My Love Teacher

My Love Teacher
MLT 2


__ADS_3

Apa yang kalian lakukan saat pelajaran matematika berlangsung? makan,bermalas malasan,atau bahkan tidur? jika kalian seperti itu , kalian satu server dengan Nabila,ya saat ini di kelasnya Nabila sedang tertidur pulas padahal proses pembelajaran masih berlangsung, alasannya hanya satu yaitu efek dari begadang yang ia lakukan semalam,lagian ia memang selalu tidur saat mapel matematika,dan pak Dodi yang terkenal killer itu hanya menyuruhnya keluar dari jamnya dan justru itu lah yang membuat Nabila senang, tetapi sepertinya Nabila lupa jika sekarang ini ia di ajar oleh singa tidur,dan sepertinya Nabila juga belum mengetahui sisi lain dari singa tidur Alvaro Adhitama ini.


Tanpa di sadari ternyata sedari tadi, sepasang mata tajam sedang memperhatikan Nabila, sedangkan Nabila terlihat sedang menikmati mimpi indahnya, hingga akhirnya sosok pria yang sedari tadi memperhatikan Nabila maju ke arah Nabila semakin dekat dan sekat.


Delsa yang nampaknya sudah sangat familiar dengan suasana ini pun menoleh ke bangku sebelahnya,dan benar ternyata sahabatnya yang gobloknya tingkat dewa sedang tertidur dengan santainya tanpa mengetahui bahwa sebentar lagi masalah akan menimpanya.


"Bil,bangun woi, ***** gila ni anak,bangun woi,psttt." Delsa berusaha membangunkan Nabila dengan cara menyenggolnya namun nihil Nabila malah memperbaiki posisi tidurnya, sampai akhir suara gebrakan meja mengagetkan Nabila.


Brak!


"Eee *****!" pekik Nabila terkejut,baru saja ia ingin melontarkan kata-kata mutiara nya,tiba tiba umpatan yang tadinya telah tertampung di kepala kini langsung lenyap entah kemana setelah melihat seseorang yang berada di hadapannya.


"******,kok suasananya aneh ya?" batin Nabila dalam hati.


"Siapa yang ajar kamu tidur di kelas?" tanya Alvaro dengan nada yang benar benar dingin serta tatapan tajam yang menusuk.


Sumpah demi apapun,baru kali ini Nabila menciut mendapati tatapan tajam dari seseorang.


"kamu bisa bicara kan?" tanya Alvaro lagi yang kali ini dengan nada naik satu oktaf,Nabila ingin menangis ia benar-benar takut saat ini, siapapun tolong gue batin Nabila saat itu.


"n-ggak ada pak." jawab Nabila gugup, pandangannya ke arah meja agar tidak bertemu dengan tatapan tajam Alvaro.


"Terus kenapa kamu tidur,saya paling nggak suka jika pelajaran saya tidak diperhatikan." Tegas Alvaro.


"M-maaf pak." dari berjuta juta kata hanya kata maaf saja yang terbayang di kepalanya saat ini, yaampun jika Nabila tau Alvaro se-killer ini ia tidak akan melakukan hal bodoh yang berdampak mematikan, sumpah ia benar-benar merutuki dirinya.


"maju kamu kedepan!" perintah Alvaro lalu berlalu meninggalkan Nabila yang kini sudah berkeringat dingin.


"lo sih Del,napa nggak bangunin gue sih, tega bener lo" ujar Nabila kesal pada Delsa.


"hellow Nabila yang cantik and imut gue udah bangunin lo , guncang guncang badan lo,tapi mau tau? lo mala perbaiki posisi tidur lo," balas Delsa tak kalah kesalnya.


"Auuu ah gue kesel banget, sekarang gimana dong?" tanya Nabila mulai panik.


"Mana yang tadi,kenapa belum maju? saya nggak suka berbasa-basi!" Suara bariton itu membuat Nabila makin panik, akhirnya Nabila pun maju dengan di dorong oleh Delsa.


"kamu kerjakan tugas ini sekarang!" perintah Alvaro saat Nabila baru saja tiba di depan papan tulis.

__ADS_1


...Jika x dan y adalah solusi dari sistem persamaan 4x + y \= 9 dan x + 4y \= 6, maka nilai 2x + 3y adalah......


Melihat soalnya saja sudah membuat Nabila pusing,ia sama sekali tidak mengerti apapun soal yang tertera di buku yang ia pegang saat ini.


"what! ini soal matematika atau apa sih,mana ada si saudara x dan y lagi, yaalloh berilah hamba ilmu jika nggak boleh banyak dikit juga nggak papa yaalloh,hamba hanya mau bebas dari terkaman pak singa kutub ini yaalloh." doa Nabila dalam hatinya.


Melihat tidak ada pergerakan Alvaro pun semakin kesal.


"kenapa diam!" bentak Alvaro sukses membuat Nabila terperanjat kaget.


"m-maaf pak,s-aya nggak tau pak" balas Nabila terbata bata.


"Apa??? jadi selama ini kamu nangkap ilmu apa dari pak Dodi, ilmu apa?!! ilmu tidur?!! " bentak Alvaro yang sudah tidak bisa di tahan lagi, amarahnya berhasil terpancing hanya karena satu gadis di hadapannya ini.


"bener pak gue nggak ada nangkap ilmu satupun." balas Nabila,namun hanya dalam hati mana berani ia berkata seperti itu,ia masih waras dan masih ingin selamat dunia akhirat.


Mendengar pernyataan Alvaro seisi kelas berseru menertawakan Nabila.


"Diam!" Bentak Alvaro lagi,sontak seisi kelas di buat bungkam,


"kamu itu memang nggak tau apa apa ya" tanya Alvaro tegas.


Tring... tring... tring...


Akhirnya bel penyelamat hidup Nabila pun berbunyi, Nabila menghela nafasnya lega, akhirnya ia terbebas dari terkaman pak singa kutub, sungguh Nabila sangat berterimakasih kepada bel istirahat,jika perlu Nabila akan melakukan syukuran,belum sampai semenit Nabila merasa bahagia ia kembali di lempar ke jurang, karena kalimat yang di lontarkan oleh Alvaro.


"semua boleh istirahat, kecuali Nabila." perintah Alvaro,yang langsung di turuti semua yang ada di kelas tersebut, karena mereka telah mengenal sisi lain dari sosok Alvaro Adhitama,mereka tidak ingin bernasib sama seperti Nabila.


Satu persatu siswa kelas XII IPA 3 keluar sampai pada giliran Delsa, terlihat Delsa menyemangati sahabatnya,ohh tidak sepertinya lebih tepat di sebut meledek, Nabila janji saat ia bebas ia akan mengomeli Delsa seharian penuh titik.


Kelas XII IPA 3 akhirnya hening,tidak ada yang membuka suara mau itu Alvaro atau Nabila.


"kamu benar benar tidak tau apa apa tentang pelajaran matematika?" tanya Alvaro sudah mulai santai namun masih dengan nada dinginnya.


"nggak lah pak,saya tau kok sedikit sedikit" balas Nabila masih setia menunduk.


"tau apa?!" tanya Alvaro lagi.

__ADS_1


"penjumlahan sama pengurangan saya tau pak"


"perkalian sama pembagian nggak tau" Alvaro nampak tidak percaya bagaimana seorang gadis yang sudah kelas 12 SMA tidak tau tentang perkalian dan pembagian.


"bukan nggak tau pak,cuman nggak lancar" jawab Nabila malu,ya jelas malu saat ini ia rasa tidak memiliki harga diri lagi, mungkin anak SD akan menertawakan nya juga, tapi Nabila memang jujur ia tidak tau perkalian dan pembagian ia masih harus memerlukan waktu yang lama untuk mengerjakan perkalian bilangan yang kecil.


Terlihat Alvaro, sedikit frustasi bagaimana bisa Nabila bisa naik kelas??


"khusus untuk kamu,tiap hari sepulang sekolah les ke rumah saya." final Alvaro yang berhasil membuat Nabila stres se setres setres nya.


"Apa pak? saya nggak bisa lo pak,saya nggak kaya raya lo pak,saya nggak ada uang buat bayar les pak." tolak Nabila sopan, sebenarnya itu hanya alibi Nabila saja, ia bisa saja menyewa guru les privat namun dianya saja yang tidak tertarik.


"saya tadi bilang bayar nggak?" ujar Alvaro santai.


"n-ggak sih pak" jawab Nabila gugup.


"jadi alasan apa lagi." tanya Alvaro.


"nggak ada pak" jawab Nabila pada akhirnya.


"oke kamu bisa keluar" perintah Alvaro, sebelum Nabila keluar Alvaro kembali menahannya.


"kamu tadi yang lewat pagar belakang sekolah itu kan?" tanya Alvaro yang berhasil membuat Nabila terkejut,


"Gila, ternyata dia.. aduhhh kok gue apes banget,gue baru sadar lagi kalo suaranya emang mirip." rutuk Nabila dalam hati.


"i-iyaa pak," jawab Nabila ragu ragu.


"oke kamu boleh keluar,ingat setiap pulang sekolah! mulai besok,jika besok kamu nggak datang siap siap saja rahasia kamu saya laporkan ke guru BP." tegas Alvaro.


glek!


"fiks,lo ngundang permusuhan sama gue,arghhhh! hidup tenang gue hancur!" batin Nabila kesal.


"Baik pak,saya akan datang,saya permisi pak terimakasih" balas Nabila sopan serta tak lupa senyuman terpaksa nya.


Setelah Nabila keluar, Alvaro bingung sendiri dengan hal yang barusan yang dia lakukan.

__ADS_1


"Kok gue nggak bisa ngontrol emosi gue sih,lagian kenapa juga gue harus repot-repot ngajar dia les, arghhhh! lo kanapa sih varooo!" batin varo frustasi.


__ADS_2