
"Baiklah jika begitu, pernikahan dengan Putri saya akan di laksanakan dua minggu lagi, tenang saja semua biaya biar kan saya yang tanggung, kalian berdua hanya perlu mempersiapkan diri saja, satu lagi panggil saya dengan sebutan Papa, jangan dengan sebutan Tuan paham?" ucap tuan Marquez.
"Baik Tuan ehh Papa," jawab Dimas kikuk.
Dua minggu kemudian, hari ini adalah hari dimana. Anak tunggal dari keluarga Alexa menikah dengan pria yang ia cintai, siapa lagi jika bukan Dimas, serorang pria yang tidak setara dengan mereka kekayaannya.
Di ruang rias, kamar pengantin wanita telah di sulap menjadi tempat yang penuh dengan bunga-bunga dan dekorasi lainnya.
Iya akan menjadi putri selama satu hari, Lina merasa senang, senyum di bibirnya selalu terukir dan tidak pernah pudar.
Setelah di rias, Lina memandang dirinya melalui cermin.
"Wah Nona sangat cantik sekali," puji Perias yang merias Lina.
"Hmm, bisa aja si Mbak," jawab Lina sambil tersenyum.
"Bener Nona, Anda sangat cantik hari ini. Dan pasti suami anda nanti beruntung karena telah mendapatkan cintanya" ujar Perias.
"Iya mbak, terima kasih atas pujiannya," jawab Lina berterima kasih.
Tidak lama dari sana, ada pemberitahuan bahwa calon pengantin pria telah sampai.
Dimas memasuki gedung yang telah di sewa oleh orang tua, untuk pesta pernikahannya.
Saat dia masuk semua orang kagum akan ketampanannya, aura karismatiknya bisa menarik perhatian dari para kaum hawa, banyak sekali yang memujinya.
"Nikmat mana lagi yang engkau dustakan,".
"Pangeran,".
"Wahh sangat tampan calon suaminya Nona alexa,".
"Sungguh beruntung Nona bisa mendapatkan cintanya,".
Begitulah, kira-kira pujian yang di lontarkan para tamu undangan.
Banyak sekali, tamu undangan yang di undang hari ini baik dari kalangan Pembisnis, Para Kolega, Para Pengusaha Resto, Kerabat dekat, kerabat jauh dan masih banyak lagi tamu undangan yang di sebarkan.
Dimas telah duduk, tepat berada di depan Papa dari Alexa Siapa lagi jika bukan Tuan Marquez.
"Sudah siap?" tanya Penghulu kepada Dimas.
"Insya allah siap," jawab Dimas.
"Sekarang, jabat tangan tuan Marquez!" perintah Penghulu.
Dimas mengangguk patuh, dan ia langsung menjabat tangan calon mertuanya.
"Baiklah, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau Dimas Aditya Putra bin Aditya dan Anak saya Lina Putri Alexa dengan Mas kawin dan seperangkat alat sholat di bayar tunai,".
"Saya terima nikah dan kawinya Lina Putri Alexa dengan mas kawin tersebut di bayar tunai,".
"Bagaimana para saksi, sahh,".
"Sahh,".
__ADS_1
"Sahh,".
"ALhamdulilah,".
Semua orang terharu mendengar kata sah, karena mereka akan melepas Lina menjadi seorang istri dari pria yang bernama Dimas.
Setelah acara hijab kobul terlaksana, barulah pengantin wanita turun kebawah, Lina di dampingi oleh Ibunya dan kerabatnya.
Banyak orang yang terpesona akan kecantikan yang di miliki oleh Lina, ia tampil begitu cantik dengan memakai kebaya putih dan Dimas memakai pakaian yang senada.
Mereka berdua adalah pasangan yang serasi, yang satunya seperti putri dari kerajaan dan yang satunya seperti pangeran yang datang dari negri yang sangat jauh, ia berjuang untuk mencari cinta sejatinya.
Setelah itu, semua tamu undangan memberi ucapan selmat kepada pengantin.
"selamat dan semoga cepat dapat momongan,".
"Awas ya Nanti malam Lina," kata teman Lina.
"Hehhe," jawab Lina cengengesan
Setelah Semua orang memberi ucapan selamat, lanjut ke acara makan-makan siang. Semuanya makan sambil menikmati alunan musik yang di sampaikan oleh para artis yang bergilir untuk menyanyi.
Setelah acara selesai, semua tamu undangan pulang kerumah masing-masing.
Dan hanya kerabat saja yang menginap, pengantin baru mereka berdua pulang dengan mobil yang telah di hias khusus pengantin.
Hari ini adalah hari bahagia bagi Dimas dan Lina, karena mereka bisa bersama selamanya.
Tiba di rumah, Lina dan Dimas masuk dan mereka menyapa para kerabat.
"Malam,".
"Ehem ada pemgantin baru nih,".
"Hehe iya nih jangan lupa bikin keponakan yang banyak ya,".
"Siap tante," jawab Dimas.
Blushh muka Lina langsung memerah karena malu, dia pikir malam ini adalah malam di mana mahkotanya akan di rebut oleh lelaki yang ia cintai, siap tidak siap ia harus siap," itu pikir Lina.
"Kami ke atas dulu ya," kata Dimas.
"Iya, Lain yang pengantin baru, maunya berdua terus," kata Alex Om nya Lina
"He, iya Om," jawab Dimas.
"Ada Titipan nggak Ma, pa?" tanya Dimas kepada mertuanya
"Mama sama Papa titip cucu yang banyak dan imut ya nak," jawab Mama mertua menggoda Lina.
"Siap ma," jawab Dimas semangat Empat lima🤣😁.
Lina dan Dimas naik kelantai atas, ia memasuki kamar yang telah di sulap menjadi sangat indah, dengan taburan bunga mawar dan dekorasi yang indah.
"Sayang," panggil Dimas.
__ADS_1
"Iya, kenapa Mas" jawab Lina.
"Aku mandi dulu ya, kamu siap-siap malam ini dan pakailah pakaian yang tidak susah untuk aku buka" kata Dimas sambil mengedipkan sebelah matanya.
blushh lagi lagi Lina malu dengan kata-kata itu, ia menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Baik, kutunggu saat itu," jawab Lina memberanikan diri.
"Baik Mas mandi dulu ya mau wangi-wangi biar kamu gak bosen nantinya," jawab Dimas menggoda Lina.
Lina hanya membalas dengan senyuman, dan dia pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.
"Aduh bagaimana ini, aku belum siap apa aku pura-pura tidur aja ya," batin Lina.
"Tapi itu dosa, mana ada seorang istri yang mau melihat suaminya menderita karena menahan hasrat," pikir Lina.
"Ah aku mandi saja lama-lama pasti nanti dimas pikir aku kenapa-kenapa dan gak jadi deh malam ini untuk ehem ehem ehem," batin Lina sambil cekikikan.
Setelah Dimas mandi, dan dia hanya menggunakan handuk sebatas pinggang.
"Nikmat tuhan mana lagi yang engkau dustakan lina," batin lina besorak. Karena telah melihat pemandangan yang sempurna di depannya, suaminya memiliki tubuh yang sempurna, dada yang bidang, perutnya yang aduhai, dan kulit putih bersih baru kali ini ia melihat tubuh pria secara langsung, "mungkin seru nanti ya bermain di perutnya"Pikir Lina sambil cekikikan membayangkannya Hihihi.
"Sayang,"panggil Dimas.
"Sayang," panggil Dimas
"Hei, kamu kenapa," panggil dimas sekali lagi, sambil melambaikan tangannya di depan wajah Lina.
"Ah iya, Kenapa Mas?" tanya Liina kikuk.
"Hayo, lagi hayalin apa hmm?" tanya Dimas menggoda.
"Nggak ada kok, aku gak ngehayal apa-apa," jawab Lina. Malu karena telah ketahuan sedang memikirkannya.
"itu kenapa pipinya merah," goda Dimas.
"Mana ada," jawab lina, sambil memegang pipinya.
"Udah Mas, aku mau mandi dulu," jawab Lina sambil berlari memasuki kamar mandi.
"Lina, Lina, ada-ada aja kamu," batin dimas.
Dimas senang karena dia bisa menikah dengan orang yang dia cintai, "Aku berjanji tidak akan menoreh luka pada Lina, dan aku berjanji, akan menebarkan senyuman indah yang terukir di bibirmu sayang," Batin Dimas.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.
__ADS_1