My Posesif Boyfriend

My Posesif Boyfriend
Extra part 7


__ADS_3

Hana bekerja seperti biasa di kantor milik papanya tersebut tapi sama seperti Radit dulu, tidak ada seorang pun kecuali beberapa petinggi perusahaan yang mengetahui siapa dia sebenarnya.


Hana pun berprinsip jika ia ingin belajar mandiri dengan bekerja mulai dari nol. Ia mengikuti seleksi yang ketat dan wawancara terlebih dahulu seperti karyawan lainnya.


Walaupun begitu ia sangat senang karena bisa bekerja di sana dengan usahanya sendiri. Beberapa karyawan laki-laki di Kantornya mengejar Hana karena menyukai pribadinya yang sangat supel.


Selain cantik Hana sangat cerdas dan penuh inisiatif, karena itu ia selalu mendapat pujian dari rekan kerja bahkan atasannya. Untuk sementara kepemimpinan di kantor saat ini di pegang oleh Devan.


Walaupun dia terlihat selalu bersantai dan senang membuat lelucon, tapi ketika bekerja Devan bisa bersikap profesional dan menyelesaikan setiap pekerjaan dengan baik.


Setelah makan malam bersama dengan akmal dan ibunya Hana terus di sibukkan dengan urusan pekerjaan di kantornya. Seperti Hana, Akmal pun sudah mulai di sibukkan dengan beberapa pekerjaan dengan beberapa perusahaan.


Akmal tidak kesulitan mendapatkan pekerjaan di negaranya sendiri karena ia sudah cukup terkenal di luar. Dan terbiasa mendapatkan pekerjaan dengan perusahaan-perusahaan multi nasional yang terkemuka.


Akmal memulai kehidupan barunya di kota tempat dimana ia lahir dan di besarkan. Ini menjadi hal yang tidak pernah ia rencanakan untuk kembali ke sana.


Sepulang bekerja, Akmal memutuskan untuk mampir dulu ke sebuah cafe yang belakangan sangat ramai di media sosial menjadi tempat terfavorit warga Jakarta.


Ia memilih duduk di sebuah meja yang berada di pojok kan karena tidak ingin terlalu berbaur dengan keramaian. Suasana cafe tersebut sangat nyaman menurutnya, pantas saja sangat ramai di kunjungi di jam-jam tertentu setiap harinya.


Selain mempunyai dekorasi yang unik, cafe tersebut juga menampilkan live music setiap Sabtu dan minggu. Namun begitu, terkadang ada beberapa pengunjung yang ingin menunjukan kebolehannya dalam bermusik, maka pihak cafe memperbolehkannya.


Mereka sudah menyediakan beberapa alat musik yang bisa di pakai oleh pengunjung di sana. Selain itu menu minuman dan makanan juga selalu menghadirkan menu terupdate yang sedang populer di kalangan anak muda.


Meskipun dengan kualitas dan fasilitas sebanyak itu, cafe tersebut tidak mematok harga tinggi dalam setiap menu yang di jual.

__ADS_1


Sehingga menjadi buruan dari kalangan mahasiswa ataupun para pekerja yang ingin sekedar nongkrong bahkan berselfie ria dan mengunggahnya ke sosial media.


Akmal memilih untuk menikmati secangkir latte di sore hari sambil membaca sebuah buku. Ia ingin bersantai barang sejenak di sana. Semenjak tinggal di luar ia memang mengubah banyak kebiasaannya termasuk dalam hal membaca buku.


Selama ia hidup di negaranya sendiri, Akmal tidak pernah menyukai buku apalagi membacanya. Tapi lihatlah sekarang, kemanapun ia akan pergi minimal ia akan membawa sebuah buku untuk ia baca.


Ketika sedang asik membaca, Akmal pun tampak terkejut mendengar sebuah suara yang begitu familiar di telinganya. Akmal masih menunduk menatap buku tapi sudah kehilangan minat untuk membacanya.


"Sayang, kamu tunggu di sini sebentar dan duduk dengan manis. Jangan kemana-mana, mama harus mengurus sesuatu dulu. Mbak Her, titip Shilla sebentar ya." ujar Fika lembut pada putrinya.


Sontak Akmal menjadi kaku, hatinya bergemuruh mendengar suara dari wanita yang pernah sangat ia cintai begitu dalamnya. Bukan karena ia masih ingin mengejar Fika, tapi ia sendiri kebingungan bagaimana harus bersikap ketika mereka bertemu.


Apalagi kini Fika sedang bersama putrinya, lain halnya jika ia datang bersama Radit. Karena hubungan mereka sekarang sudah jauh lebih baik, dan selama beberapa tahun ini mereka beberapa kali bertemu karena pekerjaan.


Gadis kecil yang sangat cantik, lucu dan menggemaskan. Rambutnya berwarna kemerahan sangat tebal dan bergelombang, mata sama seperti Fika dengan bulu mata yang lentik. Sedangkan wajahnya hampir 70% adalah milik Radit, papanya.


Sementara Fika pergi menemui beberapa karyawan untuk memberitahukan perihal band baru yang mereka kontrak untuk mengisi live musik di cafe tersebut akan datang 1 jam lagi.


Ternyata cafe tersebut adalah milik Fika, setelah Shilla berusia 3 tahun Fika kembali memutuskan untuk melanjutkan bisnis cafe nya yang sebagian besar di urus oleh adiknya.


Karena ia tinggal dan menetap di Jakarta Fika memutuskan untuk membuka usahanya di kota tersebut. Hal tersebut juga mendapat dukungan 100 % dari sang suami.


Melihat kehidupan mantan kekasihnya itu kini benar-benar bahagia membuat Akmal sedikit iri. Karena dirinya kini hanya bisa berteman dengan sepi dan belum mendapatkan kebahagiaan yang Fika rasakan.


Tiba-tiba saja wajah cantik Hana berkelebat di kepalanya membuat Akmal kembali tersadar dari lamunannya. Akmal pun bergegas memakai masker dan kacamata melihat Fika yang sedang berjalan mendekat ke arahnya.

__ADS_1


Akmal memutuskan untuk segera keluar dari cafe tersebut sebelum Fika menyadari keberadaannya di sana. Bagaimanapun juga mereka akan sama-sama canggung untuk saling menyapa.


Apalagi tidak ada Radit di sana, Akmal tidak ingin ada kesalahpahaman jika ia menemui Fika tanpa sepengetahuan Radit. Walaupun sebenarnya itu adalah 100% merupakan sebuah kebetulan.


Akmal segera mengemudikan mobilnya untuk kembali ke apartemennya. Namun sepanjang perjalanan ia terus memikirkan bayangan wajah Hana yang kini terus berkelebat di benaknya.


"Kenapa jadi kepikiran tuh cewek sih?" ujar Akmal bermonolog sambil menyalakan musik di mobilnya agar ia bisa mengalihkan pikirannya.


Diluar dari dugaannya, ketika bertemu kembali dengan Fika bukannya bersedih tapi malah merasakan kelegaan karena bisa melihat kehidupan Fika yang terlihat sangat bahagia.


Bahkan ia sudah tidak merasakan sakit ketika melihatnya secara langsung. Mungkin karena kini ia sudah melupakan Fika sepenuhnya dan merelakan cinta pertamanya itu untuk orang lain.


Tidak sampai 1 jam akhirnya ia sampai di apartemennya. Dengan lesu ia berjalan ke unit apartemennya, begitu masuk suasana begitu sepi dan terasa dingin.


Kebetulan Bunda Rania sedang kembali ke Bandung tadi pagi karena ada urusan selama beberapa hari ke depan. Akmal hanya bisa menghela nafas berat mengingat ketidak hadiran bundanya.


Artinya ia benar-benar sendiri sekarang dan sangat merasa bosan. Akmal langsung berjalan ke kamarnya untuk membersihkan dirinya dan berganti pakaian.


Di sisi lain Hana tengah bersiap untuk pulang karena jam kantor telah usai dan ia sudah menyelesaikan semua pekerjaannya. Dengan senang ia membuka ponselnya dan segera mengirimkan pesan singkat ke nomor Akmal.


Tapi jangankan membalas, pesan yang kemarin ia kirimkan pun belum Akmal baca 1 pun. Hana benar-benar di buat kesal dan gemas dengan tingkah Akmal yang menurutnya sok jual mahal .


Padahal ia sudah sangat dekat dengan bunda Rania selama beberapa bulan ini, tapi ia masih saja sangat kesulitan untuk sekedar mendapatkan respon yang baik dari Akmal.


Tapi Hana sudah bertekad jika ia tidak akan mudah berputus-asa ataupun menyerah. Lagi pula Akmal adalah seseorang yang sudah ia tunggu dan cari sejak lama. Hana tidak akan menyerah begitu saja sebelum Akmal bisa ia taklukan, ujar Hana dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2