
~Happy Reading~
Sebelum atau sesudah membaca biasakan selalu menekan Like, Fav, Rate 5 Bintang, karena semua itu GRATIS loh 😊😗
°°°
Sesampainya di deretan loker siswi kelas dua, Vio dan Dewi membantu Ana mencari loker teman baru mereka.
Loker di sekolah mereka setiap angkatannya berbeda. Untuk kelas satu, loker mereka berada di lantai satu dan berwarna hijau. Untuk kelas duanya berada di lantai dua, berwarna merah muda dan sedangkan kelas tiga berada di lantai tiga dan berwarna biru muda. Loker siswi dan siswa juga sangat berjauhan.
" Na, disini! " Teriak Vio memanggil Ana yang berada sangat jauh darinya.
Ana yang tengah sibuk melihat nama-nama di setiap loker langsung menghampiri Vio yang memanggil dirinya dan begitupun dengan Dewi yang langsung menghampiri Vio.
" Kenapa? " Ujar Ana yang sudah berada di sebelah Viona.
" Kenapa sih pake teriak-teriak segala! " Ujar Dewi yang sudah berada di dekat kedua temannya.
" Ini loh gua dah nemuin lokernya sih Ana. " Ujar Vio sambil menunjuk loker yang bertuliskan nama Hana Violeta Abraham.
" Akhirnya dapat juga, capek gua nyari loker sebanyak ini. " Ujar Dewi membuat keduanya terkekeh.
" Ya namanya juga loker satu angkatan, ini juga dah syukur loker kita gak nyampur sama loker siswa. Kalau nyampur dah pusing gua, nyari di tengah-tengah keramaian mereka. " Ujar Vio yang masih ingat saat dia dan Dewi ke kantin melihat loker siswa yang begitu penuh dan dia tidak bisa bayangkan kalau loker mereka di campur.
" Hehehe, iya juga ya. Ya udah Na buruan lo masukin buku-buku lo, gua dah laper nihh. " Ujar Dewi sambil menepuk-nepuk perutnya.
" Iya. " Ana mengangguk meronggoh saku rok nya mencari kunci lokernya, setelah menemukannya dia langsung membuka lokernya dan memasukkan semua buku-buku paketnya dan buku novel yang di pinjamnya.
" Udah, ayo. " Ujar Ana setelah selesai mengunci lokernya kembali.
" Kuyy. " Ujar Dewi dan mereka bertiga pun berjalan beriringan menuju kantin.
Sesampainya di kantin, mereka harus mencari terlebih dahulu bangku yang masih kosong. Karna semua bangku sudah penuh dan mereka dapat di bangku paling pojok.
__ADS_1
" Akhirnya masih ada juga yang kosong. " Ujar Vio yang langsung duduk.
" Ta-tapi, ini kan bangkunya anak The Boys Tiger. " Ujar Dewi yang membuat Vio yang tengah duduk santai itu langsung seketika bangun.
" I-iya gua lupa, tapi gak ada bangku yang kosong lagi? Lo lihat kan, tuh pada penuh. " Ujar Vio menatap bangku-bangku kantin yang sudah penuh.
" Iya sih, tapi ini kan bangku mereka. Kalau sampe mereka tau bangkunya di tempatin, habis kita. " Ujar Dewi dengan bergidik ngeri mengingat dulu ada salah satu siswa culun yang duduk disini dan langsung di hajar salah satu dari anggota inti The Boys Tiger.
" Ya udahlah biarin aja, lagian mereka juga jarang ke kantin kan. " Ujar Vio yang kembali duduk.
" Iya juga sih, ya udahlah. Lagian bentar lagi juta bel masuk, ini siapa yang pesen? " Ujar Dewi yang duduk di sebelah Vio.
" Aku aja. " Ujar Ana menawarkan diri.
" Gak papa nih? " Tanya Dewi.
" Ya gak papa, kalian mau pesen apa? " Ujar Ana menatap keduanya.
" Gua pesen seblak sama es cappucino. " Ujar Vio yang menyebutkan menu andalannya jika sedang istirahat.
" Ya udah, kalau gitu aku pesen dulu. " Ujar Ana yang ingin berlalu pergi tapi di tahan Dewi.
" Gua bantuin deh, takut lo kerepotan bawanya nanti. " Ujar Dewi dan diangguki Ana.
Akhirnya keduanya berlalu pergi memesan makanan meninggalkan Vio yang tengah duduk asik memainkan ponselnya.
Setelah pesanan mereka jadi. Dewi membawa tiga mangkok seblak, sedangkan Ana membawa ketiga minuman mereka.
Di pertengahan jalan, Ana yang tengah kesusahan membawa ketiga minuman pesanan mereka, tidak sengaja menabrak seorang pria dan menyebabkan ketiga minuman yang dibawanya tumpah membasahi seragam pria itu.
" Ma-maaf, saya gak sengaja. " Ujar Ana dengan menundukkan kepalanya.
Sedangkan pria itu mengepalkan tangannya menahan rasa amarahnya. Ketiga temannya yang melihatnya hanya terdiam merutuki kecerobohan gadis itu.
__ADS_1
Seisi kantin terkejut melihat seorang siswi bertabrakan dengan ketua The Boys Tiger. Mereka memilih terdiam menatap kelanjutan nasib siswi tersebut.
" PUNYA MATA TUH DI PAKE TOLOL!!! " Bentak pria itu membuat Ana meremas ujung roknya menahan rasa takutnya.
" GARA-GARA LO BAJU GUA KOTOR!!! " Bentak Pria itu lagi membuat Anda mendongak menatap pria yang di tabrak nya tadi.
" Maaf, saya gak sengaja. " Ujar Ana yang langsung menundukkan kepalanya lagi saat melihat tatapan tajam pria itu.
Kedua teman Ana yang melihatnya langsung saling berpandangan.
" Aduh si Ana pake nabrak dia segala. " Ujar Dewi yang baru sampai dan meletakkan ketiga mangkuk seblak di atas meja.
" Lo lagian gimana sih, bukannya bareng Ana ini malah jalan duluan. " Ujar Vio yang menatap kesal Dewi.
" Tadi tuh Ana nyuruh gua duluan, ya udah gua duluan. Gua gak tau si Ana bakal nabrak kak Alex. " Ujar Dewi dengan menatap cemas Ana yang tengah di bentak kakak kelas mereka sekaligus Ketua The Boys Tiger.
" Ya udah samperin, gua kasihan sama Ana. Bisa habis dia kalau diam disana. " Ujar Vio dan diangguki Dewi.
Keduanya pun langsung berlari menghampiri Ana yang tengah menunduk takut. Mereka langsung berdiri di sebelah kiri dan kanannya Ana.
" Kak maafin teman saya ya, dia gak sengaja kok kak. " Ujar Vio yang mencoba melawan rasa takutnya demi Ana, teman barunya yang sudah dia anggap sebagai sahabatnya.
" I-iya kak, dia gak sengaja kok kak. " Ujar Dewi yang ikut menyahut, walaupun dalam hatinya dia takut melihat tatapan tajam Ketua The Boys Tiger.
Baru kali ini mereka berdua mau berurusan dengan anak The Boys Tiger.
" Dah lah bos, lagian tuh cewek gak sengaja. " Ujar Farel, salah satu dari anggota inti The Boys Tiger yang di kenal humoris.
" Hm, buang-buang waktu. " Ujar Victor, salah satu anggota inti The Boys Tiger yang terkenal cuek dan dingin, tapi lebih dingin Alex.
" Hmm, cabut. " Ujar Alex dan sebelum itu dia membisikkan sesuatu ke Ana dan membuat Ana terdiam terpaku.
Alex menatap Ana dengan smirk sebelum berlalu pergi dari kantin dan diikuti ketiga sahabatnya.
__ADS_1
~Bersambung~
Likenya jangan lupa ya😘