
Author POV
Sementara Fika sangat mengkhawatirkan Akmal, ternyata Akmal sedang bertemu dengan seorang laki-laki paruh baya yang terlihat dari penampilannya saja bisa terlihat jelas jika beliau adalah orang yang cukup berpengaruh.
Ya, siang itu Akmal bertemu dengan sang ayah yaitu Rendra Hutama, yaitu seorang pengusaha sukses di bidang industri dan pariwisata. Beliau salah satu pendiri dan pengelola beberapa tempat hiburan dan taman rekreasi yang tersebar di beberapa kota besar di Indonesia.
Semua tempat wisata yang ia dirikan sukses menjadi salah satu destinasi wisata terpadat pengunjungnya baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara.
Beliau juga sukses mengibarkan sayap dengan mendirikan salah satu perusahaan transportasi berbasis online terbesar di jakarta.
Sudah berbulan-bulan tahun mereka tidak pernah bertemu dan sejak 2 tahun yang lalu Akmal memilih untuk pergi dari keluarga Hutama. Ia bahkan tidak pernah menggunakan nama besar ayahnya untuk memulai kehidupan barunya.
Ia tidak pernah mencantumkan nama keluarga Hutama di belakang nama Akmal alfarizi yang sebenarnya adalah Akmal Alfarizi Hutama.
Rendra Hutama memiliki 2 orang putra, yang pertama adalah Akhtar Gifari Hutama dan Akmal Alfarizi Hutama. Dan juga seorang putri bernama Zahra putri Hutama ia adalah putri satu-satunya ayah Rendra dengan istri keduanya.
Ya ayah Rendra mempunyai 2 orang istri, tanpa sepengetahuan bunda Rania ayah Rendra menikahi perempuan lain. Ketika Akthar berusia 6 tahun, Zahra pun sudah lahir tak lama setelah itu bunda Rania mengandung Akmal.
Flashback,
Kelahiran Zahra saat itu hanya terpaut 1 tahun dengan Akmal. Dan ketika Akmal berusia 5 tahun, ibu dari Zahra meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas. Hingga akhirnya ayah rendra membawa Zahra kecil ke rumah utama dan memperkenalkannya sebagai putrinya kepada bunda Rania. Saat itulah menjadi titik awal dimana keluarga Hutama tak lagi menjadi harmonis.
Bunda Rania harus menerima Zahra sebagai putrinya, ayah Rendra memaksa untuk memasukkan nama Zahra kedalam keluarga mereka. Dan tidak sampai disitu, bunda Rania juga harus berbohong pada semua orang mengakui Zahra sebagai putri kandungnya. Karena ayah Rendra tidak boleh memiliki skandal dengan siapapun.
Walaupun dengan sakit hati yang teramat sangat namun bunda rania tidak pernah memperlakukan Zahra dengan berbeda. Hanya Akhtar yang selalu bersikap dingin pada Zahra, karena ia sudah cukup mengerti permasalahan kedua orangtuanya kala itu ketika ayah Rendra membawa Zahra kecil.
Ia tidak memperlakukan Zahra dengan buruk tapi tidak juga bersikap baik. Kekecewaannya yang teramat dalam membuat Akhtar tumbuh menjadi pria yang sangat dingin dan tertutup.
Berbeda dengan Akmal yang sangat baik, karena ia masih kecil saat itu jadi ia tidak mengetahui yang sesungguhnya jika Zahra bukanlah kakak kandungnya.
Dari luar mereka terlihat sangat harmonis, namun tidak seperti yang terlihat kerekatakan semakin tak terelakkan lagi. Ketika Akmal dan Zahra duduk di bangku SMA, akhirnya Akmal mengetahui rahasia yang telah di tutup rapat oleh kedua orangtuanya.
Tanpa sengaja Akmal mendengar perdebatan antara bundanya dan kakaknya Akhtar. Bunda sedang menasihati Akhtar agar bisa memperlakukan Zahra dengan lebih baik.
"Abang, sekarang abang sudah dewasa. Bunda sangat berharap nak, kalau abang bisa menjaga adik-adik abang dengan baik. Jangan membeda-bedakan Akmal dan Zahra lagi nak. Mereka berdua tetap adikmu, bunda tau Zahra sangat sedih melihat sikap abang yang selalu acuh padanya." tutur lembut bunda Rania
__ADS_1
“Bisakah abang menuruti permintaan sederhana bunda ini? " tanya lagi bunda Rania yang hanya dijawab kebisuan oleh akhtar
"Abang.. " panggil bunda dengan lembut sambil menggenggam tangan Akhtar yang kala itu sudah beranjak dewasa
“Bunda, aku bukan orang yang seperti itu. bunda tau kan? tapi, setiap melihat Zahra hati aku sakit . Setiap melihat Zahra hanya bayang-bayang tangisan penuh kepiluan bunda selama bertahun-tahun yang terdengar dan teringat olehku. Zahra bukan anak bunda, dia anak wanita lain yang diam-diam ayah nikahi. Tolong bunda mengerti hati aku sangat sakit jika mengingat itu semua." jelas Akhtar dengan suara sangat parau dan guratan kesedihan yang tercetak jelas diwajahnya
Degg,
Hal itu seperti petir menyambar di siang hari bagi Akmal yang mendengarnya. Matanya membulat memerah dengan airmata menggenang perlahan meluncur bebas di wajahnya.
Kakak perempuan yang paling ia sayangi dan ia lindungi selama ini ternyata bukanlah kakak kandungnya melainkan anak ayahnya dari perempuan lain. Betapa hancur hati Akmal kala itu, ia pun bergegas pergi ke kamarnya dan mengurung diri selama beberapa hari.
Sakit, sesak, benci, dan kecewa bercampur jadi 1 . Akhirnya ia mengetahui kenapa kakaknya Akhtar terlihat sangat menjaga jarak dengan Zahra. Akhtar selalu menjauh dan bersikap dingin pada Zahra.
Sedangkan ia, ia sudah terlanjur sangat menyayangi Zahra. Ia tidak tahu lagi harus bagaimana bersikap pada Zahra selanjutnya. Setelah kejadian itu Akmal mulai berubah jadi anak yang pembangkang dan selalu berulah di sekolah atau dimana pun ia berada.
Ayah Rendra menjadi sangat marah padanya karena selalu membuat ulah dan mempermalukan nama keluarga Hutama. Zahra yang melihat perubahan Akmal menjadi sangat sedih, karena pada akhirnya seperti Akhtar, Akmal pun selalu bersikap dingin dan acuh padanya.
Tidak ada lagi Akmal yang selalu memanjakan dan melindunginya. Hanya ayah Rendra dan bunda Rania yang selalu menyayanginya.
Setelah mereka duduk di bangku kuliah, sikap Akmal semakin menjadi hingga akhirnya dia harus drop out dari kampus. Ayah Rendra sangat murka mengetahui Akmal yang drop out dari kampus.
"Dasar anak tidak tahu diri!!" teriak ayah Rendra penuh amarah sambil berjalan mendekati Akmal yang baru saja pulang
Plaaak,
1 tamparan yang sangat kuat mendarat di wajahnya hingga membuat sudut bibirnya mengeluarkan darah. Mata Akmal membulat sempurna mendapatkan perlakuan menyakitkan dari ayahnya itu.
"Ayaah, cukuup !" teriak bunda Rania seraya berlari menuju Akmal dan memeluknya dengan airmata yang sudah mengalir di wajahnya yang penuh kelembutan
"Biar aja bunda, biarin ayah pukul Akmal. Akmal baik-baik aja kok." ucap Akmal sambil melepaskan pelukan bundanya dan menghapus airmata di wajah bundanya
Bunda Rania hanya bisa terisak menggelengkan kepalanya pelan sebagai isyarat permohonan agar Akmal tidak lagi menyulut api kemarahan ayah Rendra.
“Tamparan ayah gak sakit sedikitpun di wajah aku bunda. Rasanya gak sesakit hati aku bunda dan bang Akhtar karena penghianatan ayah. " ucap Akmal dengan penuh penekanan
__ADS_1
degg,
Ayah dan bunda Rania pun tersentak mendengar ucapan anaknya yang terdengar penuh kepedihan itu. Bunda Rania mendengarnya menjadi semakin sedih, ia kembali menghampiri dan berdiri di hadapan Akmal.
"Akmal, kenapa kamu bicara seperti itu nak?" apa maksud kamu? ayah tidak pernah mengkhianati bunda nak.“ ucap bunda Rania dengan hati yang benar-benar sesak melihat wajah putranya yang sangat sendu menampakkan luka yang dalam di kedua matanya
“bunda gak perlu berbohong dan menutupi kesalahan ayah lagi. Akmal udah tahu semuanya bunda, Zahra itu bukan anak bunda tapi anak dari selingkuhan ayah!! " seru Akmal penuh emosi dengan airmata yang menggenang di kedua matanya
praaaank ,
Semua orang pun menoleh ke asal suara dimana sudah ada Zahra yang tengah berdiri bersama airmata yang mengalir deras menghiasi wajahnya. Ia tampak syok dan terpukul mendengar apa yang Akmal katakan.
"Z.. Zahra sayang.. " panggil bunda pilu dan terbata
“Apa benar bunda yang Akmal bilang? Benar Zahra bukan anak bunda?" tanya Zahra dengan menahan beribu kepedihan yang sejak tadi menghujam jantungnya
Bunda Rania hanya bisa menggeleng pelan sambil menangis terisak merasakan rasa sakit yang teramat pedih mengisi setiap sudut hatinya. Sementara ayah Rendra masih tampak syok menyadari rahasia yang telah ia tutup rapat-rapat akhirnya diketahui anak-anaknya.
Zahra pun sudah tak bisa membendung lagi semua sakit dan sesak di hatinya memilih untuk pergi dan berlari menuju kamarnya dan mengunci pintu kamarnya rapat-rapat.
"Jangan pernah lupain hari ini yah, hari dimana ayah akan kehilangan semuanya. menyesal lah yang banyak dan perbaikilah apa yang ayah bisa. " ucap Akmal dingin sambil menatap bundanya dengan tatapan yang sangat sulit di artikan dan berlalu menuju kamarnya.
Bunda rania hanya bisa menangis terduduk di lantai semakin lama semakin menjadi menyadari akhirnya semua hal yang ia coba lindungi menjadi sia-sia.
Akhirnya semuanya terluka, dan anak-anaknya yang menanggung semuanya. Sementara ayah Rendra hanya bisa menghela nafas berat meratapi semua yang terjadi. Ada sedikit penyesalan tergambar di wajahnya namun itu menjadi tak lagi berarti.
Tak lama setelah itu Akmal kembali dari kamarnya sambil membawa tas ransel di punggungnya. Ia menghampiri bundanya dan memeluk bundanya menyalurkan sedikit kekuatan untuk bundanya. Ia memeluk bunda semakin erat sebelum akhirnya melepasnya dan menghapus airmata bundanya .
“bunda, maaf.“ ucap Akmal sambil mencium lembut tangan lalu kening bundanya sebelum akhirnya beranjak dan hendak pergi
"nggak, nggak. Tunggu Akmal sayang, tunggu bunda. Jangan tinggalin bunda nak, jangaaan pergi.“ ucap bundanya histeris sambil berjalan tertatih menahan tubuhnya yang sudah sangat lemas tak bertenaga
Namun Akmal tidak menghiraukannya memilih untuk tetap berjalan meninggalkan rumah sang ayah yang bak istana nanti megah itu. Hingga akhirnya langkahnya terhenti ketika ayahnya berucap.
"1 langkah kamu melewati pintu itu, maka jangan harap kamu bisa kembali lagi kesini! " ayahnya berucap dengan penuh intimidasi sorot matanya masih nampak tegas dan angkuh
__ADS_1
Akmal hanya bisa menyunggingkan senyum smirknya sekilas lalu akhirnya memilih untuk melanjutkan langkahnya meninggalkan rumah utama keluarga Hutama.
Flasback off.