My Love Teacher

My Love Teacher
MLT 1


__ADS_3

Suasana pagi hari ini sangat cerah,di luar sana sudah banyak manusia yang melaksanan aktifitas nya masing-masing, disini lain seorang gadis cantik terlihat sedang berlari dengan tergesa-gesa, ia juga sesekali melihat ke arah pergelangan tangannya yang melingkar jam tangan berwarna hitam, kulitnya yang putih terlihat sangat kontras dengan jam tangan yang ia kenakan.


"Ahhh sial banget sih gue ni hari,plis kaki gue yang cantik cepetan dikit dong." gerutu gadis tersebut.


Tidak lama berlarian,gadis itu sudah sampai di depan gedung SMA Darmawangsa yang bisa di pastikan itu adalah sekolahnya, namun sayangnya pagar sekolah tersebut sudah tertutup, nampaknya takdir tak berpihak pada gadis tersebut, ia berdiri sambil menormalkan kembali nafasnya yang ngos-ngosan,ia tampak berfikir bagaimana cara ia bisa masuk ke dalam sekolah.


...***One taught me love...


...One taught me patience...


...And one taught me pain...


...Now, I'm so amazing...


...Say I've loved and I've lost...


...But that's not what I see...


...So, look what I got...


...Look what you taught me...


...And for that, I say...


...Thank you, next (next)...


...Thank you, next (next)...


...Thank you, next...


...I'm so fuckin' grateful for my ex...


...Thank you, next (next)...


...Thank you, next (next)...


...Thank you, next (next)...


...I'm so fuckin***'...


Pikiran gadis tersebut buyar seketika, saat ponselnya berdering dengan musik dari Ariana grande thank you next, dengan malas ia pun menggeser tombol berwarna hijau ke atas untuk menjawab panggilan yang bernamakan 'Delsa kebo'.

__ADS_1


"Bilaa! lo nggak sekolah? lo sakit? sakit apa? " sontak Nabila menjauhkan telinganya dari ponsel saat mendengar pertanyaan yang bertubi-tubi tersebut apalagi dengan suara yang super duper cempreng.


"Gila lo ya, telinga gue bisa budek cuma denger bacotan lo tau nggak?" kesal Nabila.


Ya dia adalah Nabila Qirani Airin, gadis cantik dengan rambut panjang yang hitam,kulit putih, sepasang mata yang indah,alis tebal, hidung mancung,bulu mata lentik dan bibir tipis yang merah alami, walau tercipta dengan fisik yang nyaris sempurna tetapi yang namanya kekurangan pastilah ada,tidak ada yang sempurna di dunia ini termasuk Nabila walau unggul dalam fisik tetapi ia sama sekali tidak berbakat dalam pengetahuan, otaknya sangat pas pasan, serta di balik keanggunan paras nya terdapat sifat yang petakilan, humoris,tidak mengenal kata kalem dan bobroknya yang telah mendarah daging. oke back to story


"Lo di mana pe'a ini udah jam masuk," ujar gadis di seberang sana, terdengar helaan nafas sebelum menjawab pertanyaan tersebut.


"Gue telat lagi,ni gue lagi di depan gerbang,"balas Nabila lesu.


"Gila lo bil, sumpah ya ni anak lo niat sekolah nggak? pasti gara gara drakor nggak jelas lagi." tebak Delsa,yang merupakan sahabat Nabila dari orok,dan sialnya tebakannya benar.


"yaiyalah, drakoran itu adalah hal yang wajib bagi gue, intinya udah bagaikan nafas bagi hidup gue." jelas Nabila.


"yaudah terserah lo dah,gue nggak peduli, cepetan masuk sini sebelum guru baru masuk." ujar Delsa, Nabila yang mendengar hal itu sangat senang, berarti pak Dodi guru matematika yang galak itu udah keganti dong batinnya dalam hati.


"Yaudah doakan sohib sejati lo ini, doakan agar selamat sampai tujuan." balas Nabila sedikit mendramastis.


"Dihhh najis! " umpat Delsa lalu memutuskan panggilan secara sepihak.


Sedetik kemudian ide jenius muncul di otaknya


"Gila pinter juga otak gue." ujar Nabila,lalu menjalankan aksinya, Nabila berjalan mengendap-endap menuju belakang sekolah, rencananya saat ini masuk dengan memanjat pagar belakang sekolah, dengan lincah Nabila memanjat dan sebentar lagi sampai.


"Akhirnya masuk juga gue,"kata Nabila seraya membersihkan telapak tangannya.


"Siapa disana!"


Deg!


Nabila melihat sekilas ke arah suara bariton tadi,dan sial! dia melihat sosok pria yang memakai baju dinas.


"****** lo bil,pak siapa sih itu kok gue nggak pernah liat,ahh kabur aja." rutuk Nabila dalam hati,lalu mengambil langkah seribu menjauhi pria itu yang sedang memasang ekspresi datarnya.


...skip kelas...


Nabila memasuki ruangan dengan tulisan XII IPA 3 yang menempel di pintu,lalu dengan santai berjalan ke arah Delsa karena mereka adalah teman sebangku.


"Syukur deh gurunya belum masuk,gue harus berterimakasih kayaknya." ujar Nabila setelah merebahkan diri di kursi sebelah Delsa.


"Makanya,kalo malam tu tidur jangan aneh aneh." mulai lagi sahabat nya yang satu ini berceramah, Nabila yang sudah biasa hanya mengangguk angguk pertanda mendengarnya.

__ADS_1


"Eh Del,tau nggak tadi itu gue hampir ketahuan ****,gila sih mudah mudahan tu guru nggak nandain muka gue." Delsa yang mendengar berita sedikit menarik dari sahabatnya itu pun menoleh.


"Demi apa!! ,lo liat muka nya nggak? " ujar Delsa histeris.


"suttttttt, yaampun Delsa suara lo bisa diundur nggak?! " kesal Nabila "nggak gue nggak sempat liat mukanya yang jelas laki laki." sambung Nabila lagi, belum sempat Delsa bertanya lagi,sosok pria tampan berusia 20 tahunan membuyarkan perhatian seluruh kelas.


"selamat pagi semua, perkenalkan nama saya Alvaro Adhitama sebagai pengganti guru matematika kalian pak Dodi,ada yang ingin di pertanyakan?." ujar pria tersebut dingin dengan ekspresi yang datar.


"gila ganteng banget"


"yaampun kalo modelan gini jadi guru matematika mah gue rela setiap hari belajar matematika mulu"


"baru kali ini gue semangat belajar matematika"


"nikmat mana lagi yang kau dustakan"


"yaampun gue mau pingsan"


"KYAAAAAAAAA! ini bener kan? bukan mimpi kan?"


Bukannya menjawab,para siswi hanya sibuk berbisik bisik dan menjerit tertahan, bahkan orang cueknya kelas XII IPA 3 sampai terpana melihat sosok pria yang sedang duduk santai di depan,sekuat itukah pesona seorang Alvaro?.


"baiklah jika tidak ada,kita mulai pembelajaran hari ini." putus Alvaro,lalu membuka buku dan siap memulai pembelajaran.


"Bil, ganteng banget loh bil,nggak kalah sama cogan korea lo juga." ujar Delsa yang juga terkena pesona seorang Alvaro.


"sembarang lo,nggak ada yang sebanding sama jichanwook gue." sela Nabila tidak terima.


"serah dah,gue pilih pak varo aja, gue lebih cinta yang lokal." ujar Delsa lagi.


"Ganteng sih, ganteng banget pokoknya, tapi kok serem yah ihh" batin Nabila bergidik ngeri, menyadari tingkah aneh sahabatnya Delsa pun memilih bertanya.


"Napa lo? kebelet kencing lo?" tanya Delsa seraya menampilkan ekspresi anehnya.


"apasih,nggak ada!" jawab Nabila.


Seiring berjalannya waktu,tiba tiba di tengah pembelajaran mata tajam Alvaro melirik ke arah Nabila dan sialnya Nabila juga sedang melihat kearahnya, mata Alvaro terlihat sedang menatap Nabila seolah meneliti, Nabila yang tidak mengerti hanya memasang ekspresi menantangnya sambil menaikkan satu alisnya dengan maksud 'Ada yang salah?' setelah itu Alvaro mengalihkan pandangannya kembali ke arah buku.


"Cihhh orang aneh"


"Dia gadis tadi kan?"

__ADS_1


Batin kedua bersamaan.


__ADS_2