
~ Happy Reading ~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Selama di jalan, pak Hans terus menjelaskan peraturan-peraturan di sekolah, maupun selama pelajaran dirinya.
Ana hanya mendengarkan saja sambil menatap lurus ke depan. Sampai tak terasa mereka sudah tiba di salah satu ruangan yang di yakini Ana ruang kelasnya.
" Tunggu sebentar, nanti saya panggil. " Ujar Pak Hans dan Ana pun mengangguk mengiyakan.
Ana terus berdiri di depan sambil menatap kedalam kelas yang cukup gaduh dengan teriakan-teriakan murid laki-laki dan suara murid perempuan yang bernyanyi dengan nada asal-asalan.
" TOLONG TENANG SEBENTAR!!! " Teriak Pak Hans yang bisa di dengar Ana dari luar.
" HUUUU, GAK ASIK PAK HANS!!! " Teriak semua murid yang protes di saat pak Hans menyuruh mereka diam.
" DIAM!!! " Teriak Pak Hans dengan memukul mejanya dengan keras.
Semua murid langsung terdiam sambil duduk di bangkunya masing-masing melihat pak Hans yang sudah marah.
" Begini kan enak. " Ujar Pak Hans dengan tersenyum melihat murid-murid nya duduk dengan tenang.
" Kalian kedatangan murid baru, silahkan masuk. " Ujar Pak Hans menatap Ana yang berada di luar.
Semua murid-murid kelas 2-Ipa1 mulai gaduh kembali, mereka bergosip menanyakan siapa murid barunya?, Cewek atau cowok.
" Mudah-mudahan cewek cakep. Gua capek lihatin cewek-cewek buruk disini. " Ujar si seksi keamanan, tapi kelakuannya selalu bikin ricuh di kelasnya.
" COT! KAYA LU CAKEP AJA! " Teriak si bendaraha dengan melempar bolpointnya.
" Njir, sakit nek lampir. " Ujar si seksi keamanan dengan menatap tajam si bendaraha.
" Bomat, emang gua pikirin. " Ujar si bendaraha dengan menjulurkan lidahnya.
__ADS_1
" SUDAH-SUDAH DIAM!!! " Teriak Pak Hans kembali melerai si seksi keamanan dan si bendaraha.
Ana mulai berjalan masuk dengan terus tersenyum ke seluruh teman-teman sekelasnya dan berdiri di sebelah Pak Hans.
" Silahkan perkenalkan diri kamu. " Ujar Pak Hans dengan mempersilahkan Ana maju satu langkah di depannya.
Ana menangguk dan berjalan satu langkah ke depan. Jujur dia gugup di tatapan semua teman-teman sekelasnya. Karna baru kali ini Ana merasakan menjadi siswi pindahan.
" Halo, perkenalkan nama ku Hana, biasa di panggil Ana. Salam kenal semuanya. " Ujar Ana dengan tersenyum.
" DAEBAK! CANTIKNYA!!! " Teriak si seksi keamanan.
" CANTIK, MAU JADI PACAR KU GAK?! "
" Muka kaya pantat panci aja berani nembak cewek cakep. " Ujar si bendaraha dengan menatap siswa tadi.
" Sirik aja lu, Wi. " Ujar Siswa itu yang bernama Rendy.
" Dihh, sorry ya. Dalam kamus seorang Dewi tidak ada namanya sirik menyirik. " Ujar Si Bendaraha yang bernama Dewi.
" Sudah-sudah, kalian berdua ini selalu aja bertengkar. Lama-lama saya jodohin. " Ujar Pak Hans membuat Dewi dan Rendy berteriak serempak ke arahnya.
" Makanya diam. " Ujar Pak Hans membuat Dewi dan Rendy memilih diam.
" Baiklah apa ada pertanyaan? " Ujar Pak Hans menatap semua murid.
" MARGANYA APA?! " Teriak salah satu siswi yang duduk di bangku deretan ketiga paling belakang.
" Rahasia. " Ujar Ana dengan tersenyum.
" YAHHH!!! " Teriak siswi itu kecewa.
" Paling anak keluarga miskin. " Celetuk salah satu siswi yang berdanda sangat menor.
" Sok tau lu tante girang! " Celetuk Dewi membuat semua murid-murid tertawa.
__ADS_1
Sedangkan yang di katai tante girang itu menatap Dewi dengan kesal. Di dalam hatinya dia memaki Dewi, untung aja dia sepupu dari The Boys Tiger. Kalau tidak sudah habis si bendaraha itu dengan geng nya.
" Sudah-sudah diam! Ana kamu duduk sebangku dengan Vio. VIO ANGKAT TANGAN KAMU!!! " Teriak Pak Hans dan gadis cantik yang di panggil namanya itu langsung terbangun dari tidur.
" SAYA PAK, SAYA!!! " Teriak gadis cantik itu dengan bangkit dari duduknya dan semua murid tertawa melihatnya.
" Kamu ini kerjaannya tidur terus! " Ujar Pak Hans membuat Vio tersenyum malu.
" Silahkan Ana, kau boleh duduk. " Ujar Pak Hans ke Ana.
" Baik Pak, terimakasih. " Ujar Hana yang langsung berjalan menuju bangkunya yang berada di deretan tengah nomor tiga, tidak terlalu depan dan tidak terlalu belakang.
" Baik anak-anak. Silahkan buka buku kalian, bapak akan lanjutkan materi yang kemarin, buat Ana kamu bisa berdua dulu dengan Vio, nanti istirahat ambil buku di perpustakaan. " Ujar Pak Hans menatap Ana.
" Baik Pak. " Ujar Ana dengan mengangguk dan Pak Hans pun mulai menerangkan materi yang kemarin belum selesai di jelaskan.
" Hai, kenalin gua Vio. Nama lo siapa? Soalnya tadi gua tidur. " Ujar Vio dengan terkekeh pelan sambil mengulurkan tangannya.
" Hana, panggil aja Ana. " Ujar Ana dengan membalas uluran tangan Vio sambil tersenyum.
" Lo mau kan jadi temen gua? " Ujar Vio membuat Dewi yang duduk di depannya langsung menengok kebelakang.
" Temen gua juga. " Ujar Dewi menyaut.
" Iyaa-iyaa, udah sana natap ke depan. Nanti Pak Hans lihat bisa gawat. " Ujar Vio dan Dewi pun langsung kembali menatap ke depan.
" Iya mau. " Ujar Ana mengangguk senang, ternyata ada yang mau bertemen juga dengannya tanpa tau dia dari keluarga Abraham.
" Nanti ke kantin bareng ya. " Ujar Vio dengan tersenyum senang mendapatkan teman baru.
" Tapi gua mau ke perpus dulu, ambil buku. " Ujar Ana dengan pelan takut terdengar Pak Hans yang sedang menerangkan materi.
" Tenang aja, nanti gua sama Dewi temenin. Habis itu baru kita ke kantin, ya gak Dew? " Ujar Vio dengan menepuk pundak Dewi.
" Hmm. " Dewi mengangguk tanpa menoleh kebelakang takut ketahuan Pak Hans.
__ADS_1
" Oke. " Ujar Ana dengan tersenyum dan mereka berdua pun kembali mendengarkan penjelasan Pak Hans.
~Bersambung~