My Love Teacher

My Love Teacher
Mengenal Alam


__ADS_3

"Apa yang bu Cyra dan Phoo lakukan?" teriak Gio.


Cyra terkejut, lampu sudah menyala maka dengan jelas ia sudah bisa melihat keadaan yang sebenarnya begitu juga dengan Aroon.


Kok bisa aku naik ke tubuh tuan yang tidak mengenakan baju pikir Cyra untuk sepersekian detik.


Gila, gadis ini semakin berani padaku dan___. Ach sial kenapa pakai baju seperti ini pikir Aroon. "Turun!"


"Maaf tuan." ucap Cyra lirih, ia melepas ikatan kaki di pinggang Aroon kemudian turun dari tubuh kekar milik tuannya itu.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Gio lagi. Omar dan Olif melihat kejadian yang begitu mendadak


"Maaf Gio tadi ibu mendengar teriakanmu dan segera kesini memastikan keadaanmu karena lampu padam. Tak disangka ayahmu juga melakukan hal yang sama. Tiba - tiba saja ibu menginjak sesuatu yang berbulu, karena lampu padam jadi kurang jelas, ibu kira itu anjing. Kau kan tahu ibu takut dengan anjing. Jadi ibu melompat."


"It's okey." jawab Gio. "Aku tidak apa - apa, itu karena Omar menginjak tanganku ketika lampu padam tadi." jawab Omar.


"Bener begitu Omar?" tanya Cyra.


Omar dan Olif hanya melongo.


"Kenapa kalian diam?" tanya Cyra.


Olif menunjuk ke arah Cyra. "Pakaian bu Cyra." ucapnya lirih.


"Kenapa dengan pakaianku?" tanya Cyra. Ia melihat ke tubuhnya sendiri. "Ya tuhan!" teriaknya. Ia segera menyambar sesuatu yang bisa menutupi tubuhnya. Aku lupa kalau tadi aku memakai baju tidur yang sedikit terbuka. Rasa malu yang begitu besar membuat Cyra tidak berani memandang siapapun terutama Aroon. "Maaf." ucapnya sambil berlari keluar kamar.


Setelah Cyra pergi, Aroon menenangkan gejolak dalam dirinya, sebelum kemudian ia bertanya pada Gio. "Tanganmu tidak apa - apa?"


"Sedikit sakit Phoo."


"Omar! jangan sampai kejadian itu terulang lagi." perintah Aroon.


Omar hanya diam, ia masih terkejut dengan pemandangan indah tubuh Cyra. Wajahnya terlihat syok.


"Omar!" panggil Aroon. Karena kesal ia melempar boneka yang tadi sempat terinjak oleh Cyra. Lemparan itu tepat mengenai wajah Omar.


"Eh tuan."


"Dengar perintahku tidak! Atau kau mau aku pecat!" pancam Aroon kesal. ia tahu pikiran Omar masih pada tubuh Cyra. Karena sejatinya ia pun begitu.


"Dde.. Dde.. Ddengar tuan. Eh tidak tuan."


Aroon mendengus kesal. "Jangan sampai kejadian ini terulang lagi! Jaga Gio baik - baik, dia adalah prioritasmu."


"Bbaik tuan." jawab Omar.


Setelah melihat tangan anaknya yang sedikit memerah dan memastikan bahwa Gio baik - baik saja. Aroon segera kembali ke kamarnya. Sepertinya aku harus mandi, ketegangan ini harus diredakan,


🍀🍀🍀🍀


Pagi itu Cyra mengenakan celana jeans dan kemeja warna putih. Kali ini ia mengurai rambutnya tidak seperti biasa yang di cepol ke atas.


Ia sudah berjanji akan memperkenalkan alam lebih luas lagi.


"Kamu sudah siap Gio?"


"Sudah."


"Bu Cyra, baju yang semalam sangat mantabs." Omar mengacungkan kedua jempolnya.


"Omar jangan mulai lagi. Kau tahu kan aku tidak sengaja."


"Iya bu Cyra maaf."


"Kita mau kemana ini bu?" tanya Olif.


"Kita mau ke perkebunan tapi mencari serangga."


"Hiiii, serangga?" Olif tergidik ngeri. "Jijik bu."


"Tidak semua serangga menjijikkan Olif, setiap serangga ini ada kegunaan dan fungsinya. Tapi ada juga yang merusak."


"Tenang Olif sayang, ada abang Omar di sini."


"Huuooeek!" Olif menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


"Sudah ayo kita naik sepeda."


"Terus peralatan ini buat apa?" tanya Gio.


"Oke aku jelaskan satu persatu, Topi tentu saja agar kita tidak kepanasan. Terus jaring ini untuk menangkap serangga yang terbang seperti kupu - kupu, belalang dan lebah. Dan yang terakhir toples kaca ini buat tempat serangga yang sudah kita tangkap, nanti kita tutup plastik putih yang sudah di lubangi untuk mereka bernapas. Setelah terkumpul nanti akan aku jelaskan tentang fungsi serangga untuk alam."


"Wow menarik, ayo kita cari serangga." teriak Gio bersemangat.


"Pakai dulu topimu Gio, nanti kau berboncengan denganku."


"Nggak aku mau naik sepeda sendiri."


"Baiklah tapi tolong hati - hati, janji?"


"Janji."


"Omar tolong ambilkan sepeda Gio."


"Siap bu."


Setelah sepeda Gio siap mereka berempat pergi ke perkebunan karena di sana akan banyak ditemukan serangga. Gio dan Cyra naik sepeda sendiri - sendiri sedangkan Omar dan Olif berboncengan. Ternyata Olif tidak bisa naik sepeda.


"Nah, sepedanya kita parkir sini. Sepertinya disini akan banyak serangga."


"Dari mana ibu tahu?"


"Serangga itu banyak terdapat pada daun, bunga, tanaman dan tanah yang subur."


"Ayo kita mulai berburu." ucap Omar.


Gio sangat antusias dengan kegiatan ini. Ia sudah bisa menangkap kupu - kupu dan memasukkan ke dalam toples. Cyra sangat senang karena mereka sangat antusias. Omar sudah berhasil menangkap lebah madu yang cukup besar. Sedangkan Olif berhasil menangkap capung. Cyra sendiri masih sudah menemukan kumbang tanah dan kepik. Lagi - lagi Gio bisa mendapatkan laba - laba kecil.


"Ini apa bu?" tanya Omar. Ia memperlihatkan sebuah serangga yang hitam besar yang tertangkap jaringnya.


"Hati - hati Omar itu namanya Tawon. Kalau tidak hati - hati kau bisa di sengatnya."


"Wow!" teriak Omar, dengan segera ia memasukkan tawon itu ke dalam toples.


"Sepertinya serangga yang kita dapat sudah cukup banyak, ayo kita berteduh disana akan aku jelaskan tentang siklus kehidupan mereka.


"Sebenarnya kita bisa belajar tentang alam dengan berkemah. Kita benar - benar seperti menyatu dengan alam."


"Aku mau kegiatan itu."


"Kita harus ijin dengan ayahmu dulu. Karena kegiatan ini beresiko. Aku tidak mau nanti ayahmu marah."


"Aku seorang pria dan aku pastikan aku bisa hidup di alam bu."


"Aku tahu kamu pasti bisa, tapi tetap saja harus ijin ayahmu."


"Baiklah."


"Nah untuk masalah serangga ada yang mau ditanyakan?"


"Tidak ada bu." jawab mereka bersamaan.


"Bagus, kalau begitu kita pulang." ucap Cyra. "Oya Omar tolong kamu bawa toples - toples ini ya."


"Siap bu."


Setelah Omar menata toples itu ke dalam keranjang mereka segera bersiap kembali ke rumah utama. Namun___


"Kenapa bu?"


"Sepertinya ban sepedaku kempes."


"Tenang saya bawa pompa." jawab Omar.


"Oh syukurlah." ucap Cyra lega.


Omar mulai memompa ban sepeda Cyra tapi hampir lima belas menit ban itu masih tetap kempes.


"Sepertinya bocor bu."


"Iya, kempes terus." ucap Cyra. Ia melihat ban itu dengan teliti. "Oh ini dia biang keroknya, bannya terkena paku."

__ADS_1


"Wah iya, gimana ini bu? Bu Cyra naik apa? Jarak perkebunan dengan rumah jauh lo." tanya Olif.


"Aku jalan kaki saja."


"Wah ya capek bu."


"Nggak apa - apa." jawab Cyra.


"Kalau begitu aku juga jalan kaki menemani bu Cyra." pinta Gio.


"Eh jangan, nanti kamu capek. Biar aku saja."


Mereka berempat masih memutar otak bagaimana caranya Cyra bisa kembali ke rumah besar. Ketika mereka sedang sibuk datanglah seorang penolong yang bukan penolong. Karena ini tuan Aroon. Mau menolong syukur kalau tidak ya itu hak tuan Aroon, mereka tidak berani berharap terlalu banyak.


"Kenapa kalian disini?"


"Phoo!" teriak Gio, ia berlari memeluk Aroon yang juga sedang naik sepeda.


"Belajar apa?" ia menggendong Gio di tangannya.


"Belajar tentang serangga." jawab Gio. "Tuh serangganya." tunjuk Gio pada toples yang sudah tertata rapi di sepedanya Omar.


"Sudah selesai?"


"Sudah."


"Ayo pulang." ajak Aroon.


"Ban sepeda bu Cyra kempes, aku mau menemaninya jalan kaki."


"Jangan nanti kamu capek." larang Aroon.


"Tapi Phoo, bu Cyra bagaimana."


"Kenapa sepedamu?"


"Sepertinya terkena paku, tuan." jawab Cyra.


Aroon menyandarkan sepedanya dan menurunkan Gio dari gendongannya. Ia berjalan memeriksa ban sepeda Cyra. "Oh ya, ini pakunya." gumam Aroon. Ia menarik paku itu hingga keluar dari ban. "Biar bu Cyra naik sepeda dengan Phoo, boleh?" Aroon meminta ijin.


"Tentu saja boleh." jawab Gio. "Ayo, bu Cyra satu sepeda dengan Phoo."


Aduh kenapa sih ada tuan Aroon, yang semalam saja malunya belum hilang ini sudah ditambah harus berboncengan bersama. Mana tidak ada boncengannya, apa aku harus berdiri di belakang pikir Cyra.


"Maaf, saya bonceng di sebelah mana?"


"Tuh di depan."


Lho.. Lho.. kok bisa bonceng di depan, bagaimana ceritanya. Ini terlalu dekat, sama saja tuan Aroon memelukku dari belakang.


Melihat Cyra yang masih diam membuat Aroon kesal. "Bagaimana jadi naik tidak?"


"Iya bu Cyra ayo naik, perutku sudah lapar." desak Gio.


"Iya bu tunggu apa lagi." sahut Omar dan Olif.


Karena desakan dari mereka akhirnya ia duduk di top tube. Dengan segera Aroon mengayuh sepedanya. "Pegangan." perintahnya. Napas Aroon mengenai telinga Cyra yang membuatnya memejamkan mata, napas bau mint ini begitu dekat hingga membuat tubuh Cyra merinding.


Cyra berusaha tidak terlena, tangan kanan berpegangan pada stang depan sedangkan tangan kiri berpegangan pada tangan Aroon.


Ia belum terbiasa bonceng depan seperti ini, jadi untuk menyeimbangkan tubuhnya kedua tangannya berpegangan pada stang dan tangan Aroon.


"Pakai shampo apa?"


"Oh ini shampo dari kayu cendana tuan." jawab Cyra. "Apa aromanya mengganggu tuan."


"Tidak. Rambutmu yang mengganggu pandanganku."


"Maaf." ucap Cyra lirih. Ia menyibakkan rambutnya ke pundak depan agar tidak mengganggu pandangan Aroon. Terpampanglah leher Cyra yang jenjang dan putih.


Aacch menggoda pikir Aroon, ia tersenyum smirk.


🍀🍀🍀🍀


Top Tube : Bagian teratas dari rangka/frame sepeda yang berada diantara dudukan (sadel) dengan stang (handlebars).

__ADS_1


__ADS_2