My Posesif Boyfriend

My Posesif Boyfriend
kejutan yang benar-benar mengejutkan


__ADS_3

Akmal dan bundanya saling melepas rindu sampai sesaat mereka berdua melupakan kehadiranku disana. Namun setelah beberapa saat berpelukan tatapan bundanya beralih kepadaku.


Ia tersenyum lembut menatapku sambil melepaskan rengkuhan tubuhnya dari sang putra.


“siapa gadis cantik di sampingmu ini nak? “tanyanya


"bunda, kenalin ini Fika calon menantu bunda." Akmal memperkenalkan aku pada bundanya


"Waaahh Cantik sekali calon menantu bunda." puji bundanya padaku


"Tante juga cantik, salam kenal yaa tante, maaf Fika gak bawa apa-apa kesini soalnya Akmal gak bilang mau ketemu tante." jelas ku sambil ku cium punggung tangannya


"Bunda, kamu bisa panggil bunda jangan tante sayang." ucap bundanya sambil menggenggam tanganku memberikan sentuhan lembutnya


Aku sedikit bernafas lega karena ternyata bundanya bersikap sangat baik dan lembut padaku. Ini adalah pertama kalinya aku di hadapkan dalam keadaan seperti ini. Bertemu dengan orang tua dari pacarku.


Yang di umur sekarang baru menjadi pengalaman pertamaku. Dan beruntungnya bundanya sangat baik padaku walaupun entah bagaimana nanti respon ayahnya jika kami bertemu.


"ahh , Akmal benar-benar keterlaluan . Kenapa dia tidak memberitahuku dari awal akan membawaku kesini. Ya Tuhan, melihat keadaan rumahnya saja aku sudah bisa menebak seberapa kaya orangtuanya ." lirihku dalam hati


Setelah puas berkenalan dan berbincang santai beberapa saat di kamar , bunda mengajakku untuk turun menikmati makan siang yang sudah ia persiapkan dengan kedua tangannya sendiri .


Walaupun banyak pelayan di rumah itu entah kenapa hari itu bunda bilang ia sangat ingin memasak.Dan ternyata itu sebagai sebuah firasat jika ia akan kedatangan putra yang sudah sejak lama pergi meninggalkan rumah. Kemudian kembali bersama seorang gadis yang akan menjadi menantunya.


Sebenarnya aku sangat penasaran tentang apa yang terjadi dengan keluarga mereka. Namun aku berusaha untuk menyembunyikan hal itu untuk saat ini.


Aku hanya ingin Akmal bisa menceritakan semuanya padaku suatu hari nanti tanpa aku memaksanya. Dari awal Akmal tidak pernah berbohong kepadaku tentang dirinya, bahwa ia tinggal sendiri di apartemen namun orangtuanya masih berada di Jakarta .


Ia juga memiliki seorang kakak perempuan, dan sudah menikah namun tinggal di Bali mengurus usaha keluarganya.

__ADS_1


Aku berusaha menutupi keterkejutan ku hari itu dari bundanya Akmal. Terlihat sangat jelas jika Akmal sudah lama tidak mengunjungi orangtuanya. Bundanya tak henti memancarkan raut bahagia dengan kehadiran kami disana.


Rumah itu sangat mewah namun sangat sepi. Mungkin hanya orangtuanya yang tinggal di rumah itu bersama para pelayan. Bunda sangat baik kepadaku, sikap ramah dan lemah lembutnya berbanding terbalik dengan ibu yang selalu terlihat heboh .


Setelah selesai makan siang kami bertiga berbincang-bincang santai di halaman belakang . Lalu Akmal pamit untuk pergi ke kamarnya sebentar entah apa yang akan ia lakukan disana.


Rumah orangtuanya Akmal benar-benar sangat megah dan mewah . Setelah pulang dari sini akmal harus menjelaskan banyak hal padaku. Karena bunda Akmal sangat baik dan ramah aku pun menjadi tidak terlalu malu lagi untuk berbicara santai padanya .


"Fika, bunda boleh bertanya sesuatu sama kamu? " tanya bunda ramah


"Tentu bunda l, boleh " jawabku di iringi senyuman


"Fika sayang sama Akmal nak ?" tanya bunda


Aku sedikit terkejut mendengar apa yang di tanyakan oleh bunda. Walaupun sedikit ragu dan malu untuk menjawabnya akhirnya aku pun memberanikan diri menjawabnya dengan jujur.


"Terimakasih nak, bunda harap kamu selalu sayang sama Akmal. Bunda sangat berharap setidaknya Akmal bisa mendapatkan kebahagiaan yang utuh dari kamu sayang ." jelas bunda menggenggam lembut tanganku


Entah apa jawaban yang harus aku ucapkan , bibirku benar-benar kaku di buatnya .


"i...iyaaa bunda ." jawab ku sekenanya


"Bunda tebak, pasti Akmal belum pernah cerita apapun tentang keluarga kami ?" tanya bunda


"Belum bunda, Akmal selalu menghindar kalau Fika tanya tentang keluarga. Dan Akmal juga gak bilang hari ini mau ajak Fika ketemu sama bunda." jawabku jujur


Bunda tersenyum seraya mengusap lembut bahuku perlahan. Sungguh beliau terlihat sangat keibuan, entah karena sikapnya saja atau mungkin karena ia memang sangat lembut dan penuh kasih.


"Kamu sabar aja, sebentar lagi pasti Akmal akan cerita sama kamu tentang semuanya. Dengan ngajak kamu kesini aja ketemu bunda dia mulai berusaha untuk terbuka sama kamu sayang ." jelas bunda membuat pikiranku terbuka

__ADS_1


"Akmal sudah melewati banyak hal yang sangat tidak mudah, tapi bunda harap apapun nanti yang menjadi pilihan hidupnya Fika selalu bisa mendukung Akmal yaa sayang yaa ?" ucap bunda panjang lebar


"baik bunda, Fika akan selalu berusaha mendukung apapun yang Akmal pilih buat dia jalani nanti." jelasku meyakinkan bunda untuk tidak terlalu khawatir tentang Akmal .


"Oia bunda, apa bunda tinggal sendiri di rumah sebesar ini?" tanyaku yang sejak tadi di liputi rasa penasaran .


"Nggak sayang , bunda ayah akmal dan kakak laki-lakinya Akmal tinggal disini. Tapi karena ada urusan pekerjaan mereka sedang berada di luar negeri sampai 3 hari ke depan." jelas bunda


"Pantas saja terlihat sepi bunda " jawabku asal


"Iyaa, ketika mereka sibuk bekerja bunda hanya sendiri disini di temani para pelayan dan pekerja saja . Kakak kedua Akmal menetap di Bali menjalankan usaha keluarga dengan suami dan anaknya disana. Hanya sesekali ia pulang, tapi itu sangat jarang ." jelas bunda dengan suara yang terdengar sedih


"ohh jadi seperti itu. Akmal tuh gak pernah cerita bunda kalau dia punya 2 orang kakak laki-laki dan perempuan. Selebihnya tidak ada yang pernah Akmal ceritakan bunda ." kelasku panjang lebar


Bunda hanya tersenyum mendengar penjelasan ku. Belum sempat ia mengatakan sesuatu Akmal tiba-tiba saja kembali dan duduk di sisi bunda. Ini adalah pertama kalinya aku melihat Akmal terlihat sangat manja terhadap bundanya. Tapi tetap saja bagiku itu terlihat menggemaskan .


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat sehingga matahari telah kembali tenggelam, berganti dengan cahaya bulan yang telah siap siaga memberikan penerangan di seluruh alam semesta ini .


Kami menghabiskan waktu dengan berbincang santai sambil menikmati secangkir teh dan camilan yang di sediakan oleh para pelayan . Bunda pun meminta kami untuk makan malam di sana sebelum pulang.


Awalnya kami berencana untuk langsung pulang namun bunda tetap memaksa kami untuk makan malam di sana . Akhirnya kami pun mengalah dan mengikuti kemauan bunda saat itu .


Setelah selesai makan malam Akmal bergegas mengajak ku untuk berpamitan dengan bundanya . Awalnya bunda nampak tidak rela membiarkan kami pergi , dengan susah payah ia membujuk kami untuk menginap. Tepatnya Akmal , ia ingin kembali menikmati waktu bersama putranya namun itu terlihat sia-sia .


Dengan sedikit kekecewaan di wajahnya bunda mengantarkan kepergian kami sampai di halaman depan rumahnya. Ia memeluk Akmal dengan sangat erat seperti enggan untuk melepasnya lagi .


"Bunda , Akmal mau pulang sekarang dan harus antar Fika pulang terlebih dahulu sudah malam. Akmal janji nanti Akmal akan mengunjungi bunda kembali . Bunda sehat-sehat terus yaa, Aku sayang bunda." bujuk Akmal untuk membuat bundanya tidak merengek lagi


"Baiklah, kamu sudah janji akan mengunjungi bunda . ingat itu ! bunda akan menunggu kedatangan kalian lagi di rumah ini ." ucap bunda sambil membenamkan tubuhnya dalam pelukan Akmal

__ADS_1


__ADS_2