My Posesif Boyfriend

My Posesif Boyfriend
Lamaran part 1


__ADS_3

Hari yang di tunggu pun akhirnya datang. Radit membawa semua anggota keluarganya untuk melamar Fika.


Sejak pagi hari mereka sampai di Surabaya dan langsung ke apartemen yang sudah Radit beli untuk berisitirahat.


Malam harinya, rumah Fika sudah ramai oleh sanak saudaranya yang datang dari kampung. Karena mereka kini tinggal di kota kelahiran sang ayah maka banyak saudara Fika yang datang untuk menyaksikan acara lamaran tersebut.


Awalnya ayah dan ibu Fika begitu terkejut mendengar penuturan Fika jika ia akan segera di kamar oleh Radit dalam waktu kurang dari 1 Minggu.


Walaupun ayah dan ibu cukup di repotkan dengan mengurus beberapa hal namun jauh di lubuk hati mereka, tentu saja mereka begitu bahagia.


Akhirnya putri sulung mereka bisa melanjutkan hidupnya dan melupakan masa lalunya. Walaupun rasanya hal itu terlalu cepat, membuat ayah sedikit meragu.


Malam hari ba'da Maghrib setelah selesai melaksanakan shalat berjamaah di masjid ayah langsung menghampiri Fika di kamarnya.


Sementara semua orang tengah sibuk dengan persiapan menyambut keluarga calon besan yang akan datang kurang dari 1 jam.


Tok tok tok,


"Boleh ayah masuk nak?" tanya ayah di balik pintu.


"Masuk aja yah, pintunya gak di kunci." jawab Fika sambil melipat sajadah setelah melaksanakan shalat Maghrib.


Di ciumnya punggung tangan sang ayah, dan di balas dengan kecupan di puncak kepalanya oleh ayah. Sejenak, ayah terdiam memandangi wajah putrinya yang sedang tersenyum teduh.


"Apa kamu yakin sayang? Pernikahan bukan tentang 1 atau 2 tahun saja, tapi janji seumur hidup kamu untuk mencintai dan setia dengan suami kamu." Ujar ayah yang di balas Fika dengan memeluk sang ayah.


"Fika yakin yah, tidak ada laki-laki lain yang lebih pantas dan lebih mencintai Fika dari mas Radit." jelas Fika menyembunyikan wajahnya di dada sang ayah.


"Tapi, apa kamu bisa mencintai dia? Ayah hanya ingin kamu bahagia sayang, kamu bisa memikirkan ini baik-baik sebelum mereka datang." jelas ayah yang masih mencoba memberi pengertian untuk putrinya.


"Yah, Fika sudah yakin dan banyak berpikir tentang ini sebelum mengambil keputusan untuk menikahi mas Radit. Aku yakin akan bahagia hidup dengan laki-laki seperti dia. Ayah sudah tahu seberapa besar mas Radit mencintai aku, ayah tidak perlu khawatir lagi." jelas Fika panjang lebar mencoba mematahkan prasangka ayahnya itu.


Ceklek, pintu terbuka bersamaan dengan Icha masuk ke kamar Fika sedikit terkejut melihat keberadaan ayahnya.

__ADS_1


"Loh ayah disini? Ibu cari-cari ayah dari tadi." ujar Icha menghampiri ayah dan memeluknya dengan manja.


"Ayah hanya ingin melihat putri ayah yang akan segera di lamar orang, kenapa kalian cepat sekali tumbuh dewasa nak? Ayah akan merindukan kalian berdua ketika kalian menikah nanti dan pergi dari rumah ini."ujar ayah dengan mata yang berkaca-kaca.


Fika dan Icha pun memeluk ayahnya bersama dengan sayang. Mereka sangat sedih melihat cinta pertamanya itu meneteskan air matanya.


Bagi mereka, ayah adalah laki-laki terhebat dan terbaik di dunia ini. Ayah adalah sosok pertama yang membuat putrinya jatuh cinta.


Momen mengharukan tersebut mau tak mau memantik airmata haru dari kedua kakak beradik itu juga dan sesekali tertawa.


Itu adalah momen paling haru sekaligus membahagiakan bagi mereka bersama ayahnya. Dan momen tersebut harus berakhir ketika suara ketukan di pintu terdengar lagi.


Kali ini ibu yang datang mengantarkan seorang MUA profesional yang sengaja mama Sarah kirim untuk merias Fika di malam spesial tersebut.


Ayah, ibu dan Icha pun memutuskan untuk turut bersiap dan kembali ke kamarnya masing-masing karena tamu spesial mereka malam ini akan tiba dalam waktu kurang dari 1 jam.


Sementara Fika sedang bersiap, Radit tampak sudah rapi dengan setelan jas mahal yang terlihat pas di tubuhnya. Postur tubuh tinggi dan berpengawakan proporsional membuatnya begitu tampan.


Meskipun ia sudah terlihat rapi dan juga tampan, namun ia sangat merasa gugup. Ia takut jika ada kendala dalam acara spesialnya malam ini. Terutama ia begitu takut jika Fika akan berubah pikiran dan menolak lamarannya begitu saja.


"Lebay banget sih lo baru mau lamar cewek aja udah kayak mau pidato depan presiden se-Asia."ejek Devan yang seketika mendapat tatapan tajam dari mama Sarah.


"Dev, please mama mohon sama kamu jangan ganggu Radit sekarang. Please ini malam yang spesial buat keluarga kita terutama Radit. Please, ya mama mohon dengan sangat." ujar mama Sarah membuat Devan seketika bungkam.


Mereka pun akhirnya berangkat menuju kediaman Fika menggunakan 3 mobil berbeda. Di ikuti oleh 2 mobil para bodyguard yang sengaja papa Randi tugaskan untuk mengawasi jalannya acara malam itu dengan baik.


Dan begitupun di kediaman Fika, beberapa orang yang di kirim oleh papa Randi untuk membantu persiapan acara di rumah tersebut adalah orang-orang dengan kemampuan khusus juga untuk berjaga.


Mereka tidak mempublikasikan acara lamaran tersebut karena takut akan ada masalah yang timbul ketika semua orang mengetahuinya. Bagaimanapun papa Randi adalah seorang pebisnis yang sukses.


Sudah pasti ia memiliki beberapa musuh yang ingin menghancurkan dirinya melalui keluarganya sekalipun.


Hana begitu antusias selama perjalanan karena ia sangat merindukan Fika. Dan ia juga ingin menceritakan pertemuannya dengan laki-laki tampan yang menolongnya tempo hari.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan kurang dari 30 menit akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Begitu turun dari mobil kedua orangtua Fika dan juga keluarga besarnya pun menyambut kedatangan pihak besan.


Keluarga Radit tidak membawa hantaran apapun dalam acara tersebut karena pada sore hari hantaran tersebut sudah di antarkan oleh orang-orangnya ke rumah Fika.


Radit yang tampak gugup berjalan dengan di apit oleh kedua orangtuanya di susul Devan dan Hana yang mengekor di belakang.


Karena acara tersebut hanya di hadiri oleh keluarga saja, maka suasana tidak terlalu ramai. Untuk acara lamarannya sendiri akan di adakan di halaman belakang yang sudah di sulap menjadi begitu indah.


Fika yang baru saja selesai di make up pun turut merasakan sedikit kegugupan di hatinya. Ia mencoba menyemangati dirinya sendiri agar bisa yakin dengan keputusan yang sudah ia ambil.


Tidak butuh waktu begitu lama, acara lamaran tersebut pun dimulai ketika Icha membawa Fika ke tempat acara berlangsung.


Radit yang sejak awal tertunduk merasakan kegugupan dan kekhawatiran yang luar biasa pun langsung menegakkan kepalanya begitu mendengar bisikan sang adik yang memberitahukan kedatangan Fika disana.


"Mbak Fika datang, mas." bisik Hana lembut.


Radit pun di buat benar-benar terpana melihat penampilan Fika yang begitu cantik dan elegan malam itu.


"Cantik sekali." gumam Radit menatap Fika tanpa berkedip begitu terpesona.


.


.


.


.


.


.


Maaf yaa readers baru sempat up karena habis pindahan rumah. Oia author bikin cerita yang sedikit lebih relevan tentang **hubungan antara Fika dan Akmal yaa. Gak semua cinta pertama akan berhasil, dan belum tentu juga kita gak akan mencintai seseorang yang terus bersama kita dan mendukung kita.

__ADS_1


Karena hidup gak selalu tentang mendapatkan apa yang kita inginkan. Terkadang kita harus mengikuti jalan takdir, yang bisa jadi suatu hari nanti akan membawa hidup kita pada kebahagiaan sejati**.


__ADS_2