Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 51


__ADS_3

"Maaf Anda siapa.nSaya tidak mengenal Anda," ujar Tuan Dika.


"kenapa kalian selalu membuat aku kesal, apa salah dan dosaku sayang," ujar Rangga dengan gaya yang di buat sesedih mungkin.


"Hahaha, yaudah Ma aku ke toilet dulu ya," ujar Cika yang hampir lupa tujuannya.


Setelah beberapa menit menunggu cika dari toilet


Mereka akhirnya pulang dan langsung menuju rumah keluarga Luis.


Sesampainya di depan rumah pak satpam langsung membuka kan pintu gerbang.


"Sore Tuan" sapa Pak satpam yang bername tag Supri.


"Sore Pak" jawab Nyonya Vania.


Mobil Duan Dika dan r


Rangga telah masuk dalam bagasi, meraka masuk dan menuju ruang keluarga disana Cika dan Rangga memilih duduk di sofa panjang, sedangkan nyonya dan tuan duduk di depannya.


"Ma aku mau istirahat sambil mau mandi juga, lengket banget badan aku," ujar Cika.


"Yaudah ayo Mama antar ke kamar kamu sayang," ajak Mama Vania.


"Iya ayo Ma," balas Cika.


"Pa, Mama antar Cika ke kamarnya dulu ya." pamit istrinya.


"Iya Ma" balas Tuan Dika.


Cika dan Mama Vania berjalan menuju lantai dua, disana telah di siapkan kamar, yang tadi siang sudah di bersihkan oleh pelayan.


"Rangga, Papa mau bicara sama kamu," kata Tuan Dika.


"Iya Pa mau bicara apa," ujar Rangga.


"Kamu janji sama Papa akan jaga Cika, tidak menyakiti Cika, dan tanggung jawablah dengan dia, belajarlah mencintai Cika, lupakanlah masa lalumu sekarang masa depanmu adalah Cika," kata Papa Dika serius.


"Baik Pa, akan Rangga coba untuk menepati janji," ujar Rangga tegas.


CKamu jangan pernah menyakitinya, karena dia, kamu dan mama bisa kembali tersenyum, kebahagian akan datang kepada kita setelah kehadiran Cika kamu menegrtikan maksud papa," ujar Tuan Dika.


"Iya Pa, Rangga mengerti. Akan Rangga jaga Cika dan tidak akan pernah membuat dia teluka," janji Rangga.


"Papa pegang janji kamu," ujar Tuan Dika.


Tuan dika sudah merasa aneh dengan wajah Cika, ia merasa tidak asing dengan muka Cika, yang tuan Rangga tahu melihat wajah Cika ia melihat kemiripan dari suatu keluarga atau marga seseorang, tuan Dika yakin jika Cika bukan berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, melainkan ia seperti anak dari keluarga yang sangat terpandang.


Itulah mengapa tuan Dika berbicara seserius itu dengan anaknya, ia takut jika nanti akan ada yang mengenali Cika dan mengambil Cika dari mereka.


Setelah mengantar Cika menuju kamarnya nyonya Vania turun dan langsung bergabung bersama suami dan anaknya.


"Rangga sana kamu mandi, bersih-bersih nanti ajak Cika keliling rumah ya, biar dia tahu tempat favorit kamu di sini, ingat sebentar lagi kalian akan menikah, Mama harap kamu bisa menjaganya dan bisa mencintainya," ujar mama Vania.

__ADS_1


"Iya Ma, kalalu gitu Rangga kekamar dulu ya," jawab Rangga.


"Iya sayang" kata Mama Vania.


Rangga beranjak dari sofa dan langsung menuju kamarnya yang berhadapan dengan kamar Cika.


"Pa," panggil Mama Vania.


"Iya ma ada apa," jawab Papa.


"Pa gimana ya suatu saat nanti jika Cika kembali sama keluarga kandungnya, apa kita akan menyerahkannya begitu saja atau kita akan melakukan sesuatu?" tanya Mama.


"Kita akan melakukan sesuatu Ma jika cika kembali kepada keluarganya, bila perlu kita hancurkan keluarganya," ujar Papa.


"Tapi Pa, bagaimana nanti jika Cika telah mengetahui semuanya," ujar Mama khawatir.


Mama tenang aja ya, Cika gak bakalan ingat sama semua kejadian yang ia alami di masa lalu, bukannya Cika mengalami amesia permanen" ujar papa.


"Iya Pa, Cika mengalami amesia permanen, dan dokter bilang ingatannya tidak akan kembali," jawab Papa.


"Baguslah jika begitu tidak ada yang perlu di khawatirkan," ujar Mama.


"Hm iya Pa, yaudah yuk ke kamar. Kita bersih-bersih, capek juga seharian," ajak Mama.


"Yaudah ayo Ma," balas Papa


Semua orang berada di dalam kamarnya masing-masing, dan pastinya dengan aktivitas masing-masing.


Tokk ...


Tokk ...


Tokk ...


"Cika ini aku Rangga," panggil Rangga sambil mengetuk pintu.


"Cika," panggil Rangga sekali lagi.


Tidak ada jawaban, Rangga memegang hendel pintu dan ternyata tidak di kunci, Rangga masuk dan dia tidak mendapati Cika disana.


"Cika kamu di mana," ujar Rangga.


Tidak ada sautan dari Cika. Rangga duduk di sofa sambil menunggu Cika datang, barang kali Cika ada di kamar mandi.


Setelah itu Cika keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuknya, ia tidak menyadari jika ada Rangga di dalam kamarnya, dia berjalan sesukanya dan mengambil pakaian ganti untuknya.


Rangga yang melihat Cika hanya menggunakan handuk tubuhnya panas, ia mulai terangsang dengan melihat kaki jenjang mulus Cika, pandangan Rangga teredar ke setiap tubuh milik Cika, dan terhenti di bagian bukit kembar Cika yang bisa dibilang sangat bagus.


Cika berjalan memasuki kamar ganti dan dia bersenandung ria layaknya tidak akan terjadi apa-apa, setelah mengganti pakaian, Cika keluar dan mendapati Rangga yang tengah duduk di sofa kamarnya.


"Loh kamu udah lama ada di sini?" tanya Cika kaget.


"Hehe iya," jawab Rangga cengengesan.

__ADS_1


"Berarti kamu liat aku dong waktu lagi pake handuk aja," tebak Cika.


"Hehe iya," jawab Rangga kikuk.


"Dasar mesum banget sih," ujar Cika kesal.


"Aku gak mesum kok, cuma kamu aja yang gak nyadar ada aku di sini malah asik nyanyi-nyanyi gak jelas gitu," ujar Rangga tidak mau kalah.


"Ya kamu kan bisa keluar sebentar," kesal Cika.


"Gak nannggung mau keluar udah liat juga, kalo aku liat kedua kalinya baru aku dosa" ujar Rangga.


"Terserah kamu aja, awas aja punya pikiran mesum nantinya," peringat Cika.


"Nggak bakalan kok, nanti aku mesumin kamu pas udah halal aja," goda Rangga.


"Itu ma maunya kamu," balas Cika.


"Eh iya ngapain kamu ke sini?" tanya Cika.


"Mau tidur sama kamu," jawab Rangga ngasal.


"Oh boleh kok," ujar Cika menunjukkan senyum devilnya.


"Haa serius," jawab Rangga kaget.


"Ya nggaklah, mana mau aku tidur sama kamu sebelum halal," tegas Cika.


"Hehe, kirain tadi mau," jawab Rangga cengengesan.


"Yaudah aku tadi tanya kamu ngapain ke sini," ujar Cika.


"Aku mau ajak kamu keliling rumah, nanti kan bakalan jadi nyonya muda Luis jadi kamu harus tau tempat tempat favorit aku," ujar Rangga.


"Yaudah kalo gitu kita jalan sekarang," ajak Cika.


"Ayo," jawab Rangga.


Rangga dan Cika berjalan keluar kamar dan langsung menuju ke bawah, karena Rangga akan mengajaknya keliling mension yang sangat besar, ia akan memulainya dari bawah sampai nanti ke rootoff.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.


Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.


SalamManis♡.

__ADS_1


__ADS_2