Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 83


__ADS_3

"Biar Rangga aja Ma yang nyetir," jawab Rangga.


"Nggak, sini kunci mobil, Biar Mama aja yang nyetir," tolak Mama Vania.


"Tapi Ma," ujar Rangga.


"Berikanlah sama Mama kamu," ucap Tuan Dika.


Rangga pasrah, ia langsung saja memberikan kunci mobil yang ia dan papanya pakai. Vania langsung duduk di kursi kemudi dan yang lainnya di kursi penumpang.


Vania yang mengambil alih kemudi, Dika duduk di samping Vania.


"Semuanya sudah siap," ujar Vania.


"Siap," jawab semuanya serentak.


Vania langsung melajukan mobil dengan kecepatan tinggi, hal ini pula yang membuat lagi dan lagi Rangga kaget akan kemampuan yang dimiliki mamanya.


"Seberapa banyak hal yang tidak aku ketahui tentang mama ku sendiri, aku harus lebih banyak belajar darinya," batin Rangga.


Semuanya sudah paham akan kemampuan yang Vania miliki, mereka hanya bisa diam saja jika Vania sudah mengambil alih semuanya.


Satu jam perjalanan menuju tempat dimana Veli di sekap, semuanya takjub akan kemampuan Vania saat membawa mobil, ia sangat tahu dimana tempat yang tepat untuk memotong.


Semuanya telah sampai di hutan, untuk menuju rumah tempat Veli di sekap mereka harus melewati hutan lebat yang hanya bisa di lalui oleh jalan kaki.


"Ayo turun semua," ucap Vania.


"Apa kita sudah sampai Ma?" tanya Rangga.


"Belum, kita masih harus berjalan menuju ke dalam sana," ujar Mama Vania sambil menunjuk jalan setapak.


"Ayo semuanya, jangan ada yang lengah, lihat keadaan sekitar, karena setiap jalan pasti ada hal yang berbahaya, dan kamu Rangga! ikuti intruksi yang di berikan," jelas Vania.


Semuanya mengangguk mengerti, mereka semua telah berjalan memasuki hutan lebat.


Waktu yang ditempuh menuju rumah tersebut diperkirakan memakan waktu tiga puluh menit.


Vania dan yang lainnya berjalan bersama-sama, ada yang berjaga-jaga dari belakang dan ada juga yang di depan.


"Awas Ma!" teriak Rangga.


Rangga dengan cepat menarik tangan mamanya ke arah yang berbeda, ia langsung saja menembak seseorang yang tadinya ingin melukai Mama Vania.


Sebenarnya Vania telah mengetahui itu, ia sengaja melihat siapa yang paling fokus pada keadaan sekitar, ternyata hanya Rangga yang fokus.


Duar ...


Tembakan yang di lontarkan Rangga tepat mengenai syaraf kaki, ia tergeletak.


"Hampir aja Ma," ucap Rangga.


"Kamu hebat," ujar Mama Vania.


Semuanya kaget, mereka tidak mengetahui jika di sekitar banyak sekali bahaya ya g mengintai.

__ADS_1


Perjalanan di lanjutkan, kali ini tidak ada tanda-tanda adanya orang di sekitar.


"Bagaimana ini, apa di sini benar-benar tidak ada," ujar Tuan Kenz.


"Sebenarnya hanya satu orang tadi yang di perintahkan oleh orang yang menyekap Veli, kita sebentar lagi samapi, semuanya harap memepersiapkan apa yang akan di lakukan, karena untuk kali ini kita juga akan mengahadapi mafia muda yang bisa di bilang sangat lihai dalam menyusun rencana," ujar Vania.


"Dimana Mama bisa mengetahui hal ini," ujar Rangga.


"Ini sangatlah mudah Rangga untuk seorang mantan mafia," celetuk papa Dika.


"Aku saja tidak menyangka jika kamu masih lihai dalam hal ini," ujar Dimas.


"Apa kamu mengetahui siapa yang menculik Rangga?" tanya Tuan Kenz.


"Iya saya mengetahui siapa dia, dia perempuan," jawab Vania.


"Apa kamu tidak memebohongi Ku, kami saja hanya bisa mengetahui tempatnya dan untuk siapa yang menculik pun kami tidak tahu," ujar Tuan Kenz.


"Kamu lihat saja nanti siapa wanita tersebut, jangan kaget jika sudah mengetahui nya," ucap Mama Vania.


Mereka telah sampai di suatu rumah yang bisa di bilang masih layak huni, tempat yang sangat besar tersebut di jaga oleh para anak buah.


"Banyak sekali penjaganya," ujar Rangga.


"Begitulah jika bekerja sebagai seorang mafia," ujar Mama Vania.


"Semuanya pasang erpohone, sebagain ke barat dan sebagian lagi keselatan, aku akan ke utara," ujar Vania.


"Aku temenin Mama," ujar Rangga.


"Sudahlah Rangga, kamu yakin saja jika Mama bisa mengatasi semuanya," ujar Papa Dika.


"Baiklah, semuanya cepat berpencar," ujar Mama Vania.


Mereka menganggukan kepala tanda iya, Vania telah masuk dan langsung saja menerima serangan dari berbagai arah.


Vania dengan secepat kilat menggunakan senjatanya, ia sangat lihai menghitung kecepatan yang di lakukan oleh musuh, dengan kecepatan tangan dan kelihaian melihat gerak-gerik lawan, semuanya telah gugur dalam permainan.


"Hanya segini dia bisa menyewa orang ini," batin Vania.


Vania langsung saja menuju dimana tempt Rangga di sekap, di sepanjang jalan, ia harus melakukan aksi tembak kepada lawan yang muncul dari berbagai arah.


Rangga dan Papa Dika telah menyelesaikan penjagaan di luar, begitu juga dengan Tuan Dimas dan Tuan Kenz.


Mereka semua telah masuk, dan langsung mencari tempat dimana Rangga di sekap


"Wow, bagus juga permainan mereka," ujar Wanita tersebut.


Vania telah menuntaskan satu persatu musuh yang mengincarnya, sekarang ia telah berada di tempat Rangga di sembunyikan.


"Keluar kau wanita iblis!" teriak Vania.


Mereka semua mendapat sinyal dimana Vania berada, semuanya langsung menuju tempat dimana Vania berada.


Prok ...

__ADS_1


Prok ...


Prok ...


Terdengar suara tepuk tangan dari arah atas, Vania menoleh dan ia tersenyum sinia melihat wanita yang ingin bermain dengannya.


"Permainan yang sangat liar biasa Nona," ujar wanita tersebut.


"Hai Nona, bagaimana kabar kamu," ucap Vania.


"Aku sangat baik," jawab Wanita iblis.


Rangga dan yang lain telah sampai dimana Vania berada.


"Mama," panggil Rangga.


Mama Vania menoleh kearah panggilan Rangga, ia memberi intruksi kepada semuanya untuk berpencar.


"Semuanya berpencar!" teriak Mama Vania.


Mereka kaget dengan teriakan yang di lontarkan Vania.


Semuanya berpencar dan mengambil posisi masing-masing.


"Selamat menikmati permainan," ujar Wanita tersebut.


Mereka mendapat serangan sangat mendadak, semuanya dengan secepat kilat mengarahkan tembakan tepat sasaran, satu persatu semuanya runtuh, Vania langsung berlari menuju tempat di mana Rangga di sembunyikan.


"Berhenti di sana atau dia mati," ujar Wanita tersebut kepada Vania.


"Jangan pernah menghalangiku," ucap Vania meniggikan intonasinya.


"Hahaha."


Dengan kecepatan kilat, Vania langsung mendekat ke arah Wanita tersebut, ia langsung memelintir tangannyan, dan mengambil pistol yang ia pegang.


"Aku sangat menyukai cara kamu bermain, tapi tidak dengan cara ini," ujar Vania.


"Aku sudah mengetahui cara kamu bagaimana selama berbisnis mafia, aku hanya mengingatkan pekerjaan mafia itu kejam, tapi harus tahu cara kamu bersikap," jelas Vania.


Vania membuka masker yang digunakannya, ia mengetahui jika itu Lisa, iya Lisa teman masa kecil Veli.


Tuan Kenz kaget saat melihat siapa wanita yang berani menculik anaknya. Ia sangat tidak menyangka jika itu Lisa.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman teman.


SalamManis♡.

__ADS_1


__ADS_2