
Cyra melepas ciumannya, ditatapnya Aroon dengan tatapan yang mendalam. "Aku mencintaimu Aroon." ucapnya. Aroon masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya.
Lagi - lagi Cyra mencium bibir suaminya. Dan kali ini sangat lama. "Aku milikmu seutuhnya." ucapnya dengan suara parau.
Aroon masih terdiam dengan tubuhnya yang basah akibat guyuran shower. Cyra merasa kecewa dengan respon suaminya yang hanya diam. Ya tuhan apakah perasaannya padaku telah berubah karena terlalu lama menunggu pikir Cyra. Aku tidak siap jika ternyata ia sudah tidak mencintaiku lagi. Apakah dia menolakku karena sudah ada cinta yang baru. Berbagai macam prasangka bersliweran di pikiran Cyra. Dengan tubuh yang sudah basah kuyub, ia mundur beberapa langkah dan bersiap membalikkan badannya. Pergi dari situ adalah keputusan yang paling baik putusnya.
Tiba - tiba Aroon menyambar tangannya dan menariknya dalam pelukan. Cyra terkejut dan hampir jatuh tapi tangan kekar milik suaminya siap menahan tubuhnya. Tangan Aroon yang satunya menarik tengkuk Cyra dan dengan secepat kilat mencium bibir istrinya.
"Hmmm.. Hmmm.. Hmmm.."
Cyra kewalahan mengimbangi permainan bibir Aroon.
Aroon membenturkan tubuh istrinya ke dinding kamar mandi sambil terus ******* bibir Cyra tanpa ampun.
"Hmmpphhfff.. Hmmpphhff." Cyra hampir kehabisan napas. Dengan cepat Aroon menarik bibirnya. Ia menyatukan keningnya. Napasnya mereka terengah - engah.
"Bernapaslah." perintahnya dengan suara serak.
"Kau tidak memberiku kesem___." belum sampai Cyra menyelesaikan perkataannya Aroon lagi - lagi sudah kembali mencium bibir istrinya. Ia semakin berani dengan memainkan lidahnya di sana. Cyra tampak terkejut dengan hal baru seperti itu tapi ia segera menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh suaminya.
Aroon tiba - tiba mengangkat tubuh Cyra tanpa melepaskan ciuman mereka. Mereka begitu menikmati hingga yang terdengar hanya suara gemeretak gigi dan lenguhan. Dengan spontan Cyra mengaitkan kakinya ke pinggang suaminya. Aroon mendudukkannya di wastafel. Dan melepas ciumannya.
"Cyra. Aku.. Aku terlalu bahagia. Maaf jika aku menyakitimu." Aroon mengusap bibir istrinya yang memerah akibat ciuman dan gigitan - gigitan kecilnya.
"Sssttt." Cyra menaruh telunjuknya di depan bibir Aroon. Ia menggelengkan kepalanya. "Kau tidak menyakitiku. Aku menyukainya." Cyra mencium lembut bibir Aroon dengan sekilas.
"Benarkah yang kau katakan itu. Bisakah kau mengulanginya. Aku ingin terus mendengarnya."
Cyra tersenyum, ia menangkupkan kedua tangannya di pipi Aroon. Ia menatap jauh ke dalam mata suaminya. "Aku mencintaimu Aroon suamiku. Sangat mencintaimu. Penjarakan aku ke dalam cintamu. Please." ucap Cyra dengan lembut.
Aroon tersenyum. "Kalau sudah masuk dalam penjaraku kau tidak akan bisa keluar. Aku sangat mencintaimu Cyra."
"Aku tidak berniat untuk keluar sayang." goda Cyra. Ia mengerlingkan matanya dengan nakal.
Aroon menatap Cyra dengan tatapan sayu. "Aku.. Aku menginginkan lebih. Bolehkah?" tanyanya dengan hati - hati. Ia takut jika Cyra masih trauma dengan kejadian waktu penculikan oleh sebab itu ia melakukannya dengan hati - hati.
__ADS_1
Cyra tersenyum. Ia mendekat ke telinga Aroon sambil membisikkan sesuatu. "Boleh, lakukan sesukamu. Bukankah kau sudah tidak mengenakan apa - apa." Cyra mencium leher Aroon dengan lembut.
Tangan Aroon meraba leher Cyra yang jenjang. Ia mulai mencium leher putih istrinya. Cyra merasakan sesuatu yang aneh, geli tapi candu.
"Aroon."
Aroon terus melakukan aksinya dengan jari jemarinya yang mulai membuka kancing baju istrinya satu persatu hingga dengan cepat ia membuangnya ke sembarang tempat. Aroon terkesima melihat tubuh Cyra. Kedua bukit kembarnya yang menggoda. Walaupun pernah merasakan tapi karena pengaruh obat Aroon tidak bisa menikmatinya.
Melihat suaminya memandangi tubuhnya tanpa berkedip Cyra merasa malu hingga menyilangkan kedua tangannya untuk menutupi bukit kembarnya.
"Boleh?" lagi - lagi Aroon meminta ijin. Suaranya yang parau itu justru terasa seperti memohon. Dengan pelan Cyra mengangguk. Perlahan Aroon menyingkirkan tangan Cyra yang menghalangi jalannya untuk menikmati setiap keindahan yang ada di tubuh istrinya.
"Aacchhh..." teriak Cyra. Tangannya berusaha menyingkirkan lidah Aroon yang sedang bermain dengan pucuk bukit miliknya. Ia merasakan gelenyar yang aneh. Terasa geli yang merambat ke sekujur tubuhnya. Aroon mengabaikan dan terus bermain di sana. Sudah lama ia tidak menikmati hal itu sejak kematian istrinya.
"Aaacchh.. Aroon.."
Aroon menghentikan aksinya. Ia memandang ke arah Cyra yang pandangannya sudah tidak fokus. Ada rona kecewa kenapa suaminya menghentikan aksinya itu.
Aroon berlahan menggendong tubuh Cyra dan membawanya ke atas tempat tidur.
Entah kenapa setiap kali Aroon meminta ijin ia tidak kuasa menolaknya. Suara meminta itu seperti sihir baginya.
Aroon mulai menjelajahi setiap inchi dari tubuh istrinya tanpa terlewatkan. Ciuman, gigitan bahkan sapuan lidah juga ia lakukan. Ia tidak mau kenikmatan itu terlewatkan satu inchi pun.
Cyra memejamkan mata. Ia seperti di manja oleh suaminya. Kenikmatan ini belum pernah ia rasakan bahkan saat pertama kali Aroon melakukannya saat penculikan. Kali ini Aroon melakukannya begitu lembut. Hingga tanpa terasa Aroon berhasil menghilangkan penghalang milik pribadi Cyra dan membuangnya ke bawah. Cyra seakan tersadar dan tersentak.
"Jangan." tolaknya. "Aaku malu." ucap Cyra dengan wajah merah padam.
"Hei kenapa malu? Aku suamimu."
"Sakitkah?" tanya Cyra lirih.
"Aku janji tidak akan sakit seperti waktu itu Cyra. Aku akan buat kamu senyaman mungkin." Aroon mencium kening Cyra, lanjut di kedua matanya, hidung dan berakhir di bibir. Semuanya ia lakukan dengan lembut. Aroon berusaha membuat Cyra nyaman. Lambat laun tubuh Cyra sudah tidak menegang. Aroon bahkan sudah mulai bisa membelai milik pribadi istrinya dengan lembut hingga tanpa sadar lenguhan keluar dari mulut Cyra.
Aroon tersenyum melihat itu, artinya Cyra sudah siap. Aroon dengan lembut membuka kedua paha Cyra. "Beautiful." ucapnya. Lidahnya mulai bermain di sana.
__ADS_1
"Aaccchhh.." jerit Cyra. "Aroon aku.. Aku.. Merasa aneh."
"Aneh apa sayang?" tanya Aroon di sela - sela permainannya. Aroon tidak mengendurkan permainannya bahkan ia memberi gigitan kecil di sana.
"Aaacchhh.." lenguhan demi lenguhan keluar dari mulut Cyra. Ia benar - benar di manjakan dengan permainan suaminya yang dalam hal ini lebih berpengalaman. "Ada yang mau keluar."
"Jangan di tahan sayang." jawab Aroon dengan suara parau. Hingga beberapa detik ke depan tubuh Cyra mengejang. Ia menjambak rambut suaminya. Cyra mengatur napasnya. Ia telah mencapai puncak kenikmatan untuk yang pertama kalinya. "Kau menyukainya?"
Cyra hanya memberi anggukan. Kesadarannya belum kembali sepenuhnya.
"Boleh aku memasukimu?" bisik Aroon di telinga Cyra.
"Pelan - pelan."
"Iya sayang." jawab Aroon. Aroon kembali membuat Cyra bersemangat hingga tiba saatnya untuk masuk ke dalam liang kenikmatan milik istrinya.
"Aauuwww sakit."
"Tahan sebentar sayang."
Cyra memejamkan mata. Jari - jarinya mencengkeram punggung suaminya. Aroon harus berhati - hati. Walaupun ini yang kedua tapi Cyra pasti belum terbiasa. Dengan perlahan ia memasukkan sedikit demi sedikit.
"Aaauuww." teriak Cyra. Aroon mulai mencium leher istrinya, memainkan bukit kembarnya hingga Cyra terbiasa dengan milik Aroon yang besar.
"Aacchh.." lenguhan yang keluar dari mulut Cyra sebagai pertanda bahwa Aroon bisa memulai permainan. Ia bergerak maju mundur dengan ritme pelan.
Lenguhan demi lenguhan yang ia dengar dari mulut istrinya yang membuatnya mempercepat ritme permainan. Aroon memejamkan matanya menikmati setiap permainan ini. Ia sudah lama tidak melakukannya, Cyra adalah wanita pertama yang membangkitkan gairah yang sudah lama ia pendam akibat istrinya yang meninggal.
"Aku mencintaimu Cyra. Aku mencintaimu sayang." ucap Aroon berkali - kali di sela - sela permainannya. Gerakan itu semakin cepat dan "Aaaccchhhh!!!" tubuhnya bergetar hebat. Cyra dengan erat memeluk suaminya walau terasa perih dan aneh ia rela karena mau memberikan kebahagiaan untuk suaminya.
"Aku juga mencintaimu Aroon suamiku." kecupnya.
Aroon memeluk tubuh istrinya dan menyelimuti. Permainan panas di hentikan untuk sementara. "Selamat datang dalam penjara cintaku sayang."
🍀🍀🍀🍀
__ADS_1