My Love Teacher

My Love Teacher
MLT 3


__ADS_3

Disinilah Nabila sekarang,di kantin bersama sahabatnya siapa lagi jika bukan Delsa, dan nampaknya Delsa akan menjadi korban kekesalan Nabila saat ini.


"Aaaaaaaaa gue kesel banget Del," jerit Nabila berhasil membuat mereka menjadi pusat perhatian kantin.


"Astaga bilaa,tenang dong kalo lo kesal ya kesal aja jangan malu maluin." ujar Delsa.


"lo nggak tau perasaan gue Del, sumpah kalo lo jadi gue mungkin lo bakal akhiri hidup lo sekarang juga pake minum racun serangga." curhat Nabila sambil memasang ekspresi nangisnya,namun anehnya tidak ada setetes air mata pun yang jatuh.


"apaan sih lo alay banget sumpah,udah udah ni makan nggak lama lagi masuk." saran Delsa.


"huaaaaaa gue nggak ada niat makan Del, tu guru punya dendam apasih sama gue,masa tiap hari gue harus ke rumahnya buat les,huaaaa mama" rengek Nabila, Delsa terdesak biji bakso mendengar pernyataan terakhir Nabila.


"uhuk... uhuk... ,tadi lo bilang apa? pak varo nawarin lo les kerumahnya?! gilaaaa beruntung banget sih lo!." ujar Delsa tidak terima.


"beruntung lo bilang? itu tu bagaikan bencana besar dalam hidup gue Del, kalo gitu mending lo aja deh yang les sama dia." kesal Nabila lalu memakan bakso di depannya dengan rakus.


"kalo gue di tawarin mah gue gass, bayangin aja tiap hari bisa deket deket sama cogan kayak modelan pak varo." balas Delsa berandai-andai.


"Huaaaa gue harus gimana." ujar Nabila yang masih setia merengek.


"Udah jalanin aja napa,lagian nggak ada ruginya juga dodol." Kesal Delsa yang terus saja mendengar rengekan Nabila yang super duper merusak fungsi telinga nya.


"what! nggak ada ruginya ? itu rugi banget tau, bayangin aja tiap hari gue harus berhadapan dengan si matematika padahal gue seorang phobia matematika,itu sama aja membunuh gue secara perlahan tau nggak!." Balas Nabila tidak santai, bagaimana tidak temannya yang satu ini sama sekali tidak mengerti perasaannya OMG sungguh tega.


"itu sih derita lo ya,udah terima aja dari pada masalah lo sama pak varo makin besar,gue aja ngeri sama dia, soalnya pak varo itu kayaknya nggak ada sel senyum nya deh." Ujar Delsa bergidik.


"iya dia emang manusia terkejam setelah emak gue huaaa,terus lo mau tau berita terparahnya lagi nggak Del?." tanya Nabila kepada sohibnya itu sedangkan Delsa hanya berdehem acuh karena pikirannya pasti Nabila akan curcol unfaedah lagi.

__ADS_1


"***** lo Del! gue lagi serius." Nabila terlihat sangat kesal lalu menjeplak kepala Delsa.


"awhh sakit ******,iya iya apa gue dengerin." balas Delsa seraya mengelus ngelus kepala nya yang menjadi sasaran Nabila tadi.


"jadi gini,lo tau kan yang pas gue hampir ketauan tadi pagi,dan ternyata gurunya itu pak varo Del,terus dia jadiin itu ancaman kalo gue nggak nurut, huaaaa gue kayak mau pindah planet aja sekarang." jelas Nabila.


Byurrrr!


Tiba tiba Delsa menyemburkan air yang tadi berada di mulutnya saat mendengar pernyataan Nabila, karena kebetulan Delsa sedang minum saat itu,dan setelah itu tawa Delsa pun pecah dan tak dapat di bendung lagi .


"iyuhhhh,**** lo jorok banget sih Del,." umpat Nabila kesal.


"maaf maaf bil bwhahahahhahahahah, sumpah ini ngakak banget , ****** sih! Kayaknya lo sama pak varo emang udah di takdirkan deh." tawa Delsa pada akhirnya, tangan kanannya memegang perutnya sedangkan tangan kirinya menghapus air mata,sangging ngakak nya.


"jangan ngadi ngadi kalo ngomong, jangan sampai pak varo itu takdir gue,pas pertama jumpa aja udah kek Tom end Jerry."balas Nabila tidak terima.


Akhirnya setelah sekian lama mereka berdua melakukan sesi curhatan,bel masuk pun berbunyi. karena tidak ingin mendengar omelan guru piket yang sedang mengawas, Nabila dan Delsa memilih untuk masuk ke dalam kelas. Tidak ada yang spesial,kelas XII IPA 3 hanya melakukan pembelajaran seperti biasa hingga waktu pulang tiba.


Dua gadis sedang berjalan santai di koridor sekolah, nampak keduanya sedang asyik membicarakan sesuatu.


"Del, ntar jalan yok kemana gitu, intinya jalan deh gue mau nikmatin hari bebas gue yang terakhir, soalnya besok gue udah harus jalanin kehidupan terkutuk." tawar Nabila,Delsa hanya mengangguk mengiyakan.


"yaudah, sekalian temenin gue ke supermarket ya gue mau beli cemilan,stok di rumah gue udah habis." jawab Delsa.


"oke."


Mereka berdua pun pulang menggunakan motor Vespa kesayangan Delsa, karena motor Nabila mogok itulah sebabnya mengapa tadi ia terlambat.sebenarnya mereka itu memiliki mobil namun entah mengapa keduanya lebih nyaman menggunakan motor, katanya sih biar lebih simpel dan nggak ribet aja.

__ADS_1


Nabila telah sampai di rumahnya dengan di antar oleh Delsa, motornya ia bawa ke bengkel, niatnya pas jalan nanti baru ia mengambil motor Vespa kesayangan nya itu. Nabila masuk ke rumah yang tidak terlalu mewah itu namun terkesan nyaman,ia langsung merebahkan tubuhnya di sofa ruang tamu.


"Astaga sayang,kalo pulang sekolah itu langsung ganti baju ntar baju kamu bau loh." Suara wanita paruh baya itu mengalihkan perhatian Nabila, Nabila hanya tersenyum melihat ke arah wanita paruh baya yang masih terlihat cantik di umur yang tidak lagi muda itu.


"hehehe Nabila capek ma,lagian aku itu harum loh mah biar nggak mandi seharian." ujar Nabila pada mamanya,ya dia adalah Ratna,mama dari Nabila.


"aduh kamu ini ada ada aja,udah sana naik ganti baju terus makan,mama udah masak makanan kesukaan kamu." balas Ratna menggeleng gelengkan kepalanya lalu berlalu meninggalkan Nabila menuju ke arah dapur.


Dengan malas Nabila naik ke lantai atas,lebih tepatnya ke kamarnya,ia tidak langsung berganti pakaian ia hanya melempar tasnya ke atas kasur pink nya lalu ikut merebahkan tubuh.


"Huft capek banget sumpah,dear kasur tercinta ku jaga diri baek baek ya kayaknya mulai besok gue bakal jarang gunain lo di karenakan pak guru singa kutub,dan lo mau tau nggak kayaknya dia yang akan bunuh gue pake matematika," curhat Nabila pada kasur dan menyampaikan keluh kesahnya.


Nabila menghembuskan nafas nya lelah, lalu beralih menatap balkon kamarnya, dipikirannya hanya ada satu bagaimana ia bisa lolos dari kadang pak singa kutub? ia benar-benar berfikir keras sampai akhirnya ia sebuah ide brilian terlintas di otak nya.


"Apa gue chat minta negoisasi aja kali ya? nah iya kayaknya itu bagus." gumam Nabila,lalu setelah itu Nabila meraih benda pipih yang tergeletak di atas kasur, dengan cekatan Nabila membuka aplikasi WhatsApp nya lalu mencari group pembelajaran matematika kelasnya, terlihat 5.649 ribu pesan yang menandakan ia tidak pernah membuka group tersebut, dan hari ini Nabila membuka group nya lalu mencari nomor pak singa kutub, dan pas sekali ternyata Alvaro baru saja masuk ke dalam group, beberapa menit yang lalu.


Dengan perlahan tapi pasti Nabila akhirnya berhasil menekan nomor Alvaro saat ia sudah mengumpulkan semua keberanian nya,Nabila bingung harus mulai dari mana, ia menggigit jarinya itu memang merupakan kebiasaan Nabila saat sedang bingung atau panik.


Setelah berdebat dengan diri sendiri, akhirnya Nabila berhasil mengirim sebuah pesan.


...{percakapan via wa}...


^^^me^^^


^^^selamat siang pak,saya Nabila dari kelas XII IPA 3 ingin bertanya sesuatu pak.^^^


Pak singa kutub

__ADS_1


mengetik...


"aaaaaaaaa gila cepet banget di bacanya,gue belum siapin jantung gue nih." refleks Nabila melempar ponselnya, untung saja ponselnya mendarat dengan selamat di atas kasur.


__ADS_2