin sekretaris Ria.
"Mbak," panggil Cika.
"Ehh iya kenapa mbak?" tanya ulang sekretaris Ria.
"Apa Rangga ada di dalam?" tanya Cika.
"Sebentar saya ingin meminta izin dulu apa anda boleh atau tidak masuknya, silahkan tunggu sebentar," ujar sekretaris Ria.
"Iya," jawab Cika.
"Oh Tuhan kenapa susah sekali mau bertemu suami sendiri, aku pulang aja kalo gini nunggu terus dari tadi," batin Cika kesal.
Sekretaris Ria berjalan menuju pintu Presdir, sebelum itu ia mengetuk pintu terlebih dahulu.
Tok ...
Tok ...
Tok ...
__ADS_1
"Permisi Pak," ujar Sekretaris Ria.
"Masuk," jawab Rangga.
"Maaf mengganggu waktunya, di luar sudah ada perempuan yang ingin bertemu apa boleh di persilahkan masuk pak?" tanya sekretaris Ria
"Ia suruh dia masuk," ujar Rangga.
"Baik pak, kalau begitu saya permisi sekali lagi saya minta maaf," ujar sekretaris Ria.
"Iya," jawab Rangga singkat dia langsung melanjutkan pekerjaannya, banyak sekali dokumen dokumen yang haris dia baca satu persatu.
Sekretaris Ria berjala menuju tempat Cika menunggu.
"Bagaimana mbak, apa saya boleh masuk," ujar Cika.
"Iya silahkan," ujar Sekretaris Ria.
"Saya permisi," ujar Cika.
"Iya," jawab sekretaris Ria.
Cika berjalan menuju pintu masuk ruangan Rangga di depan pintu sudag ada nama presdir.
Tok ...
Tok ...
Tok ...
"Masuk," ujar Rangga tanpa menoleh siapa yang mengetuk pintu.
"Ada apa sekretaris Ria kau dari tadi selalu saja menggangu waktu ku, jika ada wanita atau siapa yang ingin bertemu bilang saja sama dia aku banyak pekerjaan dan tidak menerima tamu atau siapa pun yang datang," ujar Rangga kesal karena konsenyrasinya dari tadi terganggu oleh sekretarisya ini.
Rangga tidak mengetahui jika yang mengetuk pintu adalah Cika, ia secara tidak langsung telah memarahi Cika.
"Baiklah jika begitu saya permisi pulang Tuan, maaf telah menggangu waktu anda saya juga tidak akan pernah ke sini lagi," ujar Cika, Bagai luka tak berdarah, apa Rangga telah lupa jika dia ke sini bersama Cika istrinya, walau perkataan itu tidak di tujukan kepadanya tapi setidaknya Rangga mengenali suara istrinya dan suara sekretaris Ria.
Rangga sangat familiar dengan suara tadi, ia sangat mengenali siapa pemilik suara tersebut.
Rangga menoleh ke arah pintu, ia sudah tidak mendapati lagi suara wanita yang ia yakini itu adalah istrinya.
Rangga beranjak dari kursi kebesarannya menuju keluar.
Cika langsung berlari setelah mengucapkan kata maaf, ia sangat sakit hati karena kehadirannya telah mengganggu Rangga.
Cika telah memasuki lift dan dia sekarang ingin keluar dari tempat yang telah membuat suaminya terganggu.
Rangga keluar dari ruanganya dan dia langsung menayakan kemana wanita yang ingin menemuinya tadi.
"Sekretaris Ria," panggil Rangga.
__ADS_1
"Iya pak," jawab Sekretaris Ria.
"Kemana wanita yang ingin menemuiku," ujar Rangga.
"Dia sudah pergi pak, dia berlari sepertinya dia menangis," ujar sekretris Ria.
Ia juga heran melihat wanita tadi berlaru tanpa permisi kepadanya.
"Apa dia menggunakan lift?" tanya Rangga.
"Sepertinya iya pak, dia tadi berlari menuju lift," ujar sekretaris Ria.
Rangga frustasi ia tidak sadar karena telah membuat hati Cika sakit akan kata katanya, bodoh kamu Rangga kenapa tidak melihat dulu siapa yang memanggilmu tadi. "Cika maaf kan aku," batin Rangga menyesal.
Mau tidak mau Rangga menggunakan Lift yang di buat khusus karyawan, sesampai di depan lift Rangga tambah kesal karena lift sedang ada yang menggunakan, Rangga berlari menuju tangga darurat, ia berlari menuruni anak tangga dengan secepat mungkin.
Bisa kalian bayangkan ya lantai 30 di turuni dengan menggunakan anak tangga, kalau aku gak mau ngebayanginnya pasti sangat membuat capek dan itu jika tidak hati-hati akan cidera.
Tanpa memikirkan keselamatannya Rangga menuruni anak tangga, Tuhan sekarang berpihak kepada Rangga, dia tidak ada yang cidera atau kepeleset saat menuruni anak tangga.
Cika telah sampai di lantai bawah, di sana iya berlari menuju pintu keluar, Rangga telah sampai di bawah ia telah melihat Cika berlari menuju keluar, dengan secepat kilat Rangga berlari menyusul Cika.
Rangga telah berhasil memegang pergelangan Cika, Rangga langsung memeluk Cika di depan semua karyawannya.
"Maaf kan aku," ujar Rangga sambil memeluk Cika.
"Maaf Tuan saya permisi, karena kehadiran saya telah mengganggu anda," ujar Cika berusaha melepaskan pelukan mereka berdua.
"Maaf aku tidak tahu jika kamu yang mengetuk pintu, saya kira dia sekretaris Ria, maaf karena pekerjaan ku yang banyak kamu menjadi menagis seperti ini karena perkataan ku maaf kan aku," ujar Rangga terus menerus meminta maaf kepada Cika, karena ini kali pertamnya dia membuat Cika menangis.
"Iya saya sudah memaafkan anda, saya permisi maaf jika telah mengganggu wakty anda," ujar Cika berbicara sangat formal, baginya mana mungkin seorang Rangga mau mengakuinya sebagai istrinya dan menantu dari keluarga Luis.
"Sayang cobalah jangan berbicara seperti ini aku ini suamimu bukan atasanmu," ujar Rangga kesal, ia sangat kesal karena istrinya memanggilnya dengan kata Anda dan kata Tuan, seolah-olah dia adalah bawahan Rangga.
"Kamu ikut aku sekarang," ujar Rangga.
"Maaf Tuan apa dengan saya ikut anda tidak mengganggu waktu anda," ujar Cika.
"Sayang berhentilah memanggil ku dengan kata itu aku sangat benci jika kamu mengatakannya," ujar Rangga seperti anak kecil.
Banyak karyawan yang melihat pertengkaran presdir mereka, mereka kaget ketika bosnya memeluk wanita yang sangat tidak pantas bagi mereka untuk perdampingan dengan presdir mereka.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
__ADS_1
Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.
SalamManis♡.