
Waktu berlalu dengan cepat hingga tak terasa hampir 1 bulan Radit di sibukkan dengan urusan kantor. Semenjak hari pertunangannya dengan Fika bulan lalu Radit tidak pernah sempat untuk ke Surabaya lagi.
Ia harus menyelesaikan pekerjaannya sebelum akhirnya ia akan mengambil cuti panjang untuk pernikahan sekaligus bulan madunya.
Persiapan pernikahan 100% di urus oleh mama Sarah dan papa Randi. Mereka sangat bersemangat untuk mengurus acara pernikahan Radit.
Walaupun terbilang singkat tapi menjelang 1 pekan menuju pernikahan semua persiapan telah selesai. Undangan pun sudah selesai di bagikan hanya tinggal menunggu hari H tiba.
Begitu pula dengan persiapan di Surabaya untuk akad telah selesai. 5 hari menjelang pernikahan Radit baru bisa datang ke Surabaya untuk fitting baju pengantin.
Itu pun hanya dalam beberapa jam ia berada di Surabaya dan harus segera kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan jadwalnya yang padat.
Radit tidak menyia-nyiakan waktu selama ia berada di kota pahlawan tersebut. Setelah selesai fitting baju pengantin, Radit mengajak Fika untuk makan siang romantis di sebuah restoran.
Radit dengan sengaja membooking satu restoran untuk menikmati waktu mereka yang hanya tinggal sedikit. Awalnya Fika sedikit terkejut dengan suasana restoran yang begitu sepi.
Tapi ia pun bisa mengerti jika mungkin Radit hanya ingin mereka bisa makan dengan nyaman tidak terganggu oleh pengunjung lain.
"Mas, kamu kurusan loh sekarang?" ujar Fika di sela makan siang mereka.
"Masa sih?" tanya Radit melihati dirinya sendiri.
"Iya, mas kamu kurusan sekarang." jawab Fika dengan yakin.
"Mungkin karena akhir-akhir ini aku memang lagi sibuk-sibuknya." jelas Radit melanjutkan makannya.
"Maaf ya mas, ini semua karena aku yang meminta kita menikah cepat ya?" tanya Fika sedikit merasa bersalah.
"Enggak lah, justru aku seneng banget sama keputusan kamu. Kalau bisa aku gak akan minta waktu 1 bulan, tapi 1 Minggu biar kamu cepat jadi istri aku." ujar Radit sembari menggenggam lembut tangan Fika.
"Mana ada kamu tuh?" Fika tertawa kecil.
"Aku serius sayang, aku udah lama loh nunggu kamu. Kalau waktu itu kamu minta aku buat nikahin kamu malam itu juga, pasti aku gak akan nolak kok." jelas Radit membuat Fika terkikik geli.
"Apaan sih mas? Udah kamu lanjutin makannya, yang banyak makannya biar kamu bisa gemukan lagi dikit." ujar Fika sambil mengambilkan beberapa makanan ke piring Radit.
Mereka pun kembali melanjutkan acara makan siang mereka tanpa perdebatan. Ketika mereka telah selesai makan, Fika pun mengajak Radit untuk segera keluar dari restoran.
__ADS_1
"Mas, ayo kita langsung ke bandara. Aku pengen anterin kamu dulu ke bandara. Pesawat kamu 2 jam lagi kan?" ajak Fika.
"Ya udah, ayo." jawab Radit langsung berdiri dan menggenggam tangan Fika dengan mesra.
"Surprise....!" teriak semua orang secara bersamaan membuat Fika benar-benar terkejut.
Di sana ada Nayla, Alana, Icha dan juga Hana mengenakan dress cantik berwarna senada. Tidak lupa mereka juga membawa masing-masing buket bunga dan memberikannya pada Fika.
Fika pun langsung berhamburan memeluk Nayla dan Alana. Sudah lama sekali sejak mereka bertemu, Fika benar-benar merindukan kedua sahabatnya itu.
"Nayla, mbak Alana gue gak mimpi kan ini? gue kangen banget sama kalian berdua." tanya Fika sambil memeluk erat keduanya dengan airmata haru yang mengalir begitu saja di kedua pipinya.
"Kalau ke gue kangen juga gak?" tanya Dafa menghampiri ketiga wanita yang sedang berpelukan layaknya Teletubbies.
Fika pun langsung mengurai pelukannya dan beralih menatap Dafa dan suami Nayla yang tengah menggendong anak mereka masing-masing.
"Mas Dafa." sapa Fika dengan senyum yang bercampur haru memberikan pelukan penuh kerinduan.
"Oh iya kak Dimas apa kabar? kakak juga ikut?" sapa Fika.
"Alhamdulillah kakak baik, selamat ya Fika akhirnya kamu menemukan kebahagiaan kamu." ujar Dimas .
"Ya ampun kalian udah pada bawa anak aja. Duh gemes banget anak kalian bener-bener lucu." ujar Fika menatap bayi Alana dan juga Nayla.
"Halo kamu pasti Arsya, dan ini Vanya. Tante Fika seneng banget akhirnya bisa ketemu kalian." ucap Fika menyapa kedua bayi tersebut.
"Halo tante cantik." Jawab Arsya dengan bahasa bayinya membuat semua orang tertawa gemas melihat tingkah bocah cilik itu.
Anak Nayla adalah laki-laki dan sudah berusia 1,5 tahun. Sedangkan anak Alana dan Dafa baru berusia 4 bulan. Wajah mereka yang begitu lugu benar-benar membuat gemas siapa saja yang melihatnya.
"Fika gue kangen banget sama lo." ujar Nayla berseloroh.
"Gue juga Nay, gue kangen banget sama lo. Gue bener-bener gak sangka bisa ketemu Lo disini. Kemaren lo bilang gak bisa dateng di pernikahan gue." ujar Fika sedikit merasa sebal dengan sahabatnya itu karena telah di bohongi.
"Mbak Alana juga, waktu kemarin aku hubungin bilangnya mau dateng pas resepsi di Jakarta aja." sambung Fika merasa sebal dengan keduanya.
"Ya maaf, ini permintaan dari noh calon laki lo. Gue di suruh tutup mulut biar surprise katanya." jelas Nayla yang hanya di balas senyuman lebar oleh Radit.
__ADS_1
"Iyah Fika, mbak juga sama. Pak bos tuh ngelarang mbak sama mas Dafa ngasih tahu kamu." jelas Alana turut menyalahkan Radit.
"Surprise.." ucap Radit dengan senyuman lebar memperlihatkan gigi putihnya yang berderet rapi.
"Sebucin itu loh mas Radit sama mbak Fika."celetuk Hana mengejek sang kakak.
Semua orang pun tertawa dan nampak bahagia. Icha pun menghampiri kakaknya dan menyerahkan sebuah dress berwarna sama dengan apa yang mereka kenakan.
"Mbak Fika ganti dulu gih, kita semua udah pada nungguin dari tadi. Abis ini kita mau foto." jelas Icha sembari menyerahkan sebuah paper bag.
"Ya udah, kamu anter mbak ya." ucap Fika mengajak Icha ke toilet untuk berganti pakaian.
Sementara Fika sedang berganti pakaian dan berdandan, Radit membawa semua orang ke sebuah ruangan VIP yang sudah di desain dengan sangat cantik.
Radit sudah merencanakan semua ini semenjak mereka berdua merencanakan untuk menikah. Radit sangat tahu jika Fika hanya memiliki sedikit teman.
Ia cenderung tertutup bedengan pergaulan dengan dunia luar. Dan jika Radit bisa membawa sahabat-sahabatnya dalam momen istimewa tersebut pastilah Fika akan merasa sangat bahagia.
Radit mulai berpikir dan merencanakan banyak hal untuk membahagiakan wanita yang begitu ia cintai. Dan ternyata pemikirannya tidak salah.
Fika sangat menyukai kejutan manis yang telah ia persiapkan. Walaupun ada saja kendala yang harus ia hadapi untuk bisa mengumpulkan Fika bersama mereka semua namun Radit tetap berusaha.
Dan akhirnya usahanya membuahkan hasil yang memuaskan. Fika terlihat begitu bahagian di kelilingi oleh sahabat mereka. Ia bahkan tidak pernah berhenti tersenyum sampai cara selesai.
Fika tampak begitu cantik dengan mengenakan dress bermotif floral berwarna cerah. Rambutnya ia biarkan terurai bergelombang dengan make up flawless.
Hana juga memakaikan sebuah mahkota bunga yang sangat cantik. Radit begitu di buat terpesona melihat calon istrinya itu yang terlihat begitu cantik dan menggemaskan.
Mereka mengambil banyak foto bersama dengan penuh sukacita. Semua orang disana tampak bahagia dan menikmati setiap momen yang tercipta dalam acara bridal shower tersebut.
Mereka menghabiskan waktu sampai acara makan malam di restoran tersebut. Karena sudah lama tidak bertemu, mereka menghabiskan waktu dengan bercerita dan bernostalgia.
Setelah acara selesai Radit menyuruh asisten pribadinya untuk mengantarkan masing-masing tamu ke hotel yang telah ia siapkan. Mereka akan menginap di hotel sampai hari pernikahan Radit dan Fika tiba.
Radit sudah menyiapkan segalanya dengan sempurna. Sementara semua orang pulang ke hotel, Radit bergegas untuk pergi ke bandara karena harus kembali ke Jakarta.
Ia akan kembali ke Surabaya bersama keluarganya 2 hari jelang pernikahan. Sementara Hana memilih untuk menginap di rumah Fika.
__ADS_1
Ia sudah janjian dengan Icha jika ia akan menginap di rumah mereka begitu ia kembali ke Surabaya untuk acara bridal shower Fika itu. Mereka berencana untuk membantu menyiapkan acara pernikahan dengan sebaik mungkin.