My Posesif Boyfriend

My Posesif Boyfriend
Manusia es


__ADS_3

1 bulan telah berlalu semenjak hari itu dimana dia melamarku untuk menjadi pendamping hidupnya. Dan sampai saat ini pun aku belum mampu memberikan kepastian untuknya. Hatiku masih takut untuk memulai sebuah hubungan yang lebih serius dengannya.


Bukan karena aku tak mencintainya, sesungguhnya aku sudah sangat mencintainya dan karena itulah aku merasa takut. Aku takut jika ini hanyalah akan menjadi sebatas mimpi yang terlampau indah saja bagiku.


Sudah 3 kali kami berkunjung ke rumah orangtua Akmal dan seperti biasa aku hanya bisa bertemu bundanya saja. Sebenarnya aku bukan belum pernah bertemu dengan ayah dari Akmal, beberapa hari sebelum Akmal memberikan kejutan ulang tahun untukku juga melamarku, aku sudah lebih dulu bertemu dengan beliau.


Pertemuan kami sangat singkat dan tidak banyak yang di ucapkan olehnya selain untuk menjauhi Akmal dan memutuskan hubungan kami. Beliau mengatakan jika Ia sudah memilihkan seorang gadis yang lebih cocok dan sederajat dengan Akmal.


Aku hanya mendengarkan semua kata-kata pedasnya yang teramat pedih di hatiku. Pertemuan pertama kami justru menjadi kepahitan tersendiri untukku.


Karena itulah sampai saat ini, aku belum cukup berani untuk memberikan kepastian pada Akmal. Di satu sisi aku sangat mencintainya namun di sisi lain aku pun sangat menyadari perbedaan kami yang terlalu jauh.


Bahkan papanya secara terang-terangan membenciku dan memintaku untuk meninggalkan Akmal.


Sikap ayah dan bundanya sangat bertolak belakang. Aku sudah sangat dekat dengan bunda Akmal, beliau terus saja membujuk ku untuk segera menikah dengan putra bungsunya itu. Tanpa tahu jika suaminya sendiri yang menentang keras hubungan kami. Beliau tidak merestui hubungan kami apalagi untuk bisa sampai ke jenjang pernikahan.


Siang ini aku memutuskan untuk makan siang di cafe sebrang kantor saja karena kebetulan Akmal sedang ada urusan dan tak bisa menemani ku.


Seperti biasa aku makan siang dengan mbak Alana, mas dafa, dan Radit. yaa 3 manusia ini yang selalu bersamaku selama beberapa tahun ini, mereka lebih dari sekedar rekan bagiku. Walaupun Radit juga selalu terkesan acuh padaku, namun ia selalu membantuku disaat aku dalam kesulitan.


Hanya wajah dinginnya yang tak pernah berubah, bahkan semenjak terakhir kali ia mengantarkanku pulang bahkan kami hampir tak pernah saling bicara selain urusan pekerjaan.

__ADS_1


Aku berharap manusia es 1 ini dapat segera menemukan belahan jiwanya yang bisa mencairkan kebekuan di hatinya.


"halaah, kenapa jadi mikirin si Radit juga. Biarlah dia jomblo seumur hidup pun gak peduli." gumamku dalam hati


Setelah sampai di cafe kami segera memesan makanan dan minuman kesukaan kami masing-masing. Sambil menunggu pesanan datang, aku, memutuskan untuk menelpon Akmal.


Pertama ku lakukan panggilan tidak dapat tersambung karena Akmal tidak mengangkatnya. Bahkan hingga panggilan ke lima belum ada jawaban. Tidak seperti biasanya Akmal sulit di hubungi seperti ini.


Ketika kami tengah menikmati makan siang kami, tiba-tiba saja pak Aksa menghampiri meja kami dan meminta untuk bergabung. Walaupun ia seorang atasan yang baik dan ramah kepada semua orang namun ia juga tipe laki-laki yang tegas dan disiplin jika menyangkut pekerjaan.


Banyak karyawan wanita di kantor kami yang begitu memuja dan mengagumi dirinya. Tentu saja karena wajahnya yang tampan dan pesonanya yang memabukkan. Eits, tapi jangan salah aku tidak termasuk salah satunya.


Selama makan siang tadi pak Aksa tidak memperlihatkan kecanggungan sama sekali. Terkadang dia membuat lelucon yang membuat semua orang di meja kami tertawa, kecuali si radit itu.


"thanks yaa udah ijinin saya buat gabung. Lain kali kita bisa makan siang bareng lagi yaa. Kalau gitu saya duluan yaa bill nya biar saya yang bayar untuk kali ini." ucapnya berpamitan kembali ke kantor lebih dulu


"ya ampun pak, repot-repot banget sih. Jadi keenakan dong kitanya. Sering-sering yaa pak, terimakasih banyak loh. “ timpal mas dafa yang mendapat tatapan tajam dari kekasihnya


"Kamu tuh, malu-maluin aja. "sambung mbak Alana sambil menyikut pelan tangan mas dafa


“iyaa pak, gausah di bayari kita bisa bayar, masing-masing kok. "ucapku menimpali

__ADS_1


“maaf Pak saya juga tidak setuju, saya bisa membayar pesanan saya sendiri." ucap radit tiba-tiba menarik kursinya beranjak berdiri dan melambaikan tangan memanggil waiter


"lohh, saya gak bermaksud buat menyinggung kalian sebenarnya. Maaf yaa sebelumnya, tapi memang saya sedang ada rezeki lebih aja dan ingin berbagi bersama kalian. Toh, kita semua ini kan 1 team jadi saya pikir tidak masalah. Maaf jika ternyata jadi menyinggung kalian yaa. " ucap pak Aksa tulus


"Masih banyak orang yang membutuhkan rezeki lebih bapak diluar sana dibandingkan kami, Permisi." ucap Radit datar lalu melenggang pergi meninggalkan meja kami setelah membayar pesanannya.


Semua orang dibuat melongo dengan tingkah radit yang jauh dari kata sopan itu. Benar-benar memang dia itu, bahkan terhadap atasan pun bisa bersikap sedingin itu.


"ehh, maaf yaa pak kami gak ada maksud yang gimana-gimana kok. Maafin yaa mas Radit memang seperti itu sifatnya. Tapi saya yakin pasti dia gak berniat buat bersikap seperti tadi."jelasku sambil terkekeh pelan berusaha mencairkan suasana yang tiba-tiba terasa sangat kaku


" iyaa pak, maafin Radit yaa. " ucap mbak Alana dan mas Dafa bergantian


Namun jauh dari perkiraan ternyata pak Aksa malah tergelak mendengar ucapan permintaan maaf dari kami bertiga. Walaupun sedikit heran, reaksi pak Aksa yang seperti itu bisa sedikit membuat hati kami lega.


Setidaknya pak Aksa tidak memasukkan kejadian tadi ke dalam hati dan tidak merasa tersinggung dengan ucapan radit.


"kalian ini lucu, kenapa harus seserius itu sih. lagipula kita lagi diluar kantor sekarang dan bukan sedang bekerja. Itu cuma hal spele saja, saya tidak akan masukan ke hati. Kalau begitu saya juga permisi. “jelas pak Aksa dengan santai sambil berpamitan kembali


Hanya kami bertiga yang tersisa, dan tak lama setelah pak Aksa pergi kami bertiga pun memutuskan untuk bergegas kembali ke kantor karena 15 menit lagi waktu istirahat akan berakhir. Ketika sampai di ruangan ku, aku memutuskan untuk mengirimkan pesan whatsapp pada Akmal karena ia tak juga mengangkat panggilan dariku.


"sayang, kamu kemana? kok gada kabar? jangan lupa makan siang yaa i love youu😘" begitulah isi pesan singkat ku padanya

__ADS_1


Dan masih terlihat hanya centang 1, artinya dia memang sedang menonaktifkan data atau mungkin ponselnya. Aku sangat khawatir padanya, karena tidak biasanya dia menghilang seperti ini tanpa kabar.


Kecuali ketika hari ulangtahun ku sebulan lalu. Tidak mungkin dia akan memberikan kejutan untuk ku lagi. Tapi apapun itu, semoga Akmal dalam keadaan baik-baik saja.


__ADS_2