My Posesif Boyfriend

My Posesif Boyfriend
Meminta Cerai


__ADS_3

Seperti biasa, walaupun hubungan bunda dan ayah Akmal tidak seharmonis dulu ketika sebelum kehadiran Zahra.


Namun bunda tidak pernah lalai menjalankan tugasnya sebagai istri yang baik ketika ayah Rendra datang.


Karena memang setelah Akmal dan Zahra meninggalkan rumah ayah Rendra lebih banyak tinggal di Vila keluarga yang menjadi tempat tinggalnya dengan istri keduanya.


Letaknya ada di pinggiran kota Jakarta, karena begitu mencintai mendiang istri keduanya tersebut membuatnya lebih nyaman tinggal disana.


Tidak ada yang pernah menginjakkan kakinya disana selain Zahra yang memang secara khusus ayah Rendra ajak kesana.


Sore itu ayah Akmal memilih pulang ke rumah utama karena sudah beberapa hari ia sedang di sibukkan dengan beberapa meeting penting untuk proyek besar.


Karena letak rumah utama sangat strategis, terletak di pusat kota Jakarta. Setiap ayah Rendra di sibukkan dengan beberapa proyek besar maka ia akan pulang ke rumah utama.


Tujuannya agar ia lebih mudah dalam mengawasi setiap pekerjaannya, dan ia bisa datang lebih cepat untuk setiap pertemuan karena mengingat jika dari Vila perjalanannya cukup jauh.


Setelah ayah Rendra sampai ia bergegas masuk ke ruang kerjanya tanpa berniat menyambut istrinya terlebih dahulu.


Kepala pelayan pun langsung memberitahukan perihal kedatangan sang suami pada bunda Rania yang saat itu tengah menikmati secangkir teh di halaman belakang.


Bunda Rania bergegas ke dapur terlebih dahulu untuk membuatkan sang suami hteh herbal karena memang ayah Rendra tidak suka minum kopi atau minuman lannya.


Setelah itu ia langsung membawa secangkir teh herbal hangat itu ke ruang kerja dimana suaminya berada.


Ketika bunda Rania masuk, Hans pun pamit undur diri karena ayah Rendra sudah tidak memiliki jadwal apa-apa lagi.


Artinya Hans sudah di ijinkan pulang saat itu juga. Bunda Rania pun meletakkan secangkir teh herbal di atas meja.


"Mas, sudah pulang. Mau aku siapkan air hangat untuk mandi sekarang? Aku sudah memasak masakan kesukaan mas. Biar aku siapkan." ucap bunda Rania penuh kelembutan


"Duduklah , kita perlu bicara." ucap ayah Rendra datar


Bunda Rania pun tampak mengernyit bingung dengan permintaan suaminya. Karena tidak biasanya suaminya itu mau bicara padanya dengan baik.


Bunda Rania adalah wanita yang baik dan penuh kelembutan. Karenanya , dulu sebelum kehadiran Zahra walaupun mereka tidak saling mencintai tapi hubungan keduanya selalu baik-baik saja.

__ADS_1


Ayah Rendra pun sangat tahu bagaimana sifat istri yang telah memberikannya 2 orang putra tersebut.


Dalam hatinya ia sering merasa bersalah karena telah mengkhianati istrinya, andai saja ia bisa mencintai istrinya tersebut.


Tapi ia tidak bisa, pertemuannya dengan Anisa yang lebih dulu membuat hatinya terlanjur mencintai Anisa.


Walaupun mereka sudah di jodohkan sedari kecil mereka tidak pernah di pertemukan sampai mereka dewasa.Yaitu ketika mereka baru saja menyelesaikan kuliah mereka masing-masing.


"Ada apa mas?" tanya bunda Rania setelah duduk


"Mas sudah memutuskan kalau kita akan menjodohkan Akmal dengan Risa putri Panji Hartono ." ucap ayah Rendra datar


"Mas, jangan kelewatan! Akmal sudah mempunyai pilihan sendiri." jawab bunda Rania sedikit membentak


"Kamu pikir, aku bicara untuk meminta persetujuan mu? Aku hanya memberitahukan keputusan ku." ucap ayah Rendra tak ingin di bantah


"Mas, jangan pikir aku akan tetap diam dengan semua tingkah seenaknya kamu." ucap bunda Rania menahan kesal


"Aku lebih dari berhak untuk menentukan masa depan putraku. Sudah cukup dia membuang waktu dengan pekerjaannya yang tidak berguna." ucap ayah Rendra beranjak memunggungi bunda Rania


"Cukup mas !" sentak bunda Rania


"Kamu, benar-benar tidak punya hati. Harusnya setidaknya sedikit saja kamu tunjukkan rasa bersalah kamu pada aku dan anak-anakku." jelas bunda Rania berjalan mendekat menatap lekat wajah laki-laki yang sudah menjadi suaminya lebih dari 20 tahun.


"Rania, harusnya kamu tetap jadi istri yang penurut saja. Jangan pernah membantah perkataan ku." Ucap ayah Akmal mencengkram rahang bunda Rania penuh penekanan lalu menghempaskannya


Bunda Rania pun terjatuh duduk di lantai, dan seseorang tiba-tiba masuk menerobos pintu dan menghampiri bunda Rania.


Itu adalah Akhtar yang sejak tadi mencuri dengar pembicaraan kedua orangtuanya secara tak sengaja ketika melewati ruang kerja ayahnya.


"Ayah benar-benar keterlaluan!" Bentak Akhtar tidak terima bundanya di perlakukan dengan kasar


"Berani sekali kamu menguping pembicaraan ayah dan bundamu Akhtar !" ucap ayah Rendra dengan tatapan mengintimidasi


"Bunda, masih kah bunda akan bertahan dengan laki-laki yang tidak punya hati seperti dia."ucap Akhtar pelan sambil membantu bunda Rania berdiri

__ADS_1


"Jaga bicaramu ! Anak kurang ajar !" ucap ayah Rendra dengan suara menggelegar


Bunda Rania tampak diam dan berpikir, air matanya sudah menganak sungai sejak ayah Akmal membuatnya terjatuh di lantai.


"Sudah ku bilang bunda, suami bunda itu tidak akan pernah berubah. Yang ia cintai hanya lah orang yang sudah lama mati dan putrinya itu !" ucap Akmal kesal


Plaak,


1 tamparan mendarat dengan kencang di wajahnya hingga sudut bibirnya sedikit robek dan mengeluarkan darah.


Hati bunda semakin sakit rasanya melihat putranya juga di perlakukan seperti itu.


"Cukup mas, aku sudah tidak tahan lagi ! Aku ingin kita bercerai !!" ucap bunda Rania tegas


"Coba saja jika kamu berani, kamu dan anak-anakmu tidak akan mendapatkan apa-apa setelah kita bercerai." ucap ayah Akmal tersenyum remeh


"Aku dan kedua putraku tidak membutuhkan sedikitpun uang kamu. Lagi pula aku tidak semiskin itu untuk tidak bisa memberikan apapun untuk mereka." jawab bunda Rania berusaha terlihat tegar


"Yang bunda bilang benar, kami bisa kembali ke Bandung. Lagi pula, alasanku kembali kesini dan membantu ayah hanya karena permintaan bunda. Semua aset dan perusahaan yang di tinggalkan oleh kakek lebih dari cukup untuk menghidupi kami." ucap Akhtar tersenyum mengejek


"Sombong sekali ! Aku bisa menghancurkan kalian dengan mudah ." ucap ayah Rendra menyeringai


"Lakukan saja jika memang kau bisa, karena kedua putraku sudah bisa menentukan hidupnya sendiri." ucap bunda Rania


"Akhtar, ayo kita pergi nak." ajak bunda pada Akhtar


Begitu bunda Rania dan Akhtar keluar dari ruangan , ayah Rendra melampiaskan kemarahannya dan menghancurkan barang-barang yang ada di sana.


Ia tidak pernah menyangka Rania yang selalu menjadi istri yang penurut itu kini telah berani menentangnya.


Semenjak Akmal dan Zahra pergi dari rumah, bunda Rania sudah meminta untuk bercerai dengan ayah Rendra namun ayah Rendra selalu berhasil mengurungkan niat istrinya itu dengan menggunakan anaknya sebagai tameng.


Namun kini, semua orang perlahan meninggalkannya. Bahkan satu-satunya putri yang ia miliki dari perempuan yang sangat ia cintai lebih memilih untuk tinggal dan jauh darinya.


Bahkan ia lebih memilih untuk menikah muda daripada bekerja sebelumnya untuk menghindari ku.

__ADS_1


Ya, Zahra sangat menjaga jarak dengan ayah Rendra. Bahkan ia jarang menghubungi ayah Rendra secara langsung selain menghubungi Rania .


Zahra sangat menyayangi bunda Rania maka dari itu, ia tidak pernah membiarkan bunda Rania meminta perceraian karena itu hanya akan membuat putri dan kedua putranya semakin membencinya.


__ADS_2