
Tring
Sebuah suara notifikasi, berhasil mengubah perasaan seorang gadis cantik,yang sedang duduk manis di atas kasur pink kesayangannya.
Deg... deg... deg...
Seketika detak jantung gadis itu berdetak lebih cepat dari biasanya, dengan perasaan gugup ia mengambil ponselnya yang baru saja ia lempar, secara perlahan namun pasti, setelah ponsel berlogo apel itu berada di tangannya ia langsung membuka matanya secara perlahan dan berharap pesan tersebut tidak membahayakannya.
...{pesan via wa}...
Pak singa kutub
?
"Whattt! hanya tanda tanya?! wahhh wahhh gila! gue yang ngetik pesan udah kayak mau ikut perang dengan segala keringat dan kegugupan dan dia hanya balas begitu?" ujar Nabila frustasi ,ya dia adalah Nabila ia benar-benar sangat syok bagaimana bisa dengan singkat nya pak singa kutub itu membalas pesan nya sedangkan ia memerlukan waktu yang cukup lama, keberanian yang banyak,tenaga yang ekstra dan pak singa kutub itu hanya menjawab tanda tanya fiks Alvaro benar benar menyatakan perang kepadanya.
Dengan kesal pun Nabila membalas pesan yang super duper singkat itu.
...{pesan via wa}...
Pak singa kutub
?
^^^me^^^
^^^maaf pak mengganggu,soal itu les bisa 3 kali seminggu nggak pak? soalnya saya juga punya kesibukan membantu orang tua pak,kasian mama saya pak.^^^
Pak singa kutub
alasan!
^^^me^^^
^^^benar loh pak,bisa ya pak.^^^
Pak singa kutub
6 kali seminggu.
^^^me^^^
^^^yah,itu sama aja boong pak 3 kali seminggu aja pak^^^
Pak singa kutub
5 kali seminggu
^^^me^^^
__ADS_1
^^^yah kok gitu pak,mama saya udah tua pak masa 5 hari dia ngerjain tugas rumah sendiri.^^^
Pak singa kutub
yaudah 4 kali seminggu
^^^me^^^
^^^3 kali seminggu aja ya pak,angka tiga itu bagus loh pak^^^
Pak singa kutub
setuju,atau tidak sama sekali!
^^^me^^^
^^^yaudah iya!!!^^^
Pak singa kutub
kamu berani melawan?!
Read.
Terlihat Nabila sedang kesal melihat percakapan singkatnya dengan Alvaro,tapi walaupun begitu ia masih sangat bersyukur jika Alvaro mengurangi waktu lesnya.
"ternyata percuma jadi guru tapi otaknya o'on , gampang banget di bohongin, hehehe" ujar Nabila di akhiri kekehan. " maaf ya ma Nabila jadiin mama alasan,ini keadaan darurat ma,kalo nggak gini anak mu ini bakal lebih cepat menemui ajal" sambung Nabila lagi.
"Bilaaa, turun makan."
"iyaaa ma iyaaa bentar bilaa ganti baju dulu." balas Nabila tak kalah kerasnya.
Setelah berganti pakaian Nabila pun turun untuk makan, sebelum teriakan maut mamanya menjatuhkan perabot rumah nya hingga pecah.setelah sampai di ruang makan Nabila segera duduk di kursi yang sudah tersedia.
"Ma,ntar sore aku mau jalan sama Delsa ya ma."ujar Nabila sambil sesekali menyuap makanan ke dalam mulutnya.
"iya,mau jalan ke mana emangnya." tanya Ratna.
"jalan jalan aja sih ma hehe" balas Nabila, mendengar hal itu Ratna hanya ber o riah lalu kembali melanjutkan makannya begitupun Nabila.
"Bilaa! Where are you." Teriak Delsa menggema ke seluruh ruangan, memang kedua manusia yang sudah berteman dari orok maupun itu Delsa atau Nabila ,jika bertamu di rumah masing-masing tidak memakai sikap jaim jaim, mereka sudah saling kenal dengan keluarga masing-masing.
"Gue di ruang makan!." balas Nabila tak kalah kerasnya.
Delsa pun langsung menuju ke arah ruang makan,saat itu juga.
"ehhh nak Delsa,sini makan." tawar Ratna sopan dengan senyum manis yang tertulis di wajahnya.
"oke Tan,kalo udah di tawarin mah nggak boleh di tolak,ya kan bil." Nabila hanya memutar bola matanya jengah,ia sudah sangat hapal dengan sikap sahabatnya itu, sedangkan Ratna ia hanya menggeleng gelengkan kepalanya.
__ADS_1
"ngapain di panggil sih ma, Delsa tu kuat banget makan ntar nasi di rumah habis lagi." Ujar Nabila kepada mamanya, sedangkan mamanya langsung melototi Nabila.
Pertemanan mereka memang sudah sampai ke tahap itu, dimana tidak ada yang namanya tersinggung, toh mereka melakukan itu satu sama lain.
"Eitsss nggak boleh gitu,makan aja Del yang banyak ya." nasehat Ratna.
"noh Tante aja nggak keberatan kenapa lo yang sewot sih."protes Delsa.
"gue takut papa gue nggak kebagian nasi." jawab Nabila
"udah lo nggak usah khawatir gaji om Rafa (papa Nabila) cukup kok buat beli pabrik berasnya sekalian, lagipula gue makan banyak karena gue sehat nggak kayak lo bisanya makan hati doang." Ujar Delsa yang mengundang gelak tawa dari Ratna sedangkan Nabila sudah menampilkan ekspresi wajah yang tidak enak untuk di pandang.
"ahaha udah udah makan dulu, berantemnya lanjut nanti aja." ucap Ratna sebagai penengah.
Setelah selesai makan Nabila dan Delsa pamit naik ke kamar, meninggalkan Ratna yang sedang membereskan meja makan. beberapa menit kemudian Nabila dan juga sahabatnya itu telah sampai ke kamar Nabila setelah melewati beberapa anak tangga.
"Del gue ada berita gembira tau nggak."ujar Nabila dengan semangat.
"apa? lo mimpi jichanwook lamar lo lagi gitu?" balas Nabila santai, ekspresi wajah nya benar benar santai, nampak ia sudah terbiasa menebak hal apa yang berhasil membuat sahabatnya bahagia.
"Bukan itu,lo bisa semangat dikit nggak? gue jadinya nggak mood banget liat muka lempeng lo itu ****." kesal Nabila, Delsa menghela nafasnya kasar.
"wahh kabar apa itu!!!!." kini Delsa membuat seolah olah sangat bersemangat.
"anjr nggak gitu juga, keburu jijik gue liat muka lo." protes Nabila lagi.
"mau lo apa si ****,gue semangat salah gue biasa aja juga salah, capek gue." Kesal Delsa,siapa sih yang tidak kesal saat berada di posisi Delsa? percayalah hanya orang yang memiliki kesabaran ekstra saja yang bisa sabar saat di posisi ini.
"udah gue kasi tau aja,gue nggak jadi les seminggu full,hebat kan." Ujar Nabila berbinar.
"Kok bisa? lo ngapain aja?." tanya Delsa heran, setahunya sikap Alvaro tidak mudah di ubah tapi kok teman dajjal nya ini bisa bernegosiasi.
"Gue chat." balas Nabila singkat,dan berhasil membuat Delsa melongo mendengar hal itu.
"Gila, ternyata lo nggak ada takutnya ya, berani banget lo." sahut Delsa masih dengan sikap tidak menyangka nya.
"ya iya dong, Nabila gitu loh." jawab Nabila bangga,ya harus bangga karena berhasil bernegosiasi dengan sosok Alvaro yang kejam dan juga dingin maka dari itulah Nabila menyebutnya singa kutub.
"coba liat dong chat kalian." ujar Delsa kepo,lalu dengan santainya Nabila memberikan benda pipih itu kepada sahabatnya,ia tidak perlu membukakan sandi ponselnya karena mereka sudah tau satu sama lain.
Setelah mendapat ponsel dari sohibnya, Delsa lalu melihat hasil percakapan antara sahabatnya dan juga gurunya dia benar-benar sangat penasaran,dan saat melihat percakapan singkat tersebut, sontak Delsa dibuat sangat terkejut, matanya sudah melotot melihat layar ponsel sahabatnya yang sedang memperlihatkan percakapan singkat dengan sang guru.
"Bil!, lo berani ngeread chat pak varo?!!." ujar Delsa syok, sedangkan Nabila hanya mengangkat bahu acuh.
"Bil,ini pak varo lo bil,gila berani banget lo." sambung Delsa yang masih dalam keadaan syok.
"iya,gue tadi kesel banget soalnya gue tulis pesan udah kek mau perang,keringatan nggak jelas dan dia cuma bales pake tanda tanya doang,yah gue kesel lah yaudah chatnya gue read aja." balas Nabila kesal menceritakan perasaan nya kepada Delsa.
mendengar penuturan Nabila, lagi lagi Delsa di buat melongo tak percaya.
__ADS_1
"Gila!! salut gue punya sahabat seberani ini." bantin Delsa dalam hati.