My Posesif Boyfriend

My Posesif Boyfriend
Undangan makan malam


__ADS_3

Hari berganti dengan cepat, sinar mentari telah datang menghantarkan pagi yang cerah.


Seperti biasa pagi ini aku menikmati sarapan bersama keluargaku dan juga Akmal . Hampir setiap hari Akmal sarapan disini, Karena setiap pagi ia yang akan menjemput ku untuk pergi bekerja.


Karena itu ibuku memintanya untuk sarapan bersama kami setiap pagi. Jika Akmal sedang tidak terburu-buru bahkan ia akan mengantarkan adikku Icha terlebih dahulu ke kampusnya. Karena kebetulan kampusnya 1 arah dengan kantorku.


Akmal sangat pintar mengambil hati keluarga ku bahkan adikku sekalipun yang sangat menyebalkan bisa sangat manja dan patuh padanya. Hanya saja selain keluargaku dia tidak pernah bersikap sebaik ini, walaupun itu teman-teman kantorku selain mbak Alana tentunya.


Akmal itu sangat tidak suka jika aku ramah terhadap orang lain. Dia benar-benar sangat pencemburu, dan jangan lupakan tentang sikap posesif nya.


"de , kamu mau bareng kita nggak ?" tanyaku pada Icha


"nggak mbak, aku masuk jam 10an jadi aku mau berangkat jam 9an aja. " jawabnya santai sambil makan


"ya sudah, kalau gitu mbak sama mas Akmal duluan yaa ." timpal ku yang hanya di tanggapi dengan anggukan kecil


"yasudah , ayah, ibu, Icha kita berangkat yaa." ucap Akmal berpamitan


"iyaah kalian hati-hati yaaa." jawab ibuku lembut


Kami pun bergegas keluar menuju mobil Akmal yang sudah terparkir di halaman rumahku. Sesekali ku menoleh ke garasi menatap mobil kesayanganku yang tersimpan di dalamnya.


Aku menikmati hidupku yang sekarang memang terasa sempurna , tapi terkadang aku merasa tidak cukup punya ruang untuk diriku sendiri. Namun, bagaimanapun bisa bersama seseorang yang kita cintai benar-benar aku syukuri .


Setelah melewati perjalanan selama 30 menit, akhirnya kami pun sampai di kantorku. Setelah memastikan aku memasuki lobby baru saat itulah Akmal benar-benar pergi.


Itu sudah menjadi bagian dari rutinitasnya setiap pagi.


Bahkan tidak jarang dia datang ketika jam makan siang untuk menemaniku .


Itupun jika ia sedang tidak sibuk, seperti hari ini. Ia sedang sibuk karena sebentar lagi akan mengeluarkan baru. Bahkan ia sudah menyelesaikan 2 buku yang ia tulis sendiri.

__ADS_1


Entah menjadi komikus ataupun penulis 2 hal itu adalah hal yang sangat ia cintai. Walaupun sebenarnya ia sempat bercita-cita untuk menjadi seorang pelukis profesional.


Tapi terkendala oleh pendidikan karena ayahnya menentang keras jika Akmal memasuki fakultas seni. Ayah Akmal sepertinya termasuk tipe orang tegas dalam bersikap, karena terbukti setelah beberapa tahun pun ayahnya bahkan tidak pernah menelponnya sama sekali.


Entah apa yang tengah di pikirkannya saat ini walaupun Akmal selalu menunjukkan wajah yang hangat dan ceria namun aku masih bisa melihat kesedihan di matanya. Ia seperti mempunyai beban tersendiri di hatinya.


Aku hanya bisa menunggu sampai waktunya ia siapa untuk menceritakan semua isi hatinya. Mungkin ia benar-benar butuh waktu untuk itu.


"Sebagai kekasih yang baik, bukankah seharusnya aku bisa menghiburnya ?" tanyaku dalam hati


"ya setidaknya aku harus mencobanya ." gumam ku memantapkan hati sambil terus berjalan menuju ruangan team 1


Sesampainya di ruangan team 1, seperti biasa di sana sudah terlihat heboh dengan aksi mbak Alana dan mas Dafa yang sudah berdebat mesra pagi ini. Aku pun menyapa semua orang yang sudah datang sebelum akhirnya duduk di kursi pencetak dollar ku tentunya.


"Selamat pagi semuanya." sapa ku dengan tersenyum hangat pada semuanya


Seperti biasa mbak Alana pun dengan hebohnya berjalan ke mejaku. Aku harus benar-benar menyiapkan kedua telingaku dengan baik mendengarkan celotehannya yang terus menggoda ku setiap waktu.


Hanya 1 orang yang masih dengan setianya selalu bersikap acuh dan dingin di team kami. Ya, siapa lagi jika bukan mas Radit ? Terkadang melihat wajah datarnya yang sedingin balok es saja sudah membuatku kesal sampai ke ubun-ubun.


Entah benci atau hanya perasaanku saja, namun aku merasa mas Radit seperti selalu berusaha untuk meminimalisir untuk berinteraksi denganku.


Dengan Mbak Alana dan mas Dafa ia pun terlihat acuh namun tidak sedingin seperti padaku .


"Ciieee , ciieee yang setiap hari di antar jemput sopir cintanya." goda mbak Alana


"apaan sih mbak? masih pagi nih." jawabku malas


"ya emang masih pagi Fik, kata siapa udah sore ?" timpal mas Dafa yang mengikuti sang kekasih


"Udah ah aku lagi gak mood yaa, mending aku mulai kerja aja please." ucapku dengan tatapan memelas memohon mereka untuk tidak menggangguku pagi ini

__ADS_1


"hem, baiklah.ayo sayang kita kembali ke meja masing-masing. Sebentar lagi jam masuk kerja akan di mulai." ajak santai Alana pada Dafa


Ya , Alana melihat jika raut wajahku pagi itu memang terlihat berbeda. Maka dari itu dengan mudah ia kembali ke tempatnya dan tidak mengganggu ku lagi. Suasana mendadak hening dalam sesaat, semua orang terlihat begitu fokus dan sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


Hingga tak berapa lama terdengar suara langkah kaki yang cukup tegas semakin mendekati ruangan kami . Semuanya menoleh ke arah pintu dan dengan segera berdiri di meja masing-masing.


Mengetahui kedatangan pak Aksa yang sudah beberapa waktu ini menjabat sebagai Manager keuangan kami yang baru. Ini sudah menjadi sebuah kebiasaan baginya setiap pagi untuk mengecek setiap ruangan tim divisi keuangan ketika jam kerja baru di mulai.


Selain untuk mengecek siapa saja yang mungkin datang terlambat setiap harinya , pak Aksa juga selalu memberikan semangat dan kalimat yang memotivasi para karyawan .


Selama ini semua kinerja pak Aksa semenjak menjabat sebagai kepala divisi keuangan sangatlah baik . Bahkan ia sudah menjadi banyak idola dari yg para karyawan wanita di kantorku.


Hampir semua orang menatap kagum padanya ketika ia melangkah. Tidak hanya di kampus, bahkan di kantor pun tampak banyak yang mengidolakannya.


"Selamat pagi semuanya." sapa pak Aksa


"Selamat pagi pak." jawab kami serempak


"Kalian bisa melanjutkan pekerjaan kalian sekarang, Oia saya berencana untuk mengadakan makan malam bersama seluruh team divisi keuangan nanti malam. Jika kalian berkenan, silahkan untuk datang ke restoran XXX jam 7 malam nanti yaa." jelas pak Aksa mengundang kami team 1


Tentu saja yang sudah heboh lebih dulu, sementara aku dan mas Radit hanya tersenyum simpul saja menanggapinya


"Maaf pak, makan malam nanti dalam rangka apa yaa? " tanya ku


"Begini Fika, makan malam ini hanya sebagai bentuk rasa terimakasih saya kepada semua team divisi keuangan karena telah berusaha bekerja keras mengembalikan keadaan perusahaan kembali stabil. Saya tahu semua team bekerja cukup keras selama beberapa bulan ini untuk membantu memperbaiki keadaan perusahaan yang sedang bermasalah ." jelasnya panjang lebar


Aku hanya mengangguk pelan mendengar penjelasannya. Setelah itu pak Aksa pun keluar dari ruangan kami ke arah ruangan team 2. Semua orang pun kembali melanjutkan pekerjaannya sementara aku memutuskan untuk mengirimkan pesan singkat ke Akmal untuk memberitahunya jika malam ini aku akan pulang terlambat karena ada acara makan malam bersama rekan-rekan di kantor.


"Sayang, sepertinya aku akan pulang terlambat malam ini. Ada makan malam bersama dengan orang kantor. Kamu gausah jemput, biar aku naik taksi saja nanti ." isi pesan WhatsApp yang aku kirimkan pada Akmal .


Sepertinya dia benar-benar sedang sibuk, karena biasanya dia akan langsung membalas pesanku dengan sangat cepat . Aku pun langsung meletakkan ponselku di meja dan kembali melanjutkan pekerjaan ku .

__ADS_1


__ADS_2