My Posesif Boyfriend

My Posesif Boyfriend
mencoba bercerita


__ADS_3

Malam itu Akmal mengantarkan ku pulang terlebih dahulu. Sepanjang perjalanan hanya hening di antara kami. Tapi bukan karena kami sedang marahan melainkan karena kami sedang sibuk dengan pikiran kami masing-masing . Setelah hampir mendekati rumah, akhirnya aku pun membuka percakapan terlebih dahulu .


"Sayang , kamu gak berniat buat jelasin sesuatu gitu sama aku?" tanyaku berpura-pura kesal terhadapnya walaupun sebenarnya memang aku sedikit kesal padanya.


Akmal tidak langsung menjawab pertanyaan ku itu , dia tersenyum sembari mengelus lembut pipiku . Akhirnya ia pun menepikan mobilnya terlebih dahulu agar kami leluasa untuk bicara .


Kami berhenti di taman yang letaknya tidak jauh dari area perumahanku .


Kami memutuskan untuk turun dari mobil dan berbicara sebentar di taman.


Setelah sampai di sebuah bangku taman yang menghadap ke sebuah danau buatan di taman itu kami pun memutuskan untuk duduk. Suasana taman malam itu tidak terlalu ramai namun tidak terlalu sepi juga.


Banyak pasangan yang memilih untuk menghabiskan waktu disana menikmati kesejukan malam dan pemandangan sekitar taman.


Yang juga indah di malam hari di hiasi banyak lampu yang sengaja di pasang selain sebagai alat penerangan juga sebagai alat untuk mempercantik keindahan danau buatan tersebut .


"sayang, maaf ." ucap Akmal dengan gaya imutnya membujuk ku yang sedang menampilkan raut wajah kesal padanya .


"ada lagi yang kamu sembunyikan ?" tanyaku dengan pandangan sedikit tajam


"waahh, sepertinya kamu sangat kesal yaa ?" tanya Akmal menggoda ku


"to the points aja, sa yang" jawabku tegas dengan nada penuh penekanan di akhir kalimatku


"ahh, baiklah." jawabnya pasrah tak bisa membantah


Aku tidak menjawab apapun lagi hanya memberikan kode padanya untuk segera mulai menjelaskan padaku tentang semuanya

__ADS_1


"Maaf karena sebelumnya aku gak bilang sama kamu mau ngajak kamu ke rumah orangtuaku dan ketemu bundaku." jelas Ibra meminta maaf terlebih dahulu


"Ya, kamu bikin aku malu tau gak ketemu bunda pertama kali tapi gak kasih tahu dulu. Aku kan jadi malu gak bawain apa-apa buat bunda kamu ." jawabku dengan nada sedikit merajuk


"Tapi kan bunda aku welcome sama kamu sayang, lagipula bunda aku gakkan pernah masalahin tentang itu. Dia tuh malah seneng banget bisa ketemu sama kamu sayangnya aku." jawabnya dengan santai


"Ya tetep aja yang ih, kamu tuh nyebelin ! "ucapku mencebik kesal


"Jangan marah dong sayang." bujuknya sambil memelukku dengan erat memberikan kehangatan di tengah angin malam yang menusuk


"aku sayang banget sama kamu yang." ucapnya tiba-tiba membuatku sedikit terkejut


"eh, iyaa. aku juga sayang sama kamu ." jawabku sekenanya


"Sudah lama semenjak aku terakhir kali pulang, dan tadi untuk pertama kalinya setelah sekian lama." ceritanya tiba-tiba tanpa perlu aku tanya


Tatapan matanya berubah menjadi sendu, seakan menerawang jauh menelisik untaian memori yang masih terekam jelas di benaknya.


"Aku pergi dari rumah, beberapa tahun lalu . Mungkin lebih tepatnya ayah yang ngusir aku, pas aku drop out dari kampus . Ayah aku itu pengusaha besar, maka dari itu beliau selalu nuntut anak-anaknya untuk bisa menjadi seperti yang beliau mau. Kakak sulung aku laki-laki, dia itu kebanggaan ayah karena dia itu selain mewarisi bakat ayahku dalam bidang bisnis. Apapun target yang ayah kasih pasti selalu dia lakuin dengan hasil yang sangat baik. Sementara kakak kedua ku itu perempuan, dia juga lumayan nurut sama ayah . Bahkan setelah menikah ia dia percaya sama ayah buat ngurus bisnis yang ayah punya di Bali . Cuma aku yang pembangkang dari semua anak ayah bahkan aku gak punya minat sedikit pun dengan dunia bisnis. Aku lebih suka sama hal yang berbau seni, mungkin karena mungkin aku lebih mewarisi bakat dari bunda yang emang seorang seniman. Sampai sekarang aku bisa jadi komikus kaya gini." jelas Akmal panjang lebar dengan raut wajah yang sendu


"maaf, aku jadi bikin kamu sedih." ucapku


"gapapa sayang, aku memang udah berniat buat jujur sama kamu tentang semuanya. Lagipula, kamu memang harus tahu tentang ini semua ." timpal Akmal dengan jujur


"terus kamu kenapa bisa drop out dari kampus?" tanyaku lagi


"karena aku memang gak berminat sama sekali buat kuliah jurusan bisnis. Aku sering gak masuk kuliah dan puncaknya adalah pas aku minta pindah jurusan ke seni, ayah disitu marah banget. Dia bilang lebih baik aku gak kuliah sama sekali daripada ngambil jurusan seni itu. Dan akhirnya aku lebih milih drop out, dan ayah ngusir aku. Ayah pikir pasti aku gakan bisa hidup tanpa uang dari ayah, dan aku jadi pengen nunjukin kalau tanpa embel-embel nama besar ayah aku masih bisa hidup. Itulah awalnya aku jadi gambar manga atau komik online. Dan setelah beberapa tahun ini akhirnya semua terbayar sedikit demi sedikit ." jelas Akmal kembali

__ADS_1


Mendengar penjelasan Akmal hatiku sedikit berdenyut nyeri merasakan kesedihan yang terpancar jelas di wajahnya. Namun entah kenapa aku merasa masih ada sesuatu yang coba ia tutupi.


"Dan akhirnya kamu berhasil sayang, kamu bisa hidup mandiri Walaupun sederhana. Aku sangat bangga sama kamu , dan jadi pacar kamu." ucapku berharap ia bisa sedikit terhibur


Aku pun memberanikan diri untuk memeluk Akmal lebih dulu. Ini adalah pertama kalinya, Biasanya aku hanya bersikap pasif jika kami sedang berduaan seperti itu.


Cupp,


Akmal pun mencium lembut keningku beberapa saat, lalu perlahan bibirnya menelusuri pangkal hidungku sampai akhirnya sampai di bibir berwarna chery tipis ku.


Mengecup lembut bibirku sebentar kemudian mengeratkan pelukannya padaku. Tubuhku tetap saja terkejut dan selalu bereaksi ketika menerima sentuhan kecil darinya.


Aku berusaha sekuat mungkin untuk menyembunyikan kegugupan ku di hadapannya. Tidak bisa di pungkiri jika aku memang masih sangat amatiran dalam hal seperti itu.


Bahkan setelah beberapa bulan kami berpacaran itu adalah kecupan pertamanya padaku. Bukan karena ia tak ingin , tapi ia mencoba untuk lebih mengerti aku.


Lagipula ia bilang jika ia Takan pernah memaksa apapun dalam hubungan kami termasuk tentang kontak fisik .


Ia ingin kami melakukan semuanya karena atas dasar kami sama-sama menginginkan , bukan karena keterpaksaan. Ia sangat sadar jika ini semua adalah yang pertama bagiku.


Kesabarannya sungguh membuatkan nyaman dan kami selalu berusaha untuk saling jujur tentang perasaan masing-masing . Tidak saling menyembunyikan sesuatu .


Menit demi menit berlalu tak terasa sudah lebih dari setengah jam kami menikmati suasana malam sambil mendengarkan cerita tentang keluarganya yang cukup rumit.


Semakin malam udara semakin dingin, kami memutuskan untuk segera pulang. Akmal itu sangat perhatian namun dia sangat kurang pengertian. Apalagi berhubungan dengan yang namanya interaksi, antara aku dengan orang lain begitu ia batasi .


Bahkan semenjak pacaran dengannya aku hampir tidak pernah menggunakan mobil kesayanganku kembali karena Akmal begitu posesif padaku. Ia bahkan selalu ingin mengantarkanku kemanapun aku pergi dengan senang hati.

__ADS_1


Ia sangat tidak suka bahkan ketika jam istirahat makan siang aku gunakan dengan teman-teman se team ku. dia akan sangat cemburu ketika aku banyak menghabiskan waktu dengan orang lain daripada dengannya walaupun mereka perempuan.


__ADS_2