My Posesif Boyfriend

My Posesif Boyfriend
Serpihan masa lalu


__ADS_3

Esok harinya aku bekerja seperti biasa. Akmal kembali ke rutinitas seperti biasanya menjemput ku di pagi hari dan sarapan bersama keluargaku.


Ibu sangat senang melihat Akmal kembali setelah 10 hari. Aku tahu sebenarnya ibu sejak Minggu lalu sudah mengkhawatirkan hubungan kami karena Akmal tak kunjung datang.


Tapi bagaimana pun ibu bertanya, aku selalu menjawab jika Akmal sedang sibuk dengan pekerjaannya.


Walaupun hatinya merasa tak yakin dan percaya dengan jawaban yang ku berikan, namun ibu tak terlalu mempermasalahkannya karena melihat suasana hatiku yang tidak cukup baik.


Setelah sarapan kami langsung berangkat ke kantor, sedangkan Icha di antarkan oleh ayah ke kampus. Reyhan sedang sibuk-sibuknya beberapa waktu ini hingga tidak bisa sering mengantar jemput Icha.


Setelah sampai di kantor, aku bersiap turun namun Akmal menahan tanganku untuk bergerak.


"Ada apa ?" tanyaku


"Aku masih rindu." ucapnya manja


"Sayang, aku harus bekerja. 2 hari lagi aku libur okay." bujuk ku dengan sabar


"baiklah." ucapnya sambil mendengus kecil


Aku pun tersenyum sambil menatapnya intens. Ku lihati setiap inci wajah tampannya, sungguh di luar dugaan aku bisa begitu jatuh hati padanya.


"Apa? kenapa lihat aku begitu?" tanyanya sambil berdecak sebal


"Aku mencintaimu, sangat ." ucapku tulus


"Sayang, jangan buat aku semakin tidak mau melepaskan mu hari ini." ucapnya tersenyum nakal


"Ah, tidak..tidak. Aku akan turun sekarang juga, aku harus bekerja." ucapku sambil bergegas keluar


Belum sempat membuka pintu mobil, Akmal kembali menarik tanganku membuatk menoleh kembali.


Perlahan tangannya berpindah merangkul mesra pinggangku membuat tubuh kami hampir beradu dan tak berjarak.


Bisa ku rasakan hembusan nafasnya menerpa wajahku. Sesaat gelenyar aneh terasa menjalar di tubuhku.


"ahh, kenapa harus sedekat ini?" batinku


Perlahan wajahnya semakin dekat membuat jarak di antara kami terkikis habis. Ia benamkan bibir seksinya di bibirku, perlahan ********** dengan lembut.


Aku pun terbawa suasana yang tanpa sadar sudah mengalungkan kedua tanganku di lehernya. Satu tangannya ia gunakan untuk menekan tengkuk leherku untuk memperdalam ciuman kami.


Beruntungnya, kaca mobil Akmal tidak tembus pandang dan berwarna gelap. Sehingga kegiatan kami yang sedikit mesum itu tak di ketahui orang lain.

__ADS_1


Setelah nafas ku hampir habis akhirnya ia melepaskan tautan bibirnya dari benda kenyal berwarna merah muda milik ku.


"sangat manis, i love you sayangku." ucapnya sambil mengusap bibirku depan lembut mengecupnya sekali lagi dengan cepat


"Sayang, please udah."ucapku berdecak kesal


"iya, iya baiklah sampai jumpa nanti siang." ucapnya sambil terkekeh melihat ekspresi sebal ku


Siang hari,


Sebenarnya Akmal masih di sibukkan dengan berbagai acara promo tapi ia sengaja meluangkan waktunya siang ini untuk makan denganku.


Karena kami baru berbaikan Akmal tidak mau menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Ia akan meluangkan waktunya sebanyak yang ia bisa ketika aku senggang.


Ia sangat terkenal di dunia maya, dan ia merupakan salah satu dari influencer yang sebagian besar pengikutnya adalah seorang wanita.


Bahkan banyak yang menyarankan Akmal untuk menjadi artis daripada seorang komikus mengingat wajahnya yang terlalu tampan.


Aku benci ketika melihat banyak komentar memuja atau pun memujinya di salah satu akun social medianya.


Aku terus menscroll dan membaca satu persatu komentar netizen di salah satu postingan terbaru Akmal .


Aku terus menggerutu kesal sambil berjalan meninggalkan ruangan ku sambil terus fokus pada ponselku yang sedang ku gunakan untuk kepo.


"Dasar tidak tahu malu, untuk apa menulis komentar seperti itu." masih menggerutu kesal


"Astaga!!" pekik ku sedikit kencang membaca komentar dari salah satu mantan pacarnya


*Bugh*


Hampir saja aku terjengkal karena tak sengaja menabrak pak Aksa yang ada di depanku. Aku terlalu fokus pada ponselku dan tak memperhatikan jalan.


Beruntungnya aku tidak terjatuh karena ada seseorang yang menahan tubuhku. Dan begitu menoleh, aku sangat terkejut karena Radit telah berdiri di sampingku sambil menahan bahu dan punggung ku.


"Fika, maafkan saya. Kamu tidak apa-apa?" tanya pak Aksa memecah canggung di antara aku dan Radit


Segera ia melepaskan tangannya dari tubuhku. Kami jadi sedikit salah tingkah karena kejadian tersebut.


"Ah, iya pak. Justru saya yang minta maaf karena terlalu fokus pada ponsel saya dan tidak memperhatikan jalan." ucapku sedikit panik


"Mas Radit, makasih yaa." ucapku tulus sambil tersenyum ramah


"Iya." jawabnya singkat dan berlalu begitu saja meninggalkan aku dengan pak Aksa

__ADS_1


"Ya sudah pak, kalau begitu saya permisi." ucapku pamit


"Tunggu, Fika. Kamu mau gak makan siang bersama saya?" tanyanya tiba-tiba


"Maaf pak saya gak bisa, soalnya pacar saya udah nunggu di bawah." ucapku menghindar dengan jujur


"Oh begitu, tapi bagaimana kalau besok? apa kamu bisa?" tanyanya mencoba sekali lagi


"Maaf pak, besok ataupun lusa saya tetap tidak bisa." ucapku dengan tenang


"Kenapa Fika? sepertinya kamu selalu menghindari saya? Apa kamu punya masalah dengan saya? atau saya pernah menyinggung kamu?" tanyanya beruntun membuatku sedikit terkejut


"Saya ingat jika kita pernah 1 fakultas dulu, dan kamu adalah adik tingkat saya." ucapnya kemudian dengan tatapan yang menusuk


deg,


"bagaimana kalau dia tahu aku dulu sangat tergila-gila padanya. ah, tidak mungkin ! hanya Nayla yang tahu tentang itu. Pak Aksa tidak mungkin tahu ." gumamku dalam hati


"Kenapa sejak awal kamu pura-pura tidak mengenal saya Fika?" tanyanya kembali menyadarkan ku dari pikiranku yang sudah meremang mengingat masa lalu


"Maaf pak, disini kita hanya sebagai atasan dan bawahan. Jadi saya pikir, kita tidak perlu bernostalgia tentang masa lalu. Walaupun kita pernah bertemu sebelumnya, tapi saya ingat dengan jelas jika kita tidak pernah saling mengenal satu sama lain. Jadi tidak ada gunanya mengatakan tentang itu." jawabku dengan tanpa keraguan


"Dulu, kamu memang sangat berarti buatku. Tapi itu hanya ada di masa lalu, aku bahkan tidak pernah bermimpi jika suatu saat kita bisa bertemu kembali seperti ini." batinku


Semua jawaban ku tiba-tiba saja membuatnya bungkam seketika. Ia seperti tidak bisa berkata-kata apapun lagi untuk menjawab ku.


Belakangan ini pak Aksa memang terlihat berbeda, di setiap kesempatan dia seperti berusaha ingin dekat denganku.


Tapi dengan cepat ku tepis semua pemikiran seperti itu karena itu sangat tidak mungkin.


Dan lagi pula, jika pada akhirnya ia mengingatku dan mengetahui tentang perasaan ku padanya dulu itu tak lagi menjadi berarti bagiku.


Tidak ada tempat untuk masa lalu bagiku, karena itu hanya seperti mengorek luka lama yang sudah mengering untuk membuatnya basah kembali.


"Baiklah Fika, pergilah." ucapnya pelan dengan sorot mata penuh kecewa


"Baik pak, permisi." ucapku berlalu bergegas menuju lift yang pintunya sudah terbuka


💔💔💔💔💔💔


Jangan lupa tinggalkan jejaknya di kolom komentar dan juga ingat untuk like dan vote sebanyak-banyaknya biar daku semangat buat up 2 bab tiap hari.. thank you 😘😘😘😘


 

__ADS_1


__ADS_2