
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Kringg ...
Bel istirahat pun berbunyi, membuat semua murid SMA Internasional School berhamburan ke kantin dan ada juga yang ke taman maupun ke perpustakaan.
Seperti ketiga gadis cantik yang tidak lain ialah Ana, Vio dan Dewi. Ya, mereka menemani Ana terlebih dahulu ke perpustakaan mengambil buku paketnya.
Selama di perjalan, Dewi menjelaskan ruangan-ruangan yang ada di sekolah ini. Termasuk Lab. komputer yang mereka lewatin, Laboratorium tempat mereka praktek maupun sebuah ruangan besar yang tidak boleh ada satupun orang yang masuk kedalam kecuali anggota inti The Boys Tiger.
" Ruangan ini itu markas anggota inti The Boys Tiger, Na. " Ujar Vio yang berdiri tepat di depan pintu masuknya.
" Jauhan woyy, nanti ketahuan orangnya bisa mampus lo. " Ujar Dewi membuat Vio tersadar dan langsung menarik Ana sedikit menjauh dari pintu masuk.
" Emang kenapa kalau ketahuan? Lebay banget kayanya. " Ujar Ana yang belum tau dengan geng motor The Boys Tiger, maklum dia kan baru pindah dari luar negri.
Dari umur sepuluh tahun sampai sekarang Ana tinggal bersama kakak pertamanya di luar negri dan baru kali ini dia kembali ke negara kelahirannya atas permintaan mommy nya.
" Lo gak tau The Boys Tiger? " Tanya Dewi syok melihat Ana yang sepertinya tidak tau dengan geng motor terkenal kejam itu.
Ana hanya menggelengkan kepalanya pertanda tidak tau. Lagian dia juga gak mau tau, menurut dia semua manusia tuh sama, buat apa di takuti?.
" Nih gua jelas- " Ujar Dewi yang langsung di potong oleh Vio.
" Jelasinnya sambil jalan aja, kalau sampe mereka tau kita ngomongin mereka atau berdiri di depan ruangannya, bisa mampus kita. " Ujar Vio menarik kedua temannya kembali berjalan ke perpustakaan.
Sesuai perkataan Vio tadi, Dewi mulai memberitahukan tentang geng motor The Boys Tiger.
" Gua syok loh Na, lihat lo gak tau tentang mereka. Apalagi geng motor mereka tuh terkenal di ibu kota. " Ujar Dewi dan diangguki Vio.
" Bukan cuma di ibukota aja, bahkan satu negara pun tau tentang mereka. " Ujar Vio.
__ADS_1
" Masa sih? " Ujar Ana dan diangguki Vio serta Dewi bersamaan.
" Geng motor mereka tuh terkenal akan kekejamannya, bahkan tidak ada satupun geng motor lainnya yang berani mengusik mereka. Mereka semua masih sayang nyawa, bahkan dua minggu yang lalu ada berita geng motor yang mati secara mengenaskan karna mengusik The Boys Tiger. " Ujar Vio membuat Ana terdiam, sebegitu kejamnya kah mereka?.
" Geng motor mereka tuh beranggotakan sekitar seribu lebih, tapi itu semua tersebar luas, kalau disini cuma sekitar dua ratusan. Nah termasuk anggota inti empat orang yang sekolah disini, mereka juga mostwanted disini. " Sambung Dewi dan tak terasa mereka sudah tiba di perpustakaan.
" Gua saranin nih ya, Na. Lo jangan sampe berurusan sama mereka deh, bisa-bisa nyawa lo melayang nanti, karna mereka tidak memandang bulu. " Sambung Vio dan diangguki Dewi.
" Ya udah sana lo masuk, gua sama Vio nunggu disini. " Ujar Dewi yang menatap Ana yang tengah terdiam.
" Oke, gua masuk dulu ya. "
Dewi dan Vio pun mengangguk. Ana pun langsung berjalan memasuki perpustakaan yang sedikit rame, maklum jam istirahat.
Ana menghampiri perpustakawan yang tengah melayani murid yang mengembalikan buku.
" Permisi kak, saya mau ambil buku paket. " Ujar Ana kepada perpustakawan wanita yang masih terlihat muda.
" Ohh, mubar ya? " Tanya perpustakawan tersebut.
" Iya kak. " Ujar Ana dengan tersenyum.
Sambil menunggu perpustakawan itu mengambilkan buku paketnya. Ana mencoba berkeliling mencari buku novel yang menurutnya menarik untuk di baca.
Sampai dia menemukan sebuah buku novel genre action. Ana sangat menyukai novel bergenre action, karna menurutnya sangat seru di baca, daripada yang romantic yang membuat semua orang yang membacanya ikut baper.
Ana kembali berjalan menuju meja perpustakawan yang sudah datang sambil membawa beberapa buku paket dan Ana pun meletakkan buku novel yang dia ambil tadi untuk di pinjamnya.
" Oh ya kak, buku ini boleh di pinjamkan? " Tanya Ana.
" Sebentar biar kakak lihat dulu. " Ujar perpustakawan itu yang mulai mengecek buku itu apakah ada tanda cap boleh di pinjam atau tidak.
" Bisa, tulis dulu di buku ini. Nama bukunya, nama kamu dan tanda tangan. " Ujar perpustakawan sambil memberikan buku merah panjang di depan Ana.
" Oke kak. " Ana mulai mengisi buku itu dan perpustakawan itu mengambil kertas berwarna hijau sebagai tanda bukti Ana meminjam buku itu.
__ADS_1
" Ini kamu simpen, kalau mau balikin di bawa bukunya. Batas waktunya seminggu ya, kalau lebih dari seminggu kamu kena denda. " Ujar perpustakawan tersebut.
" Dendanya berapa kak? " Tanya Ana kembali.
" lima puluh ribu. " Ana syok mendengarnya, mahal sekali mendingan duitnya buat dia beli novel baru.
" Ini buku paket kamu, coba di lihat dulu. Semuanya ada lima belas. " Ujar perpustakawan tersebut.
Ana mengangguk dan mulai mengecek buku-buku paket itu dan pas, semuanya ada lima belas.
" Pas kak, kalau begitu makasih kak. " Ujar Ana.
" Ya, ingat buku novelnya di jaga, kalau ada coretan, robek atau noda lainnya, kamu kena denda. " Ana hanya mengangguk mengiyakan.
" Baik kak, sekali lagi makasih. " Perpustakawan itu mengangguk tersenyum dan Ana pun mulai berlalu pergi sambil membawa tumpukkan buku paket dan buku novel pinjamannya di paling atas.
Kedua temannya yang sedang mengobrol itu, langsung membantu Ana yang membawa buku-buku paket yang cukup banyak.
" Sini Na gua bantuin. " Ujar Vio dan Dewi serempak.
" Gak usah, Ana bisa kok. " Ujar Ana dengan tersenyum.
" Udah sini gua bantuin. " Vio mulai mengambil lima buku paket dan satu buku novel dan begitupun dengan Dewi yang juga mengambil setengah buku paket di tangan Ana.
" Nahh gini kan enak, lo kalau jalan juga kelihatan. Ini mau ke kelas dulu atau langsung ke kantin? " Tanya Vio.
" Ke loker aja, Na lo taro buku lo di loker aja dulu. Nanti kalau mau ke kelas baru ambil lagi. " Ujar Dewi.
" Ide bagus, ya udah ayo tunjukkin lokernya. " Ujar Ana.
" Lo dah dapat kuncinya kan? " Tanya Dewi kembali.
" Ada nihh di kantong baju. " Ujar Ana.
" Ya udah ayo. " Ujar Dewi dan mereka pun langsung berjalan menuju loker yang tidak jauh dari perpustakaan.
__ADS_1
~Bersambung~
Baru sampe sini ya revisi, Nama-nama tokohnya ku ganti dan semoga suka😘