
AKMAL POV
Aku tak lagi suka Jakarta, karena kamu tak lagi disana. Setelah kamu tak lagi disana, aku selalu menetap di kota ini.
Aku dan keluargaku memulai kehidupan kami yang baru di Bandung. Setelah melalui persidangan yang panjang akhirnya Bunda bisa bercerai dengan pria tua bangka itu.
Aku takkan pernah memanggilnya ayah lagi, rasanya terlalu memalukan memiliki seorang ayah seperti dia.
Dia tidak pernah mencintai siapapun dalam hidupnya. Hanya dirinya sendiri yang ia cintai. Bahkan jika ia tak pernah mencintai ibuku, seharusnya ia bisa mencintai kami putranya dengan benar.
Bukan malah menjadikan kami sebagai boneka yang bisa ia kendalikan sesuka hatinya. Aku takkan pernah memaafkannya untuk semua hal yang pernah ia lakukan pada kami.
Akan lebih nyaman jika aku mengganggap ayahku sudah mati. Mungkin inilah yang terbaik untuknya juga. Semoga tuhan memberikan hukuman yang setimpal atas dosa-dosanya.
Setelah kami tinggal di Bandung, aku dan kakakku memutuskan untuk melanjutkan mengelola perusahaan dan pabrik yang di tinggalkan oleh kakek kami.
Tanpa bergantung pada nama besar Hutama, kami bisa melanjutkan hidup dengan cukup baik. Perusahaan yang kami kelola juga bisa berkembang dengan cukup pesat dalam 1, 5 tahun ini.
Bunda kembali melanjutkan karirnya sebagai seorang pelukis. Sementara aku dan kakakku fokus mengurus perusahaan. Aku mengakhiri karirku sebagai seorang komikus.
Aku benar-benar meninggalkan dunia komik dan hanya fokus dalam mempelajari bisnis. Aku berusaha untuk mengalihkan diriku dengan tenggelam dalam pekerjaan.
Hari-hari ku tak terasa berarti lagi tanpanya. Semakin keras aku berusaha mencoba melupakannya, semakin aku begitu merindukannya.
Beberapa kali Risa datang menemui ku dan memintaku untuk menyetujui perjodohan kami. Tapi aku selalu menolak dengan tegas, kami tidak mungkin lagi memulai hubungan yang telah lama berlalu.
"Hanya ada 1 nama yang tidak akan pernah bisa tergantikan dengan mudah. Hanya ada 1 gadis yang mampu membuatku benar-benar tergila-gila dan itu bukan kamu." ucapku .
"Tolong kamu pertimbangkan aku untuk bisa di sisi kamu lagi, kamu adalah cinta pertamaku. Aku tidak pernah menggantikan kamu dengan siapapun selama ini." lirih Risa penuh permohonan.
"Maaf Risa, bagaimanapun kamu memaksaku aku tetap tidak bisa. Lupakan aku, carilah seseorang yang bisa kamu cintai dan mencintai kamu dengan tulus." ucap ku tulus membuat Risa menangis tersedu-sedu.
__ADS_1
Risa adalah gadis yang baik, cantik dan juga pintar. Karena itulah kenapa aku dulu pernah menyukainya. Namun rasa yang aku rasakan padanya tak pernah sebesar aku menginginkan Fika.
Setelah merasa lelah dengan penolakan ku, Risa pun akhirnya memutuskan untuk menyerah dan meminta kami untuk tetap berteman.
**
Hari berlalu dengan sangat lambat, ketika aku sangat merindukannya. Sesekali aku akan pergi untuk menemuinya secara diam-diam.
Aku bersyukur karena setelah kami berpisah hidupnya bisa berjalan cukup baik. Setidaknya saat ini ia bisa memulai bisnisnya sendiri walaupun tidak terlalu besar.
Tapi itu akan bisa berkembang dengan pesat. Aku sangat yakin, di masa depan Fika akan bisa berdiri di atas kakinya sendiri dengan usaha yang ia geluti saat ini.
Besok adalah hari-hari yang telah lama aku tunggu setiap harinya. Hari dimana aku bisa melihatnya secara langsung walaupun secara diam-diam.
Setiap 3 bulan aku akan datang ke kota Surabaya hanya untuk melihat Fika secara langsung. Namun aku tidak pernah sekalipun memiliki keberanian untuk menemuinya.
Aku takut jika pertemuan kami hanya akan membuat Fika semakin terluka. Baginya melihatnya secara diam-diam selama ini sudah cukup untuknya asalkan Fika bisa bahagia.
Siang itu sesampainya aku di Bandara internasional Juanda di Surabaya , aku langsung bergegas pergi ke cafe milik Fika .
Ketika aku hendak masuk ke cafe Fika dengan memakai topi dan masker untuk menyembunyikan wajahku, aku melihat Fika tengah berbicara dengan orang yang tidak asing.
Untuk pertama kalinya aku melihat Fika sedang berbicara dan tersenyum dengan lebar bersama laki-laki lain.
Kaki ku rasanya menjadi kaku, aku tidak bisa menghampirinya seperti dulu karena aku cemburu. Hatiku merasa sakit dan cemburu melihatnya dengan laki-laki itu.
Setelah aku terjun mengurus perusahaan secara langsung membantu kakakku, saat itulah aku tahu siapa dia sebenarnya.
Raditya Mahendra putra sulung tuan Mahendra pemilik perusahaan dimana Fika dulu bekerja.
Awalnya aku selalu merasa tak asing dengan wajah Radit, dan saat itu akhirnya aku tahu bagaimana wajah radit menjadi tidak asing.
__ADS_1
Penampilannya memang sangat berubah, namun wajahnya tetap sama. Ia adalah anak dari om Randi sahabat dari tuan Hutama.
Baru-baru ini ia di angkat sebagai CEO Mahendra Corporation menggantikan ayahnya. Tidak aku sangka ternyata ia benar-benar menaruh hati pada Fika .
Bahkan ia sampai datang sejauh ini untuk menemui Fika. Sialnya, kini dia terlihat lebih baik dariku.
Aku mengurungkan niatku untuk masuk ke dalam cafe dan kembali ke mobil. Esok harinya pagi-pagi sekali aku sudah datang ke rumah Fika dan menunggunya.
Lagi-lagi aku melihat Radit kesana untuk menjemput Fika. Aku bahkan mengikuti mereka berdua berkeliling kota.
Hatiku rasanya benar-benar panas terbakar oleh rasa cemburu. Tapi aku sangat sadar, jika aku tak bisa berbuat banyak tentang itu.
Kini Fika bukan milikku lagi, Fika berhak untuk pergi kemana pun dengan siapapun pikirku.
Radit benar-benar bisa membuat Fika seceria itu. Sudah lama sekali sejak aku melihat senyumannya yang secerah mentari di pagi hari itu.
Aku hanya bisa mengikuti mereka dan menatapnya dari kejauhan saja. Aku hanya bisa menahan hatiku dari rasa sakit dan perih di hatiku.
Mereka bahkan berboncengan dengan sepeda motor mengelilingi kota dan terlihat begitu mesra.
"Aku bahkan belum pernah melakukan hal seperti ini sama kamu." gumamku melihati mereka yang sibuk bercanda dan tertawa di atas motornya.
Ingin sekali rasanya aku menculik Fika dan membawanya pergi sejauh mungkin dari Radit. Aku tak ingin melihatnya lebih lama lagi bersama pria itu.
Bagaimana jika pada akhirnya Fika akan jatuh hati pada Radit? Bagaimana jika Fika akan benar-benar melupakanku dan tak pernah mengingatku lagi.
Saat ini aku dalam misi memata-matai mantan kekasihku dengan teman laki-lakinya.
Walaupun sedikit menyakitkan namun aku tetap harus melakukannya. Setidaknya Radit memiliki kekuasaan yang lebih dari diriku untuk melindungi Fika suatu hari nanti.
Aku hanya akan berpikir untuk kebahagiaan dan keselamatan Fika serta masa depannya. Namun sebelum memikirkan hal tersebut aku harus lebih dulu memastikan jika om Randi tidak akan berbahaya untuk Fika.
__ADS_1
Aku tidak bisa membiarkannya menghadapi hal serupa seperti dahulu. Walaupun setahuku, om Randi sangat baik tapi sebelum aku menyelidikinya sendiri aku tidak bisa meyakininya lebih dulu .