My Posesif Boyfriend

My Posesif Boyfriend
Pertolongan


__ADS_3

Di Bandung,


Akmal yang tidak jadi pergi melanjutkan kuliahnya diluar negeri memilih untuk memulai sesuatu hal baru untuk ia kerjakan.


Sepulangnya ia kembali, Akmal sempat mengurung dirinya di kamar selama 3 hari. Ia bahkan tidak berselera untuk menyentuh makanan ataupun bertemu orang lain.


Namun setelah cukup berpikir, ia memutuskan untuk melakukan hal baru yang menyenangkan untuk dirinya. Ia memulainya dengan memotret pemandangan.


Akmal mulai bepergian ke beberapa tempat wisata alam di Bandung untuk mendapatkan spot yang bagus untuk ia abadikan dalam kameranya.


Selain menggambar dan menulis, Akmal juga sangat menggemari fotografi. Ia memulai hidupnya yang baru dengan mencari objek foto yang menarik menurutnya.


Pagi itu Akmal memilih pergi ke sebuah bukit yang berada tidak jauh dari perkebunan teh milik keluarganya. ia pergi dari rumahnya ketika jam masih menunjukkan pukul 5 pagi.


Ia membawa sebuah tas beserta tripod di tangannya dan menaiki bukit tersebut untuk mengambil foto matahari terbit dari bukit tersebut.


Ketika ia masih kecil, kakeknya sering mengajaknya pergi ke bukit tersebut untuk melihat matahari terbit dan mencari objek foto yang menarik.


Ia menggemari dunia fotografi karena sang kakek yang mengenalkannya dengan hal tersebut.


Sementara tidak jauh dari tempat Akmal sedang memotret ada sekumpulan anak-anak SMA dari Jakarta sedang melaksanakan acara camping.


Sampai matahari terasa benar-benar terik di atas kepala, Akmal baru menyelesaikan kegiatannya. Ketika ia hendak turun menuruni bukit sayup-sayup terdengar suara seorang gadis sedang merintih meminta tolong.


Awalnya Akmal ingin mengabaikannya dan memilih untuk segera turun dan kembali ke rumahnya. Namun di detik berikutnya ia pun mengurungkan niatnya itu dan mulai mencari sumber suara.


Setelah mencari-cari sumber darimana suara rintihan minta tolong tersebut terdengar, ia pun melihat seorang gadis yang tengah tergeletak di jurang.


"Tolong, tolong saya." Rintih seorang gadis dengan sisa tenaga yang ia miliki setelah terjebak di jurang yang cukup dalam.


Sepertinya gadis tersebut terperosok ketika hendak melewati jalur tersebut. Namun di karenakan semalam turun hujan, membuat ia tergelincir karena kondisi tanah yang becek dan licin.

__ADS_1


Akmal yang melihat gadis tersebut sudah luka-luka dan hampir kehilangan kesadarannya pun berupaya untuk menolongnya.


'Tunggu sebentar, saya akan menolong kamu." ucap Akmal.


"Syukurlah, aku sudah tidak tahan lagi." ucap gadis itu dalam hati.


Akmal pun langsung menaruh barang-barang bawaannya di bawah pohon besar yang tidak berada jauh dari sana. Setelah itu ia keluarkan sebuah tali yang ia bawa di tasnya.


Ketika hendak menaiki daerah perbukitan yang lumayan tinggi, Akmal memang selalu membawa peralatan seperti itu untuk berjaga-jaga.


Dan beruntungnya ia karena membawa barang-barang tersebut. Ia segera mengikatkan tali tersebut ke sebuah pohon besar dengan ikatan yg cukup kuat.


Kemudian ia pun memakai tali tersebut untuk ia ikatkan ke tubuhnya dan mulai turun ke dalam jurang. Beruntung gadis tersebut tersangkut di sebuah akar pohon besar yang ada di pinggir jurang tersebut.


Sehingga ia tidak jatuh terlalu dalam dan Akmal bisa melihat dan menyelamatkannya. Dengan susah payah ia mengangkat gadis yang pingsan tersebut untuk ia selamatkan.


Setelah berhasil dengan susah payah berada di atas, akhirnya Akmal pun langsung membereskan barang-barangnya dan membawa gadis tersebut dalam gendongannya.


Beruntung hari itu Akmal membawa sebuah mobil yang ia parkir di bawah bukit. Walaupun Akmal harus bersusah payah menggendong gadis tersebut, namun ia tidak mengeluh ataupun meninggalkannya.


Luka-lukanya tampak tidak terlalu parah, namun sepertinya gadis tersebut pingsan karena kelelahan mencoba untuk mencari bantuan.


Karena tempat dimana gadis tersebut terjatuh adalah memang jalur yang jarang di lewati oleh orang lain. Sehingga tidak ada yang bisa mendengarnya bahkan menolongnya.


Setelah hampir 30 menit berkendara akhirnya Akmal sampai di sebuah klinik. Ia langsung membawa gadis tersebut untuk masuk ke IGD agar segera di tangani.


Sementara di perkemahan, semua orang sedang melakukan pencarian karena ada salah satu siswi yang menghilang setelah terpisah dari rombongan ketika sedang melakukan salah satu games mencari harta karun.


Ia terpisah dari rombongan ketika mencari petunjuk yang tertera dalam peta yang telah di buat oleh panitia. Sayangnya ia terperosok ke dalam jurang tanpa di ketahui oleh teman-temannya.


Setelah games selesai selama 1 jam siswi tersebut di nyatakan hilang karena tak kunjung kembali. para guru pun sudah meminta bantuan dari pihak pengelola bukit perkemahan untuk membantu melakukan pencarian.

__ADS_1


Akmal menemukannya setelah 4 jam ia terperosok dan berteriak minta tolong sendirian. Dan siswi tersebut pun tak lain adalah Farhanah adik tiri Radit yang sedang mengikuti salah satu kegiatan ekstrakurikuler dari sekolahnya.


Akmal tidak mengenal Hana karena mereka bertemu ketika Hana masih sangat kecil. Ia pun menunggui Hana yang masih pingsan setelah di berikan pertolongan pertama oleh dokter.


Karena hari sudah cukup siang dan Akmal belum memakan apapun, ia memutuskan untuk pergi ke kafetaria rumah sakit terlebih dahulu untuk membeli makanan.


Sepulangnya ia dari kafetaria, ia duduk di kursi yang berada di samping ranjang tempat Hana berbaring. Kedua matanya masih terpejam dengan rapat.


Akmal pun memilih untuk memakan makanan yang ia beli tadi. Ketika hampir habis, tiba-tiba ia melihat tubuh Hana yang mulai bergerak.


Hana pun mulai sadar, ia sedikit meringis merasakan perih di beberapa bagian tubuhnya. Dan kaki kanannya mengalami cedera ringan akibat terjatuh.


"Kamu sudah sadar?" tanya Akmal.


"i..iya, aku dimana ini?" tanya Hana pelan sambil merasakan pusing di kepalanya.


"Kamu di rumah sakit, saya yang bawa kamu kesini."ucap Akmal datar.


"Karena kamu sudah sadar, saya akan pulang. Minta bantuan perawat saja buat menghubungi keluarga kamu." ucap Akmal sambil beranjak bergegas pergi dari sana.


"Tunggu kak, terimakasih ya sudah menolong aku." ucap Hana tersenyum dengan tulus yang hanya di balas anggukan kecil oleh Akmal.


Akmal begitu bersikap dingin terhadap Hana. Ia memang tidak seperti dulu, walaupun Hana adalah gadis yang sangat cantik Akmal tidak tertarik barang sedikitpun.


Rasanya hatinya sudah benar-benar mati untuk perempuan lain. Sudah tidak ada tempat untuk gadis lain di dalam hatinya.


Berbeda dengan Akmal yang bersikap dingin, Hana begitu terpana dengan sikap Akmal yang benar-benar cool menurutnya.


Ia juga sangat terpesona melihat wajah tampan Akmal yang mungkin akan terlihat lebih manis jika ia tersenyum.


Sayangnya, sampai ia pergi Akmal tidak pernah tersenyum sedikitpun. Hana sedikit kecewa, namun ia berujar dalam hati jika memang di takdirkan mereka pasti akan bertemu lagi nanti.

__ADS_1


"Yah, kan aku lupa menanyakan siapa namanya. Ah, dasar bodoh bodoh bodoh kamu Farhanah." umpatnya kesal pada dirinya sendiri.


Sementara teman-teman dan gurunya sudah dibuat panik karena tak bisa menemukan Hana di manapun. Hana pun teringat dengan mereka dan meminta bantuan perawat untuk menghubungi salah satu temannya.


__ADS_2