My Posesif Boyfriend

My Posesif Boyfriend
pajak jadian


__ADS_3

Pagi itu dengan langkah cepat aku melangkahkan kakiku menuju ruanganku . Aku sedikit takut terlambat karena Akmal terus menerus mengulur waktu pembicaraan kami di mobil tadi .


Aku bergegas mengejar lift yang akan tertutup dan beruntungnya tepat sebelum lift tertutup sebuah tangan laki-laki yang ada di dalam berhasil menahannya .


Aku pun langsung masuk , tanpa sempat melihat wajah laki-laki yang lebih dulu memasuki lift tersebut . Ketika pintu lift sudah tertutup dan aku berdiri di sampingnya aku pun mengucapkan terimakasih .


"terimakasih .." ucapku sambil sedikit merapikan pakaian dan rambutku yang sedikit berantakan karena berlari


"sama-sama nona .." jawab laki-laki tersebut dengan ramah


Dan ketika aku selesai merapikan diriku , seketika pintu lift terbuka dan aku akan keluar namun belum sempat karena laki-laki yang bersamaku di lift lebih dulu keluar .


Dan aku sangat terkejut mengetahui siapa dia , setelah melihatnya. Ternyata pak Aksa yang sedari tadi bersamaku di lift.


"Mari , Fika." ucapnya melangkah keluar di iringi senyum ramahnya


Aku hanya bisa memaksakan tersenyum kaku tanpa bisa mengeluarkan satu kata pun .


"arrrgghhh, kenapa pesonanya tidak pernah luntur dan malah semakin bersinar ya allaaahh. Kenapa hidupku harus di hadapkan lagi dengan pria tampan itu." keluhku dalam hati


"ahh, tidak-tidak aku tidak boleh tergoda lagi padanya. Kali ini aku sudah mempunyai pria yang lebih tampan ." gumamku pelan sambil terus berjalan menuju ruangan divisi 1


Semua orang tampak sudah sibuk dengan pekerjaannya masing-masing . Mbak Alana dan mas Dafa terlihat sedang fokus dengan layar laptopnya masing-masing begitupula dengan Radit .


"pagi semua, apa aku sangat terlambat ? maaf ." sapaku pada semua orang sambil mengatupkan kedua tanganku


"pagi Fika. " jawab serempak mba Alana dan mas Dafa


Seperti biasa hanya mas radit yang selalu mengacuhkan ku .


"Hei santai saja, kenapa serius begitu. Kami juga baru mulai, masih ada 2 menit sebelum waktu jam kerja, kami hanya mulai duluan Fik." sambung mbak Alana


"Ahh, syukurlah." ucapku penuh syukur


Aku pun kini sudah berada di meja kerjaku dan hendak duduk tapi mbak alana tiba-tiba menahanku.


"wait, wait Fika bisa kamu berdiri lagi ?" ucap mbak Alana


"ada apa mbak ?" tanyaku heran


Mbak Alana berjalan menghampiri mejaku, dia melihati penampilan ku dari atas hingga ke bawah. Ia pun sedikit berdecak takjub memutar tubuhku ke samping kanan dan kiri. Lalu melihati wajahku dan memperhatikan riasan wajahku.


"CK ck ck ini beneran kamu Fika ? kok makin hari kamu makin cantik aja sih? mbak jadi heran!" ucapnya antusias


"ih , mbak Alana ko aneh-aneh aja pertanyaanya. Emang kemaren- kemaren aku sejelek apa sih ? sampe aneh begitu." tanyaku tertawa kecil

__ADS_1


" Tidak, tidak Fika. Kamu cantik Fika selama 3 tahun kamu bekerja disini tapi setelah sahabat kamu itu siapa namanya tuh ?" tutur mbak alana


"Nayla ? " potongku


"iyaa, setelah Nayla menikah sepertinya kamu semakin hari semakin cantik. Kamu juga akhir-akhir ini selalu pakai riasan wajah setiap hari, jangan-jangan kamu jadi termotivasi yaa buat cepat-cepat menikah." tuduhnya penuh selidik


"ahh, mbak Alana ada-ada saja, sebenarnya ini atas permintaan ibu Fika mbak, beliau takut anak sulungnya jadi perawan tua." jawabku asal kembali duduk dan mulai menyiapkan semua peralatanku untuk bekerja


"aihh ada-ada saja, lagi pula mana mungkin kamu jadi perawan tua. Bukankah udah ada cowok ganteng yang kemarin itu yaa Fika?" tanya Mbak Alana yang sepertinya penasaran


"kan kemarin-kemarin kita belum sedeket ini mbak, lagipula aku belum cerita soal Akmal ke ibu." jelasku santai sambil menyiapkan semua senjataku untuk mulai bekerja


"Ooohh jadi Sekarang udah Deket nih? gimana Fik udah kamu terima kan dia? " tanya Mbak Alana lebih antusias namun lirikan matanya menatap tajam ke arah Radit, entah apa maksudnya itu .


Namun yang di tatap hanya diam seakan fokus dengan pekerjaannya. Bahkan Radit tidak sedikitpun melirik ke arah mbak Alana ataupun ke arahku. Ia tampak tidak peduli dengan pembicaraan kami. Dan aku hanya tersenyum tanpa menjawab apapun yang di tanyakan oleh mbak Alana.


" Waaahh waaahhh wahhh sayang, sepertinya Fika akan mentraktir kita makan siang hari ini." ucapnya senang


"wow terimakasih Fika, kami sangat bersedia. Baiklah kita ke cafe biasa." timpal mas Dafa


"ish, mbak Alana sama mas Dafa apa-apaan sih? kan Fika gak lagi ulang tahun ?" tanyaku mengkerut heran


"Tentu saja untuk membayar Pajak mu pada kami." jawab mbak Alana tersenyum senang


"pajak ? lohh, mbak Alana ngomong apa sih aku jadi gak ngerti." seru ku tak mengerti


"ahh, apaan sih mbak, aku jadi malu." ucapku


"kenapa malu ? ini kabar menggembirakan jika akhirnya kamu sudah berhasil menanggalkan status jomblo kamu. Kita harus merayakannya." jelas mbak Alana terus menggodaku


"yaa, betul sekali sayang, aku sangat setuju dengan ide mu itu." timpal mas Dafa ikut menggodaku


"humm, baiklah." ucapku sambil tersenyum


Kami pun kembali melanjutkan pekerjaan kami masing-masing. Hening kembali di ruangan kami karena semua orang fokus dengan pekerjaannya. Karena ketika kami bekerja tim kami adalah tim yang paling kompak dalam bekerja.


Kami mencoba fokus dan bekerja seefisien mungkin agar tidak mengecewakan atasan kami .


Setelah berjam-jam berkutat dengan banyaknya berkas akhirnya jam makan siang pun tiba. Aku, mbak Alana dan mas dafa sudah bersiap untuk pergi makan siang.


Hanya mas Radit yang tidak tertarik untuk beranjak dari kursi yang tengah ia duduki saat ini. Untuk beberapa saat kami masih menunggunya. Namun mas Radit tampak tidak beranjak sedikit pun dari mejanya.


Ia masih tampak sangat sibuk dengan beberapa kertas di tangan kanannya yang terus ia bolak balik .


Karena sungguh sudah tidak sabar, akhirnya tangan kecil mbak Alana menutup paksa laptop mas Radit sembari menatap tajam sekaligus memberikan ekspresi kesal pada mas Radit.

__ADS_1


Mas Radit pun yang merasa di tatap horor oleh mbak Alana akhirnya mengalah untuk menunda terlebih dahulu pekerjaannya. Kami berempat pun berjalan beriringan sambil mengobrol, hanya mas Radit yang terlihat sibuk sendiri memainkan ponselnya .


3 tahun kami bekerja sebagai team, dan semua hasil pekerjaan kami hasilnya selalu baik . Kami termasuk tim yang kompak dan solid, termasuk mas Radit .


Walaupun kelihatannya ia sedikit acuh jika kami bersama namun dalam pekerjaan kami selalu bisa untuk saling mendukung satu sama lain .


Hanya saja untuk kehidupan pribadinya ia sangat tertutup. Bahkan selama 3 tahun kami 1 tim , di antara kami bertiga belum pernah ada yang tahu dimana Radit tinggal


Kehidupan pribadi menurutnya adalah sesuatu yang tidak layak untuk di bagi bersama kami .


Setelah berjalan sekitar 10 menit akhirnya kami sampai di cafe dekat kantor, dimana


kami terbiasa makan siang dan nongkrong bersama saat jam kerja selesai dan kami masih terlalu malas untuk pulang .


Para pekerja di cafe tersebut pun sudah mengenal kami dengan baik karena seringnya kami datang . Kami pun telah memesan makanan yang masing-masing kaki suka dan sesuai kesepakatan hari ini akulah yang harus mentraktir mereka .


Sebagai Pajak jadian , sesuatu yang sebenarnya tidak ku pahami betul namun untuk menyenangkan mereka kenapa tidak pikirku .


Sementara Akmal terus merengek dalam pesan singkat yang dia kirimkan padaku .


Dia ingin kami makan siang bersama hari ini , tapi aku memilih untuk makan bersama rekan kerjaku ini .


Aku tidak ingin akmal lebih memperhatikanku dari pekerjaannya , aku ingin dia bisa lebih serius dalam pekerjaannya . Karena itu sebelum jam kerja selesai aku tidak ingin membuat ia repot-repot harus datang kesini karena itu akan mengganggu ia dalam pekerjaannya .


Dan 1 hal lagi , selain seorang yang posesif sepertinya ia adalah salah satu tipe pria pencemburu . Menggelikan rasanya ketika aku membaca pesan yang ia kirimkan siang ini berturut-turut .


"Sayang, aku merindukanmu." pesannya


"tidak bisakah kita makan siang bersama ?" tanyanya


"Maaf, tapi aku udah janji sama rekan setimku buat makan siang bareng. Boleh yaa?" balasku


"please 🙏"


"sayang?"


"beauty?"


"gak bisa sayang, Besok yaa please🙏" balasku


"ahh, baiklah yasudah. Sayang kamu menang, Kamu bisa makan siang dengan mereka tapi ingat pesan ku baik-baik. Jangan dekat-dekat dengan mas Dafa dan mas Radit bagaimana pun mereka tetap laki-laki."balasnya lagi


"ingat sayang, aku sangat pencemburu. Jadilah gadis yang baik selama aku bekerja dan tak di sampingmu. I love you my beauty." pesannya lagi


Begitulah ia menulis pesan yang membuatku sangatlah gemas hari ini .

__ADS_1


"ya tuhan , pacarku secerewet ini ternyata" gumamku pelan sambil tersenyum membaca kembali semua pesan yang ia kirimkan terus menerus setiap beberapa menit.


__ADS_2