
Setelah meninggalkan ruang kerja Rendra, Akhtar dan bundanya langsung pergi ke kamar masing-masing untuk berkemas.
Setelah selesai bunda pun mengumpulkan semua pelayan yang ada di rumah untuk berpamitan. Akhirnya setelah hampir 30 tahun hidup bersama akhirnya ia bebas.
Ia terbebas dari rasa sakit yang setiap saat membelenggu dan menyiksanya. Hanya karena putra putrinya ia bertahan di sisi Rendra selama ini.
Bunda Rania memutuskan untuk langsung pulang ke kampung halamannya di Bandung karena tidak ingin menggunakan aset yang ia dapat dari suaminya selama ini.
Sebenarnya ia memiliki beberapa rumah dan apartemen di Jakarta namun karena ia mendapatkannya setelah menikah dengan ayah Rendra, bunda Rania merasa enggan.
Lebih baik ia pulang ke Bandung dan memulai hidupnya yang baru disana. Ia akan mengelola kembali semua aset dan perusahaan peninggalan mendiang ayahnya bersama putranya Akhtar.
Setelah berpamitan dengan seluruh penghuni rumah, Akhtar dan bunda Rania bergegas menuju mobil yang terparkir di halaman.
"Bunda, Abang harus ke tempat Akmal dulu. Apa bunda gak keberatan kalau di antar sopir dulu. Nanti Akhtar nyusul sama Akmal besok pagi." ucap Akhtar sebelum menaiki mobil
"Baiklah, tapi ingat besok langsung susul bunda ke Bandung. Dan jangan bilang apa-apa dulu tentang ayah dan bunda pada adikmu, biar bunda yang menjelaskannya sendiri." jelas bunda Rania berpesan
"Hiburlah dia, bunda yakin dia sedang butuh kamu saat ini." ucap bunda dengan bijak
"Iya bunda, tunggu abang sama Akmal di rumah kakek ya bunda. Besok pasti kita datang." ucap Akhtar meyakinkan
Bunda Rania hanya mengangguk tanda setuju kemudian tersenyum sambil mengelus lembut pipi Akhtar sebelum akhirnya menaiki mobil yang akan di kendarai oleh sopir pribadinya.
Bunda Rania benar-benar pergi tanpa membawa apapun selain pakaiannya. Selama di perjalanan air matanya terus berjatuhan tanpa bisa ia tahan.
Kesabarannya selama puluhan tahun ternyata tetap tak bisa meluluhkan hati suaminya. Tidak ada yang lebih menyakitkan ketika menjadi seorang istri tanpa pernah di cintai.
Begitulah kira-kira isi hati bunda Rania saat itu. Ia bahkan sudah melupakan dan memaafkan pengkhianatan yang dilakukan suaminya tersebut.
Bahkan dengan lapang dada ia menerima putri dari wanita lain dan menganggap serta memperlakukannya seperti putranya sendiri.
Namun itu tak berarti sama sekali bagi suaminya. Mungkin ini adalah jalan terbaik untuk semuanya agar tidak saling menyakiti terus menerus.
Itulah yang sebenarnya terjadi dan tak di ketahui oleh Akmal sama sekali. Akhtar dengan sengaja tidak menceritakan tentang orangtua mereka atas permintaan bunda Rania sendiri.
****
Di rumah Afika ,
__ADS_1
Keheningan terjadi cukup lama setelah akhirnya Akmal menyatakan bahwa ia tidak akan menerima keputusan yang Fika berikan untuk berpisah.
Seberapapun kerasnya Fika berusaha, Akmal tidak akan pernah menyerah dengan keinginan Fika. Ia akan terus berjuang sampai akhirnya Fika bisa menerimanya kembali dengan sepenuh hati.
Namun Akmal tidak ingin mereka putus, Akmal bahkan sudah memakaikan kembali cincin yang Fika kembalikan.
Akmal hanya berpura-pura baik-baik saja walaupun dalam hatinya sebaliknya. Hatinya di penuhi ketakutan jika Fika tidak akan mengindahkan permintaannya.
"Baiklah, kalau kamu memang tidak mau putus. Tapi kita bisa break dulu, aku butuh waktu sendiri dulu."ucap Fika setelah berpikir cukup lama
"Tidak ada tawar menawar lagi, Break atau putus !" lanjut Fika lagi sebelum Akmal akan bersuara
"Baiklah, tapi hanya 1 hari." ucap Akmal datar
"Mana ada ?" tanya Fika terkejut
"1 bulan." ucap Fika
"Gak bisa ! Jangan terlalu lama, nanti aku bisa mati ." timpal Akmal tidak terima
Fika pun hanya bisa memutar bola matanya malas mendengar bualan yang terlontar dari mulut Akmal itu.
"Baiklah, aku akan menyelesaikannya secepat mungkin." ucap Akmal mencoba bersemangat setelah menghela nafas panjang
"Tidak ada antar jemput, tidak ada telpon, hanya chat atau SMS ." jelas Fika
"Sayang !" rengek Akmal menahan kesal
Fika hanya menggedikkan bahunya acuh, ia pun langsung berdiri dari duduknya untuk bersiap masuk ke dalam rumah.
jam sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, angin diluar terasa semakin dingin dan menusuk kulitnya. Ia sudah benar-benar tidak tahan dengan dinginnya.
"Pulanglah, sudah mau pagi. Aku masuk dulu." ucap Fika lalu bersiap melangkah
"Tunggu sayang." Akmal menahan tangan Fika yang hendak melewatinya
"Apa lagi?" tanya Fika malas
Tanpa aba-aba Akmal langsung mengecup bibir Fika sekilas kemudian mengulangnya sedikit lebih lama sambil menyesapnya dengan lembut.
__ADS_1
"Aku butuh bekal untuk rinduku yang harus tertahan karena tak menemui kamu." ucap Akmal sambil mengusap bibir Fika sensual
"Aku sayang kamu, i love you ." bisik Akmal di telinga Fika
Setelah membisikkan kata-kata cinta tersebut Akmal melenggang keluar dari halaman rumah Fika menuju mobilnya.
Ia terus tersenyum karena bisa sedikit memenangkan situasi. Beruntungnya Fika tidak bersikap keras kepala dan tetap meminta putus darinya.
Karena jika iya, maka tidak tahu lagi bagaimana ia akan melanjutkan hidupnya nanti.
Bagi Akmal Fika adalah seluruh dunianya dan hanya Fika yang menjadi pusatnya. Akmal tidak menginginkan apapun lagi selain Fika yang akan menemaninya sampai tua nanti.
Cita-citanya yang baru adalah menua dan mati bersama Fikanya suatu saat nanti.
Tidak ada bayangan mimpi indah selain Afika di hidupnya. Ia benar-benar sangat mencintainya, lebih dari pada mencintai nyawanya sendiri
Akmal pun langsung tancap gas kembali ke apartemennya setelah memastikan Fika masuk ke dalam rumahnya.
Cuacanya sudah benar-benar terasa menusuk kulit hingga ke tulang. Maka dari itu ia memutuskan untuk cepat-cepat pulang.
Selain karena khawatir Akhtar yang menunggunya di apartemen ia juga mengkhawatirkan kondisi kesehatan Fika jika terus menerus berada di luar di jam seperti itu.
Setelah bertemu dan bicara langsung dengan Akmal entah kenapa hatinya terasa sangat lega, rasa kantuk yang sejak beberapa jam lalu tak kunjung datang akhirnya tiba.
Fika tertidur dengan pulas di kamarnya, tidak ada beban lagi di hatinya setelah bicara dengan Akmal .
Setidaknya untuk sementara ia akan menikmati masa tenangnya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian yaa dengan vote, like dan komen.. hatur thankyouu 😘😘