
Setelah dari restoran, Jerry langsung mengajak Akmal pulang ke apartemennya untuk berisitirahat. Sepanjang perjalanan Akmal mendadak menjadi sedikit lebih pendiam membuat Jerry terus menerus menggodanya.
"Gue tahu cewek tadi emang cantik banget sih, kalau aja gue belum sama Alexa udah gue ajak kenalan tuh cewek tadi." ucap Jerry sedikit memberi sindiran untuk sahabatnya.
"Gue gak mikirin cewek tadi ya." kilah Akmal dengan suara datarnya mencoba mengalihkan pikirannya dengan bermain gadget di tangannya.
"Loh, gue kan gak bilang lo mikiran cewek tadi bro. Gue cuma bilang, itu cewek sumpah cantik parah. Gak bosen gitu gue liatnya, manis." timpalnya lagi sengaja memuji gadis yang mereka temui di restoran.
Akmal pun tidak mengiyakan ucapan Jerry namun ia juga tak membantahnya. Karena sebenarnya pikirannya memang sedang terganggu dengan kehadiran seorang gadis yang untuk pertama kalinya membuat hatinya sedikit terketuk.
Namun dengan cepat ia tepis perasaannya tersebut. Toh ia tidak mengenal gadis tersebut, jadi mana mungkin ia bisa tertarik dan menyukai gadis yang tidak ia kenal sama sekali.
Sementara di tempat lain ada seorang gadis yang hatinya sedang berbunga-bunga karena telah bertemu dengan laki-laki yang menjadi idamannya sejak lama. Ia terlalu gugup sampai tanpa sadar kakinya membawa tubuhnya pergi tanpa sempat mencoba untuk berkenalan dengannya.
Begitu tersadar, ia segera kembali ke restoran tersebut namun Akmal dan Jerry sudah tidak ada lagi disana. Mereka tidak jadi untuk makan disana karena setelah Hana berlari keluar, Akmal melihat Vanya berada di restoran yang sama.
Vanya adalah teman dari Alexa, kekasih Jerry saat ini. Sejak kuliah dulu, Vanya tidak pernah berhenti mengejar Akmal. Ia akan menempel seperti permen karet dan membuat Akmal kesal karena kesulitan untuk menjauh darinya.
Beruntung Akmal dan Jerry bisa keluar dari restoran tanpa sempat di lihat oleh Vanya. Dan akhirnya mereka mencari restoran lain yang berada tidak jauh dari restoran tersebut. Karena itulah ketika Hana kembali kesana ia sudah tidak lagi menemui Akmal disana.
Dengan kecewa ia melangkah keluar dari restoran tersebut sambil terus merutuki kebodohannya yang malah kabur ketika laki-laki impiannya itu berada tepat di depan matanya secara nyata.
"Bego ih bego !!" kesal Hana sembari mengetuk-ngetuk kepalanya frustasi.
"Harusnya gue ngajak dia kenalan, minimal harus tahu namanya kek. Lah ini?" celotehnya kembali sambil berjalan penuh kekesalan.
Hana memilih kembali ke apartemennya untuk meratapi kebodohannya hari ini. Setelah 5 tahun ia menunggu, tuhan telah menghadirkan kesempatan baginya namun Hana dengan bodohnya malah menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
Gadis cantik yang belum genap berusia 22 tahun tersebut sudah 3 tahun tinggal dan menetap di Australia untuk menempuh pendidikan di salah satu universitas paling bergengsi disana.
Dan dalam waktu 3 tahun tersebut Hana sudah bisa menyelesaikan pendidikannya dan meraih gelar cumlaude untuk 2 jurusan berbeda yang ia tempuh sekaligus. Tidak hanya cantik, Hana juga gadis yang sangat cerdas dan kritis.
3 hari lalu seluruh keluarga Mahendra datang untuk menghadiri acara kelulusan Hana. Begitu juga dengan Radit dan Fika yang turut serta membawa putri kecil mereka.
Dan kemarin malam bersamaan papa dan mamanya yang kembali ke Indonesia, Radit dan Fika pun meninggalkan negara tersebut untuk bulan madu kedua mereka.
__ADS_1
Radit memilih untuk membawa Fika berlibur ke Kanada. Ini adalah liburan pertama mereka setelah bulan madu mereka terdahulu. Radit menjadi semakin sibuk beberapa tahun belakangan karena bisnisnya terus berkembang dengan pesat.
Dan begitu ada kesempatan, ia ingin mengajak istrinya tersebut untuk liburan dan berharap jika mereka akan segera memiliki bayi lagi setelahnya. Radit sudah sangat menantikan anak keduanya dari perempuan yang begitu sangat ia cintai.
Perjalanan mereka kali ini juga merupakan salah satu hadiah spesial dari Radit untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka yang ke-5. Sementara putri semata wayang mereka dibawa pulang ke Indonesia terlebih dahulu oleh mama Sarah dan papa Randi.
**
Hana masuk ke apartemennya dengan sangat malas. Ia langsung menuju kamarnya dengan langkah yang lesu tanpa menghiraukan keberadaan Devan yang tengah menonton TV dan duduk di sofa.
"Kenapa tuh muka lo? Kusut bener kayak cucian kotor di rumah gue." tanya Devan sembari menggoda adik bungsunya tersebut.
Namun jangankan menjawab pertanyaan Devan, Hana bahkan tidak menanggapi keberadaan kakaknya tersebut. Setelah 5 tahun Devan tetap membuatnya semakin kesal.
Ia selalu datang berkunjung ke Sidney hampir setiap bulan bahkan lebih sering dari kedua orangtua mereka. Dan selama ia berada di Sidney, Devan tidak pernah melewatkan hari tanpa mengacaukan suasana hatinya.
Mungkin karena Devan terus melajang selama 5 tahun belakangan ini, sehingga ia mempunyai banyak waktu untuk mengganggu adiknya dan mengawasinya. Ia bahkan tidak mau bekerja di perusahaan Mahendra grup.
Sejak 3 tahun lalu ia memutuskan untuk menjadi seorang pengangguran dan hidup bebas dengan berpetualang berkeliling Dunia sebagai agenda wajibnya. Dan sisanya ia akan mengawasi adik perempuan satu-satunya itu.
Lagipula uangnya sudah cukup banyak untuk ia hamburkan, selain hasil kerja kerasnya bertahun-tahun bekerja di luar negeri, ia juga mempunyai beberapa sumber penghasilan dari kakek dan neneknya yang memberikan beberapa asetnya untuk Devan.
Malam harinya Hana bergegas keluar dari apartemen karena malam ini ia ada sebuah pesta perpisahan kecil-kecilan dengan teman-temannya di sebuah tempat hiburan malam.
Hana terlihat 2 kali lipat lebih cantik dengan mengenakan sebuah dress Sabrina berwarna hitam dan mengenakan mantel berwarna putih gading. Rambut berwarna coklatnya ia biarkan tergerai, dan sengaja ia Curly sedikit agar lebih bergelombang, membuatnya terlihat lebih dewasa.
Ia juga mengaplikasikan sedikit make up di wajahnya yang cantik tersebut membuatnya terlihat sangat berbeda.
Melihat adiknya kini yang sudah terlihat cantik dan dewasa membuat Devan berencana mengikuti Hana untuk menjaganya. Tapi dengan tegas Hana menolaknya, ia terus memohon sambil berpura-pura menangis agar Devan tidak mengikutinya.
Ini adalah malam terakhir bersama teman-temannya dan Hana tidak ingin Devan mengacaukannya.
Setelah berdebat cukup sengit dan membuat drama permohonan yang menyedihkan akhirnya Devan membiarkan ia untuk pergi seorang diri. Namun Devan meminta alamat dimana adiknya tersebut akan pergi, jika sampai jam 12 malam Hana tidak kembali maka Devan sendiri yang akan menjemputnya untuk pulang.
Hana pun dengan terpaksa menyetujui permintaan kakaknya tersebut karena ia pun tahu jika Devan hanya ingin menjaganya. Hanya saja terkadang cara yang ia lakukan membuatnya kurang nyaman dan selalu menimbulkan beberapa kekacauan.
__ADS_1
"De, aktifin terus handphone Lo. Tiap 1 jam gue telpon, kalau gak di angkat gue langsung jemput Lo kesana." ujar Devan membuat sepasang mata yang tengah berbinar berubah mendelik kesal padanya.
"Ya kalau Lo gak mau gue kesana sih simple tinggal jawab telpon gue dan jangan pulang telat dari jam 12 titik." ucapnya lagi dengan nada menyebalkan.
"Iya abangku sayang." ujar Hana memaksakan bibirnya tersenyum manis di hadapan Devan lalu bergegas pergi.
Dan ketika hendak memasuki sebuah mobil sport keluaran terbaru berwarna merah cerah, sepasang mata tidak sengaja melihatnya dengan terpesona. Lagi-lagi Akmal melihat gadis yang tadi pagi ia temui, dan entah kenapa hatinya menjadi berdebar-debar ketika melihat gadis tersebut.
Akmal yang melihat Hana melajukan mobilnya, tanpa sadar ikut melajukan mobil milik sahabatnya yang ia pinjam. Akmal baru saja kembali setelah membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarganya, namun ketika di parkiran ia malah melihat Hana akan pergi berkendara dan tanpa sadar malah mengikutinya.
Setelah 20 menit akhirnya mereka sampai di tempat tujuan Hana. Yaitu sebuah tempat hiburan malam yang paling terkenal di Sidney. Sebenarnya Akmal sedikit ragu untuk masuk, ia berpikir sepertinya ia telah melakukan kesalahan dengan mengikuti seorang gadis.
Namun melihat Hana yang sudah turun dari mobilnya dan hendak masuk, membuatnya tak bisa berpikir lebih lama lagi. Dan akhirnya disanalah ia berada kini, di tengah lautan manusia yang tengah menikmati dentuman musik di bawah gemerlap lampu disko.
Diam-diam Akmal terus mengawasi Hana yang tampak berbincang-bincang dengan beberapa orang. Akmal menduga-duga jika sepertinya Hana dan teman-temannya tengah mengadakan sebuah pesta.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hai readers, selamat malam semua.. setelah sekian lama akhirnya author memutuskan untuk membuat ekstra part di cerita ini tentang kisahnya si Akmal setelah berpisah dengan Fika. author belum ada rencana buat bikin season 2 nya atau bikin judul baru untuk story tentang si Akmal ini. Kalau kalian mau di bikin lanjutan dari cerita ini silahkan komen di bawah ya biar author bisa nentuin keputusan untuk semangat nulisnya..🙏
Hatur thankyouu buat readers ku tersayang, jangan lupa like dan komentar nya yaa di cerita ini GRATIS loh gak bayar 🙏🤗