My Posesif Boyfriend

My Posesif Boyfriend
Putus


__ADS_3

Fika merasa benar-benar tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Di saat ia sedang benar-benar kacau seperti itu, Akmal malah bersikap seperti itu.


Ia sangat mengkhawatirkan keadaan Radit saat itu, apalagi sebelum pergi Fika melihat Radit nyaris pingsan karena Akmal yang terus memukul Radit dengan membabi buta.


Dan sudah sangat jelas jika semua itu terjadi karena dirinya. Namun kekhawatiran Fika tentang Radit di pandang berbeda oleh Akmal.


Akmal malah berpikiran yang tidak-tidak tentang hubungan Fika dan Radit. Sungguh menyebalkan, pikirnya.


Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba saja Akmal menepikan mobilnya dan melontarkan pertanyaan yang membuat Fika mendadak dibuat benar-benar marah.


"Apa yang kamu tangisi? apa laki-laki tadi yang kamu tangisi dan khawatirkan sekarang?" tanya Akmal dengan suara paraunya


Kedua bola mata Fika membulat sempurna mendengar pertanyaan dari Akmal itu. Sungguh Fika sangat membenci sisi dari Akmal yang sangat pencemburu.


Karena sifat posesifnya akan otomatis menjadi 2 kali lipat lebih menyebalkan bagi Fika.


"Apa kamu tidak pernah sedikitpun percaya padaku?" tanya Fika setelah beberapa saat terdiam


Mendengar pertanyaan yang di ucapkan Fika sedikit membuat Akmal melunak . Ia pun tergeming memikirkan mungkinkah kekasihnya itu bisa mengkhianatinya.


"Kenapa kamu diam? bukankah tadi kamu sangat marah dan apa yang sebenarnya membuatmu marah?" cecar Fika dengan air mata di wajahnya


Melihat air mata yang terus menerus mengalir membuat Akmal melembutkan sikapnya. Ia tarik dengan lembut Fika untuk masuk ke dalam dekapannya.


"Aku sudah hampir gila mencari kamu kemana-mana. Aku sangat takut dan cemas jika ada sesuatu yang terjadi denganmu karena kamu tiba-tiba menghilang. Dan setelah pergi ke semua tempat, aku menemukanmu sedang tertawa dengan bahagia bersama pria lain. Tidakkah berhak aku merasa marah dan cemburu ?" tanya Akmal masih mendekap Fika dengan erat


Tidak ada kemarahan dari setiap kata yang ia ucapkan. Ia sudah jauh lebih tenang dan bisa berpikir jernih. Ia tidak ingin sikap kerasnya membuat Fika malah menjauh dan pergi darinya.


Mendengar penuturan Akmal membuat Fika kembali teringat tentang apa yang membuatnya pergi hari ini.


Setiap kata yang ayahnya Akmal gunakan untuknya seperti pisau tajam yang menyayat-nyayat kulitnya secara perlahan dan terasa pedih.


Ia merasa tidak mampu lagi untuk menahan air matanya yang berubah menjadi isakan yang semakin lama terdengar sangat memilukan.

__ADS_1


Dirinya kini merasa dilema dengan hubungan yang tengah ia jalani dengan Akmal. Fika sangat tahu jika Akmal sangatlah mencintainya.


Walaupun terkadang ia berubah menjadi menyebalkan ketika menjadi seorang pencemburu dan posesif, namun jauh di lubuk hatinya Fika merasa sangat bahagia bisa di cintai dengan begitu besarnya oleh Akmal.


Sebagian dari hatinya merasa tidak rela dengan sikap ayah Akmal yang semakin hari semakin menjadi.


Tapi sebagian lainnya merasa tidak rela juga jika harus melepaskan hubungan mereka begitu saja saat ini.


Apalagi mendengar bahwa Akmal sudah dijodohkan oleh ayahnya membuat hatinya semakin sakit.


Tidak mungkin ayah Akmal akan berubah pikiran dan bisa menerima dirinya begitu saja. Hari ini beliau bisa dengan tenang menghinanya bagaimana dengan besok?


Bisa jadi keluarganya yang akan menghadapi hinaan bahkan bisa lebih buruk dari apa yang ia alami hari ini.


Setelah beberapa saat Fika pun sudah mulai tenang dan menghapus air mata di pipinya.


Ia meregangkan pelukannya untuk bicara dengan Akmal.


"Kita putus saja." ucap Fika mencoba bicara setenang mungkin


Sontak saja kedua mata Akmal membulat sempurna mendengar ucapan Fika yang seperti omong kosong dan lelucon yang tidak lucu baginya.


"Sayang, gak lucu tahu enggak? udah deh, aku anter kamu pulang aja pasti kamu capek banget kan hari ini." ucap Akmal tertawa sarkas mengabaikan permintaan Fika hendak menyalakan mesin mobil


Fika pun langsung menahan tangan Akmal dan kembali mengucapkan kalimat keramat yang tidak pernah ingin ia dengar dari mulut Fika .


"Aku serius, aku pengen kita putus aja." ucap Fika kini menatap lurus ke depan


"Apa maksud kamu bilang kayak gitu. Aku enggak akan pernah mau putus sama kamu. Apa karena aku hajar cowok brengsek selingkuhan kamu tadi? iya? kamu marah karena itu?" Ucap Akmal dengan penuh emosi sambil mencengkram kedua tangan Fika dengan kasar


deg,


"Aku gak pernah sangka ternyata sepicik itu pemikiran kamu tentang aku. Kamu pikir aku bisa selingkuh? ternyata kamu gak pernah percaya sama aku." ucap Fika sinis dengan tertawa penuh emosi matanya berkaca-kaca menahan air mata agar tak jatuh saat itu

__ADS_1


Fika pun melepaskan cengkraman tangan Akmal dengan kasar dan langsung membuka cincin yang melingkar indah di jari manisnya.


Ia pun mengembalikan cincin itu ke tangan Akmal. Ternyata semua ucapan ayah Akmal tidak semenyakitkan tuduhan perselingkuhan yang di ucapkan Akmal.


"Jangan bermimpi untuk pergi dariku. Sampai kapanpun gak ada laki-laki yang berhak atas kamu selain aku. Cuma aku yang berhak milikin kamu." suara gemerutuk giginya terdengar jelas di pendengaran Fika


Dengan cepat Fika turun dari mobil Akmal berlari memberhentikan taksi untuknya pulang. Ia sedikit takut melihat ekspresi kemarahan Akmal yang tidak seperti biasanya.


Akmal pun mengejar Fika dan dengan cepat menangkap pergelangan tangan Fika hendak menyeret Fika kembali ke dalam mobil.


Namun Fika pun tidak kehilangan akal segera menginjak kaki Akmal dengan heels nya membuat Akmal menjerit kesakitan dan tanpa sadar melepaskan tangan Fika .


Beruntungnya Taksi yang lewat itupun berhenti dan Fika bisa langsung masuk ke dalamnya.


Akmal pun mengejar dan hendak membuka pintu mobil tersebut namun dengan cepat Fika telah menguncinya.


"Fika buka!!" teriak Akmal penuh emosi


"enggak akan! Kamu tuh udah gak waras Akmal ! Kamu nyakitin aku tahu enggak." ucap Fika sambil mengusap pergelangan tangannya yang sudah memerah


"Jalan pak." ucap Fika pada sopir taksi tak mempedulikan Akmal yang terus menggedor-gedor kaca mobil memanggil namanya


"Sayang, please maafin aku. Kamu jangan kayak gini aku, aku minta maaf." ucap Akmal melunak mencoba membujuk Fika


"Gimana ini non?" tanya pak sopir


"Udah, jalan aja pak."ucap Fika tegas


Fika pun langsung menyuruh sopir taksi untuk mengantarkannya ke rumah dengan kecepatan yang tinggi. Ia tidak ingin sampai Akmal berhasil mencegatnya sebelum ia masuk ke rumah.


Tidak sampai 30 menit Fika telah sampai sementara Akmal langsung menyusul mobil Fika namun ia kehilangan jejak di tengah jalan.


Tapi Akmal sangat tahu jika Fika pasti akan pulang ke rumahnya dan tak akan pergi kemanapun.

__ADS_1


__ADS_2