
Rendy membawa pulang mobil baru berwarna silver. Ia memarkirkan mobil barunya di lobby apartemen.
Ia ke luar dari dalam mobil dan melangkah menyusuri koridor apartemen miliknya. Bukan rasa senang yang ia dapat, tapi rasa malu yang lebih mendominasi hatinya.
Ceklek!
Rendy membuka pintu apartemen.
“Udah pulang, Pa?” tanya Meli.
Rendy tidak menjawab, ia duduk dan menyenderkan punggungnya di sofa.
Meni pergi ke dapur untuk membuatkan teh manis hangat untuk suaminya.
“Minum dulu, Pa.”
Meli memberikan teh manis pada Rendy.
“Makasih, Ma.”
Rendy mulai meminum teh manis itu.
Meli mulai memperhatikan raut wajah suaminya. Ketika ia mulai melihat suaminya tenang, Meli mulai kembali menanyakan apa yang sedang terjadi pada suaminya.
“Sebenarnya ada apa, Pa? Mama khawatir,” ucap Meli.
Rendy menatap wajah Meli dengan intens, matanya mulai berkaca tatkala ia hendak bercerita pada Meli.
“Papa malu, Ma.” Air bening itu menetes, “Rasa benci Papa dibalas dengan segala kebaikan dari keluarga Reynand.”
“Maksud Papa gimana?”
Meli menyipitkan mata.
“Ternyata, selama ini Bu Nadin sudah tau kalau dulu Papa pernah menolak anaknya, bahkan Papa membanding-bandingkan Reynand dengan Alexy yang seorang dokter kaya raya. Padahal, Rey lebih kaya dari Alexy. Papa malu, Ma. Apalagi, hari ini Papa mendapatkan ini dari Bu Nadin.”
Rendy memberikan kunci mobil baru pada Meli.
“Ini kunci apa?” tanya Meli heran.
“Mobil baru, Ma.”
Air mata itu tak kuasa terbendung.
Meli pun tidak dapat bicara, ia hanya duduk mematung di depan suaminya.
“Papa kira, Bu Nadin akan memecat Papa dan membatalkan pernikahan putri kita. Ternyata Papa salah, mereka membalas kejahatan Papa dengan segala kebaikan. Apartemen ini juga Rey yang membelikan. Papa malu, Ma!” Rendy kembali menangis.
“Sakit hati bisa sembuh dengan seiring waktu ya, Pa? Tapi rasa malu? Apakah dapat hilang dengan seiring waktu?”
Rendy tidak menjawab apa pun.
“Sudahlah, Pa. Mungkin ini pelajaran untuk kita. Sebenci apa pun terhadap seseorang, baiknya kita tidak membalas menyakiti orang lain.”
***
Rey masih sibuk dengan jadwal penerbangannya. Ia membagi waktunya untuk mempersiapkan acara pernikahannya esok hari.
“Bro, semua sudah siap. Gue yang jadi Pilot untuk penerbangan ke Tokyo.”
“Beneran? Bang El yang jadi Pilotnya?” tanya Rey memastikan.
“Iye! Masa lu yang jadi Pilotnya? Nanti yang jadi pengantin cowoknya gue dong, bukan lu?” goda Elang.
“Ish!”
“Hahaha ... Gue becanda!” Elang menepuk pundak Reynand, “Sampai ketemu esok di penerbangan penuh cinta ya, Bro?”
Rey tersenyum.
“Udah, balik sono! Nikmatin hari terakhir status lajang lo! Esok lo udah ganti status menjadi seorang suami!”
Elang kembali terkekeh, ia terus menggoda Reynand yang akan melepas masa lajangnya di usia dua puluh satu tahun.
Rey hanya tersenyum.
Kebahagiaan telah menutupi seluruh ruang hati Reynand. Di mana esok hari ia akan berstatus suami, dari seorang wanita yang dari dulu ia cintai. Rendy juga sudah jauh lebih melunak, walau kata restu belum terucap dari bibir lelaki paruh baya itu.
Kursi penerbangan pun sudah dipesan jauh-jauh hari. Sekitar sepuluh kursi pesawat yang telah dipersiapkan, untuk para saksi pernikahan mereka yang akan dilakukan di atas pesawat. Cara unik itu mereka persiapkan dengan detail, sebagai kenangan indah di usia senja mereka.
__ADS_1
Ddrrrttt!
Ponsel Rey bergetar.
[Sayang, siang ini kita ke butik dan ke toko mas, kan? Kalau kamu tidak bisa, biar aku yang ambil sendiri, takut tidak keburu.]
Pesan dari Jovanka
[Iya, ini aku lagi meluncur ke apartemenmu, Sayang.] balas Reynand.
Jo memang sudah tidak kost lagi. Ia memilih tinggal di apartemen dengan kedua orang tuannya. Tidak berselang lama, mobil Reynand sudah sampai di lobi dasar apartemen. Ternyata, Jovanka sudah menunggu Rey di sana, ia menghampiri mobil Reynand.
“Udah dari tadi, Sayang?” tanya Rey sambil membuka pintu mobil.
“Barusan, setelah kamu balas pesan dari aku,” ujar Jovanka yang langsung masuk ke dalam mobil.
“Baiklah, kita mau ke butik atau ke toko mas dulu?” tanya Rey.
“Ke toko mas dulu, takut keburu tutup.”
Akhirnya mobil meluncur dengan kecepatan tinggi ke toko mas. Mereka pun mengambil sepasang cincin dan satu set perhiasan yang berupa, kalung, liontin, gelang dan giwang untuk seserahan Jovanka, lalu kembali ke dalam mobil.
“cincinnya cantik ya, Sayang?” ujar Jovanka.
Rey hanya tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah calon pengantinnya.
Mobil itu kembali melesat menuju butik. Di sana mereka tinggal mengambil pesanan baju pengantin, yang sudah mereka pesan dari beberapa bulan yang lalu.
“Dicoba dulu, Mbak Jo. Takut ada perubahan ukuran bentuk tubuh,” ujar Dian, Sang Desainer.
Jo dan Rey kembali mencoba baju pernikahan mereka. Jo dengan gaun putihnya, sedangkan Rey dengan tuksedo berwarna hitam.
Semuanya sudah pas di badan, tidak ada yang harus diperbaiki. Mereka berlalu pergi dari butik setelah mengambil pesanan baju pernikahan itu.
Kenapa baju pernikahan mereka hanya dipesan satu doang? Karena pernikahan akan dilaksanakan di pesawat terbang, jadi cari simpelnya bukan banyaknya.
.
Malam pun telah tiba. Semua orang telah bersiap untuk menghadiri acara pernikahan Reynand dan Jovanka.
Rey mempersiapkan beberapa baju ganti, karena selama dua minggu ke depan, mereka akan berbulan madu di Japan menikmati musim gugur di bulan ini.
“Kok ngomongnya gitu?”
Rey menyipitkan mata.
“Nana takut, Abang gak perhatian lagi sama Nana, karena Abang udah punya istri. Jadi Nana dicuekin!” keluhnya.
Rey tersenyum lalu memeluk adiknya, “Na, nanti juga Nana akan berumah tangga. Tuh, Vicky sudah siap untuk melamar Nana,” goda Rey sambil memeluk adik kembarnya.
“Idih! Apaan sih, Bang! Nana mau kerja dulu!” ketus Rhiena.
Rey dan Nadin tertawa.
“Ya sudah, Nana mau tidur, buat perjalanan besok,” ujar Rhiena yang berlalu masuk ke dalam kamar.
“Rey?” ujar Nadin.
“Iya, Ma?”
“Adikmu itu cemburu. Wajarlah, diakan manja sama kamu. Nana takut tersaingi sama istrimu, karena perhatianmu nanti terbagi,” ujar Nadin.
“Iya, Ma. Rey ngerti. Apalagi, Rey kan bisa menjadi sosok apa aja buat Nana. Rey akan selalu memperhatikan kalian. Ingatkan Rey seumpama lupa ya, Mam?” ujar Reynand.
Nadin tersenyum.
“Semoga bahagia ya, Nak? Esok, kamu akan menjadi seorang suami, jaga istrimu baik-baik, jangan pernah melukai hatinya,” pesan Nadin berurai air mata.
Rey langsung mendekap Nadin. Ia tahu, Nadin sedang mengingat pengkhianatan Reyfan pada dirinya waktu lalu. Walau sudah lama, rasa sakit itu tetap membekas dalam hati Nadin hingga kini.
Seiring berjalannya waktu, rasa sakit itu mulai terobati, hanya tetap masih membekas dalam benaknya. Melihat anak-anak tumbuh dewasa, bahkan telah menjadi seorang Pilot. Ada kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri untuk Nadin. Ia telah sukses menjadi Singel Mom untuk kedua anak kembarnya.
“Mama enggak usah mengingat masa lalu. Ada Rey, Nana dan nanti ada Jovanka yang menyayangi Mama. Kami ada buat Mama!” kecupan hangat meluncur di kening Nadin.
“Makasih, Sayang!”
Nadin semakin erat memeluk Reynand.
***
__ADS_1
Di sisi lain ada Jo dengan keluarganya yang sama-sama sedang mempersiapkan untuk esok hari.
Tok ... Tok ... Tok ....
Pintu kamar Jovanka diketuk.
“Masuk!” jawab Jo dari dalam kamar.
“Mama? Papa?” ucap Jo ketika melihat Papa dan Mamanya masuk dalam kamar Jovanka.
Senyuman pun meluncur dari bibir Rendy dan Meli.
“Nak, esok hari kamu akan menjadi seorang istri. Pesan Papa, jadilah istri yang baik seperti Mama. Ia tetap lembut, walau menghadapi Papa ketika marah,” ujar Rendy.
“Iya, Pa. Jo akan ikuti nasehat Papa,” jawab Jovanka.
“Nak, setelah kamu berumah tangga. Jangan lupain kami, ya?” ujar Meli dengan mata berkaca.
Jo memeluk Meli, “Iya, Ma. Jo tidak akan melupakan Mama dan Papa. Jo pasti akan sering ke rumah ini.”
Jo, Meli dan Rendy berpelukan sebelum melepas putri mereka yang akan menjadi seorang istri dari lelaki yang bernama Reynand Adam. Tuntas sudah, tanggung jawab Rendy dan Meli menjaga putri mereka. Esok, Jovanka sudah menjadi tanggung jawab suaminya.
***
Pesawat G*ruda Indonesia dengan kode penerbangan GA828 menjadi saksi atas bersatunya dua insan yang saling mencintai. Pada pukul 07.45 AM pesawat itu akan diberangkatkan dari Jakarta menuju Tokyo, salah satu bandara di Japan.
Hanya keluarga terdekat yang menjadi saksi dalam pernikahan ini. Ada sepuluh kursi yang mereka pesan, karena harus mengurus visa penerbangan dari jauh-jauh hari, cukup lama juga mereka mengurus untuk hal ini. Hingga akhirnya, waktu itu datang dan pesawat pun telah terbang menuju Tokyo-Japan.
Kini pesawat sudah ada di ketinggian beberapa ribu kaki dari atas permukaan laut. Acara sakral pun akan segera dimulai.
Iringan lagu Perfect yang dinyanyikan Ed Sheeran semakin menambah syahdu pesta pernikahan ini. Mereka berjalan di atas lorong pesawat menuju ke bagian depan, dengan menggenggam buket mawar putih.
Jo dan Reynand telah berhadapan. Jo tampil cantik dengan gaun pengantin berwarna putih, sedangkan Rey terlihat tampan dengan tuksedo warna hitam. Pesawat itu seketika menjadi hening, suara napas dan detak jantung yang semakin kencang ketika Reynand dan Rendy saling berhadapan.
Acara pun dimulai. Ikatan janji suci akan di saksikan oleh keluarga, kerabat, para penumpang dan kru pesawat terbang.
Sebagai Pilot, Elang pun ambil bagian dalam resepsi pernikahan ini. Ia bertugas memimpin upacara pernikahan dari dalam kokpit.
Rendy---papa dari Jovanka yang bertindak langsung menjadi wali nikah putrinya sudah bersiap. Tangan keduanya pun berjabat setelah mendapatkan arahan dari penghulu yang bertugas menikahkan.
"Sudah siap, Pak?" tanya penghulu yang dibarengi anggukkan dari Rendy.
Doa pun terpanjat dan acara ijab dimulai.
"Saya nikahkan engkau, Reynand Adam bin Reyfan Adam dengan putri saya, Jovanka binti Rendy dengan mas kawin seperangkat alat salat dan uang USD 70.000 dibayar, tunai!"
"Saya terima nikahnya Jovanka binti Rendy dengan mahar tersebut, tunai!" ucap Reynand dengan mantap penuh keyakinan.
Kata 'sah' pun meluncur dari orang-orang yang berada di kapal. Rasa haru, bahagia dan sedih menyelimuti kedua keluarga yang kini telah bersatu. Ucapan-ucapan mereka menjadi doa yang baik untuk kedua mempelai yang kini telah sah menjadi suami istri dengan simbol sepasang cincin nikah yang telah tersemat pada jari mereka.
...°•TAMAT•°...
Season 2 telah selesai.
Spesial thank's for : Allah SWT.
* Pihak Manga/Novel toon
* Emak On Line Ane (Mak Rini, Mak Citra R.B, Mak Endang)
* Admin GC ane, Neisya, Rhara, Suci dan Putra.
* Seluruh reader yang udah vote, komen, like atau yang hanya baca, hatur nuhun.
* Kawan-kawan di Facebook yang selalu mensuport.
Makasih untuk dukungan dan doa dari kelen semua😁🙏 see you next time✌
Lampung, 12 September 2020
__ADS_1
Dareen Naveen (Boezank **.)