Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 115


__ADS_3

"Kenapa harus malu, kita juga udah sah," jelas Rangga sambil memeluk Indah.


"Iya aku malu dilihat orang banyak kamu cium aku di tempat umum," jawab Indah masih dengan menunduk.


"Bagaimana nanti kalau ada yang mengenali aku," ucap Indah dengan suara seperti orang menangis.


Bahu Indah naik turun menandakan dia menangis, walaupun hanya dicium tapi entah kenapa Indah sangat malu.


Apa lagi saat ada orang yang melihat mereka tadi, langsung berbisik-bisik membicarakan mereka.


"Sayang, angkat kepala kamu," ucap Rangga langsung memegang dagu Indah.


Rangga mengelap air mata Indah yang mengaliri pipi mulusnya, sungguh Rangga merasa bersalah karena membuat Indah menangis gara-gara Rangga.


"Sayang maafin aku, aku tidak tahu kalau kamu akan menangis gara-gara ini," ujar Rangga dengan nada yang lembut.


Indah melihat Rangga dengan tatapan sendu, ada rasa bersalah juga di hati Indah, coba saja tadi tidak menantang Rangga untuk menciumnya di depan umum pasti hal ini tidak akam terjadi.


"Udah ya jangan nangis lagi," ucap Rangga.


"Iya aku minta maaf ya," jawab Indah.


"Minta maaf untuk apa," ucap Rangga bingung Indah meminta maaf kepadanya.


"Aku yang terlalu berlebihan hanya karena dicium," ucap Indah.


"Nggak ada yang berlebihan, wajar kamu begitu mungkin aku harus lebih tahu tempat untuk cium kamu ya," ujar Rangga sambil cengengesan.


"Iya sayang," jawab Indah tersenyum.


"Ayo sekarang kita jalan, nggak enak juga dilihat orang dari tadi," ucap Rangga sambil melihat sekitar.


Indah baru sadar jika mereka sedang berdebat di tengah keramaian, tanpa


aba-aba Indah langsung menggandeng tangan Rangga untuk berjalan bersama.


Rangga dan Indah menuju toko tempat peralatan sekolah yang lengkap, baik dari buku sampai perlengkapan yang lain. Indah dan Rangga mesuk ke dalam toko tersebut.


"Aku mau pilih beberapa dulu ya, kamu duduk aja di sana," ujar Indah menyuruh Rangga.


"Iya sayang, kalau perlu bantuan panggil aja ya," balas Rangga sambil mengacak-acak rambut Indah.


"Iya sayang," jawab Indah.


Rangga duduk sambil memainkan ponselnya, sedangkan Indah memilih perlengkapan sekolahnya.


Setelah merasa semuanya lengkap, Indah berjalan menuju kasir untuk membayar semuanya. Setelah membayar semuanya Indah kembali menghampiri Rangga dengan membawa barang belanjaannya.


"Sayang," panggil Indah kepada Rangga yang masih sibuk melihat ponselnya.


"Sayang," ucap Indah sambil menekankan suaranya.

__ADS_1


"Ha, iya sayang kenapa," jawab Rangga bangkit dari duduknya.


"Kamu lagi lihat apa sih, sampai-sampai nggak dengar panggilan aku," balas Indah cemberut.


"Aku tadi lihat e-mail dari beberapa investor sayang," jelas Rangga.


"Oh oke," ucap Indah jutek.


"Sekarang kita kemana lagi?" tanya Rangga, lalu mengambil barang yang dipegang oleh Indah.


"Kita ke toko boneka sayang," jawab Indah tersenyum.


"Ya sudah ayo jalan sekarang," jawab Rangga sambil membawa barang belanjaan Indah.


Indah berjalan lebih dulu di bandingkan Rangga, Rangga hanya mengikutinya dari belakang, banyak pasang mata yang melihat Rangga membawa barang belanjaan Indah.


"Soswit sekali mereka,".


"Mereka berdua pasangan yang serasi,".


"Sisain satu cowok seperti dia,".


Itulah ucapan-ucapan para pengunjung yang melihat Rangga, zaman sekarang jarang sekali laki-laki mau membawa barang belanjaan perempuannya karena gengsi menurut mereka.


Indah langsung memasuki toko boneka yang ada di mall, disana terdapat berbagai macam boneka dari yang ukuran kecil, sedang, besar, sampai ada juga yang paling besar. Ada juga dari berbagai bentuk boneka karakter, mulai dari doraemon, keroppi, hello kitty dan masih banyak lagi yang lain.


"Sayang ayo ikut aku bantu pilih bonekanya," ujar Indah meminta bantuan Rangga.


"Iya sayang," jawab Rangga sambil tersenyum.


Indah melihat satu per satu bonekanya, ia ingin membeli boneka dengan ukuran dua satu meter lebih.


"Sayang coba kamu lihat yang ini, bagus nggak," ucap Indah meminta pendapat Rangga.


"Mana sini aku lihat," ucap Rangga lalu mendekat ke arah Indah.


"Nih," ujar Indah memberkan bonekanya.


"Bagus kok," jawab Rangga, "Kamu mau yang ini," lanjut Rangga.


"Iya aku mau yang ini, bagus lihatnya dan enak juga di peluk, ucap Indah sambil memeluk boneka doraemon.


"Ya sudah kita ambil yang ini, apa kamu mau beli yang lain lagi?" tanya Rangga kepada istrinya.


"Nggak, ini aja udah, ayo sekarang kita ke kasir buat bayar," ujar Indah lalu menarik tangan Rangga.


"Pelan-pelan sayang," ucap Rangga yang melihat tingkah Indah seperti anak kecil.


"Heheh," ujar Indah cengengesan.


Indah menyerahkan boneka yang dia pilih kepada mbak kasir, lalu Rangga mengeluarkan kartu debit untuk membayar boneka yang istrinya beli.

__ADS_1


Setelah membayar, Rangga dan Indah keluar dari toko tersebut, mereka akan pulang ke rumah, Indah membawa boneka menuju parkiran mobil, sedangkan Rangga membawa alat-alat sekolah yang dibeli oleh Indah tadi.


"Sayanh bonekanya letakkan di belakang aja ya," ujar Rangga.


"Awas hati-hati ya," jawab Indah lalu memberikan boekanya kepada Rangga.


Pertama Rangga meletakkan alat-alat sekolah Indah terlebih dahulu, lalu baru meletakkan boneka yang ukuran besar di jok belakang.


"Sudah," ucap Indah.


"Iya, silahkan tuan putri," ujar Rangga membukakan pintu mobio untuk Indah.


"Terima kasih sayang," ujar Indah.


Itulah kebiasaan yang biasa Rangga lakukan kepada Indah, selalu saja melakukan hal-hal sederhana yang membuat Indah senang.


"Sayang seperti biasa," ujar Rangga yang biasa mengingatkan menggunakan sabuk pengaman.


"Sudah sayang, sekarang kita pulang dan beritahu sama Mama dan Papa masalah pertemuan antara Ibu dan Ayah aku," ujar Indah mengingatkan Rangga.


"Hampir aja lupa aku," ujar Rangga menepuk jidatnya.


"Tuhkan, untung saja aku ingetin," ucap Indah tersenyum.


"Iya sayang," ujar Rangga lalu mencium kening Indah.


Rangga dan Indah pulang ke kediaman keluarga Luis, mereka akan menyampaikan kepada Mama dan Papa masalah pertemuan nanti yang pastinya akan membahas masalah pindahan mereka.


Perjalanan menuju rumah telah sampai, Indah dan Rangga keluar dari mobil sambil membawa barang belanjaan mereka.


"Sayang aku mau ke dapur dulu ya, mau minum," ujar Indah.


"Iya sayang, sini bonekanyq biar aku yang bawa ke kamar," ucap Rangga.


"Hati-hati ya sayang," ucap Indah.


Indah dan Rangga berpisah di depan tangga, Rangga melanjutkan perjalanannya menuju kamar dan Indah pergi ke dapur.


"Mama," ucap Indah yang melihat Mama Vania sedang berada di dapur membantu masak.


"Ada kamu sayang," ucap Mama Vania yang masih sibuk dengan masakannya.


"Banyak banget masaknya," ucap Indah.


Indah melihat ada berbagai macam jenis masakan yang dimasak dan ada beberapa juga yang belum dimasak.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.

__ADS_1


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.


__ADS_2